Arsip Harian: Mei 10, 2012

Berteman dengan Buku Membuatku Menjadi Berilmu

Sejak kecil aku sudah dikenalkan oleh ibuku dengan buku. Semua yang kubaca dari buku membuatku tahu tentang berbagai macam ilmu pengetahuan. Buku menjadi sumber ilmu yang pada akhirnya mengantarkanku menjadi orang yang berilmu. Orang yang dijadikan sebagai tempat bertanya, karena aku telah membuat buku. Dari berteman dengan buku membuatku menjadi seorang penulis buku. Tak terasa, satu demi satu bukuku tersusun dari mantra ajaibku. “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”.

Sumber Foto: Kurnia Septa, Pemenang Lomba Blog Pendidikan Wijayalabs.com 2011
Sumber Foto: Kurnia Septa, Pemenang Lomba Blog Pendidikan Wijayalabs.com 2011


Ketika aku masih kecil dan menginjak usia sekolah dasar (SD), ibu tak pernah lupa memberikan aku buku-buku yang kubutuhkan. Baik buku pelajaran sampai buku-buku dongeng dan komik yang membuatku suka membacanya. Ditambah lagi, ayahku adalah seorang pustakawan di kantornya. Dimana ayah seringkali membawa buku-buku atau majalah tentang kegiatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), Baik berupa tulisan kapal perangnya yang canggih sampai buku tentang perjuangan Pahlawan Yos Sudarso dalam merebut Irian Barat. Sayapun menjadi senang dengan buku-buku yang berbau militer.

Di rumah kami yang mungil, orang tua saya menyiapkan bufet atau lemari kaca yang diperuntukkan untuk meletakkan buku-buku. Kami pun menjadi mudah membacanya, dan tak terasa ayah dan ibu telah mengajarkan kami untuk berteman dengan buku.

Buku menjadikan aku menjadi orang yang serba tahu. Setidaknya aku selalu mendapatkan nilai bagus dari buku pelajaran yang aku baca. Tapi tidak seperti anak-anak sekarang ini, membaca buku hanya untuk dihafalkan. Sedangkan aku membaca buku untuk dipahami dan kemudian kuamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Tak heran bila aku sering terpilih menjadi juara kelas ketika aku masih di sekolah dasar (SD).

Bagiku, buku adalah teman yang menemani hari-hariku dalam menambah khasanah ilmu. Buku adalah teman yang tak pernah marah. Buku telah membuatku memiliki hobi membaca dan membaca. Dengan banyak membaca buku, aku serasa berkeliling dunia. Tak salah bila ada pepatah menuliskan, “Baca Buku Buka Dunia”. Akupun merasakan hal-hal baru setelah membaca sebuah buku.

Ketika ayahku membawa buku si Pitung anak betawi asli, akupun serasa mengikuti jejak pahlawan betawi ini setelah membacanya. Bahkan aku sampai bermimpi bertemu si Pitung dan berguru silat dengannya. Begitu besar pengaruh buku bila kita membacanya dengan hati dan secara mendalam. Artinya kita membacanya dengan penuh perhatian dan larut dalam cerita yang dibaut eh dibuat oleh penulisnya. Bahkan ketika kakakku membawa komik Wiro Sableng, Pendekar 212, aku sampai seharian berada di dalam kamar dan melumatnya sampai habis isi bacaannya. Akupun memuji Bastian Tito sebagai pengarangnya yang luar biasa.

Namun, kebanyakan baca buku komik atau cerita tak bagus juga. Aku terkadang suka lupa membaca buku pelajaran. Kalau sudah begitu, nilaiku langsung menurun karena aku kurang membaca buku materi pelajaran yang diujikan. Entah kenapa, aku malas banget membaca buku pelajaran. Mungkin karena buku pelajaran yang dibuat kurang menarik, dan membuat peserta didik sepertiku menjadi tak gemar membaca buku pelajaran. Aku lebih senang membaca komik Tintin atau majalah Bobo daripada membaca buku pelajaran.

Untunglah ada seorang guru di sekolah yang selalu memotivasi kami. Beliau mengatakan membaca buku akan membuatmu menjadi seorang yang berilmu. Kata-kata pak Muctar itulah yang sampai sekarang masuk dalam alam bawah sadarku, dan selalu memotivasiku untuk rajin membaca dan menjadi orang yang berpengetahuan. Orang disebut berilmu karena dia rajin membaca buku, dan sejak itu aku selalu berteman dengan buku.

Aku lulus SD dengan nilai terbaik, dan alhamdulillah diterima di salah satu SMP Negeri favorit di Jakarta Utara. Aku pun masuk kelas unggulan pada saat itu, dan bertemu dengan teman-teman yang senang membaca buku. Mereka hampir sama denganku. Senang membaca buku, dan suka pergi ke perpustakaan sekolah. Selama aku di SMP, rasanya begitu banyak buku yang kubaca di perpustakaan sekolahku. Akupun dijuluki si “kutu buku” dan oleh teman-temanku seringkali diberi hadiah buku bila aku ulang tahun. Begitu juga orang tuaku dan kakak serta adikku. Bila aku ulang tahun, pastilah hadiahnya sebuah buku.

Berteman dengan buku membuatku ingin melanjutkan ke sekolah teknologi menengah (STM). Waktu itu aku merasa sangat senang dengan kisah Thomas Alfa Edison yang menemukan listrik dan bohlam lampu. Akupun melanjutkan sekolah di sekolah kejuruan dengan jurusan listrik atau arus kuat dengan nilai yang terbaik.

Beasiswa dari kantor ayahku alhamdulillah kuperoleh, dan tak terasa 3 tahun lamanya aku sekolah di jurusan listrik yang siswa sekelasnya semuanya laki-laki. Ada 36 orang cowok ganteng menemani hari-hariku menggapai ilmu. Aku pun masih saja berteman dengan buku, dan seringnya aku ke perpustakaan sekolahku. Bahkan aku sering ke perpustakaan nasional di Salemba, dan menemukan hal-hal baru dari buku yang kubaca.

Sebagian Teman-temanku dari STM ketika Reunian di Cipinang Bali
Sebagian Teman-temanku dari STM ketika Reunian di Cipinang Bali


Meskipun aku tak menjadi juara pertama di sekolahku, ketika lulus dari STM aku langsung diterima bekerja. Senang sekali aku ketika diterima bekerja, karena prosesnya cuma wawancara saja. Berkas nilaiku dianggap cukup oleh perusahaan Jepang yang memanggilku untuk menjadi karyawan di sana.

Hanya beberapa bulan menikmati diri menjadi seorang karyawan atau buruh pabrik perusahaan Jepang, aku memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan memilih IKIP sebagai kampus perjuanganku. Alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa, sehingga mengurangi beban orang tuaku. Itu semua berkat aku berteman dengan buku. Sisa-sisa waktu luangku selalu aku habiskan untuk pergi ke perpustakaan atau toko buku dekat kampus. Dari kedua tempat itu aku banyak mendapatkan ilmu dari buku yang kubaca. Akupun menjadi pembaca teraktif di perpustakaan kampusku.

Alhamdulillah, aku lulus tepat waktu, dan lulus paling dulu dari teman-teman satu angkatan. Itu semua berkat berteman dengan buku. Kuhabiskan waktu luangku dengan banyak membaca buku. Akupun sempat menjadi ketua Himpunan Mahasiswa di jurusanku. Organisasi membuatku menjadi pandai memanaje atau mengatur waktu dengan baik. Aku pun direkomendasikan oleh almarhum Prof. Dr. Kusno, Dekan di fakultasku untuk menjadi guru di sekolah terkenal dekat kampusku. Gak kerasa, sudah 20 tahun aku menjadi guru di sekolah Labschool yang dikelola oleh Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Aku beruntung ditempatkan di sekolah yang mengerti akan pengembangan dan kualitas SDM-nya. Akupun terpilih untuk mendapatkan beasiswa S2 di Pascasarjana UNJ. Selama 2 tahun aku belajar ilmu teknologi pendidikan, dan selama itu pula aku menjadi paham bahwa belajar harus menyenangkan. Aku menjadi banyak tahu tentang metode dan model-model pembelajaran setelah kubaca banyak buku yang kudapatkan dari perpustakaan Pascasarjana. Kuhabiskan waktu luangku untuk berteman dengan buku, dan kulumat habis ilmu-ilmu pendidikan yang aku dalami.

Berteman dengan buku membuatku menjadi berilmu. Bukan itu saja, setelah aku mendalami ilmu pendidikan dan penelitian, aku berusaha untuk menyusun sebuah buku. Aku pun mengajak seorang teman yang sevisi untuk menyusun sebuah buku Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berkat menulis buku itu, kami sering diundang berkeliling Indonesia menularkan virus PTK kepada teman-teman guru di seluruh Indonesia. Teman facebookku dari Aceh baru saja berkomentar di status terbaruku.

Aku tuliskan status di facebook. Berteman dengan buku membuatku menjadi orang yang berilmu, dan berteman dengan buku membuatku menjadi seorang penulis buku. Bagaimana denganmu??? Lalu banyaklah komentar yang salah satu komentarnya dari Syarifah Nurmasyithah Buchari menuliskan begini:

Sangat…benar…,.Buku..PTK yang diberikan sebagai..kenang2an..menjadi inspirasi..tuk saya menulis..dan Alhadullillah..bisa menambah…pendapatan,..terimakasih..bapak kusumah…

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Berteman dengan Buku Membuatku Menjadi Berilmu

Menjadi Guru Hebat dengan Internet Sehat

Teman-teman Omjay yang saya sayangi dan banggakan. Saya diminta oleh organisasi mahasiswa di salah satu kampus terkenal di Jakarta untuk memberikan materi menjadi guru hebat dengan internet sehat. Tepatnya, setelah Jumat, 11 Mei 2012 di Kampus UNJ.

Terus terang saya agak kelagapan juga dengan materi ini. Pertama saya belum menjadi guru hebat, dan kedua saya belum sepenuhnya memanfaatkan internet secara sehat. Lalu timbullah inspirasi untuk mencari buku-buku yang berhubungan dengan materi yang akan saya berikan. Dengan begitu akan banyak materi baru yang dapat saya berikan dalam kesempatan itu kepada para mahasiswa calon guru.


Usai bertemu dengan ibu Sri (Kepala Telematika) di kantor Pemkot Walikota Bekasi, saya menyempatkan diri mampir ke toko buku Gramedia. Cukup lama juga saya berkeliling di toko buku gramedia yang berada di Mega Mall Bekasi. Tak terasa sudah dua jam lamanya saya mencari buku yang diharapkan dapat membantu saya menemukan "ilham" dalam melengkapi materi menjadi 'guru hebat dengan internet sehat'.


Di saat saya mencari buku-buku di bidang pendidikan, ada terlihat buku terbaru saya yang berjudul menjadi guru tangguh berhati cahaya. Tentu sebagai penulisnya, saya bangga buku yang disusun dari tulisan saya di blog keroyokan kompasiana.com ternyata bisa terajut menjadi sebuah buku. Lalu saya pun berkata dalam hati, "Bukankah itu merupakan wujud dari pemanfaatan internet sehat? Menulis sedikit demi sedikit di internet lama-lama menjadi buku".

 

Buku Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya di Toko Buku Gramedia Mega MallBekasi
Buku Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya di Toko Buku Gramedia Mega MallBekasi


Ternyata, saya merasakan keajaiban menulis di blog adalah kita seperti menyimpan tabungan di bank. Ketika kita rajin menabung, maka akan semakin banyak pula jumlah tabungan kita, ditambah bunga yang akan kita dapatkan setiap bulannya.


Begitu pula dengan menulis. Bila kita rajin menulis di internet melalui blog, maka tulisan kita semakin hari semakin bertambah banyak. Bila kita menggabungkannya dalam sebuah tema, maka akan terajutlah sebuah judul buku yang menarik hati.


Mungkin, kalau kita langsung membuat buku, diperlukan waktu yang cukup lama untuk membuatnya. Namun dengan bantuan internet, kita dapat memasukkan tulisan- tulisan kita ke dalam sebuah blog yang menjadi inkubator dalam melahirkan tulisan- tulisan kita yang berkualitas. Kita pun menjadi senang menulis setiap hari yang sudah masuk ke dalam alam bawah sadar kita, karena menulis menjadi sebuah kebutuhan.


Untuk melahirkan sebuah tulisan yang berkualitas diperlukan bantuan seorang editor yang membantu kita menyusun rangkaian kata atau kalimat menjadi renyah dan mudah dicerna. Seorang blogger pada hakekatnya bukanlah seorang editor. Dia tetap membutuhkan orang lain yang membantunya menuliskan kalimat yang benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan atau EYD.


Kembali kepada cerita menjadi guru hebat dengan internet sehat. Sayapun terpikat dengan sebuah buku yang berjudul "Resep Rahasia Master Twitter". Seorang guru hebat adalah seorang yang memiliki pengikut yang banyak. Kalau seorang guru era baru, tentulah harus memiliki follower atau pengikut yang banyak. Dia belum bisa disebut hebat bila belum memiliki follower di twitter yang jumlah pengikutnya banyak. Kok gitu ya???


Saya akhirnya membeli sebuah buku karangan Alfa Hartoko di atas yang saya lihat sangat menarik untuk menambah materi menjadi guru hebat dengan internet sehat. Selain buku "Resep Rahasia Master Twitter", sayapun membeli sebuah buku yang berjudul "Prinsip-prinsip Manajemen Kelas" karya Salman Rusydie yang menurut saya sangat bagus dimiliki oleh seorang guru yang ingin dianggap hebat. Sebab seorang guru adalah guru yang mampu mengelola kelasnya dengan baik.

Buku-Buku bagus yang Perlu dibaca Oleh Para Guru Hebat

http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/05/1336616940770245790.jpg


Manajemen kelas sangat diperlukan bagi mereka yang ingin menjadi guru hebat. Kemampuan guru mengelola kelasnya akan berpengaruh dalam meningkatkan prestasi peserta didiknya. Sebab sebuah kelas merupakan ajang berkumpulnya manusia dengan berbagai karakter, dan latar belakang. Bila seorang guru terus mencari informasinya di internet, dan belajar dengan guru lainnya di dunia maya dalam mengelola kelas yang efektif dan efisien, maka dia akan menjadi guru hebat karena memanfaatkan internet secara sehat. Internet dapat digunakan sebagai sarana untuk belajar dan berbagi pengalaman dan pengetahuan sesama guru untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya di kelas.

Menjadi guru hebat dengan internet sehat sangat mungkin terjadi bila para guru mampu memanfaatkan internet untuk mencari informasi dan menciptakan informasi baru dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen kelas. Belajar tidak lagi terjadi di dalam kelas saja, tetapi juga di luar kelas. Terjadi pembelajaran jarak jauh dimana guru dan murid saling berinteraksi di dalam dunia maya. Bila seorang guru juga mampu memanfaatakan jejaring sosual seperti facebook, dan twitter, bukan mustahil dia akan menjadi master facebook, dan juga master twitter. Folowernya pun menjadi semakin banyak.


Saya pun akhirnya meminta pembaca untuk follow me twitter di @wijayalabs agar pengikut saya semakin bertambah. Dengan begitu saya akan menjadi guru hebat di era baru dengan pengikut di twitter yang terus bertambah setiap harinya. Jangan lupa follow me ya! hehehe.

 

Salam blogger persahabatan
Omjay 

Menjadi Guru Hebat dengan Internet Sehat