Arsip Tag: omjay

Omjay Di Wawancara Wartawati Kompas untuk Rubrik Sosok

285695_10151249294956582_1399488671_nRabu, 8 Mei 2013 saya dikunjungi seorang wartawati kompas yang bernama Ester. Saya memanggilnya dengan sebutan mbak Ester. Beliau tertarik dengan aktivitas saya sebagai guru yang senang menulis, dan berbagi ilmu melalui berbagai pelatihan menulis.

Beberapa waktu sebelumnya, kami memang pernah bertemu di kampus UNJ dalam acara Seminar Nasional Kesiapan Guru dalam Menghadapi Kurikulum Baru. Dari pertemuan itu kami saling bertukar nomor ponsel dan pin bb.

Tidak saya sangka, ternyata pertemuan itu berlanjut dan Mbak Ester meminta waktu saya untuk diwawancara dalam rubrik sosok di koran kompas. Waduh! Jadi geer saya, sebab apa yang saya lakukan belumlah apa-apa. Masih banyak perjuangan yang harus dilakukan.

Terima kasih kepada mbak Ester, wartawati kompas yang sudah datang ke sekolah saya. Semoga apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut dapat menginspirasi pembaca, khususnya para guru di Indonesia untuk senang menulis. Kita bisa menulis di berbagai media sosial seperti blog yang merupakan alat rekam yang ajaib.

Sayang, saya lupa foto bareng dengan mbak Ester. Padahal tadi saya dipotret sama beliau layaknya selebritis, hehehe

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Panik Sertifikasi dan Pendidikan Minus Kebudayaan

Panik Sertifikasi dan Pendidikan Minus Kebudayaan

Usai berolah raga pagi dan menikmati nasi uduk mpok Minah, saya membaca koran kompas hari ini, Sabtu 4 Mei 2013.

Seperti biasanya, saya selalu membaca kolom opini di halaman 6 dan 7 terlebih dahulu. Ada judul yang menarik di halaman 7. Panik Sertifikasi yang dituliskan Doni Koesuma. Sedangkan di halaman 6, Acep Iwan Saidi menuliskan Pendidikan Minus Kebudayaan.

Bagi saya, kedua artikel opini itu bagus sekali, langsung menohok ke persoalan pokok, dan sangat penting dibaca oleh pejabat pemerintah yang berkantor di Kemdikbud Senayan Jakarta. 

Terus terang selama seminggu ini ada sesuatu yang tidak enak di kalangan guru. Kami menjadi berebutan jam mengajar untuk memenuhi syarat 24 jam mengajar. Sebuah syarat yang harus diverifikasi di dapodik secara online agar tunjangan sertifikasi guru yang kami terima cair.

Tentu saja, ketentuan baru yang lagi-lagi tak berpihak kepada guru diberlakukan. Telah terjadi hukum rimba dalam dunia pendidikan kita. Guru tak lagi diajak berdialog. Pokoknya, harus 24 jam mengajar dan tak peduli jumlah kelas di sekolahnya sedikit. Terutama buat sekolah swasta yang muridnya memang sedikit, dan guru yang mengajar mata pelajarannya hanya 2 jam per minggu.

Kebijakan yang baru itu tentu saja menuai panik dan kontroversi di kalangan guru di Indonesia. Buat mereka yang jam mengajarnya sudah memenuhi 24 jam akan adem ayem saja, dan telah mendapatkan haknya sebagai guru profesional. Namun buat mereka yang jumlah jam mengajarnya sebenarnya sudah 24 jam, tetapi harus mengajar mata pelajaran lainnya tidak bisa dihitung oleh sistem yang dibuat oleh dapodik. Para guru pun dibuat panik untuk mencari tambahan jam mengajar di sekolah lain.

Saya bersetuju dengan solusi yang ditawarkan oleh Doni Koesuma dalam artikelnya. Hendaknya pemerintah membuat kebijakan pendidikan berdasarkan kondisi konkret di lapangan. Jangan mempersulit urusan guru di bidang administrasi ini. Sebab urusan ini tentu akan mengganggu kinerja guru, dan kebijakan 24 jam adalah kebijakan yang jelas tidak fair. Coba bandingkan dengan dosen yang sudah tersertifikasi. Waktu merekapun tidak full di kampus seperti kondisi guru di sekolah.

Melihat akan hal ini, tentu saja saya sebagai guru menjadi bingung sendiri dengan kebijakan pemerintah. Haruskah seorang guru mengajar di dua sekolah demi untuk memenuhi jam mengajar 24 jam? Mohon kiranya pemerintah memperhatikannya. Jangan sampai ada pemberontakan di kalangan guru yang akan jauh lebih dahsyat dari demo buruh di bundaran hotel indonesia beberapa hari lalu. Mereka akan membawa peserta didiknya untuk ikutan demo karena guru adalah penguasa di kelas. (hehehe)

Dari paniknya sertifikasi, jelas akan berdampak kepada pendidikan minus kebudayaan. Saya menjadi terinspirasi dengan artikel guru besar ITB ini. Acep Iwan Saidi menuliskan bahwa pemimpin itu harus paham. Dia harus “blusukan” seperti Jokowi yang akhirnya mengerti permasalahan. Bukan hanya menunggu laporan yang pada akhirnya ujian nasional menjadi amburadul seperti tahun ini. Giliran diminta tanggung jawabnya untuk mundur, langsung menyerahkannya kepada presiden.

Dialog nanpaknya kurang dikedepankan dalam kebijakan pendidikan. Selalu saja pemerintah menunjukkan kuasanya. Sama halnya dengan pemberlakuan kurikulum 2013. Guru harus patuh dan diminta menerima begitu saja tanpa ada proses dialog. Mereka berkampanye kalau kurikulum 2013 lebih bagus dari kurikulum sebelumnya. Padahal kalau “diobok-obok”, cuma ganti casing saja. Mirip ponsel yang diganti casingnya, sementara mesinnya masih sama saja.

Mereka yang mengkritik kurikulum dianggap melawan kekuasaan atau dibilang bukan pemain inti. Padahal sudah sangat jelas guru adalah pemain inti dalam pembelajaran. Pendidikan berubah menjadi pendidikan kuasa. Siapa yang tak suka silahkan minggir dan pemerintah selalu saja merasa tidak bersalah. 

Untunglah, tahun ini mendikbud sudah meminta maaf akan pelaksanaan un yang amburadul itu, dan hanya meminta maaf pelaksanaan un di tingkat sma saja, padahal di tingkat smp pun masih banyak kesalahan dan pelanggaran yang dibuat oleh pemerintah. Anda dapat membacanya secara lengkap di berbagai media.

Pada akhirnya, pendidikan yang dibuat oleh kita menjadi pendidikan tanpa nilai. Kepongahan penguasa begitu sombongnya, dan kami para guru hanya diminta mengajar saja yang baik, dan siapkan administrasi pembelajaran dengan lengkap. Giliran evaluasi siswa, pemerintah dengan seenaknya mengambilnya. Para kroni pemerintah pun akhirnya mendapatkan rezeki dari proyek kemdikbud yang terkadang membuat kita mengelus dada. Dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi untuk mengingatkannya. 

Panik sertifikasi dan pendidikan minus kebudayaan semestinya tak perlu terjadi di negeri ini. Para guru semestinya sudah happy atau bahagia dengan tunjangan sertifikasinya. Biarkan dia malu sendiri ketika dapat uang sertifikasi, tetapi dirinya tidak menjadi guru profesional. Masyarakat yang akan menilainya.

Bagi kami para guru yang terus memperbaiki diri dan terus belajar sepanjang hayat akan terus berjuang agar pendidikan ini menjadi berbudaya dan berkarakter. Anak-anak harus dididik dengan keteladanan. Kebudayaan dibagun dari kesadaran dan bukan pemaksaan yang terus menerus dipaksakan. Saya pun tidak tahu apa yang akan terjadi nanti bila kurikuum 2013 yang belum siap itu dipaksakan juga diterapkan tahun ajaran baru ini.

Kita tunggu saja jalan ceritanya, dan izinkan saya bernyanyi lagu Betharia Sonata, “AKU MASIH SEPERTI YANG DULU”.

Salam blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com/

Presentasi 6 Menit di Pecha Kucha Vol. 13

pendidikan kreatif

Rabu, 27 Februari 2013 saya diminta menjadi salah satu pembicara Pecha Kucha Jakarta vol.13 di Es Teler 77 Resto, Jl. Adityawarman, Jakarta Selatan. Ada 11 pembicara yang diminta tampil dan mempresentasikan materinya selama 6 menit. Tema yang diusung adalah Creation: Creative Education atau pendidikan kreatif.

Omjay di Pecha Kucha Jakarta

Omjay di Pecha Kucha Jakarta

Lanjut membaca

Guru, Dosen, Buku, dan Kurikulum Baru

guru dan dosen

guru dan dosen

Begitu banyak tulisan tentang guru di berbagai media. Seolah-olah hanya guru yang disalahkan dalam lemahnya ranah pendidikan di negeri ini. Para dosen di perguruan tinggi tak mau disalahkan, sebab kunci kuatnya pendidikan terletak pada guru. Padahal kita melihat, kualitas guru kita menjadi kurang baik lantaran rendahnya mutu dosen di tingkat perguruan tinggi . Terutama dosen-dosen di lembaga pencetak para guru. Silahkan anda lakukan penelitian, pastilah anda akan mendapatkan kenyataan itu. Tak usah marah, mari kita sikapi dengan cara yang bijaksana.

Lanjut membaca

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Kampus UNJ Rawamangun Jakarta Timur

Workshop PTK di Wisma UNJ
Worskhop PTK di Wisma UNJ

Akhirnya datang juga hari itu. Hari yang ditunggu oleh para guru yang ingin belajar dan berbagi ilmu PTK. Sekitar 50 orang guru hadir di Aula Wisma UNJ Rawamangun pada hari Minggu, 24 April 2013. Meskipun hari libur, mereka tetap semangat untuk belajar menulis proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan melaporkannya. Kegiatan diulai dari pukul 08.00wib sampai pukul 18.00 wib.

Lanjut membaca

RSBI: Rintisan Sekolah Berkarakter Indonesia

Seringkali kita senang dengan nama yang berbau internasional. Seolah-olah hal yang sudah menginternasional itu jauh lebih baik dari yang nasional.

RSBI

RSBI

Kita lupa dan tak belajar sejarah bangsa. Budi Utomo, KH. Ahmad Dahlan, KH. Wahid Hasyim adalah contoh nama beberapa tokoh yang sudah lebih dulu mendirikan RSBI. Bahkan ketika Ki Hajar Dewantoro menjadi menteri pendidikan Indonesia yang pertama, RSBI sudah menjadi sekolah kebanggaan kita.

Lanjut membaca

Makalah Konferensi Nasional Guru Blogger Indonesia 2012 oleh Wijaya Kusumah

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN BLOG SEBAGAI MEDIA TEST ONLINE

DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS SISWA

 

Oleh: Wijaya Kusumah*

ABSTRAK

Dalam pelajaran TIK SMP, tes teori masih dilaksanakan dengan cara tertulis menggunakan kertas ulangan, dan soal teori yang di foto copy. Hal ini jelas memboroskan biaya, karena guru dapat membuat soal teori dengan cara online melalui pemanfaatan blog di internet.  Siswa dapat menjawab soal teori langsung di bagian komentar yang dimoderasi oleh guru. Sehingga antara siswa satu dengan siswa lainnya tidak dapat melihat hasil pekerjaannya sebelum dimoderasi oleh guru. Kreativitas menulis siswa pun menjadi meningkat seiring pemahamannya dalam menguasai materi yang bukan sekedar hafalan. Sebab soal teori dibuat dalam bentuk essay atau uraian.

Penelitian bertujuan untuk melihat efektivitas pemanfaatan blog sebagai media test online dalam meningkatkan kreativitas menulis siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan (2 siklus). Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Labschool Jakarta. Dengan adanya test online diharapkan ujian tertulis tidak lagi dilaksanakan secara offline, karena lebih memudahkan guru dalam melihat, dan membaca jawaban siswa, dan mengurangi biaya foto copy soal serta pembelian kertas ulangan. Tanpa disadari, Go Green Technology pun terjadi.

Guru merencanakan penelitian tindakan dengan membuat soal-soal teori bentuk essay melalui blog http://wijayalabs.com , dan siswa diminta menjawab soal langsung dengan cara menuliskannya di bagian komentar. Terjadilah interaksi antara guru dan siswa dalam dunia maya. Kreativitas menulis siswa pun akan meningkat bila mereka telah memahami materi secara baik, dan benar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemanfaatan blog sebagai media test online dalam meningkatkan kreativitas menulis siswa dapat tercapai bila guru mengamati secara langsung proses pembelajaran yang dilakukan. Dengan demikian, plus minus ketercapaian pemanfaatannya dapat terlihat dengan baik dan cermat.
Kata Kunci: efektifitas, blog, test online, kreativitas, menulis, dan internet


ABSTRACT

 

In junior high school ICT lessons, theory test was carried out by using a paper written test, and probability theory that in the copy. This is clearly a waste of cost, because teacher can make a theory about the way online through the use of blogs on the internet. Students can answer the question directly in the comments section the theory is moderated by the teacher. So that the students one by the other students can not see the results of his work before it is moderated by the teacher. Creative writing students became increased as his understanding of just mastering the material rather than memorization. Because the theory of probability is made in the form of essays or descriptions.

The study aims to look at the effectiveness of the use of blogs as an online test media in enhancing students’ creative writing. The research was carried out for 2 months (2 cycles). Subjects in the study were junior high school students in grade VIII Labschool Jakarta. With the online test a written exam are no longer expected to be carried out offline, because it allows teachers to see, and read students’ answers, and reduce the cost of purchasing a copy of questions and test papers. Unwittingly, Go Green Technology ensued.

Teachers plan action research by making the questions the theory of forms through blogs http://wijayalabs.com essays, and students were asked to answer a direct question by writing in the comments section. Involved in an interaction between teachers and students in cyberspace. Creative writing students will increase if they have understood the material well, and true.

The results showed that the effectiveness of the use of blogs as an online test media in enhancing students’ creative writing can be achieved when teachers observe directly the process of learning to do. Thus, plus or minus achievement of utilization can be seen properly and carefully.

Keywords: effectiveness, blogs, online tests, creativity, writing, and the Internet


BIODATA PENULIS MAKALAH

 

Wijaya Kusumah, M.Pd. Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1970. Menyelesaikan pendidikan S1 di  IKIP Jakarta pada Jurusan Teknik Elektro (1990-1994). Saat ini telah menyelesaikan pendidikan S2 pada Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ (2007-2010).

Sejak 1992 hingga saat ini berkarier sebagai pengajar bidang studi TIK di SMP Labschool Jakarta. Semasa kuliah di IKIP Jakarta aktif di beberapa organisasi, yaitu: Ketua Umum HMJ Teknik Elektro FPTK UNJ, Ketua HMI Komisariat FPTK IKIP JKT, Ketua Musholla ”Al Biruni” FPTK IKIP JKT, Sekretaris Senat Mahasiswa FPTK IKIP JKT, dan Kepala LP2TK IKIP JKT Bid. Software (1994-1996). Pada saat ini menjadi Sekretaris Alumni Elektro FT-UNJ (2006-2010), Kepala Humas IPTPI Pusat,  dan Pembina Redaksi majalah ”Gema” SMP Labschool Jakarta.

Beberapa karya ilmiah yang ditulis untuk tingkat nasional adalah :

Proses Pembelajaran Internet dalam Meningkatkan Imtak Siswa (2005),  Pembelajaran Berbasis ICT di Kelas Akselerasi dalam meningkatkan Imtak-Iptek secara Terpadu (2006), Peningkatan Imtak Siswa Berbasis Proses Pembelajaran Word melalui CTL & Portofolio (2007), Peningkatan Kualitas Pembelajaran Internet di Kelas Akselerasi dengan metode CTL & Penilaian Portofolio (2007), Menumbuhkan Kreativitas Menulis Siswa melalui Belajar Mandiri pada Pembuatan Blog di Internet (2008), Penelitian Tindakan Kelas, Mengapa Guru Takut Melakukannya?(2008), Yuk Kita Ngeblog! (2009, Menjadi Blogger Handal di Era Global (2010), Internet Sehat Bikin hebat (2011), Menulislah Setiap Hari dan buktikan apa yang terjadi (2012).TIK, Menulis Blog untuk Pendidikan (2012)

Motto Hidup   : Kejujuran Kunci Keberhasilan dan Kesuksesan.

Email               : wijayalabs@hotmail.com

  wijayalabs@yahoo.com

  wijayalabs@gmail.com

Weblog            : http://www.wijayalabs.com

Blog internet   :

http://wijayalabs.wordpress.com

http://wijayalabs.blogspot.com

http://wijayalabs.multiply.com

http://wijayalabs.blogdetik.com

 

 

PENDAHULUAN

Dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pelaksanaan ujian tertulis atau ulangan harian umumnya masih menggunakan sistem offline. Pada sistem itu para siswa mengerjakan soal-soal ujian atau ulangan harian dengan menggunakan kertas ulangan yang disiapkan oleh sekolah. Soal-soal ulangan teori digandakan sejumlah siswa yang mengikuti ulangan.

Ujian tertulis dengan cara seperti itu jelas sangat memboroskan biaya. Terutama untuk penggandaan soal (menggunakan fotokopi), dan pembelian kertas ulangan. Kertas ulangan dan soal ujian pun menjadi menumpuk di meja guru ketika dikoreksi. Apalagi bila soal yang dibuat guru berbentuk soal esai atau uraian. Guru harus membaca satu persatu tulisan siswa yang kadang-kadang sulit dibaca.

Melihat kenyataan itu, guru sebagai peneliti melakukan suatu upaya agar ujian tertulis dilakukan secara online. Peneliti berinovasi dengan menuliskan soal-soal ulangan teoretis di media online, terutama media blog di internet. Salah satu sisi keunggulan inovasi ini berupa dukungan terhadap kampanye Go Green Technologi  (teknologi ramah lingkungan). Hal ini bisa terjadi karena guru dapat menghemat penggunaan kertas yang dibuat dari pohon/kayu. Soal-soal tidak perlu lagi di fotokopi  sehingga dapat menghemat biaya pembelian kertas, dan biaya penggandaan.

Blog adalah alat rekam yang ajaib. Setiap orang bisa menuliskan apa saja yang disukai dan dikuasai. Semua tulisan yang dibuat dapat tersimpan dengan baik berdasarkan bulan penyimpanan. Para pengguna internet (netter) dapat melihat, dan membaca tulisan-tulisan siapa saja bila mengetahui alamat blog yang dikelola. Semakin bagus isi (content) blog yang dibuat, maka semakin banyak netter yang akan membaca tulisan-tulisan di dalam blog. Banyak membaca akan membuat pemilik blog atau blogger menjadi rajin menulis. Kreativitas menulis pun akan terbentuk karena sering menulis di blog. Hal itulah yang perlu diajarkan kepada siswa agar terbiasa menulis dalam menciptakan dan mengelola informasi. Ini merupakan keutungan lain dari keberadaan blog.

Blog dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran online. Para guru dapat membangun dan mengelola blog pembelajaran untuk para peserta didiknya. Terjadilah proses interaksi antara guru dan siswa melalui blog di internet. Guru dan siswa sama-sama belajar aktif dalam dunia maya yang tak pernah tidur.  Internet mempermudah komunikasi dua arah.

Guru bisa memasukkan semua materi pelajarannya ke dalam blog dengan cara yang lebih menarik, dan para siswa diminta untuk membaca materi pelajaran yang sudah dituliskan dalam blog guru. Blog dapat dijadikan sarana meningkatkan kreativitas menulis, dan budaya membaca peserta didik. Hal ini sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) TIK SMP yaitu menggunakan internet untuk memperoleh informasi yang bermanfaat.

Selain memasukkan materi pembelajarannya, para guru dapat juga membuat soal-soal di dalam blog, dan siswa diminta untuk menjawabnya melalui bagian komentar yang dimoderasi oleh guru sebagai pengelola blog. Dengan begitu, setiap jawaban soal dari siswa tidak bisa dilihat dan dibaca siswa lainnya sebelum dimoderasi oleh guru sebagai administrator blog.

Uraian di atas menunjukkan berbagai manfaat nyata media blog, sehingga melatarbelakangi peneliti membuat ujian tertulis atau tes online. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat memanfaatkan blog sebagai media tes online antara lain (1) efektivitas pemanfaatannya, (2) cara penyajian, dan (3) model pembelajaran TIK yang digunakan guru.

Blog di internet memungkinkan setiap siswa dapat berpatisipasi aktif dalam pembelajaran, karena bahan ajar dengan menggunakan media blog di internet dikemas dalam bentuk interaktif, dan bersifat edukatif di dalam blog yang dikelola oleh guru. Terjadilah interaksi antara siswa dan guru melalui blog di internet. Kreativitas menulis siswa dalam menjawab soal teori akan terlihat, dan meningkat seiring dengan pemahamannya terhadap materi yang diberikan. Guru yang semula sebagai penyampai pengetahuan, dan sumber informasi, sekarang bertambah menjadi fasilitator pembelajaran, kolaborator, dan mitra. Siswa berubah dari penerima informasi pasif menjadi penerima informasi aktif dengan cara menuliskannya di blog. Siswa pun menjadi mampu mendemonstrasikan akses internet sesuai dengan prosedur yang ada dalam Kompetensi Dasar (KD) TIK di SMP.

Berdasar latar belakang tersebut di atas, rumusan masalah yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah, bagaimanakah efektivitas pemanfaatan blog di internet sebagai mediates online dalam meningkatkan kreativitas menulis siswa? Permasalahan tersebut dibatasi lingkup pembahasannya pada dua hal, yaitu (1) efektivitas pemanfaatan blog sebagai media tes online dalam bentuk esai  guna melihat daya tangkap dan kreativitas menulis siswa dalam pemahaman materi yang telah diberikan sehingga membangun karakter siswa yang mandiri, dan (2) penelitian ini hanya dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Labschool Jakarta tahun pelajaran  yang merupakan bagian dari materi internet yang telah dipelajari. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas pemanfaatan blog di internet sebagai mediates online dalam meningkatkan kreativitas menulis siswakelas VIII di SMP Labschool Jakarta.

Hasil penelitian ini akan memberikan manfaat kepada siswa, guru, dan sekolah. Bagi siswa, hasil penelitian ini bermanfaat untuk (1) memanfaatan blog di internet sebagai mediatest online dalam meningkatkan kreativitas menulis, (2) membuat siswa menjadi semakin senang belajar TIK, dan tidak perlu lagi menjawab soal-soal dengan cara offline, karena semua soal dijawab dengan cara online melalui blog; dan (3) ikut mengkampanyekan gerakan Go Green Technologi  yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah dengan menghemat penggunaan kertas.

Bagi guru, hasil penelitian ini bermanfaat untuk (1) mengetahui efektivitas pemanfaatan blog di internet sebagai mediatest online dalam meningkatkan kreativitas menulis siswa dan plus minusnya dalam pembelajaran, (2)  meningkatkan kompetensi guru dalam merancang model-model pembelajaran berbasis online yang kreatif dan inovatif, dan (3) memperluas wawasan guru mengenai penelitian tindakan kelas (PTK) dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran di kelas.

Bagi sekolah, hasil penelitian ini bermanfaat untuk (1) menghemat biaya pembelian kertas dan penggandaan soal-soal ujian tertulis, (2) menjadi terobosan baru untuk dalam mengkampanyekan Go Green Technologi di sekolah, dan (3) meningkatkan kualitas pembelajaran dan kreativitas menulis siswa kelas VIII SMP Labschool Jakarta pada mata pelajaran TIK.


KAJIAN PUSTAKA

Efektivitas Pembelajaran

Efektivitas berasal dari bahasa inggris yaitu effective yang berarti berhasil, tepat atau manjur. Efektivitas menunjukan taraf tercapainya suatu tujuan. Suatu usaha dikatakan efektif jika usaha itu mencapai tujuannya. Secara ideal efektivitas dapat dinyatakan dengan ukuran-ukuran yang pasti, misalnya usaha X adalah 60% efektif dalam mencapai tujuan Y. Hal ini sejalan dengan yang dinyatakan oleh Komaruddin (1994:294) bahwa efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efek, pengaruh, atau akibat;  efektif juga dapat diartikan dengan memberikan hasil yang memuaskan. Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektivitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa efektivitas merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dinyatakan, dan menunjukan derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang dicapai.

Proses belajar mengajar atau pembelajaran yang ada di sekolah, sudah  barang tentu mempunyai target pembelajaran yang harus dicapai oleh setiap guru mata pelajaran, dan didasarkan pada kurikulum yang berlaku pada saat itu.  Bahan ajar yang banyak terangkum dalam kurikulum tentunya harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia pada hari efektif yang ada pada tahun ajaran tersebut. Itulah sebabnya efektivitas sangat penting dalam sebuah pembelajaran agar terlihat target yang dicapai. Di dalam proses belajar mengajar banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah pembelajaran, antara lain kurikulum, daya serap, presensi guru, presensi siswa, dan prestasi belajar.

Hakikat Blog

Akhir-akhir ini, keberadaan blog telah menjadi kebutuhan bahkan gaya hidup sebagian masyarakat. Kegiatan blogging telah menjamur di mana-mana, pada berbagai kalangan dan setiap elemen masyarakat. Umumnya, mereka memanfaatkan blog sebagai buku harian, ungkapan opini, ide, kreativitas menulis hingga untuk meraup penghasilan lebih dari berbagai macam bisnis dunia maya.

Blog adalah istilah dalam dunia maya yang sangat dikenal oleh para penggiat teknologi informasi. Kata blog berasal dari kata weblog yang diperkenalkan pertama kali sejak tahun 1998 oleh Jhon Barger. Dia memberi nama weblog untuk menspesifikasikan istilah website yang bersifat pribadi dan sering di-update dari waktu ke waktu.

Dengan kata lain blog itu adalah website yang bersifat personal, yang memuat opini personal dan hal-hal lain yang merupakan aktualisasi diri pembuatnya secara personal yang ingin dikabarkan kepada komunitas global. Meskipun personal, isinya bisa dinikmati siapa saja darimana saja dan kapan saja. Blog sangat banyak diminati oleh para penggiat di dunia maya karena bisa menjadi rumah kedua untuk menyalurkan hobi bahkan promosi.

Sudah bukan rahasia lagi kalau blog saat ini semakin digemari oleh masyarakat, dari kalangan terpelajar, eksekutif bahkan masyarakat biasa. Untuk memiliki blog sangat mudah dan murah, bahkan gratis.  Banyak penyedia blog gratis yang ada di internet, antara lain wordpress.com, blogspot.com, weblog.com, multiply.com, dll. Untuk membuat dan mengelolanya-pun sangat mudah. Hanya dengan waktu 15-30 menit para calon blogger dipastikan memiliki blog dan dapat mengelolanya sesuai keinginan.

Pesatnya perkembangan blog di Indonesia tentunya menjadi inspirasi baru bagi para penggiat pendidikan khususnya guru. Banyak guru yang sudah memanfaatkan media ini sebagai media dan pusat belajar di sekolah. Hal ini cukup efektif karena jumlah pengguna internet di Indonesia cukup signifikan, dan mayoritas digunakan oleh para pelajar. Jika teknologi dapat diadaptasi menjadi media dan sumber belajar, tentunya akan sangat membantu guru dan para siswa dalam mengajar dan belajar di sekolah. Banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari pemanfaatan blog sebagai media dan sumber belajar guru dan siswa, tentunya para guru dapat mencoba menerapkan media tersebut. Sebagaimana diungkapkan oleh Jasmansyah (2011), bahwa memiliki blog artinya memiliki rumah maya yang bermanfaat untuk orang lain.

Tes  Online

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ujian tertulis atau tes tidak lagi dilakukan secara offline atau biasa. Banyak tenaga  pengajar yang menggunakan blog sebagai media tes online. Dengan media tes online para pengajar dimudahkan dalam pengoreksian, dan juga penilaiannya.

Tes tulis adalah tes yang menggunakan soal dan jawaban yang diberikan kepada siswa dalam  bentuk  bahan  tulisan.  Tes  tulis/tes  hasil  belajar  digunakan  untuk mengukur pengetahuan atau penguasaan objek ukur terhadap seperangkat konten atau materi tertentu. Tes tertulis juga digunakan untuk mengukur dan menilai hasil belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran dengan tujuan pendidikan dan pengajaran (Badarudin, 2011).

Tes online adalah suatu ujian tertulis yang dilaksanakan secara online melalui komputer dan internet. Salah satu contoh pengajar yang telah menggunakan tes online ini adalah Drs. Sjafriel Salim, MPS Com (2006) dalam mata kuliah Penulisan Naskah Public Relations, dan untuk pertama kalinya menggunakan blogspot untuk perkuliahan online di blog url http://dosenpnpruii.blogspot.com/dan http://tugaspnpr.blogspot.com/. Berikut ini disajikan tampilan blog yang digunakan sebagai sarana tes online.

Gambar 1. Tampilan Halaman Blog Sebagai Sarana Tes Online

Dari hasil wawancara interaktif dengan beliau melalui blog kompasiana.com, dosen tersebut merasakan kemudahan tersendiri menggunakan blog sebagai bahan perkuliahan dan tes online para mahasiswanya. Dengan tes online tersebut terjadilah interaksi antara pengajar dengan peserta didiknya. Dosen membuat soal-soal tes online, dan mahasiswa menjawab soal teori di blog yang dikelola sang dosen. Lalu dosen memberikan penilaian dari jawaban soal para mahasiswa setelah dimoderasi olehnya.

Peran Blog dalam Peningkatan Kreativitas Menulis

Kreativitas adalah daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Biasanya, kreativitas akan memunculkan inovasi, yaitu kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada. Bila kreativitas merupakan daya atau kemampuan, maka inovasi itu hasil atau produk. Menurut Conny R. Semiawan (2005), kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah.

Kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Menurut Utami Munandar (2002), dalam kreativitas terdapat tiga tekanan kemampuan, yaitu (1) kemampuan untuk mengkombinasikan, (2) kemampuan memecahkan/menjawab masalah, dan (3) kemampuan operasional anak kreatif.

Menulis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengungkapkan gagasan atau ide ke dalam bentuk tulisan. Sayangnya, kebiasaan yang baik ini kurang diminati oleh siswa. Hernowo (2005)  mengatakan bahwa percaya atau tidak, kita semua bisa menjadi penulis. Di suatu tempat di dalam diri setiap manusia ada jiwa unik yang berbakat yang mendapatkan kepuasan mendalam karena menceritakan suatu kisah, menerangkan bagaimana melakukan sesuatu, atau sekadar berbagi rasa dan pikiran.
Sebenarnya dalam proses pembelajaran mata pelajaran apa pun, ada kegiatan-kegiatan yang menuntut siswa untuk menulis. Menjawab pertanyaan pemahaman secara tertulis berkaitan dengan topik bahasan, membuat catatan sendiri, membuat rangkuman atau membuat laporan adalah kegiatan-kegiatan menulis yang biasa dilakukan di dalam proses pembelajaran semua mata pelajaran.  Jadi menulis bukanlah domain mata pelajaran bahasa Indonesia saja.          Menulis jawaban soal teori secara online adalah salah satu contohnya.
Guru pun dituntut untuk meningkatkan kemampuan menulis. Tulisan guru dapat dijadikan contoh atau model menulis bagi siswa. Dengan melakukan sendiri kegiatan menulis, guru akan memiliki empati terhadap siswa, merasakan kesulitan sebagaimana yang dialami siswa. Penyerapan ilmu yang diajarkan kepada siswa melalui soal esai harus mampu membuat siswa berpikir tingkat tinggi (walau diperlukan kejelian dan jam terbang guru tersebut untuk mengantisipasi plagiasi).  Sistem penilaiannya pun harus pula memakai sistem online sehingga grade yang diberikan kepada siswa bisa transparan dilihat.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin. Untuk lebih jelasnya siklus kegiatan dengan desain PTK model Kurt Lewin, adalah sebagai berikut:

Gambar 2. Siklus PTK Model Kurt Lewin

Sebelum dilaksananakan penelitian, guru sebagai peneliti merumuskan tahapan-tahapan kegiatan dalam sebagai berikut:

1.  Tahapan Perencanaan Tindakan (Planning)

Pada tahap ini hal-hal yang dilakukan guru sebagai peneliti meliputi (a) pembuatan disain pembelajaran yang memuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disetujui oleh pimpinan sekolah, (b) persiapan sarana dan prasarana penelitian yang meliputi penyediaan komputer yang tersambung ke jaringan internet, dan pembuatan soal-soal tes online dalam bentuk esai dalam blog guru dengan alamat url:http://wijayalabs.com; (c) perumusan indikator kinerja.

Sebagai tolok ukur keberhasilan, siswa dapat menuliskan jawabannya di bagian komentar blog guru yang terlebih dahulu dimoderasi. Guru membaca jawaban soal siswa, dan mencatat hasilya ke dalam data PTK.

2.  Tahapan Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Pembelajaran TIK tetap dilaksanakan sesuai dengan materi TIK yang direncanakan oleh guru sesuai program semester yang mengacu pada SKL.

3.  Tahapan Pengamatan (Observing)

Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain (a) pembuatan instrumen penelitian yang berupa kuesioner, (b) pengumpulan data penelitian dari mulai siklus pertama s.d. siklus terakhir, dan (c) tabulasi data yang telah dikumpulkan.

4.  Tahapan Refleksi

Pada tahapan ini, guru sebagai peneliti melakukan berdiskusi dengan teman sejawat sesama pengajar TIK  untuk mendapatkan masukan yang bermanfaat.

Subjek yang diteliti adalah siswa kelas VIII dengan kondisi awal (sebelum dilakukan tindakan) sudah biasa mengerjakan soal-soal tes tertulis dengan cara offline atau menggunakan kertas ulangan. Tindakan yang akan dilaksanakan dalam PTK ini berupa pelaksanaan tes tertulis dengan cara online menggunakan blog.

Selama dan setelah tindakan berlangsung, guru sebagai peneliti mengumpulkan data dengan cara wawancara dan mengobservasi jawaban siswa di blog yang berlangsung selama dua bulan, dimulai pada awal Mei 2011 dan berakhir pada bulan Juni 2011.

Data yang terkumpul melalui pengamatan dianalisis. Data tersebut tentang perubahan perilaku, sikap, motivasi, minat, dan hasil belajar siswa melalui tes maupun catatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Setelah hasil data tulisan atau jawaban siswa terkumpul, maka guru sebagai peneliti melakukan diskusi dengan rekan sejawat tentang hasil yang sudah didapat. Diskusi meliputi keberhasilan, kegagalan dan hambatan yang dijumpai pada saat melakukan tindakan. Analisis data dilakukan untuk memperoleh simpulan apakah pemanfaatan blog sebagai media tes online yang dilakukan sudah berhasil atau belum. Bila belum memuaskan hasilnya, guru sebagai peneliti melanjutkan penelitian pada siklus berikutnya. Dengan begitu hasil penelitian yang dilakukan benar-benar dapat menghasilkan perbaikan (peningkatan) dalam pembelajaran TIK di kelas yang diteliti.

 

HASIL DAN PEMBAHASANNYA

Setelah keempat tahap penelitian (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi) dilaksanakan selama siklus dalam kurun waktu selama dua bulan (Mei s.d.Juni 2011),  guru sebagai peneliti mendapatkan jawaban soal teori dari siswa yang beragam, namun intinya sama, dan dapat dimengerti. Mereka menuliskan apa yang telah dipahami. Dalam hal ini guru sebagai peneliti tidak meminta untuk menghafal materi, tetapi memahami materi. Hal itu ditujukan agar terlihat siswa mana yang benar-benar sudah memahami materi dengan baik dan benar.

Tes pemahaman teori  pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak lagi menggunakan kertas ulangan, tetapi langsung dijawab oleh siswa melalui media blog di bagian komentar. Semua komentar dimoderasi terlebih dahulu oleh guru, sampai seluruh siswa menjawab semua pertanyaan secara tertulis. Hal ini dilakukan untuk memperkecil usaha plagiasi jawaban yang dilakukan oleh para siswa. Dengan begitu pemanfaatan media online untuk meningkatkan kreativitas menulis siswa SMP Labshool Jakarta dapat tercapai.

Soal di blog tidak dituliskan dalam bentuk pilihan ganda, tetapi dalam bentuk soal esai  atau uraian agar para siswa dapat menulis jawabannya sendiri sesuai dengan kemampuan berpikirnya masing-masing. Guru menemukan tulisan yang beragam dari jawaban siswa tersebut. Ada yang menuliskannya secara singkat, padat, dan ada yang panjang lebar. Hal itu akan memperlihatkan  kreativitas menulis siswa yang sudah memahami materi dengan baik dan benar.

Dari jawaban soal teori para siswa tersebut, guru sebagai peneliti pun menjadi tahu, siswa mana yang sudah memahami materi, dan siswa mana yang belum memahami materi dengan baik dan benar. Guru sebagai peneliti mengetahuinya setelah membaca tulisan atau jawaban siswa satu persatu di blog. Rata-rata hampir 100% siswa menjawab dengan benar. Hanya saja, siswa yang menjawab lebih dahulu dan benar akan mendapatkan nilai lebih tinggi dari yang menjawab belakangan, dengan demikian efektivitas pemanfaatan blog terasakan.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, penggunaan blog sebagai media untuk melakukan tes online memberi manfaat tersendiri. Guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan pembelajarannya. Pemakaian kertas ulangan yang telah disiapkan oleh sekolah dapat dikurangi, dan tanpa disadari guru sebagai peneliti telah mengkampanyekan program go green technology. Sebuah gerakan teknologi ramah lingkungan/penghijauan dengan mengurangi pemakaian kertas yang bahan dasarnya pohon. Sebab sekarang ini banyak pohon yang habis ditebangi, dan kayunya dibuat kertas. Kitapun menjadi kehilangan hutan-hutan yang bisa menahan erosi dan menyimpan air hujan.

Setelah sebanyak dua kali guru melakukan tes online menggunakan blog pribadi di http://wijayalabs.com, guru sebagai peneliti memperoleh berbagai manafaat dari tindakan ini, yaitu (a) kepuasan dalam pembelajaran, (b) hasil ulangan atau pekerjaan siswa dapat terdokumentasi dengan baik, (c) merasa senang, siswa pun senang, dan terjadilah proses pembelajaran yang menyenangkan, (d) tak perlu pusing-pusing lagi mengoreksi jawaban siswa yang terkadang sulit dibaca karena tulisannya jelek, (e) tak perlu lagi menumpuk hasil ulangan siswa di meja kerja, (f) lebih mudah mengetahui siswa mana yang belum ikutan ulangan, dan (g) menjadi tahu alamat blog siswa, dan melakukan kunjungan balasan dengan melihat, dan membaca tulisan mereka, serta memberikan komentar.

Berdasarkan hasil wawancara tertulis, hampir semua siswa setuju bila tes tertulis dilakukan melalui blog, karena dapat menghemat kertas dan waktu serta energi untuk menulis. Walaupun  menurut mereka yang berpikir sempit, kesempatan mencontek menjadi lebih besar. Bagi mereka yang malas berpikir, akan melakukan plagiasi jawaban teman. Padahal guru akan segera tahu kalau mereka melakukan hal itu. Sebab mereka yang melakukan plagiasi biasanya menulis sama persis. Dalam peristiwa itulah kejujuran akan terlihat, dan karakter siswa dapat kita arahkan untuk selalu berbuat jujur. Gurupun akhirnya lebih teliti lagi dalam mengawasi pekerjaan mereka.

Menurut mereka, tes online melalui blog lebih menarik, dan interaktif daripada menggunakan soal-soal yang berupa lembaran kertas. Mereka pun langsung dapat mencari informasi di internet bila ada pertanyaan yang sulit dijawab melalui mesin pencari Google. Terjadilah proses ekplorasi mencari informasi di internet. Dari pencarian itu, mereka dapat menemukan jawabannya dan mengembangkannya sendiri dengan bahasa mereka.

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pada bulan Mei 2011, dan siklus kedua dilaksanakan pada bulan Juni 2011. Pada siklus pertama, guru membuat soal esai sebanyak 20 soal, dan pada siklus kedua guru membuat soal sebanyak 10 soal esai. Data hasil tindakan disajikan berikut ini.

 

1. Deskripsi Tindakan pada Siklus Pertama

Pada siklus pertama ini, guru sebagai peneliti membuat disain pembelajaran yang dituangkan dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  dan telah disetujui oleh pimpinan sekolah. Untuk mengimplementasikan perencanaan tersebut, guru sebagai peneliti mempersiapkan sarana dan prasarana yang meliputi (a) penyediaan komputer yang tersambung ke jaringan internet, dan (b) pembuatan soal-soal tes online dalam bentuk esai yang dipublikasikan melalui blog dengan alamat url:http://wijayalabs.com. Tampilan halaman depan blog dimaksud dapat dilihat pada Gambar 3 berikut ini.

 

Gambar 3. Tampilan Halaman Muka Blog Wijayalabs.Com

Pembelajaran TIK tetap dilaksanakan sesuai dengan materi TIK yang direncanakan oleh guru sesuai program semester yang mengacu pada SKL. Materi pembelajaran yang disampaikan pada pembelajaran pada siklus pertama adalah Photoshop. Setelah pembelajaran siswa diuji dalam bentuk ujian praktik dan ujian tertulis. Ujian praktik dilaksanakan tersendiri, dan ujian tertulis dilaksanakan setelah ujian praktik.

Dalam siklus pertama ini, guru sebagai penelitia membuat soal-soal teori tentang Photoshop di blog, dan siswa diminta menjawab 20 pertanyaan atau soal dalam bentuk esai atau uraian.  Jawaban siswa akan dimoderasi oleh guru sehingga diketahui mana yang lebih dahulu selesai mengerjakan, dan mereka tak bisa melihat pekerjaan orang lain. Soal-soal itu disajikan pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Daftar Pertanyaan pada Siklus Pertama

No Pertanyaan
1 Jelaskan kegunaan program aplikasi Photoshop!
2 Perintah apakah yang digunakan untuk menggabungkan dua gambar yang berbeda?
3 Jelaskan tampilan antarmuka terbaru pada program Photoshop CS 4!
4 Jelaskan langkah-langkah membalik dan memutar dan gambar!
5 Jelaskan apa yang di maksud dangan undo dan history!
6 Apa yang dimaksud dengan modifikasi warna dan pencahayaan foto?
7 Apa yang disebut dengan photo filter?
8 Apa yang disebut dengan crop tool?
9 Bagaimana cara menghilangkan bintik-bintih jerawat pada foto sehingga menjadi foto mulus tanda jerawat?
10 Apa yang di maksud dengan magic wand tool?
11 Apa yang dimaksud dengan quick mask mode?
12 Apa yang disebut dengan blending mode?
13 Apa yang disebut dengan layer mask?
14 Apa yang disebut dengan elliptical marquee tool?
15 Jelaskan langkah-langkah mengecilkan kapasitas gambar/foto menjadi lebih kecil ukurannya ke dalam blog pribadi kamu yang ada di internet!
16 Apa yang menarik dari Adobe Photsop CS4 menurut kamu ?
17 Apa yang disebut dengan clone stamp tool dan clone source?
18 Apa yang disebut dengan healing brush tool ?
19 Apa yang disebut dengan sharpen dan blur tool?
20 Apa yang disebut dengan color range?

Setelah semua siswa menjawab soal, barulah guru membuka moderasi, dan menampilkannya di blog. Dari sana siswa bisa melihat jawaban mereka masing-masing. Bagi mereka yang sudah mengisi, tidak diperkenankan untuk mengulanginya lagi, karena tes online dilaksanakan  hanya satu kali dan siswa tidak diperkenakan mengerjakan kembali bila sudah mengisinya.

Untuk memperoleh data tentang tanggapan siswa terhadap tindakan pembelajaran ini, guru sebagai peneliti membuat instrumen penelitian (angket). Angket tersebut dibagikan kepada siswa untuk diisi. Berdasarkan data yang dikumpulkan melalui angket, dapat diketahui bahwa rata-rata siswa menyukai tes online daripada tes offline. Selain data yang berupa tanggapan siswa terhadap tindakan pembelajaran yang dilakukan guru, peneliti juga mengumpulkan data penelitian yang berupa jawaban siswa yang tertulis dalam blog yang telah disediakan oleh guru/peneliti. Seluruh jawaban siswa tercatat dalam laporan penelitian ini.

Data hasil pelaksanaan tindakan yang berupa tulisan siswa yang berisi jawaban tes online diunggah pada bagian komentar blog yang telah disediakan oleh guru sebagai peneliti. Sebelum tulisan/jawaban siswa diunggah, guru sebagai peneliti terlebih dahulu melakukan moderasi. Maksudnya, guru sebagai peneliti terlebih dahulu  membaca jawaban siswa, menilai, dan mencatat hasilnya ke dalam data PTK. Selain itu, guru juga melakukan editing/penyuntingan terhadap tulisan siswa seperlunya tanpa mengurangi dan menambahi informasi yang menjadi intisari jawaban siswa. Setelah tulisan dianggap layak untuk ditampilkan pada  blog sebagai media massa (sosial), barulah jawaban siswa tersebut diunggah ke dalam blog guru.

Berdasarkan data yang telah diperoleh pada tindakan pada siklus pertama tersebut, guru sebagai peneliti melakukan refleksi. Refleksi dilakukan dengan melakukan diskusi dengan teman sejawat sesama pengajar TIK untuk mendapatkan masukan yang bermanfaat. Hasil refleksi menunjukkan bahwa (a) terjadi peningkatan aktivitas siswa dalam belajar menulis di blog dalam bentuk jawaban pertanyaan soal tes, (b) siswa merasa senang terhadap proses pelaksanaan tes online, dan (c) siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan walaupun belum optimal.

Berdasarkan hasil  refleksi itu penelitian ini dilanjutkan pada siklus kedua dengan soal yang lebih banyak dari soal yang pertama. Dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang, guru sebagai peneliti menemukan bahwa mereka yang memahami materi akan cepat sekali dalam menjawab pertanyaan. Kreativitas menulisnya terlihat dengan jelas dari hasil tulisan yang mereka kirim ke blog yang telah disediakan guru sebagai peneliti.

2. Deskripsi Tindakan pada Siklus Kedua

Pelaksanaan tindakan pada siklus kedua dirancang dengan tahap-tahap kegiatan yang meliputi (a) merumuskan kembali disain pembelajaran (silabus dan RPP) dengan sepersetujuan pimpinan sekolah, (b) mempersiapkan sarana dan prasarana penelitian yang meliputi penyediaan komputer yang tersambung ke jaringan internet, dan pembuatan soal-soal tes online dalam bentuk esai sebanyak 10 soal teori di blog guru dengan alamat url: http://wijayalabs.com, dan (c) merumuskan indikator kinerja. Kinerja yang diukur adalah kemampuan siswa dalam menuliskan jawaban dengan benar pada blog yang disediakan guru (yang terlebih dahulu dimoderasi).

Pelaksanaan tindakan pembelajaran TIK tetap dilaksanakan sesuai dengan materi TIK yang direncanakan oleh guru sesuai program semester yang mengacu pada SKL, yaitu pengoperasian program aplikasi Photoshop. Setelah pembelajaran siswa diuji dalam bentuk ujian praktik dan ujian tertulis. Ujian praktik dilaksanakan tersendiri, dan ujian tertulis dilaksanakan setelah ujian praktik.

Untuk keperluan menguji siswa dalam membuat tulisan di blog, guru sebagai peneliti membuat soal-soal teori tentang Photoshop yang diunggah pada blog yang telah disediakan. Siswa diminta menjawab 10 pertanyaan esai tersebut.  Jawaban siswa akan dimoderasi oleh guru sehingga dapat diketahui mana yang lebih dahulu selesai mengerjakan, dan mereka tak bisa melihat pekerjaan siswa lain. Pertanyaan-pertanyaan yang disajikan pada blog untuk dijawab siswa dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini.

Tabel 2. Daftar Pertanyaan pada Siklus Kedua

No Pertanyaan
1 Apa yang dimaksud dengan filter  liquify?
2 Apa yang dimaksud dengan filter blur?
3 Apa yang dimaksud dengan filter gallery?
4 Apa yang dimaksud dengan application bar?
5 Apa yang dimaksud dengan rotate view tool?
6 Apa yang dimaksud dengan mas panel?
7 Apa yang dimaksud dengan content aware scaling?
8 Apa yang dimaksud dengan vibrance?
9 Apa yang dimaksud dengan fill tool?
10 Apa yang dimaksud dengan pen tool?

Bersamaan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, guru sebagai peneliti juga memberikan petunjuk cara mengerjakan soal dan meminta beberapa data pribadi siswa yang perlu dituliskan. Setelah semua siswa menjawab soal, barulah guru membuka moderasi, dan menampilkannya di blog. Pada blog itu siswa bisa melihat jawaban mereka masing-masing. Bagi mereka yang sudah mengisi, tidak diperkenankan untuk mengulanginya lagi, karena tes online dilaksanakan hanya satu kali dan siswa tidak diperkenankan mengerjakan kembali bila sudah mengisinya. Bila ada jawaban yang dobel, guru sebagai moderator akan menghapus salah satunya.

Untuk mengetahui peningkatan kinerja penelitian ini, guru sebagai  peneliti meminta sekali lagi siswa mengisi angket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran dan pengujian yang dilakukan guru. Jawaban  siswa atas angket diminta untuk dikirimkan melalui e-mail wijayalabs@gmail.com yang telah ditunjukkan alamatnya oleh guru/peneliti.

Data yang diperoleh dari angket menunjukkan bahwa rata-rata siswa menyukai tes online daripada tes offline. Siswa juga menyampaikan kritik dan saran kepada guru untuk memperbaiki kinerjanya.  Data utama pada siklus kedua ini berupa jawaban tertulis siswa atas 10 pertanyaan yang diberikan. Jawaban itu ditulis oleh masing-masing siswa pada kolom komentar pada blog yang telah disediakan oleh guru sebagai peneliti.  Data itulah yang dikumpulkan oleh guru.

Setelah tindakan dilakukan, guru selaku peneliti melakukan refleksi dengan cara mendiskusikannya dengan teman sejawat sesama pengajar TIK. Hasil refleksi menunjukkan terjadinya peningkatan pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan. Siswa yang menyatakan menyukai teknik tes online meningkat, dan kemampuan siswa dalam menuliskan jawaban/komentar di blog meningkat, serta kualitas jawabannya pun meningkat. Peningkatan kualitas jawaban menunjukkan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi. Dengan pencapaian hasil tindakan seperti itu, guru sebagai peneliti memutuskan menghentikan tindakan hanya sampai pada siklus kedua.

 

3. Perbandingan Hasil Tindakan pada Siklus Pertama dan Siklus Kedua

Secara umum, hasil tindakan pada siklus pertama dan siklus kedua menunjukkan adanya capaian yang semakin meningkat. Tindakan pada siklus pertama menghasilkan peningkatan yang lebih tinggi daripada kondisi sebelum diberikan tindakan. Kondisi pada siklus kedua jauh lebih baik dibandingkan hasil tindakan pada siklus pertama. Peningkatan pada akhir siklus kedua telah mencapai tingkat ketuntasan pembelajaran, sehingga peneliti berani mengklaim bahwa penelitian tindakan kelas ini berhasil mencapai indikator kinerja yang telah ditentukan sebelumnya.

PENUTUP

Berdasarkan data hasil pelaksanaan tindakan yang hasilnya telah disajikan di atas, guru sebagai peneliti menyimpulkan bahwa (1) efektivitas pemanfaatan blog di internet sebagai media tes online dalam meningkatkan kreativitas menulis siswa dapat dilakukan bila para guru mengamati secara langsung proses pembelajaran yang dilakukan, sehingga kelemahan dan kemajuan siswa dapat terlihat dengan baik dan cermat; (2) tes online melalui blog lebih menarik karena bersifat interaktif daripada menggunakan tes secara tertulis (offline), siswa dapat mencari informasi di internet (melalui mesin pencari Google) bila ada pertanyaan yang sulit dijawab sehingga terjadilah proses ekplorasi mencari informasi di internet dan berkembanglah pengetahuan siswa; (3) blog di internet memungkinkan setiap siswa dapat berpatisipasi aktif dalam pembelajaran, karena bahan ajar yang disampaikan melalui media blog di internet dikemas dalam bentuk interaktif dan bersifat edukatif; dan (4) kreativitas menulis siswa dalam menjawab soal dapat ditumbuhkan dan ditingkatkan seiring dengan pemahamannya terhadap materi yang diberikan.

Berdasarkan simpulan di atas, guru sebagai peneliti menyarankan beberapa hal, yaitu (1) hendaknya pemanfaatan blog sebagai media tes online dilakukan pada kelas yang jumlah siswanya tidak terlalu banyak sehingga memudahkan guru di dalam membaca, mengoreksi, dan memberikan penilaian; (2) sebaiknya tes tertulis diganti dengan bentuk tes online sehingga dapat mengurangi biaya penggandaan dan pembelian kertas; (3) hendaknya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini ditindaklanjuti oleh guru TIK yang lain, demi kesempurnaan proses dan hasil penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Hernowo. 2005. Mengubah Sekolah. Bandung: MLC

Munandar, Utami. 2002.  Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Semiawan, Conny Semiawan,dkk. 2004. Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu. Jakarta: Remaja

Rosdakarya.

Komaruddin (1994:294)

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Jasmansyah

Badarudin

Sjafriel Salim,

Conny R. Semiawan

Kurt Lewin

Menulis Telah Mengubah Hidupku

Menulis memang luar biasa! Saya bersyukur kepada Allah, karena dengan menulis saya bisa berkeliling Indonesia. Bukan hanya tulisannya saja yang berkeliling nusantara bahkan dunia, tetapi diri saya pun menjadi ikutan berkeliling. Menikmati indahnya bumi pertiwi dan lezatnya santapan kuliner berbagai daerah. Saya yang awalnya cuma sebagai blogger, kini berubah juga menjadi traveling, dan penyicip masakan nusantara yang tak kalah keren dengan Bondan Winarno dengan suara khasnya, “Maknyos”!

Lanjut membaca

Menulis Membuatmu Eksis seperti Pedagang ketoprak Siang Malam yang buka Setiap Hari

Malam ini, Senin 12 Nopember 2012 saya ditraktir pak Dedi Dwitagama makan ketoprak siang malam di daerah Cipinang Elok. Enak banget ketopraknya, apalagi ditambah dengan segelas teh poci hangat. Makin maknyos saja saya menikmatinya. Tak salah bila tempat ini selalu ramai dikunjungi orang dari siang sampai malam hari. tak pernah sepi dari pembeli.

Lanjut membaca

Deklarasi Sekolah Damai di DKI Jakarta

Hari masih sangat pagi. Namun di sekolah Labschool Jakarta sudah ramai sekali. Banyak pelajar dari sekolah lain sudah datang ke sekolah kami untuk mengikuti kegiatan deklarasi sekolah damai di smp-sma Labschool Jakarta. Ratusan pelajar berkumpul di ruang auditorium lantai 3 Labschool Jakarta. Pagi ini Kamis, 4 Oktober 2012 mereka bertekad untuk mewujudkan sekolah damai tanpa tawuran di antara pelajar.

13493136621100409102
Deklarasi Sekolah Damai di Labschool Jakarta (Dok: Pribadi)

Deklarasi ini dihadiri langsung gubernur DKI Jakarta, Dr. Ing. H. Fauzi Bowo atau biasa disapa Bang Foke. Beliau bersama jajarannya dari dinas pendidikan DKI Jakarta sudah hadir di sekolah kami tepat pukul 07.00 wib. Nampak hadir di atas panggung kepala dinas pendidikan DKI Jakarta, bapak Dr. Taufik Yudi, dan penasehat labschool, bapak Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd.

1349313925804927462
Pak Arief, Pak Karjo, Ibu Indira, pak taufik, dan Jajaran pejabat di lingkungan Pemda DKI Jakarta

Deklarasi sekolah damai dilakukan untuk mewujudkan sekolah damai tanpa tawuran. Menjunjung tinggi kedamaian, menghargai perbedaan, dan menjaga ikatan persaudaraan di antara sesama pelajar. Kita berharap, sudah tidak ada lagi tawuran antar sekolah di jakarta. Minimal, terjadinya tawuran dapat diminimalisasi agar tidak terjadi karena dapat diselesaikan secara damai. Tak ada lagi balas dendam dan sakit hati karena sekolahnya diejek atau dihina. Kita semua menjaga agar tak saling menjelekkan antar sekolah. Itulah awal dari pemicu tawuran di natara para pelajar yang terkadang menjadi “dosa” warisan.

13493145731903774548
Deklarasi Sekolah damai yang dibuka oleh Ceramah pak Arif rachman

Belakangan ini tentu kita sangat sedih karena sudah banyak korban berjatuhan akibat tawuran antar pelajar. Saling serang dan saling serbu antar sekolah seringkali terjadi dan meninggalkan duka di antara kedua belah pihak. Hal yang lebih menyedihkan adalah mereka yang tidak ikutan tawuran malah menjadi korbannya. Oleh karena itu, semua yang hadir dalam deklarasi sekolah damai bertekad untuk mencari kawan dan bukan lawan. Pelajar yang hadir bertekad untuk menjaga kedamaian dalam ikatan persaudaraan. Kita semua adalah bersaudara. Harus saling cinta saling menyayangi.

13493148261792211804
Bang Foke memberikan sambutan dan arahannya di acara deklarasi sekolah damai

Pelajar harus bersatu, dan bukan berkelahi. Pelajar harus berprestasi, dan bukan tawuran di jalanan. Pak Fauzi Bowo atau Bang Foke dalam sambutannya langsung meminta para pelajar mendeklarasikan apa yang ingin mereka sampaikan. Sungguh sangat luar biasa sekali isi deklarasinya, dan saya uploadkan semua fotonya di facebook Omjay di sini.

134931550811448294
salah Seorang pelajar dari Perwakilan 18 Sekolah di jakarta membacakan piagam deklarasinya

salam Blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com