Tag Archives: Penelitian Tindakan Kelas

Seminar & Workshop PTK 2-3 Juli 2009 di UNJ

SEMINAR & WORKSHOP NASIONAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA, 2-3 JULI 2009
Tema : ”Mengembangkan Potensi Unik Siswa Melalui PTK”
Baca lebih lanjut

Seminar PTK di Kota Padang (1)

seminar nasional di padang

seminar nasional di padang

Pada hari Sabtu, 23 Mei 2009, kami (Wijaya & Sujai) dari pengurus Ikatan Pengembang Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) diundang oleh yayasan pendidikan DEK (Dedikasi Edukasi Kualiva) Padang untuk menjadi pembicara Seminar Nasional Peningkatan Mutu Guru dengan tema Menjadi Guru Profesional Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertempat di gedung RRI Kota Padang.

Baca lebih lanjut

Refleksi Guru Melalui PTK

Siswa Praktek Komputer

Siswa Praktek Komputer

Mungkin untuk sebagian orang menganggap memilih profesi guru adalah pekerjaan yang menjemukan sekaligus menjengkelkan. Tapi tidak bagi penulis. Profesi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Di tangannya tercipta para generasi penerus bangsa yang memiliki akhlaqul karimah, akhlak yang mulia. Karena kemulian itu, maka guru dituntut untuk senantiasa memberikan contoh bagi para peserta didiknya. Mampu memberikan keteladanan dalam kehidupannya sehari-hari. Setiap ucapan dan tindakan membuat dirinya menjadi cermin bagi para siswanya.

Baca lebih lanjut

Berbagi Ilmu PTK di Pontianak

Berbagi ilmu PTK di Pontianak
Baru kali ini saya menjejakkan kaki di pulau Kalimantan. Kebetulan saya mendapatkan kehormatan untuk berbagi ilmu PTK dengan teman-teman guru di Pontianak, Kalimantan Barat. Bahagia benar bisa berkunjung ke propinsi yang dialiri sungai Musi dan luasnya pulau Kalimantan yang terkenal subur tanahnya. Indahnya sungai Musi begitu mempesona hati dan sapaan penduduknya yang ramah membuat saya sebagai tamu merasa dilayani dengan baik. Seperti seorang pangeran dari pulau Jawa yang sedang studi banding ke kerajaan Melayu.

Saya pikir pontianak itu jauh dan harus berjam-jam untuk sampai ke sana. Ternyata cuma satu jam 10 menit. Itu sama saja perjalanan saya ke sekolah dari bekasi ke rawamangun. Pantesan saja si encik dan si engkoh di mangga dua biasa bolak-balik jakarta-pontianak, karena ternyata pontianak itu enak, dan jalanannya tak semacet di Jakarta.

Foto Bersama Guru di PontianakDi Pontianak ini saya diminta memberikan materi penelitian tindakan kelas (PTK). Materi yang hanya diberikan untuk para guru yang ingin memperbaiki kualitas pembelajarannya dan memperbaiki kinerjanya sebagai guru melalui penelitian tindakan di kelasnya sendiri. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah dipercaya untuk menyampaikan materi ini yang bertempat di kantor depag pontianak.

Tadinya saya pikir orang pontianak itu tak suka humor, ternyata mereka senang banget tuh, ketika saya memperkenalkan diri sebagai ketua umum Bloger Imadut (Ikatan manusia Perut Gendut), hehehehe…

Banyak orang melayu dan Cina di sini juga orang dayak dan sebagian banjar. Tetapi rata-rata penduduk di sini adalah keturunan pendatang meskipun lahir di Pontianak. Contohnya teman kuliah saya pak Sadirun, yang menjemput saya di bandara. Beliau bapaknya orang jawa dan ibunya orang sunda. Kalau lihat masyarakatnya, wah kayaknya toto tentrem kertoraharjo, walaupun kata kepala kakanwil depag, pak Restu yang membuka acara, pontianak merupakan kota yang paling banyak ditemukan botol minuman keras (miras), dan peringkat kelima penderita HIV aids, karena banyak “amoynya”. Tapi penduduk pontianak terkenal sangat religius.

saya merasakan banget suasana sholat subuh di sana, sangat ramah dan masjid penuh dengan jamaah.

Ingin rasanya saya bekerja dan tinggal di pontianak, apalagi setelah melihat universitas Tanjungpura yang luas banget. Kayaknya bakalan kurus dech perut saya kalau sering keliling kampus di Tanjungpura. Untuk memastikan saya sudah pernah berkunjung ke sana, maka lihatlah foto saya yang narsis ini dengan pak sadirun. Mampir ke Universitas TanjungpuraPokoknya, buat teman-teman yang belum pernah pergi ke pontianak, segeralah berkunjung ke sini. Kota yang unik dan sangat santun penduduknya. Itu kata saya, bagaimana pendapat anda?

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

Berbagi Ilmu PTK di Pontianak

Peserta seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Peserta seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Sabtu, 9 Mei 2009 saya diundang pengurus MGMP kota Pontianak untuk memberikan materi tentang PTK kepada para guru di sana. Materi yang lagi ngetop dan ngetrend karena PTK menjadi syarat untuk kenaikan pangkat guru. Apalagi Penelitian Tindakan kelas (PTK) ini ternyata mudah dan dapat dikerjakan oleh guru karena tak perlu meninggalkan kelas.

Justru guru meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajarannya dan memperbaiki kinerjanya sebagai guru di sekolah. Semua yang dilakukan guru dicatat, lalu dianalisis dengan teman sejawat. Untuk materi lengkapnya, silahkan beli buku PTK saya yang sdh dijual bebas di semua toko buku di seluruh Indonesia. (Promosi ni ye…)

Kembali kepada cerita perjalanan saya. Awalnya, saya pikir pontianak itu jauh. Ternyata perjalanan jakarta-pontianak cuma satu jam 10 menit, dan sesampainya di bandara saya langsung disambut oleh panitia, pak Yosi dan juga teman baik saya pak Sadirun. Pak Sadirun mengantarkan saya kepenginapan dan mentraktir saya makan siang. Wah enak banget masakan khas Pontianak. Ada ikan bawal bakar yang nikmat sekali.

Malam harinya saya diajak mengelilingi kota pontianak yang kecil ini.  Kota yang haya dikelilingi kantor-kantor dan ruko-ruko yang tampak sepi. Tidak seperti di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi orang pada malam hari. Setelah berkeliling kota mampirlah kami menikmati jagung bakar dan indahnya sungai Musi eh salah sungai kapuas yang panjang.

Peserta cowok seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Peserta cowok seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Ingin rasanya saya kembali lagi ke kota ini, dan bahkan mungkin menetap di sana. Apalagi setelah saya mengunjungi universitas tanjungpura yang luas. Terasa betah dan ingin mengabdi disini.

Bagi teman-teman yang belum pernah ke pontianak, segeralah untuk berkunjung kesini dan nikmati keindahan alam kota pontianak yang unik. Mengenai tiket pesawat lagi ada discount tuh, biaya cuma tiga ratus ribuan. Buruan jalan-jalan liburan ke pontianak. Mumpung lagi ada discount, hehehehe.

Salam Blogger

Omjay

Belajar PTK di LPMP DKI Jakarta

Sabtu, 4 April 2009 saya diminta mengajar materi penelitian tindakan kelas (PTK) di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta, di Jl. nangka No. 60 Tanjung Barat Pasar Minggu. Senang rasanya dapat berbagi dengan para guru yang merupakan perwakilan dari berbagai propinsi di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Bagaimanakah Membuat Proposal PTK?

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.
Karena itu guru dituntut untuk mampu membuat proposal PTK-nya sendiri guna memecahkan masalah yang ada dalam proses pembelajarannya.

Dalam membuat proposal PTK biasanya para guru mengacu kepada format PTK dari Depdiknas yang terdiri dari :

A. JUDUL PENELITIAN
Setelah kita membahas bagaimana cara menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah membuat Judul Penelitian. Dalam membuat judul penelitian, beberapa hal yang harus diketahui adalah judul itu harus:
1. Komunikatif, mudah dipahami maksudnya oleh pembaca
2. Memuat variabel penelitian
3. Menjawab apa yang ingin ditingkatkan
4. Dengan cara apa/upaya apa untuk meningkatkannya.
5. Sasaran dan Lokasi tercermin dalam judul;
6. Banyak kata sekitar 15-20 kata

Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi. Alasan pemilihan judul juga harus:
• Menarik minat
• Layak diteliti
• Bermanfaat bagi masyarakat, dll.

Contoh judul penelitian Tindakan kelas antara lain :

  1. Inovasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekitar (IPAS) Pokok Bahasan Kimia Lingkungan Melalui Pembuatan Film tentang Pencemaran Lingkungan Sekitar Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak 1 SMK Negeri 8 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 (Oleh : Ardan Sirodjuddin, S.Pd.)
  2. Pembelajaran Berbasis Project Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari Tahun Pelajaran 2007/2008 (Oleh : Dra. Sri Wahyuni Dwiyanti M.Pd).
  3. Penggunaan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas III IPS SMA Negeri 1 Randublatung Pada Semester I Tahun Pelajaran 2004/2005. (Oleh : Juremi)
  4. Penggunaan ”Dakon Elektron” Dalam meningkatkan Keefektifan Proses Pembelajaran IPA Kelas I Kecantikan Kulit Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2004/2005 SMK Negeri 1 Tegal (Oleh : Ibnu Hajar Dewantoro).

B. BIDANG ILMU
Tuliskan bidang ilmu (Jurusan) dari Ketua Peneliti dan kajian masalah yang diteliti. Bidang penelitian yang diteliti sebaiknya relevan dengan disiplin ilmu guru, misalnya guru matematika tidak membahas pembelajaran yang ada di pelajaran Biologi. Begitupun sebaliknya. Terkecuali penelitian yang ditekuninya masih ada hubungannya dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Contohnya pembuatan media pembelajaran.

C. PENDAHULUAN
Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Dalam pendahuluan harus dikemukakan:

  1. Latar belakang masalah secara jelas dan sistematis, yang meliputi:
    a. Uraian tentang kedudukan mata pelajaran dalam kurikulum (semester,  mata pelajaran yang ditunjang dan mata pelajaran penunjang);
    b. Gambaran umum isi mata pelajaran tsb termasuk pembagian waktunya (lampirkan Analisis Instruksional, RPP, Silabus dari mata pelajaran yang bersangkutan);
    c. Metode pembelajaran yang digunakan saat ini.
  2. Masalah yang dihadapi guru ditinjau dari hasil belajar yang dicapai siswa selama proses pembelajaran.

Kriteria masalah yang dapat dibuat PTK adalah :
• Masalah di sekolah/di kelas
• Layak diteliti dan terjangkau PTK
• Perlu ada: identifikasi masalah; analisis masalah.
• Rumusan masalah: singkat; jelas; operasional.
• Bukan permasalahan individual siswa, tetapi masalah kelas;

D. PERUMUSAN MASALAH
Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diantisipasi.
Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di kelas, penting dan mendesak untuk dipecahkan. Setelah didiagnosis (diidentifikasi) masalah penelitiannya, selanjutnya perlu diidentifikasi dan dideskripsikan akar penyebab dari masalah tersebut.
Pada perumusan masalah perlu diperhatikan :
Substansi:
Perlu mempertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang dipilih untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki pembelajaran
Orisinalitas (tindakan):
Perlu mempertimbangkan belum pernah tidaknya tindakan dilakukan guru sebelumnya
Formulasi: dirumuskan dalam kalimat tanya, tidak bermakna ganda, lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik apa yang dipermasalahkannya, dan tindakan yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut
Teknis:
Mempertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, seperti kemampuan metodologi penelitian, penguasan materi ajar, teori, strategi dan metodologi pembelajaran, kemampuan menyediakan fasilitas (dana, waktu, dan tenaga).

Contoh perumusan masalah :
• Apakah pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan prestasi belajar geografi khusus kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan pada siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ?
• Apakah pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran pada kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ?
• Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas proses belajar matematika siswa SMPN 5 Jepara?
• Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMPN 5 Jepara?

E. CARA PEMECAHAN MASALAH
Uraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas (yang meliputi: perencanaan-tindakan-observasi/ evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus). Cara pemecahan masalah telah menunjukkan akar penyebab permasalahan dan bentuk tindakan (action) yang ditunjang dengan data yang lengkap dan baik.

F. TINJAUAN PUSTAKA
Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.

G. TUJUAN PENELITIAN
Kemukakan secara singkat tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya.

H. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN
Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun komponen pendidikan lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.

I. METODE PENELITIAN
Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus.

J. JADWAL PENELITIAN
Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Contohnya, jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan.

K. PERSONALIA PENELITIAN
Jumlah personalia penelitian maksimal 3 orang. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Rincilah nama peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas, sama seperti pada Lembar Pengesahan.

Lampiran-lampiran
1. Daftar Pustaka, yang dituliskan secara konsisten menurut model APA, MLA atau Turabian.
2. Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti
3. Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan telah dihasilkan sampai saat ini