Upaya Meningkatkan Kreativitas Menulis Siswa Pada Pembuatan Blog di Internet

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Hakikat Kreativitas

Dalam kehidupan ini kreativitas sangat penting, karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Kreativitas manusia melahirkan pencipta besar yang mewarnai sejarah kehidupan umat manusia dengan karya-karya spektakulernya. Seperti Bill Gate si raja microsof, JK Rolling dengan novel Harry Potternya, Ary Ginanjar dengan ESQ (Emotional & Spiritual Question), penulis Pramudia Anantatur dengan karya-karyanya yang tak lekang oleh waktu, Andrea Hirata penulis buku best seller laskar pelangi, penyanyi Kris Dayanti, Mely Guslow, Seniman Titik Puspa, dan lain-lain. Apa yang mereka ciptakan adalah karya orisinil yang luar biasa dan bermakna, sehingga orang terkesan dan memburu karyanya.

siswa SMP Labschool Jakarta belajar membuat blog

siswa SMP Labschool Jakarta belajar membuat blog

Kreativitas tidak hanya sekedar keberuntungan tetapi merupakan kerja keras yang disadari. Kegagalan bagi orang yang kreatif hanyalah merupakan variabel pengganggu untuk keberhasilan. Dia akan mencoba lagi, dan mencoba lagi hingga berhasil. Orang yang kreatif menggunakan pengetahuan yang kita semua memilikinya dan membuat lompatan yang memungkinkan, mereka memandang segala sesuatu dengan cara-cara yang baru. Gordon Dryden (2000: 185) dalam buku Revolusi Cara Belajar mengatakan bahwa ,” Suatu ide adalah kombinasi baru dari unsur-unsur lama. Tidak ada elemen baru. Yang ada hanya-lah kombinasi-kombinasi baru”.

Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam tulisannya di http://republika.co.id menuliskan bahwa kreativitas akan semakin lengkap bila terlahir dari kejernihan hati sebagai buah dari kegiatan yang berkualitas. Biasanya, hati yang jernih akan melahirkan firasat dan ide-ide cemerlang yang akan menjadi nilai tambah dalam kehidupan. Ada satu kemampuan hal yang harus selalu kita tingkatkan agar hidup kita makin berkualitas. Itulah kreativitas. Kreativitas adalah daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Biasanya, kreativitas akan memunculkan inovasi, yaitu kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada. Bila kreativitas itu daya atau kemampuan, maka inovasi itu hasil atau produk.

Dalam http://wikipedia.org di internet, kreativitas atau creativity adalah :

Creativity (or “creativeness”) is a mental process involving the generation of new ideas or concepts, or new associations of the creative mind between existing ideas or concepts. From a scientific point of view, the products of creative thought (sometimes referred to as divergent thought) are usually considered to have both originality and appropriateness. An alternative, more everyday conception of creativity is that it is simply the act of making something new.

Kreativitas begitu penting dalam hidup manusia. Kenapa? Tanpa kreativitas kita akan larut dan tergilas roda perubahan. Tanpa kreativitas kita tidak akan mampu bertahan menghadapi perubahan yang semakin cepat. Perusahaan-perusahaan besar yang mampu bertahan, biasanya memiliki tradisi untuk mengembangkan budaya kreatif yang kemudian menghasilkan produk-produk yang inovatif.

Dalam buku psychology and life yang dikarang oleh Richard J. GerriG, dkk (2004), dituliskan bahwa: <!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–>

Before we leave the area of intelligence and its assessment, we wish to turn to the topic of creativity. Creativity is an individual’s ability to generate ideas or products that are both novel and appropriate to the circumstances in which they were generated (Sternberg & Lubbart, 1999). Consider the invention of the wheel. The device was novel because no one before its unknown inventor had seen the application of rolling objects. It was appropriate because the use to which the novel object could be put was very clear. Without appropriateness, new ideas or objects are often considered strange or irrelevant.

Bagaimana caranya agar kita mampu menjadi orang yang kreatif? Menurut Aa Gym, ada lima cara menjadi orang yang kreatif. Pertama, selalu memiliki rasa ingin tahu. Orang yang kreatif adalah orang yang gemar mencari informasi, gemar mengumpulkan input, dan cinta ilmu. Tiada berlalu waktu kecuali bertambah dengan input-input yang baru dan segar. Karena itu, kita harus selalu bertanya, sejauh mana kecintaan kita terhadap informasi dan ilmu. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan input tersebut. Bisa lewat buku, sikap meneliti, menyimak, melihat tayangan televisi yang bermanfaat, berdiskusi, merenung, mendengar, menghadiri majelis ilmu, dan sebagainya.

Kedua, terbuka pada hal-hal yang baru. Setiap saat selalu terjadi perubahan. Sangat ruginya orang yang tidak mau berubah dan tidak menyukai hal-hal baru. Orang kreatif adalah orang yang tidak terbelenggu dengan pendapatnya sendiri. Tentu, terbuka dengan hal-hal baru tidak harus menjadikan kita mengikuti hal-hal baru tersebut. Kita bisa mengolahnya, menyaring hal-hal yang baik, dan menyesuaikan dengan nilai-nilai yang kita anut.

Ketiga, berani memikul risiko. Semua tindakan kreatif biasanya akan mengundang resiko. Adalah mimpi melakukan sesuatu yang baru tanpa adanya resiko. Rasulullah SAW adalah orang yang kreatif dengan membawa ajaran baru (Islam) ke tengah-tengah umatnya. Konsekuensinya, beliau dimusihi dan diperangi. Demikian pula dengan Thomas Alfa Edison. Ia adalah orang kreatif yang berani gagal beribu-ribu kali sebelum menemukan bola lampu. Untuk menjadi kreatif, kita harus berani menganggung resiko, keluar dari zona nyaman.

Keempat, memiliki semangat yang membara untuk sukses dalam hidup. Tanpa semangat, mustahil kita akan mendapat banyak hal dalam hidup. Semangat biasanya akan melipatgandakan kemampuan seseorang untuk berprestasi. Orang yang kreatif, hari-harinya akan selalu bersemangat untuk berproses dalam menggapai semua hal yang diinginkannya. Kita harus bertanya, bersemangatkah kita dalam hidup? Apakah kita ini seorang yang bermental lemah dan selalu kalah dalam memperjuangkan cita-cita? Kita sendiri yang bisa menjawabnya.

Kelima, nilai kreativitas akan makin lengkap dengan hati yang jernih sebagai buah dari ibadah yang berkualitas. Biasanya, kejernihan hati akan melahirkan firasat dan ide-ide cemerlang yang akan menjadi nilai tambah dalam kehidupan seorang Muslim. Biasanya, karya-karya monumental selalu berawal dari kejernihan hati dan ketajaman pikiran yang direalisasikan dalam tindakan nyata. Adanya kejernihan hati dapat meningkatkan kreativitas.

Meningkatkan kreativitas merupakan bagian integral dari kebanyakan program untuk anak berbakat dan berkecerdasan istimewa (akselerasi). Jika kita tinjau program atau sasaran belajar siswa, kreativitas biasanya disebut sebagai prioritas. Kreativitas memungkinkan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta dalam semua bidang usaha manusia. Kreativitas dapat dibangun dengan membangun potensi kreatif.

Salah satu kendala konseptual utama terhadap studi kreativitas adalah pengertian kreativitas sebagai sifat yang diturunkan / diwariskan oleh orang yang berbakat luar biasa atau genius. Kreativitas, disamping bermakna baik untuk pengembangan diri maupun untuk pembangunan masyarakat juga merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri sebagai salah satu kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, 1968).

Sekarang ini hampir setiap orang mulai dari orang awam, pemimpin lembaga pendidikan, manajer perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreativitas dikembangkan di sekolah, dituntut dalam pekerjaan, dan diperlukan untuk pembangunan. Harus diakui bahwa memang sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional. Banyak buku yang membahas tentang kreativitas, penulis akan menyampaikan beberapa pendapat para ahli tentang kreativitas yang penulis kutip dari berbagai sumber.

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. (K B B I)

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers).

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:

<!–[if !supportLists]–>(1) <!–[endif]–>Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan.

<!–[if !supportLists]–>(2) <!–[endif]–>Berguna (useful): lebih enak, lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.

<!–[if !supportLists]–>(3) <!–[endif]–>Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Campbell: 1986)

Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombina-sikan, memecahkan/menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 2002).

Pada pembutan blog di internet, unsur kreativitas sangat mutlak diperlukan agar blog yang dibuat dapat menarik hari para pengunjungnya untuk membaca dan memberikan komentar. Perlu kreativitas yang tinggi dalam memberikan informasi, khususnya informasi yang bermanfaat untukpara pembacanya.

 

<!–[if !supportLists]–>B. <!–[endif]–>Hakikat Menulis

Menulis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengungkapkan gagasan atau ide ke dalam bentuk tulisan. Sayangnya, kebiasaan yang baik ini kurang diminati oleh siswa. Dua dari dua puluh dua orang siswa mengangkat tangan ketika ditanya siapa di antara mereka yang suka menulis. Begitupun ketika di kelas lain diajukan pertanyaan yang sama, hanya dua sampai empat orang yang menyatakan suka menulis. Ketika siswa ditugaskan untuk menulis, sebagian dari mereka menunjukan keengganannya dengan keluhan, ”Yaa menulis?” Sangat sedikit siswa yang tampaknya menyenangi kegiatan menulis. Termasuk siswa kelas akselerasi.
Beberapa siswa mengatakan bahwa kegiatan menulis membosankan dan tidak menyenangkan, sementara yang lain mengatakan menulis itu sulit.
Kata mereka, yang paling sulit dari menulis adalah menemukan ide tulisan. Kalaupun ide sudah ada bagaimana mulai menuliskannya, kalimat apa dulu yang harus ditulis, dan menyusun kalimatnya seperti apa, adalah di antara keluhan-keluhan yang banyak disampaikan siswa ketika mereka harus menulis.<!–[if !supportFootnotes]–>[2]<!–[endif]–>
Apakah benar menulis itu kegiatan yang tidak menarik dan sulit sebagaimana yang dipersepsikan oleh siswa. Hernowo (2005) mengatakan bahwa percaya atau tidak, kita semua bisa menjadi penulis. Di suatu tempat di dalam diri setiap manusia ada jiwa unik yang berbakat yang mendapatkan kepuasan mendalam karena menceritakan suatu kisah, menerangkan bagaimana melakukan sesuatu, atau sekedar berbagi rasa dan pikiran.
Dorongan untuk menulis itu sama besarnya dengan dorongan untuk berbicara, untuk mengkomunikasikan pikiran dan pengalaman kita kepada orang lain, untuk paling tidak, menunjukkan siapa diri kita ini. Dengan demikian, semua orang termasuk siswa kita sebenarnya memiliki kemampuan untuk menulis. Namun, bagaimana guru dapat mendorong siswa untuk mempraktikkan, mengasah, dan memunculkan kemampuan menulisnya?
Sebenarnya dalam proses pembelajaran, mata pelajaran apa pun, ada kegiatan-kegiatan yang menuntut siswa untuk menulis. Menjawab pertanyaan pemahaman secara tertulis berkaitan dengan topik bahasan, membuat catatan sendiri, membuat rangkuman atau membuat laporan adalah kegiatan-kegiatan menulis yang biasa dilakukan di dalam proses pembelajaran. Terlebih dalam pelajaran bahasa, baik pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, siswa belajar tentang teori-teori menulis dengan sedikit praktek menulis. Namun, ternyata kegiatan-kegiatan tersebut tidak serta merta menjadikan siswa terampil menulis. Begitupula pada pembelajaran pembuatan blog di internet.
Menulis pada dasarnya bukan hanya sekedar menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan, tetapi lebih pada proses kreatif dalam menuangkan gagasan ke dalam wacana agar dapat dibaca, dipahami dengan mudah, dan lebih dari itu menarik untuk dibaca. Supaya dapat dibaca dan dipahami dengan mudah, menulis tentu harus mengikuti kaidah bahasa dan aturan penulisan. Namun, bukan berarti dalam pembelajaran menulis guru memberondong siswa dengan teori-teori menulis yang justru akan berakibat anak jadi malas untuk menulis.
Keterampilan menulis adalah keterampilan proses. Mengajarkan keterampilan menulis seyogyanya lebih ditekankan pada proses menghasilkan satu tulisan, lebih pada bagaimana siswa secara bertahap mampu membuat karya tulis, tulisan tentang apa pun yang mereka tahu dan mereka sukai. Berikut ini lima terobosan yang diajukan A Chaedar (2005) dalam pelajaran bahasa agar siswa mampu menulis, yaitu:

1. Giatkan menulis kolaboratif
Kolaborasi adalah suatu teknik pengajaran menulis dengan melibatkan sejawat atau teman untuk saling mengoreksi. Sejawat yang diajak berkolaborasi itu disebut kolaborator. Dalam kelas besar, siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil membentuk literracy circle, terdiri atas tiga atau empat orang.
Masing-masing anggota membaca karangan atau tulisan teman dalam kelompoknya. Sewaktu membaca, kolaborator memberikan tanda pada kesalahan-kesalahan kecil dan setelah itu memberikan komentar atau respons terhadap tulisan teman-teman satu kelompoknya. Tulisan yang sudah dikomentari dikembalikan pada penulisnya untuk direvisi.
2. Tumbuhkan rasa senang waktu menulis
Untuk membangun keterampilan menulis, biarkan potensi siswa meledak-ledak, berteriak, menjerit, berisak tangis, berbisik sendu, bermesra ria dengan nuraninya sendiri dalam bentuk yang disukainya, baik dalam bentuk tulisan informatif, argumentatif, eksploratif, imajinatif, persuasif, atau ekspresif.
3. Berikan feedback
Berikan masukan dan komentar yang produktif, interaktif, dialogis, dan mencerdaskan pada tulisan siswa, bukan sekedar komentar basa basi. Sehingga siswa merasa diperhatikan oleh gurunya dengan sepenuh hati.
4. Gunakan bidang studi sebagai media
Beri kesempatan pada siswa untuk menulis dengan tema yang mereka kuasai. Biarkan mereka menulis dengan bebas. Mereka bebas menuliskan apa saja yang ingin dituliskan sesuai dengan bidang yang dikuasainya.
5. Ajarkan menulis sedini mungkin
Kita fasih berbahasa lisan karena kita membiasakannya sejak kecil. Andaikan sejak kecil kita sudah dibiasakan menulis, tentu kita akan terampil menulis. Jadi faktor kebiasaan dan banyak berlatih adalah kunci dalam menulis.
Siswa umumnya menganggap menulis merupakan kegiatan yang sulit untuk dilakukan sebagaimana guru bahasa menganggap menulis merupakan keterampilan yang sulit untuk diajarkan. Siswa seringkali dilanda frustasi ketika menulis. Begitupun guru, dalam pembelajaran menulis guru terkadang menemui kesulitan harus apa dulu yang diajarkan. Namun, karena mengajar sebaiknya dimulai dari mengajarkan yang mudah ke yang sulit, maka sebelum belajar menulis tulisan yang menuntut argumentasi, misalnya, siswa akan lebih mudah belajar menulis tulisan naratif terlebih dahulu, menulis tentang diri sendiri, perasaan, pengalaman, saudara, teman, sekolah, dan sebagainya.
Umumnya orang menulis tentang pengalaman pribadi di dalam buku diari atau buku catatan harian. Tidak ada salahnya guru menugaskan siswa untuk memilikinya dan menganjurkan mereka menulis tentang apa saja yang mereka amati dan pengalaman apa saja yang mereka alami. Kalaupun ada siswa yang tidak berusaha memiliki dan menulis di buku catatan harian, tidak masalah. Sekali-kali guru perlu membaca buku catatan harian siswa dan memberikan komentar yang positif pada tulisan mereka. Termasuk memberikan komentar pada blog mereka di internet.
Guru pun dituntut untuk meningkatkan kemampuan menulis. Tulisan guru dapat dijadikan contoh atau model menulis bagi siswa. Dengan melakukan sendiri kegiatan menulis, guru akan memiliki empati terhadap siswa, merasakan kesulitan sebagaimana yang dialami siswa. Hal yang tidak kalah penting adalah guru dan siswa bersama-sama menghidupkan kebiasaan menulis.
Budaya menulis akan tercipta apabila guru dan siswa sama-sama memiliki kebiasaan menulis.

<!–[if !supportLists]–>C. <!–[endif]–>Hakikat Siswa Akselerasi

Siswa akselerasi adalah kumpulan siswa yang cerdas dan berbakat istimewa. Mereka terhimpun dalam satu kelas yang bernama kelas akslerasi. Kelas Akselerasi adalah kelas yang proses seleksinya sangat ketat sesuai dengan petunjuk teknik penyelenggaraan program akselerasi yang telah dikeluarkan oleh depdiknas. Para siswa diberi kesempatan belajar di SMP hanya dalam waktu 2 tahun. Berbeda dengan kelas reguler, materi pembelajaran yang diberikan di kelas akselerasi adalah hanya materi esensial saja. Materi itu dibuat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kelas akselerasi yang dibuat oleh guru.

Saat ini sekolah penyelenggara program kelas akselerasi telah cukup banyak. SMP Labschool Jakarta adalah sekolah yang pertama kali membuka kelas akselerasi. Tanpa terasa dari tahun 1998 sampai dengan saat ini, Labschool terus memperbaiki kurikulum yang ada di kelas akselerasi. Dengan terus melakukan terobosan-terobosan baru di bidang pendidikan.

Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik, yang memungkinkan potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal. Dengan demikian pendidikan seyogyanya menjadi wahana cita-cita membangun manusia Indonesia seutuhnya dapat tercapai. Akan tetapi, permasalahan pendidikan yang terjadi dalam konteks praksis memperlihatkan kendala-kendala yang menghambat tujuan pencapaian, seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing menjadi salah satu penyebab dalam hal ini. Pendidikan yang memiliki daya saing sering ditandai dengan mutu pembelajaran dalam program-program pendidikan yang amat dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam hal mutu, salah satu sebab rendahnya mutu hasil belajar siswa adalah belum efektifnya proses pembelajaran.

Proses pembelajaran selama ini masih terlalu berorientasi terhadap penguasaan teori dan hafalan dalam semua bidang studi yang menyebabkan kemampuan belajar peserta didik menjadi terhambat. Metode pembelajaran yang terlalu berorientasi pada guru cenderung mengabaikan hak-hak dan kebutuhan, serta pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, sehingga proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan terasa kurang optimal.

Karena itu SMP labschool Jakarta sebagai sekolah penyelenggara kelas akselerasi harus mampu melakukan inovasi dalam pembelajaran berbasis TIK. Diantara inovasi itu adalah dengan membuat blog di internet yang dapat membantu siswa akselerasi belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Sehingga kualitas lulusan akselerasi dapat berkompetensi unggul di era persaingan globalisasi saat ini.

Ketika program kelas akselerasi (percepatan) dimulai sepuluh tahun lalu, masyarakat menyambut dengan antusias. Harapannya adalah melalui program tersebut, anak didik bisa mencapai taraf kualitas seperti yang diharapkan, yang bisa menjawab tantangan zaman. Akan tetapi, tidak semua sekolah bisa menerapkan program kelas akselerasi ini. Pasalnya, penyiapan kelas ini harus ditangani dengan sungguh-sungguh dan memerlukan tenaga pendidik, sarana, serta prasarana yang bermutu dan berkualitas.

Materi di kelas akselerasi tidak berbeda dengan kelas reguler. Hanya saja, waktu pembelajaran yang tadinya tiga tahun menjadi dua tahun. Kalau pembelajaran di kelas lain lebih rinci pembahasannya, di akselerasi guru cukup memberikan materi esensial dan kemudian siswa mengembangkannya sendiri.

Penetapan kegiatan pembelajaran bagi program akselerasi membawa konsekwensi kepada guru untuk memodifikasi kegiatan pembelajaran bagi peserta didik reguler ke corak kegiatan pembelajaran yang menuntut corak berpikir tingkat tinggi (metacognition). <!–[if !supportFootnotes]–>[3]<!–[endif]–> Pola pembelajaran yang demikian luas cakupan dimensinya tidak cukup menggunakan pola one way traffic, sehingga pola seperti pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) maupun mengutamakan produk / proyek lebih banyak digunakan.

 

<!–[if !supportLists]–>D. <!–[endif]–>Hakekat Pembelajaran yang Mengundang

Bukan rahasia lagi bahwa sistem pendidikan formal di Indonesia belum mampu mencetak manusia-manusia yang siap berkarya ketika terjun ke dunia kerja. Agar bisa bersaing di bursa kerja yang semakin kompetitif, pemelajar (peserta didik) perlu menjalani pembelajaran yang mengundang.

Pada era TIK/ICT, pembelajaran yang mengundang semakin mudah dijalani. Internet menawarkan sumber daya hampir tidak terbatas untuk meningkatkan kualitas dan daya saing seseorang. Melalui pembelajaran yang mengundang, seorang pemelajar pun bisa belajar mendidik disiplin diri, meningkatkan kreativitas dan belajar secara mandiri dengan perasaan senang.
Pembelajaran yang mengundang adalah pembelajaran yang dapat menggiring siswa untuk aktif, reflektif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PARIKEM) yang bertumpu pada kebebasan pemelajar untuk memilih dan memanfaatkan sumber-sumber ilmu untuk pemenuhan kebutuhan pengembangan diri dan pengetahuan secara mandiri.

Pada prinsipnya, pembelajaran yang mengundang tidak jauh berbeda konsepnya dengan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Hanya ditambahkan sedikit dengan Reflektif. PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Innovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) adalah metode yang mendukung siswa menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.

Pembelajaran adalah sebuah proses dan bukan sekedar tujuan. Sebagai sebuah proses maka pembelajaran akan dilakukan terus menerus dan sebenarnya tidak akan pernah berhenti selama kita masih hidup (life-long learning). Tujuan-tujuan pembelajaran akan dengan mudah tercapai apabila peserta didik atau pemelajar dapat :

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Termotivasi dan memiliki motivasi dalam belajar

Dalam bukunya Educational Psychology, Stephen N Elliot dkk mendefinisikan motivasi sebagai sebuah keadaan internal yang mendorong kita untuk melakukan tindakan, mendorong kita pada arah tertentu serta membuat kita tetap bertahan melakukan kegiatan tertentu. Beberapa alasan mengapa motivasi berpengaruh sangat besar dalam pembelajaran yang mengundang adalah :

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Motivasi membangkitkan energi

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Motivasi mengarahkan seseorang pada tujuan-tujuan tertentu

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Motivasi mendorong orang untuk memulai kegiatan serta bertahan melakukan aktivitas tersebut. Motivasi dapat menimbulkan minat seseorang terhadap sesuatu, mempelajarinya secara lebih bermakna, dan mempraktikkannya.

Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi itu sendiri terbagi dua yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah perilaku yang muncul karena minat dan keingintahuan yang muncul dari dalam diri seseorang. Motivasi ekstrinsik adalah perilaku seseorang yang muncul karena dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar dirinya seperti penghargaan, hukuman, atau tekanan sosial.

Mengingat pentingnya faktor motivasi ini maka setiap pihak yang terlibat dalam aktivitas persekolahan harus berusaha memperhatikan dan mencari cara untuk menumbuhkan, menjaga, serta mengarahkan motivasi tersebut agar peserta didik dapat meraih prestasi optimal. Richard I Arends dalam bukunya Learning to Teach menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memotivasi para peserta didik, antara lain : <!–[if !supportFootnotes]–>[4]<!–[endif]–>

<!–[if !supportLists]–>a) <!–[endif]–>Sikap percaya guru pada kemampuan siswa

<!–[if !supportLists]–>b) <!–[endif]–>Menciptakan situasi belajar yang positif

<!–[if !supportLists]–>c) <!–[endif]–>Membangun perhatian dan nilai-nilai intrinsik siswa

<!–[if !supportLists]–>d) <!–[endif]–>Mengatur Tingkat Kesulitan Tugas

<!–[if !supportLists]–>e) <!–[endif]–>Memanfaatkan balikan (feedback)

<!–[if !supportLists]–>f) <!–[endif]–>Memperhatikan kebutuhan siswa

<!–[if !supportLists]–>g) <!–[endif]–>Fasilitasi pembentukan kelompok dan kohesi kelompok

Membangun sebuah lingkungan kelas yang positif dapat memotivasi siswa untuk meraih prestasi. Hal ini menuntut perhatian terhadap kebutuhan sosial dan emosional siswa di samping kebutuhan akademik mereka.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Memiliki strategi pembelajaran untuk mencapai kompetensi

Strategi adalah siasat atau pendekatan menyeluruh yang diperlukan untuk mencapai suatu maksud. Pembelajaran adalah usaha mengelola lingkungan secara sengaja agar orang lain membentuk dirinya dalam kondisi tertentu. Kompetensi merupakan satu kesatuan utuh yang menggambarkan potensi, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dinilai; yang terkait dengan bidang tertentu berkenaan dengan bagian-bagian yang dapat diaktulisasikan dan diwujudkan dalam bentuk tindakan.

Dalam pembelajaran yang mengundang siswa dituntut untuk dapat memiliki strategi pembelajaran guna mencapai kompetensi. Karena itu guru harus memiliki integritas yang mampu mengajar untuk mengembangkan seluruh pribadi siswa. Mengajar tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, akan tetapi juga meliputi pengembangan aspek afektif, dan aspek psikomotor. Sehingga dapat mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa secara terintegrasi.<!–[if !supportFootnotes]–>[5]<!–[endif]–>

Dalam Peraturan Pemerintah (Permen) Bab IV Pasal 19 No. 19 Tahun 2005 dikatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.

Sesuai dengan isi peraturan pemerintah di atas, maka ada sejumlah prinsip khusus dalam pengelolaan pembelajaran yang mengundang, yaitu:

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Interaktif

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Inspiratif

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Menyenangkan

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Menantang

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Motivasi

Secara pedagogis pembelajaran aktif (active learning) adalah proses pembelajaran yang tidak hanya didasarkan pada proses mendengarkan dan mencatat. Menurut Bonwell dan Eison (1991) pembelajaran aktif adalah melibatkan siswa dalam melakukan sesuatu dan berpikir tentang apa yang mereka lakukan. Menurut Simons (1997) pembelajaran aktif memiliki dua dimensi, yaitu pembelajaran mandiri (independent learning) dan bekerja secara aktif (active working). Independent learning merujuk pada keterlibatan siswa pada pembuatan keputusan tentang proses pembelajaran yang akan dilakukan. Active working merujuk pada situasi dimana pembelajar ditantang untuk menggunakan kemampuan mentalnya saat melakukan pembelajaran. Pembelajaran aktif mendasarkan pada asumsi bahwa pembelajaran pada dasarnya adalah pencarian secara aktif pengetahuan dan setiap orang belajar dengan cara yang berbeda (Meyers dan Jones, 1983). Karena cara yang berbeda, bisa terjadi penafsiran yang berbeda pula.
Pembelajaran reflektif (reflective learning) memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan analisis atau pengalaman individual yang dialami dan memfasilitasi pembelajaran dari pengalaman tersebut. Pembelajaran reflektif juga mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif, mempertanyakan sikap dan mendorong kemandirian pembelajar. Pembelajaran reflektif melihat bahwa proses adalah produk dari berpikir dan berpikir adalah produk dari sebuah proses (Donald F. Favareau, 2005).
Pembelajaran aktif-reflektif pada dasarnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan melibatkan pengalaman dirinya sebagai bahan pembelajaran untuk membantu dalam membentuk sebuah pengetahuan dan merangsang peserta didik untuk berpikir kreatif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan nyata dalam kehidupan. Pembelajaran aktif-reflektif juga menghargai keunikan dan kemampuan individu dalam proses pembelajaran. Pembelajaran aktif-reflektif akan sangat membantu peserta didik untuk mengembangkan dirinya secara utuh sebagai sebuah pribadi, karena pengetahuan yang diperoleh peserta didik bukan hanya berasal dari pengetahuan atau teori orang lain akan tetapi juga dibantu dengan pengalaman nyata dari diri peserta didik. Kondisi pembelajaran tersebut akan sangat membantu dalam pembentukan pribadi yang dewasa, mandiri dan kreatif.
Dalam penerapannya di kelas model pembelajaran ini pada dasarnya meminta semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran yaitu guru dan siswa untuk memiliki kemampuan merefleksikan pengalaman dan kemauan untuk membagikan pengalaman tersebut dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan proses tersebut diharapkan baik guru dan siswa dapat menjadi pribadi pemelajar sepanjang hayat dan lebih independen.

Pembelajaran efektif, bukan membuat guru pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. Penerapan pembelajaran yang mengundang dalam proses belajar-mengajar menghasilkan metode pengajaran yang menekankan aktivitas utama pada siswa. Teori pendidikan yang didasari konstruktivisme memandang murid sebagai orang yang menanggapi secara aktif objek-objek dan peristiwa-peristiwa dalam lingkungannya, serta memperoleh pemahaman tentang seluk-beluk objek-objek dan peristiwa-peristiwa itu. Menurut teori ini, perlu disadari bahwa siswa adalah subjek utama dalam kegiatan penemuan pengetahuan. Mereka menyusun dan membangun pengetahuan melalui berbagai pengalaman yang memungkinkan terbentuknya pengetahuan. Mereka harus menjalani sendiri berbagai pengalaman yang pada akhirnya memberikan percikan pemikiran (insight) tentang pengetahuan-pengetahuan tertentu. Hal terpenting dalam pembelajaran adalah siswa perlu menguasai bagaimana caranya belajar (Novak & Gowin, 1984). Dengan itu, ia bisa jadi pembelajar mandiri dan menemukan sendiri pengetahuan-pengetahuan yang ia butuhkan dalam kehidupan.

Pembelajaran yang mengundang telah menjadi trend tersendiri, dan banyak digunakan oleh para guru di dalam proses pembelajarannya. Pembelajaran menjadi menyenangkan dan mengasyikkan. Bila peserta didik sudah merasakan senang maka akan muncul pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Siswa akan menemukan sendiri gaya belajarnya dan menumbuhkan segenap potensi kreativitasnya. Pembelajaran yang mengundang sangat cocok diterapkan pada pelajaran internet dengan materi membuat blog di internet.

 

 

  1. Hakikat Blog di Internet

Sebuah Weblog, Web log atau singkatnya Blog, adalah sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Media Blog pertama kali di populerkan oleh Blogger.com , yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada tahun 2002.

Menulis Blog Mungkin dianggap sebagai pekerjaan mengisi waktu luang bagi kebanyakan orang pada awalnya tetapi kenyataan yang sering terjadi kemudian adalah seorang penulis blog yang aktif memerlukan waktu yang lebih dari sekadar mengisi waktu luang. Walaupun bisa jadi memerlukan waktu dan perhatian khusus, menulis blog bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Setidaknya Anda akan mendapatkan banyak hal jika tulisan Anda mendapatkan cukup banyak perhatian pembaca. Sebuah blog dapat menimbulkan interaksi dan umpanbalik, menghasilkan informasi, pengetahuan, atau hiburan bagi pembaca, maka jangan heran kalau tulisan Anda ditunggu- tunggu, dan situs blog Anda mendapatkan tempat kehormatan terletak pada daftar bookmark pengunjung setia Anda. Jika Anda telah tertarik memublikasikan sesuatu pada blog Anda maka pertanyaan berikutnya adalah mulai dari mana dan bagaimana membuat blog?

Asal Mula Blog<!–[if !supportFootnotes]–>[6]<!–[endif]–>

Istilah blog berasal dari dua kata, yaitu web log. Sehingga sebuah blog dapat diartikan sebagai catatan, jurnal, diary, atau apapun yang ingin Anda tulis, yang dipublikasikan di dalam sebuah website.

Blog pada umumnya berbentuk rangkaian tulisan kronologis dengan tulisan terbaru berada pada bagian atas. Hal yang bisa dimengerti karena posisi teratas mudah untuk diakses pengunjung, dan mudah untuk diketahui pengunjung apabila terdapat tulisan yang baru di-update. Blog modern seperti yang dikenal pada saat ini merupakan pengembangan dari online diary yang dimulai dari tahun 1994. Seperti tercermin dari namanya, online diary adalah diary atau jurnal seseorang yang dipublikasikan melalui Internet. Pada online diary, orang-orang menuliskan aktivitas dan pengalaman mereka dari hari ke hari, dapat juga berupa komentar, puisi, atau pemikiran lain.

Karena bersifat online, maka online diary tentunya diperuntukkan agar orang lain dapat membacanya. Pembaca juga mampu berkontribusi di dalamnya dengan menuliskan tanggapan terhadap penulis online diary. Seiring dengan perkembangan Internet dan teknologi, online diary mulai berkembang dengan mengombinasikan unsur multimedia, yaitu text, video, dan gambar. Di lain pihak, website perusahaan maupun personal yang saat itu mulai marak, sering menampilkan menu News (atau What’s New) pada halaman utama yang berisi berita terbaru yang disusun berdasarkan tanggal terbaru. Unsur-unsur gabungan dari sebuah website pada umumnya dan online diary inilah yang kemudian melahirkan web blog atau blog.

Karena itu, blog saat ini tidak hanya menampilkan content, tetapi juga diperkaya dengan fitur-fitur lain sebagaimana layaknya sebuah website. Fitur-fi tur tersebut antara lain adalah link ke blog/website lain, juga terdapat weblog search engine yang mengizinkan Anda menelusuri topik-topik yang berhubungan satu sama lain sesuai dengan minatnya. Pembuat blog kemudian dikenal dengan nama blogger, dan menjadi hal yang umum (dan hampir wajib) untuk para blogger membentuk suatu persahabatan di dunia maya, baik dengan saling memberikan link website ataupun terlibat dalam suatu komunitas blog. Pada tahun 2000 ke atas blog semakin berkembang pesat dengan munculnya blog-blog populer, antara lain:

1. AndrewSullivan.com

Andrew Sullivan adalah seorang pembicara, komentator, kolumnis politik yang memiliki analisis dan gaya yang khas. Hal tersebut membuat blog Andrew Sullivan sebagai salah satu blog yang paling banyak dibaca di Internet. Andrew Sullivan menyebut blognya dengan nama Daily Dish, dimulai pada akhir tahun 2000, dan dengan cepat menjadi blog politik yang sangat popular dengan panasnya berita-berita politik, dan terutama serangan teroris 11 September 2001 yang merontokkan Word Trade Center. Fakta juga mencatat bahwa blog politik merupakan kategori blog yang terhangat dan memiliki banyak pembaca, AndrewSullivan. com hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak blog politik yang popular. Walaupun demikian, tidak berarti kategori blog lain tidak dapat mengumpulkan pembaca yang setia dalam jumlah yang fantastis.

2. Scary Duck

Scary Duck beralamatkan pada http://scaryduck.blogspot.com, tidak terpaku pada suatu kategori pembahasan seperti politik, olahraga, hiburan, atau yang lainnya, melainkan Scary Duck mencakup keseluruhannya. Gaya penulisan yang ringan tetapi dengan wawasan yang luas, ditambah dengan gambar yang jenaka membuat Scary Duck dinobatkan menjadi blog terbaik pada suatu kompetisi blog di Inggris pada tahun 2002. Scary Duck merupakan salah satu blog yang dapat Anda jadikan sebagai referensi yang baik untuk mengawali perjalanan Anda sebagai blogger!

3. Hardware Blog

Anda ingin mengulas khusus mengenai hardware di dalam blog Anda? Tidak masalah, Hardware Blog dengan alamat http:// www.hwblog.com merupakan contoh blog yang mengulas pernak-pernik hardware. Hardware memang merupakan salah satu topik yang tidak pernah habis dibahas. Dengan ditunjang penulisan yang menarik dan tentunya pengetahuan yang baik mengenai hardware itu sendiri, blog sejenis ini sangat mungkin mendapatkan fans pembaca dalam tempo yang relatif cepat.

Blog Perusahaan

Untuk mengumpulkan komunitas dan memberikan informasi yang luas, suatu perusahaan atau institusi juga dapat aktif membuat blog. Artinya, dunia bisnis ternyata juga mulai menilik blog sebagai sebuah sarana yang dapat mendukung kemajuan perusahaan. Contohnya dapat Anda lihat pada situs http://www.computerworld. com/blogs yang merupakan blog dari Computer World, sebuah perusahaan media teknologi terkemuka. Computer World membagi-bagi kategori blognya untuk mempermudah klasifi kasi, misalnya kategori Security yang membahas masalah keamanan, kategori Operating System yang membahas sistem operasi, dan masih banyak lagi. Bagaimana dengan di Indonesia? Tentunya tidak ketinggalan, contohnya Indosiar memiliki blog di http://blog.indosiar. com, sementara Tempo Interaktif memiliki blog di http://blog tempointeraktif.com.

Melihat bahwa perusahaan yang berorientasi bisnis juga mulai nge-blog, mungkin menimbulkan pertanyaan apakah bisa mendapatkan uang melalui blog? Karena bisa jadi terpikir oleh Anda, sudah lelah-lelah menulis, masa tidak dapat uang? Jawabannya adalah Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari blog. Penghasilan tambahan dapat berupa iklan, donasi, atau bahkan menjual produk dalam blog Anda. Tujuannya tentu untuk mendapatkan penghasilan, karena itu Anda tidak perlu malu untuk meletakkannya jika memang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Akan tetapi, hal yang terutama kembali pada content blog itu sendiri, apakah Anda dapat menjaga kualitasnya sehingga proporsi dan tampilan blog Anda tetap terjaga dengan baik dan menarik bagi pengunjung (yang tentunya masuk ke dalam blog bukan untuk mencari iklan). Nuansa keakraban menjadi salah satu ciri blog, tetap mengutamakan content walaupun Anda juga mengharapkan penghasilan tambahan. Percayalah jika Anda mampu menampilkan tulisan menarik dan produktif, maka secara otomatis Anda akan lebih banyak dikenal dan mengenal orang, yang pada akhirnya akan menciptakan kesempatan-kesempatan yang lebih baik lagi.

Membuat Blog

Hal pertama untuk memulai blog adalah apa tujuan Anda. Apa yang ingin Anda tulis dan publikasikan? Misalkan saja, Anda seorang penggemar dan pengamat sepak bola yang berniat menuliskan review pertandingan-pertandingan favorit. Kemudian perlu dipikirkan perkembangannya, apakah Anda ingin membuat blog Anda khusus mengetengahkan sepak bola? Ataukah dapat berkembang luas, dan sepak bola hanyalah salah satu kategori yang terdapat dalam blog Anda?

Hal seperti ini perlu Anda pertimbangkan masak-masak sebelum menentukan nama domain blog Anda, yang tentunya mencerminkan isi blog Tahap berikutnya adalah menentukan domain dan hosting untuk blog Anda. Anda dapat membuat sendiri blog Anda dari awal, mulai dari membeli domain dan menyewa hosting, desain web dan database, melakukan pengodean, hingga mempublikasikan web tersebut sebagaimana seorang webmaster bekerja. Pastinya tidak semua blogger harus memiliki latar belakang dan skill webmaster. Cara yang lebih mudah adalah dengan menggunakan jasa website blog/self-hosted blog (yang umumnya gratis), di mana Anda dapat menciptakan nama sub-domain, dan menggunakan template blog yang disediakan.

Seluruh fasilitas yang diperlukan oleh blogger tentunya sudah disediakan untuk mempermudah Anda meng-upload content dan mengatur layout. Kekurangannya adalah fitur yang dapat Anda gunakan terbatas pada fitur yang disediakan website tersebut. Salah satu contoh self-hosted blog yang dapat Anda gunakan adalah WordPress, yang menggunakan backend database MySQL dan ditulis dengan PHP, beralamatkan pada wordpress. com. Langkah-langkah registrasi dan penggunaan WordPress sangat mudah dipahami, pilihan theme yang tersedia juga cukup bervariasi, dilengkapi dengan fitur-fitur seperti multibahasa, statistik, spam protection, content management, dan sebagainya.

Website-website popular lain yang menyediakan jasa serupa antara lain adalah Blogger (dulu bernama BlogSpot) dengan alamat blogger.com, WordLog (wordlog.com), bahkan website Friendster (friendster.com) juga telah menambahkan fasilitas blog bagi member-nya. Untuk blog yang lebih spesifik, terdapat beberapa kategori blog berdasarkan medianya, antara lain:

1. Vlog

Merupakan singkatan dari Video Log, yang menggunakan media video sebagai content utama. Yang termasuk dalam kategori ini adalah YouTube (youtube.com).

2. Photolog

Sesuai dengan namanya, Photolog menggunakan media gambar sebagai content utama, tentunya cocok bagi Anda yang memiliki hobi atau memiliki pekerjaan pada bidang fotografi , ataupun sekadar hanya ingin menampilkan koleksi gambar dan foto. Jika Anda berada pada kategori ini, website yang menyediakan service-nya antara lain adalah Flickr yang beralamatkan pada flickr.com, FotoLog di photolog.com, dan masih banyak lagi.

3. Tumbleblog

Tumbleblog merupakan variasi berbagai media seperti gambar, link, video, dan sebagainya. Salah satu website yang menyediakan service ini adalah tumblr.com. Format tumbleblog singkat tanpa menyertakan komentar yang umumnya ditemukan pada blog biasa. Sangat cocok jika Anda ingin memublikasikan sesuatu dengan cepat dan to the point, misalnya sekadar berbagi kata inspirasi yang dapat menjadi memotivasi diri.

Berkat teknologi yang berkembang pesat, blog juga mengalami migrasi device dari PC atau notebook menuju device lain seperti PDA dan ponsel, jenis blog ini dikenal dengan moblog, yang merupakan gabungan dari kata mobile dan blog. Tidak kalah dengan blog biasa, moblog juga mulai menyediakan dukungan multimedia seperti gambar dan video. Moblog berkembang dengan pesat diiringi dengan penggunaan fitur-fitur yang semakin digemari pada ponsel/PDA seperti kamera dan koneksi wireless, sehingga mempermudah melakukan melakukan publikasi gambar dengan cepat. Sebagaimana ungkapan lama mengatakan “satu gambar bermakna ribuan kata”, para moblogger dapat mengekspresikan yang mereka inginkan melalui gambar secara “on the fly”.

Kemunculan blogger yang semakin meningkat setiap harinya membuat dunia Internet semakin penuh dengan informasi baru Seseorang mungkin tidak membutuhkan semua informasi tersebut, tetapi semua orang pasti membutuhkan sebuah informasi dan informasi yang dibutuhkan tersebut bisa jadi tersedia pada salah satu blog. Memutuskan menjadi blogger berarti memutuskan tampil di depan publik, apa yang Anda sampaikan dapat dikagumi, dipuji, atau sebaliknya dibantah, dikoreksi dan dicerca oleh orang lain dalam bentuk komentar (atau bahkan blog saingan!). Publikasi dan informasi yang Anda sampaikan pada publik, akan mengikuti proses penilaian yang menentukan apakah informasi Anda akan disukai atau tidak disukai (yang pasti, keduanya bisa membuat Anda popular). Beberapa anggapan menganggap blog sama dengan buku diary memang terdapat persamaan yang jelas, yaitu baik blog maupun diary umumnya merupakan ungkapan hati dan pikiran, tetapi ada perbedaan yang besar di antara keduanya. Diary menulis untuk diri sendiri, sementara dalam membuat blog, Anda menulis blog untuk dibaca oleh orang lain. Hal ini merupakan dasar yang penting dalam membuat blog. Dengan dasar ini, Anda tentu akan berusaha membuat tulisan yang objektif, beretika, bertanggung-jawab, dan tentunya bermanfaat bagi orang lain.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere .Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktifitas, informasi dan opini yang sangat besar mengerupsi beberapa subyek atau sangat kontroversi dalam blogoshpere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

Dalam konferensi blog di Universitas Harvard, terungkap enam pilar kunci yang membedakan blogging dengan saluran komunikasi lainnya. Pertama, Publishable. Anda dapat langsung mem-posting berita. Mudah, murah, dan dapat dibaca di mana pun. Kedua, Findable. Mudah ditemukan lewat situs pencari, berdasarkan subjek, nama penulis, atau keduanya. Makin tambun suatu blog, makin digemari. Ketiga Social. Blogosphere cirinya adalah cuap-cuap. Percakapan yang menarik berdasarkan topik beralih dari suatu situs ke situs web, nge-link dari suatu link ke link lain. Melalui blog, mereka yang memiliki minat yang sama dapat membangun network atau berita lintas geografi. Keempat, Viral. Informasi menyebar lebih cepat melalui blog dibanding news service. Saat ini tak ada viral marketing yang dapat menyetarakan kecepatan dan efisiensi suatu blog. Kelima, Syndicatable. Content yang kaya mudah disindikasikan oleh siapa saja. Bayangkan dunia penuh dengan orang pandai, dan, lewat media blog, ribuan informasi yang tersebar dapat didapat. Keenam, Linkable. Setiap blog nge-link ke yang lain, memiliki akses ke puluhan juta orang yang mengunjungi blogosphere setiap hari yang bercirikan komunikasi internet dua arah. Media blog itu bak supermarket tabloid, demikian Dan Gillmor, penulis buku We the Media.

Mengingat kekuatan dari blog tersebut, peneliti berpikir kiranya seorang guru dan siswa perlu nge-blog, kenapa? Karena blog adalah media yang paling OK disamping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri bagi guru dan siswa. Dengan adanya blog, guru dan siswa dapat menerapkan pembelajaran yang mengundang asalkan mereka kreatif dalam menulis.

 

  1. Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (guru dan teman sejawat) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.

PTK adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merencanakan, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.<!–[if !supportFootnotes]–>[7]<!–[endif]–>

Masalah PTK harus berawal dari guru itu sendiri yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. PTK atau Classroom Action Research (CAR) adalah Action Research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Penelitian Tindakan pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan-riset-tindakan”, yang dilakukan secara siklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai guru merasa masalah itu terpecahkan.

Pada dasarnya ada empat tahap pelaksanaan PTK, yaitu :

Tahap I : menyusun rancangan tindakan (planning)

Tahap II : melaksanakan tindakan (action)

Tahap III : mengamati (observation)

Tahap IV : melakukan refleksi (reflection)

 

  1. Kondisi awal subyek yang diteliti

Kelas Akselerasi adalah kelas yang dikhususkan untuk memberikan pelayanan kepada siswa yang memiliki bakat dan cerdas istimewa. Namun kemampuan menulis kelas ini kurang maksimal, padahal mereka adalah anak yang cerdas dan berbakat istimewa. Apa yang salah dalam proses pembelajarannya, sehingga mereka terlihat kurang kreatif dan malas untuk menulis. Karena itu perlu dicari solusi untuk mengatasi masalah ini.

Dari 22 siswa di kelas akselerasi SMP Labschool Jakarta di bulan Desember 2007 hanya 4 siswa (18%) yang memposting (membuat tulisan) di Blognya. Sisanya 18 siswa (82%) hanya sekedar membuat Blog saja dan tidak mengupdate tulisannya. Padahal guru telah memberikan tugas itu selama sebulan. Bahkan Blog yang dibuat sepi dari pengunjung dan kurang banyak manfaatnya. Karenanya guru TIK tergerak untuk memotivasi siswanya agar dapat terus mengupdate Blognya dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Guru TIK mencoba memberikan tugas-tugas internet yang dapat dikerjakan di rumah dengan menggunakan metode pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif menulis di Blog pribadinya di internet.

Guru TIK juga memberikan contoh bagaimana menulis yang baik di blog dengan membuat blog guru yang interaktif, memberikan komentar positif pada blog siswa sehingga siswa merasa tulisannya dihargai, dan guru membuat sendiri media pembelajaran dengan materi membuat blog yang mudah dipahami siswa dengan program camtasia 5, untuk mengatasi akses internet yang lambat di sekolah. Program tersebut dibuat dalam bentuk film dengan ekstension file MP3 dan dicopy dalam bentuk CD. Program ini juga diupload ke dalam http://www.youtube.com agar dapat juga dipelajari siswa langsung dari internet dengan membuat link ke blog guru.

Internet di SMP Labschool Jakarta menggunakan akses internet speedy unlimited dari PT. Telkom dengan kecepatan 384 kbps untuk 45 PC. Dengan kecepatan akses internet yang terkadang lambat, membuat guru TIK berkreasi membuat program pembelajarannya tidak harus berada di lab komputer, tetapi siswa dapat mengerjakan tugasnya di rumah atau di warnet. Dari hasil wawancara dengan para siswa, rata-rata siswa telah memiliki komputer yang lengkap dengan akses internetnya. Di sekitar sekolah sendiri sudah banyak warnet yang dibuka untuk umum. Bahkan mereka buka 24 jam non stop.

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–>

 
  <!–[endif]–><!–[if !mso]–>

<!–[endif]–>

Gambar 3.

Siswa sedang membaca data Blog Siswa Aksel dan akan membuat Link dengan Blog teman sekelasnya

<!–[if !mso]–>

<!–[endif]–><!–[if !mso & !vml]–> <!–[endif]–><!–[if !vml]–>

<!–[endif]–><!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

 


<!–[if !supportFootnotes]–>

<!–[endif]–>

<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–> Richard J. Gerrig, Psychology and life, International Edition, Edisi ke-17, 2004, p.307

<!–[if !supportFootnotes]–>[2]<!–[endif]–> Sri Mulyawati, Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon, Menulis, Keterampilan yang Terabaikan, Republika, 9 Juli 2008, p. 8

<!–[if !supportFootnotes]–>[3]<!–[endif]–> Pedoman penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik berkecerdasan istimewa (program akselerasi) yang diterbitkan oleh Depdiknas tahun 2007, p 57

<!–[if !supportFootnotes]–>[4]<!–[endif]–> Joko Prayitno, Guru SMP IT Nurul Fikri Depok, Motivasi dalam Belajar, Republika, Rabu, 18 Juni 2008, p.8

<!–[if !supportFootnotes]–>[5]<!–[endif]–> Dr. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Penerbit Kencana, 2008, p. 133

<!–[if !supportFootnotes]–>[7]<!–[endif]–> Depdikbud. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research ). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Iklan

One response to “Upaya Meningkatkan Kreativitas Menulis Siswa Pada Pembuatan Blog di Internet

  1. It is good article to read particularly teachers who are creative and innovative. Thank you very much.