Tiada Hari Tanpa Kompasiana

Sejak saya bergabung dalam blog ini, saya merasakan ada sesuatu yang membuat minat saya dalam menulis begitu besar. Selain itu, di dalam blog kompasiana ini saya menemukan warna-warni kehidupan. Ada dokter yang selalu menulis tentang kesehatan, ada profesor yang menulis beraneka ragam tulisan dari yang ringan sampai yang ilmiah, ada mantan jendral yang menganalisis perkembangan politik secara tajam, dan ada pula para wartawan yang menuliskan tentang perkembangan istana dan dunia. Masih banyak penulis lainnya. Dari berbagai macam profesi yang ada di dunia ini dan tulisannya pun sangat berisi dan bermakna.

public internet

public internet

Tanpa terasa blog kompasiana.com telah menambah khasanah ilmu pengetahuan baru yang dapat dijadikan rujukan para blogger baru. Walau terkadang tak sadar mereka telah menjadi plagiat dari tulisan di blog kompasiana ini. Semoga itu karena mereka masih baru dan belum tahu etika, kalau mengambil tulisan harus menuliskan pula sumbernya. Disinilah kita belajar. Belajar menjadi orang jujur. Belajar memahami antara pemikiran satu dengan yang lainnya, dan yang paling penting menghargai keberagaman.

Pemikiran boleh beda, tapi tujuan tetap sama. Sama-sama ingin menjadi blogger tetap di kompasiana.com yang penuh dengan warna-warni. Sampai-sampai blog sejenis sudah mulai ditinggal orang. Percaya dech! blog Ini akan menjadi Bhineka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua). Menjadi contoh bangsa Indonesia yang terkenal santun dan ramah dalam dunia maya.

Untuk bisa mengirimkan tulisan di blog ini, awalnya saya hanya mengandalkan mas pepih dengan mengirimkan email kepada beliau. Namun, berkat bimbingan dan dorongan yang terus menerus dari beliau, alhamdulillah saya sudah bisa menuliskan sendiri apa yang ada dalam otak saya langsung di blog ini. Entahlah, saya seperti orang yang lagi jatuh cinta. Bila sehari tak menulis dan membaca kompasiana rasanya ada yang hilang. Seperti orang yang kehilangan pacarnya. (Ha..ha..ha..)

Blog ini mempunyai daya tarik tersendiri. Bahkan saya sudah menyuruh anak-anak didik saya untuk mengambil tulisan dari blog kompasiana untuk bahan kliping mereka. Mereka pun saya arahkan untuk dapat juga menciptakan informasi dengan banyak menulis. Di blog ini, saya merasakan benar arti sebuah pembelajaran. Pembelajaran online yang tak pernah tidur, guru yang tak pernah marah, dan membuat saya pun merasa wajib untuk berbagi. Berbagi informasi dari apa yang saya ketahui dan berbagi kebaikan tentunya. Meskipun kebaikan itu hanya berupa sebuah tulisan.

Kompasiana juga telah menghantarkan saya menjadi blogger yang sering ditunggu tulisannya, dan tanpa saya sadari blog pribadi saya pun di https://wijayalabs.wordpress.com menjadi banyak pengunjungnya. Semua itu berkat saya bergabung di blog http://kompasiana.com. Sedikit demi sedikit jumlah statistik pengunjung blog saya naik dan nampaknya saya harus mendesain rumah virtual saya agar lebih cantik dan indah. Maklumlah sudah banyak tamu yang datang, jadi malu dong kalau desain blognya masih “jadul”.

Di sisi lain, Kompasiana telah membuat saya tidak hanya memiliki keterampilan menulis, tetapi juga kreativitas menulis. Apa bedanya? Kreativitas menulis lebih tinggi dari keterampilan menulis. Para blogger bukan hanya dituntut untuk menulis yang baru, tetapi mampu membuat tulisan yang menarik sehingga menjadi sebuah tulisan yang populer. Enak dibaca dan mengundang orang untuk memberikan komentarnya. Karena itu, anda sudah harus siap menerima pujian dan makian. Di sinilah kreativitas dan kesabaran anda teruji. Pembacalah yang akan menentukan tulisan anda layak ataukah tidak untuk dibaca dan dikomentari.

Akhirnya, tiada hari tanpa membaca dan menulis di kompasiana. Selamat bergabung dan rasakan manfaatnya!

Wijaya Kusumah, Guru SMP Labschool Jakart

Komentar ditutup.