Mendengar, Membaca, dan Menulis

Bila anda ingin jadi orang hebat, maka anda harus memiliki kemampuan mendengar, membaca, dan menulis. Orang menyebutnya kemampuan 3M (Three M).

Mendengar, membaca, dan menulis adalah tiga kemampuan yang bisa dikuasai oleh setiap orang.

Anda pernah mendengar siaran radio? Atau mendengar lagu-lagu favorit anda?  Tentu nikmat rasanya, bila anda mendengarkannya dengan penuh perhatian. Lalu bagaimana kalau kemampuan mendengar itu anda alihkan untuk mendengarkan keluhan orang lain, berusaha dengan utuh mendengarkan orang itu bicara dan dengan penuh rasa empati anda merasakannya. Merasakan benar apa yang dirasakan olehnya.

Namun sangat disayangkan, budaya mendengar kurang jadi idola. Kita masih terlalu ingin didengar, dan kurang banyak mendengar. Akibatnya kita tak memiliki perasaan empati dan sifat tenggang rasa. Kalau sudah demikian, maka jadilah kita manusia yang berhati kotor karena kesombongan telah menjadi baju utama kita. Pernahkah kita berpikir, bahwa manusia dilahirkan untuk mendengar. Mendengar panggilan Allah melalui merdunya suara-suara adzan dari load speaker masjid ketika waktu sholat tiba?

Kemampuan mendengar harus melekat dalam keseharian kita. Bila kemampuan mendengar telah melekat, maka tak akan ada lagi manusia yang miskin. Karena orang kaya mendengar orang miskin bicara. Lalu bagaimana kalau orang yang miskin itu adalah anda?

Kalau anda masih miskin, maka kemampuan mendengar anda harus lebih dioptimalkan. Cari tahu kenapa orang itu bisa sukses dan tirulah apa yang bisa anda tiru. Metode yang anda gunakan adalah AMati Tiru, dan Modifikasi (ATM).

Kemampuan yang tak kalah penting adalah membaca. Dengan banyak membaca, anda akan mendapatkan pengetahuan yang banyak. Pengetahuan yang bisa anda tularkan kepada orang lain. jangan pelit ketika ilmu anda bertambah, sebab bila anda pelit dalam ilmu pengetahuan, maka ilmu anda tak akan berkembang. Anda harus memiliki falsafah mata air. Semakin diambil, semakin jernih airnya.

Membaca harus menjadi kegiatan rutin kita setiap hari. Membaca di kompasiana adalah salah satunya. Jangan biarkan diri anda tak membaca kompasiana. Namun, ada hal lain yang tak kalah pentingnya. Membaca kalam ilahi jelas wajib hukumnya bila kita ingin mengetahui lebih banyak Firman-firman Allah. Apalagi bila kita ingin membaca gejala-gejala alam ini, tentu dibutuhkan pengetahuan super yang anda dapat ambil dari sang pemilik ilmu.

Kemampuan lainnya yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan menulis. Dengan menulis anda akan dapat menelurkan ide-ide cemerlang anda. Dengan menulis anda berupaya menyampaikan apa yang berada di dalam otak anda keluar berupa huruf-huruf menarik yang membuat orang lain merasakan sebuah kenikmatan. Kenikmatan yang hanya anda sendiri yang bisa merasakannya. Anda bisa tertawa, dan menangis dibuatnya. Itulah kemampuan menulis, bisa mengambil hati setiap orang lain.

Ternyata kemampuan mendengar, membaca, dan menulis sangat berpengaruh besar dalam hidup kita. Kalau begitu mari kita latih diri ini untuk terbiasa mendengar, membaca, dan menulis. Bila ketiga kemampuan itu telah menyatu dalam diri anda, maka anda akan menjadi seorang orator ulung.  Percayalah!.

Komentar ditutup.