Konektivitas, Konvergensi, Konten kreatif, Kolaborasi, dan Kontekstual.(5K)

Membaca Humaniora koran Kompas hari ini, Sabtu 28 Pebruari 2009 ada yang membuat hati saya tersulut untuk membuat tulisan ini. Sebagai guru yang mengampu bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saya sungguh mendapatkan pencerahan setelah membaca tulisan itu. Tulisan yang berjudul “5K”, Generasi Berbasis TIK Masa Depan. Silahkan lihat di url di bawah ini.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/28/00490685/5k.generasi.berbasis.tik.masa.depan

Saya merenung dan menghela nafas panjang, bahwa teknologi begitu cepat sekali perkembangannya. Belum sempat saya menguasai, sudah datang lagi yang baru. Kalau saya tak memiliki semangat yang tinggi untuk belajar, tentu saya akan tertinggal dan ditinggal oleh mereka-mereka yang menguasai teknologi ini.

Kemajuan informasi teknologi telah mengubah sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dari sini muncul apa yang disebut C-Generation, yaitu sebuah generasi baru yang melek teknologi dan sangat peka akan konektivitas, konvergensi, konten kreatif, kolaborasi, dan kontekstual. Nasib bangsa ini ke depan bergantung kepada mereka ini.

Untuk itu, selain upaya struktural melalui berbagai peraturan, diperlukan langkah strategis melalui berbagai pendekatan kultural untuk mengantarkan potensi generasi masa depan ke kelompok masyarakat yang bernilai dan kompetitif.

Sebagai guru yang hidup dalam alam digital native yang telah bergabung bersama penduduk asli di dunia digital, tentu saya harus belajar banyak dari peserta didik. Saya tak malu belajar, dan bertanya pada mereka bila saya tidak tahu. Anak sekarang jauh lebih cepat daya tangkapnya ketimbang zaman kita dulu. Dunia digital telah merubah mereka seperti itu. Otak mereka adalah otak Google yang cepat mencari informasi di rimba belantara internet.

Kembali kepada judul konektivitas, Konvergensi, Konten kreatif, Kolaborasi, dan Kontekstual (5K). jelas sekali 5K akan memegang peranan penting dalam dunia ini. Dimana konektivitas begitu mudahnya dibentuk melalui jejaring sosial seperti facebook dan friendster. Belum lagi konvergensi dimana teknologi cepat sekali dialihkan dan ditansformasikan serta dicerna dengan mudah oleh anak-anak kita. Ditambah lagi dengan berkembangnya web 2.0 yang semakin mudahnya orang membuat blog dengan mudah dan serba gratis. Setiap orang kini dapat menciptakan informasi di blog mereka sendiri. Peran mas media khususnya media cetak sedikit demi sedikit berkurang, dan jangan kaget bila kemudian terpaksa mengunci rapat pintu kantornya. Konten-konten kreatif akan berterbangan dengan gesitnya seiring dengan semakin kreatifnya anak-anak natives ini. Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) pun semakin mudah digunakan, karena bersifat kontekstual, yaitu menyambung dalam kehidupan dunia nyata. Akhirnya, dunia nyata dan dunia maya seakan saling bertanding memprebutkan tempat manusia menyalurkan kreativitasnya. Khususnya kreativitas dalam menulis yang diarahkan untuk selalu menciptakan informasi baru.

Sudah saatnya kita sebagai kaum pendatang tidak melihat lagi sisi negatif dari ICT. Perkembangannya ternyata sangat bermanfaat dan dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Adanya 5K yang terus berkembang, seakan dunia adalah bola kecil yang dapat diputar-putar manusia hanya dalam waktu 24 jam. Manusia pun tak perlu bersusah payah mengeluarkan tenaga banyak. Biaya Ekonomi pun dapat ditekan seminimal mungkin karena 5K menjadi solusinya.

Oleh karena itu, mari laksanakan segera gerakan melek ICT melalui kompasiana yang kita sayangi ini. Kompasiana telah mengaplikasinya 5K tidak hanya dalam dunia maya tetapi juga dunia nyata. Adanya kegiatan seperti kopi darat yang baru lalu dan akan dilanjutkan dengan kopi darat kedua tentu akan semakin dahsyatnya blog kompasiana ini di mata masyarakat berpengetahuan.

Saya yakin dan seyakin-yakinnya, Kompasiana telah menjadi pusat sumber belajar (PSB) untuk kita semua. Mengapa kita tidak mencoba untuk terus menulis, dan mengisinya dengan pengetahuan, pengalaman, dan berbagi informasi serta kebahagiaan.

Akhirnya Konektivitas, Konvergensi, Konten kreatif, Kolaborasi, dan Kontekstual (5K) akan membawa para blogger kompasiana menjadi senasib sepenanggungan, seia sekata, selangit sebumi, dan kalau perlu sehidup semati. Seperti cerita Romeo dan Yuliet.

Salam Blogger

Iklan

Komentar ditutup.