Wisata Kemiskinan oleh Capres dan Cawapres

Pagi ini saya sengaja tak membawa kendaraan saya ke sekolah seperti biasanya. Saya putuskan pagi ini untuk naik angkutan umum. Selama dalam perjalanan banyak hal yang saya lihat. Dari mulai semakin banyaknya orang datang dari pinggiran Jakarta menuju kantornya di pusat kota Jakarta. Persis seperti rombongan semut yang mencari gula. Mereka bertemu dalam satu titik makanan. Bergerombol dan berkerjasama sesuai tugasnya masing-masing.

Jakarta adalah kota yang sangat menjanjikan. Menjanjikan bagi siapa saja yang telah sukses dalam pekerjaannya. Di sini berkumpul berbagai suku, profesi, agama, dan lain sebagainya. Di kota ini pulalah kita dapat melihat wajah kemiskinan rakyat kota.

Saya hanya ingin mengusulkan kepada capres dan cawapres  untuk berwisata dulu di kota Jakarta. Bukan hendak melihat hotel atau tempat rekreasi, tetapi melihat kemiskinan rakyat kota yang dapat kita lihat sepanjang rel kereta api, sepanjang bantaran kali, di dekat terminal, di belakang hotel berbintang, dan lain sebagainya yang dapat dengan mudah kita temui.

Terus terang saya salut juga dengan pasangan Megawati-Prabowo yang mendeklarasikan diri di tempat pembuangan sampah Pulo Gebang. Namun, akan lebih baik lagi bila mereka-mereka yang mengkampanyekan pro kerakyatan untuk turun kelapangan langsung sambil berjalan kaki melihat potret lain dari wajah kemiskinan kota Jakarta.

Banyak Travel yang menuai untung ketika menawarkan program wisata kemiskinan di kota Jakarta. Saya baca ini dari blognya mas anjari. bahwa program jalan-jalan menyusuri kota Jakarta dengan berjalan kaki melewati rumah-rumah miskin di sepanjang rel kereta api, bantaran kali, terminal bus kota sangat disenangi oleh turis asing, khususnya dari Australia dan Amerika.

Seandainya saja para capres dan cawapres berkampanye sambil wisata jalan kaki melihat kemiskinan rakyat di kota Jakarta, pasti akan sangat seru. Rakyat miskin di kota Jakarta pasti akan sangat senang. Mengapa? Karena mereka sering bilang kepada kita bahwa semut di seberang lautan tampak, gajah di depan mata tak tampak. Mungkin itu hanya sekedar perumpamaan yang kalau dipikir-pikir ada benarnya juga.

Cobalah kita lihat, banyak pejabat di kota besar, yang tak pernah melihat dan melirik teman-teman kita yang miskin di kota Jakarta. Mereka asyik pergi ke daerah-daerah memberikan sumbangan ini dan itu, tetapi orang yang di depan mata tak pernah dilirik dan dilihat, apalagi diberikan sumbangan.

Inilah potert yang terjadi di negara kita. Kemiskinan tidak hanya merambah ke daerah-daerah saja. Tetapi di ibu kota sebesar Jakarta pun kita masih melihat banyak kemiskinan di mana-mana.  Penduduk liarkah mereka? Tidak. Penduduk daerahkah mereka? Tidak. Mereka adalah penduduk asli yang memang semua keturunannya besar di kota Jakarta.

Kepada Capres dan Cawapres  yuk kita berwisata melihat kemiskinan kota Jakarta. Kalau anda belum tahu tempatnya, saya siap menghantarkan anda keliling kota melihat daerah-daerah miskin di ibu kota. Sudahkah anda para capres-cawapres merencanakan wisata melihat kemiskinan di kota Jakarta? Mohon tim sukses Capres dan Cawapres mengagendakannya. Kita lihat siapa capres dan cawapres yang melakukannya. Sehingga tidak ada lagi celetukan miring “Jangan Omong doang dong, actionnya mana?”.

 

Salam Blogger Kompasiana

Omjay  

Iklan

2 responses to “Wisata Kemiskinan oleh Capres dan Cawapres

  1. Kapan ya para capres mengikuti wisata kemiskinan?

  2. Sangat ironis,
    Mereka kalo kampanye mencari rakyat,
    kalo sudah duduk susah di cari rakyat,
    Semoga ada pejabat negri ini yang sadar akan nasib rakyat.
    Mungkin saya, he he he…