Menjaga Intan Berlian Sambil Membaca Buku Pak CH

cat rambut orang yahudi by kompasiana.com

cat rambut orang yahudi by kompasiana.com

Selepas peluncuran buku pak CH, saya langsung meluncur ke daerah Ciledug untuk menghadiri pernikahan teman kuliah S2 saya di Pascasarjana UNJ. Akhirnya teman sekelas itu jadian juga jadi suami istri, padahal kalau dalam pembuatan makalah kuliah dari dosen, mereka ributnya bukan main. Seperti kucing dengan anjing. Tapi, yang namanya jodoh kita tak tahu. Hari ini saya menyaksikan mereka yang suka berdebat di kelas kini menjadi sepasang suami istri. Cantik dan Ganteng.

Sepulangnya dari resepsi pernikahan dua teman saya, ternyata jalanan macet total. Saya pun memanfatkan suasana kemacetan itu dengan membaca buku pak CH, Cat Rambut Orang Yahudi. Membaca buku ini saya menjadi tersenyum-senyum sendiri, bahkan pak Sopir Metro Mini 69 jurusan blok M – Ciledug bertanya pada saya, “sedang baca buku apa pak haji?” Lalu saya jawab,” sedang baca buku baru karangan pak Chappy Hakim, mantan KSAU. Blogger Kompasiana”. Dia pun mengangguk-angguk (entah ngerti ataukah tidak), dan kembali menjalankan mobilnya dengan kencang menuju blok M.

Setibanya di terminal Blom M, HP saya berdering. istri saya menitipkan intan dan berlian di rumah. Saya harus segera pulang, karena istri saya sudah wanti-wanti jangan pulang setelah magrib, karena intan berlian tak ada yang menemani di rumah. Istri saya kebetulan pergi ke Bandung hari ini untuk menghadiri pernikahan keponakan kami besok. Sebagai seorang anggota ISTI (ikatan suami Takut Istri), saya pun menjalankan amanah ini dengan baik. Harus segera pulang sebelum magrib dan menjaga intan dan berlian.

Taklama sesudah itu datanglah bus yang ditunggu-tunggu, patas AC  28 jurusan blok M- Bekasi. Saya pun langsung naik, mencari duduk di belakang pak Sopir, dan melanjutkan kembali membaca buku pak CH. Lagi-lagi saya tersenyum ketika membaca halaman dengan judul ABS (Asal Bapak Senang). Wah kocak habis nih buku. Hehehehe. Saya pun terhibur membacanya walaupun tanpa sadar saya langsung tertidur di bus patas AC itu, karena kelelahan. Saya pun bermimpi, bermain saxophone bersama pak CH, hehhehe.

Saya terbangun ketika kondektur bus meneriakkan Jatibening. Saya pun berdiri dan bersiap diri untuk turun. Setelah turun dari tol Jatibening, telah banyak ratusan tukang ojek menunggu. Pada saat itu saya merasa seperti seorang selebritis yang sedang ditunggu-tunggu para penggemarnya. Banyak sekali tukang ojek yang menawarkan jasa untuk mengantarkan saya sampai ke rumah. Akhirnya saya pilihlah salah satu dari tukang ojek itu yang motornya agak gede. Soalnya saya harus maklum kalau badan saya sekarang ini sudah hampir satu kwintal, jadi kasihan motornya kalau sampai saya tumpangi, hehhehe.

Ojek pun melaju sampai penitipan motor, dan saya pun mengambil motor yang saya titipkan menuju ke rumah. Sampai di rumah, masya Allah! Rumah serasa kapal terbang jatuh. Berantakan dan saya temukan intan dan berlian kedua putri saya sedang asyik tanpa dosa menonton televisi. Mereka pun bergembira, karena ayahnya sudah tiba di rumah dengan selamat.

Menjaga intan berlian ternyata bukan pekerjaan mudah. Baru saja hendak kembali membaca buku pak CH, kedua anak ini ribut hanya masalah sepele. Kakaknya nggak mau ngalah sama adiknya. Adiknya nggak mau kalah sama kakaknya. Jadilah keributan kedua putri saya ini mengganggu konsentrasi saya membaca buku pak CH.   Untunglah mereka berdua cepat akur kembali, dan bekerja dengan hobinya masing-masing. Intan asyik mengerjakan PR Matematikanya, dan berlian asyik mewarnai gambar daun yang berwarna hijau.

Sambil menjaga intan berlian, saya baca habis buku pak CH ini. Benar-benar buku yang bagus dan mengajak siapa saja yang membacanya terkagum-kagum dengan marsekal udara Indonesia ini. Namun dari semua tulisan dalam buku itu, ada sebuah tulisan yang sangat memotivasi saya untuk menulis. judulnya, MALAS MENULIS?. Beliau menuliskan bahwa menulis itu bisa gampang, bisa sulit. Tergantung dari diri kitanya. mau atau tidak untuk menulis. Karena menulis itu adalah keterampulan atau SKILL yang senantiasa untuk dilatih dan membutuhkan jam terbang untuk mencapai kualitas tertentu, semakin sering menulis, maka semakin meningkatlah kemampuan orang itu dalam membuat suatu tulisan. Pokoknya baca habis ya halaman 252 s.d. 255 buku pak CH itu.

Akhirnya, buku Cat rambut orang Yahudi mengajak kepada kita semua untuk belajar menjadi pemimpin yang seharusnya, mengelola transportasi yang handal, baik darat, laut, dan udara. Mengajak anda semua untuk mengetahui apa yang pernah diketahui oleh pak CH, dengan judul apakah anda tahu? lalu yang terpenting menurut saya di akhir buku ini mengajak kita semua untuk merenung sejenak. Pokoknya, anda akan menyesel bila tak sampai habis membaca buku ini. Saya saja yang sudah pernah membaca tulisan pak CH di blog kompasiana merasakan betapa enaknya membaca tulisan-tulisan pak CH, walaupun kita sudah pernah membacanya. Kalau sudah begitu, bagi anda yang belum memilikinya, segeralah pergi ke toko buku Gramedia. Di jamin buku ini telah beredar di seluruh toko buku Gramedia di Indonesia.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

Iklan

One response to “Menjaga Intan Berlian Sambil Membaca Buku Pak CH

  1. Terima kasih untuk info yang bermangfaat tentang buku ini saya akan segara pergi untuk menbeli buku ini ke Toko buku.

    Thanks salam damai selalu!.