Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Serang, Banten

Belajar PTK di SMPN 1 Anyar, Serang Banten

Belajar PTK di SMPN 1 Anyar, Serang Banten

Pagi ini, Minggu 16 Agustus 2009, saya diminta oleh Sultan Training mendampingi bapak Drs. Khaerudin, M.Pd, dosen program studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta untuk membantu beliau memberikan materi tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMP Negeri 1 Anyar yang terletak di Jalan Raya Sirih No. 45, Anyar, kabupaten Serang Banten.

Senang sekali berkunjung ke tempat ini yang jarak sekolah dengan pantai anyar hanya sekitar 50 Meter. Perjalanan kami dari Jakarta menuju Anyar, kabupaten Serang Propinsi Banten memakan waktu sekitar 2 jam. Alhamdulillah, kami berangkat pukul 06.00 WIB dan tiba di SMPN 1 Anyar tepat pukul 08.00 WIB.

Sesampai di Anyar, sekolah masih sepi dan belum ada guru yang hadir. Kami datang mungkin terlalu cepat, sedangkan menurut penjaga sekolah acara baru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Rupanya kami datang terlalu pagi dan kami manfaatkan waktu itu untuk berkeliling melihat suasana sekolah yang asri ini. Saya sempat memfoto-foto tata tertib, visi dan misi sekolah SMPN 1 Anyar yang berada di dinding sekolah. Setelah itu kami mampir di warung kopi menikmati kopi panas khas daerah anyar, serang banten. Nikmat rasanya dan membuat kami tak mengantuk. Ditambah lagi pisang goreng yang masih panas yang dibuatkan oleh ibu penjaga warung, membuat kami sangat menikmati suasana anyar serang di pagi hari. Suasana yang membuat kami menikmati keragaman daerah dengan potensi unik daerahnya yang beragam.

Setelah menikmati kopi dan pisang goreng, kami menuju kelas tempat kegiatan bimbingan karya tulis ilmiah (KTI) melalui PTK dilaksanakan. Kami di sambut hangat oleh bapak wakil kepala sekolah dan beberapa guru yang telah hadir satu persatu. Kami pun saling memperkenalkan diri dan acara pun berjalan cair dengan suasana penuh keakraban. Dalam acara pembukaan, masing-masing dari kami lebih saling memperkenalkan diri dengan program studi yang kami kuasai.

Para guru Antusias Mendengarkan materi PTK

Para guru Antusias Mendengarkan materi PTK

Dalam pemberian materi tentang PTK, pak Khaerudin memulainya dengan suasana dialog sehingga terjadi proses interaksi antara peserta dengan nara sumber. Masing-masing guru diminta mengungkapkan masalahnya masing-masing yang akan dijadikan topik dalam PTK. Dari hasil dialog itu, terlihat sekali sebenarnya para guru telah melaksanakan PTK. Hanya saja, PTK yang telah dilakukan oleh guru tidak dituliskan dan dilaporkan dengan baik, sehingga banyak guru yang kesulitan dalam menuliskan laporan PTKnya. Wajar saja bila akhirnya, banyak tean-teman guru di sekolah, khususnya sekolah negeri yang berstatus PNS sulit sekali untuk naik pangkat karena tak pernah membuat karya tulis. Di sekolah ini banyak guru yang sudah berpangkat IV-A dan sulit naik pangkat karena tidak terbiasa menulis karya tulis ilmiah. Budaya di sekolah ini masih memakai budaya lisan dan bukan tulisan sehingga banyak guru yang kurang mampu menulis dengan baik. Tetapi, bila berbicara dan berdebat, meraka adalah guru yang sangat hebat.

Dalam koran Kompas, Jum’at 27 Maret 2009 dikatakan bahwa:

  • Guru PNS di tingkat DIKDASMEN sulit mencapai pangkat di atas IV/A karena kemampuan mereka membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI)  masih lemah padahal membuat KTI menjadi salah satu syarat untuk kenaikan pangkat.
  • Data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tahun 2005, hanya sekitar 1,4 juta guru berstatus PNS. Umumnya berada di pangkat III/A sampai III/D yang jumlahnya mencapai 996.926 guru.
  • Adapun di golongan IV ada 336.601 guru, dengan rincian golongan IV/A sebanyak 334.184 guru, golongan IV/B berjumlah 2.318 guru, golongan IV/C sebanyak 84 guru, dan golongan IV/D ada 15 guru.

Ada sesuatu yang menarik dari dialog PTK ini. Bahwa tidak semua masalah dapat diteliti melalui PTK. Oleh karena itu diperlukan acuan untuk menilai kelayakan masalah:

  • Penting untuk diteliti
  • Bermanfaat
  • Mungkin untuk diteliti
    • Masalah terbatas
    • Berukuran kecil
    • Dapat dicari solusinya
    • Waktunya singkat

Melihat masalah-masalah pembelajaran yang dialami oleh para guru di SMPN 1 Anyar ini, membuat kami berpikir keras mencari solusi penyelesaiannya melalui PTK, sehingga teman-teman guru mampu membuat karya tulis ilmiah. Dari hasil pembicaraan dengan teman-temn guru di sini, nampaknya banyak masalah yang timbul untuk dijadikan PTK, dan mulailah kami fokus pada satu masalah yang mengerucut kepada bidang studi masing-masing guru. Dari sesuatu yang sifatnya umum sampai kepada sesuatu yang sifatnya khusus. Di sinilah kemampuan menulis guru teruji dan di sanalah akan terlihat kemampuan guru dalam mengungkapkan latar belakang dan merumuskan masalahnya dalam bentuk tertulis.

Tim dari sultan Training juga turut mendengarkan materi PTK

Tim dari sultan Training juga turut mendengarkan materi PTK

Ternyata, dalam praktek pelaksanaannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya melihat banyak teman-teman guru yang mulai mengalami kesulitan ketika mulai mengungkapkan masalah penelitiannya. Di sinilah terlihat kemampuan guru yang telah banyak membaca dan banyak menulis. Ketika guru tak banyak membaca dan tak banyak menulis, maka bisa dipastikan guru tersebut akan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan masalah penelitian tindakan kelas, dan mencarikan solusinya.

Dalam judul PTK, ada masalah yang ingin diungkapkan dan ada solusi yang akan diberikan oleh guru untuk memecahkan masalah itu melalui PTK. Oleh karena itu, untuk bisa melaksanakan PTK dengan benar, para guru harus memulainya dengan melihat suasana kelas dan masalah-masalah yang dihadapi siswa, membaca buku-buku referensi untuk memecahkan masalah, menuliskan apa-apa yang dihadapi, dan dicarikan obatnya melalui berbagai metode, strategi, atau media yang cocok diterapkan dalam pembelajaran, mengamati dengan baik prosesnya sehingga terjadi penelitian yang benar-benar tercatat hasilnya, dan melaporkannya dalam bentuk laporan PTK dengan sistematika yang telah ditentukan oleh tim penilai laporan PTK guru yang ditunjuk oleh kepala dinas setempat yang bekerjasama dengan LPMP atau perguruan tinggi yang kredibel. Bila itu telah dilaksanakan oleh para guru, maka saya yakin PTK yang akan dibuat dan dilaporkan oleh guru akan sukses dilaksanakan. Tingkat kebenaran sebuah karya tulis ilmiah antara rumusan masalah, tujuan, metode, dan hasil penelitiannya harus ada benang merah yang saling menyatu sehingga menjadi konsisten dalam laporan penelitiannya. Inilah yang sebenarnya diharapkan oleh tim penilai PTK dalam menilai hasil karya tulis guru.

Pak Khaerudin dan saya Membantu Guru Memahami Ilmu PTK

Pak Khaerudin dan saya Membantu Guru Memahami Ilmu PTK

Dalam bimbingan PTK ini, Pak Khaerudin membagi kelompok guru menjadi tiga kelompok. Satu kelompok MIPA, satu kelompok Bahasa, dan satu lagi kelompok  IPS. Ada sembilan orang guru yang hadir dalam bimbingan KTI melalui PTK ini. Dari sepuluh orang yang dijadwalkan hadir. Satu orang berhalangan hadir karena harus mengikuti PLPG sertifikasi guru yang dilaksanakan serentak di kabupaten Serang, Banten. Kami sangat senang bisa berbagi ilmu PTK di tempat ini. Sebuah pengalaman yang sangat mahal harganya, bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman kami masing-masing. Saya pun merasakan betapa nikmtanya melakukan PTK, bila kita saling berkolaborasi dengan sesama guru dan juga dosen, sehingga PTK yang kita hasilkan menjadi bersinergi antara dunia sekolah dan dunia perguruan tinggi.

Para Peserta sangat menyadari pentingnya PTK bagi Guru

Para Peserta sangat menyadari pentingnya PTK bagi Guru

Kami pun berharap PTK yang dihasilkan oleh guru akan menambah khasanah ilmu pengetahuan baru dalam dunia pendidikan kita dan tidak hanya terpampang dalam perpustakaan sekolah saja. Hasil PTK harus bermanfaat untuk guru, siswa, sekolah, dan masyarakat. PTK bagi guru akan bermanfaat untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru dan berbagi pengalaman dengan guru-guru lainnya. Manfaat PTK bagi siswa sangat baik hasilnya, dimana siswa merasakan bimbingan guru yang berkualitas sehingga menghasilkan hasil belajar dan prestasi tinggi. Bila prestasi siswa tinggi, maka sekolahpun akan merasakan imbasnya, dimana sekolah itu akan dipercaya oleh masyarakat karena mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didiknya. Bila sudah demikian, maka sekolah itu akan menjadi sekolah favorit di mata masyarakat, sehingga akan banyak orang tua yang datang berbondong-bondong mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di sekolah tersebut. Oleh karena itu, jangan sepelekan PTK. Jangan anggap remeh PTK. Jangan biarkan ada guru di sekolah kita yang tak melakukan PTK. Bila mereka bahu membahu melakukan PTK, dan terjadi proses kolaborasi dengan teman sejawat, maka sya yakin sekolah tersebut akan unggul di masyarakat. Percayalah!.

Para Peserta sangat menyadari pentingnya PTK bagi Guru
Para Peserta sangat menyadari pentingnya PTK bagi Guru

Akhirnya, belajar dan berbagi ilmu PTK di SMPN 1 Anyar, Serang Banten membuat kami semakin banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang beragam maslah yang harus dipecahkan solusi oleh para guru dengan melakukan PTK. Dalam PTK tidak dikenal keseragaman. Dalam PTK kita disarankan menghasilkan penelitian yang beragam. Keragaman hasil penelitian dari laporan PTK sangat dinanti oleh dunia pendidikan kita. Bila keragaman telah terjadi, dan para guru mampu mengembangkan potensi unik siswa yang ada di sekolah, maka akan terciptalah pembelajaran yang berkualitas. Disinilah tujuan dari PTK yang sebenarnya. PTK adalah Sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merencanakan pembelajaran, melaksanakan tindakan perbaikan, mengamati proses pembelajaran, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Meningkat hasil belajarnya setelah guru melaksanakan PTK. Oleh karena itu, mari tingkatkan kualitas pembelajaran di sekolah melalui PTK.

Salam Blogger Persahabatan

omjay

Komentar ditutup.