Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi

Di setiap tengah atau akhir semester, biasanya para guru diminta untuk membuat soal-soal ulangan tengah semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal-soal yang dibuat tentu harus mengacu kepada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah dibuat oleh guru mata pelajaran dalam perangkat pembelajaran.

Membuat soal-soal evaluasi yang digunakan sebagai instrument punguji (tes) kemampuan siswa tidaklah mudah. Diperlukan analisis butir soal yang tingkat validitasnya tidak diragukan, sehingga komposisi soal mudah, sedang dan sukar menyebar secara proporsional sesuai dengan materi pelajaran yang diujikan. Soal itu akan dapat menyeleksi secara alamiah, mana siswa yang cerdas, dan mana siswa yang kurang cerdas. Sehingga hasil belajar siswa dapt dibuktikan secara ilmiah.

Sebagai seorang guru, tentu saya dituntut untuk membuat sebuah soal yang mampu mengisi kompetensi siswa. Guru harus pandai membuat soal evaluasi.Oleh karena itu, keterampilan pembuatan soal-soal harus dikuasai guru. Guru pun harus kreatif dalam membuat soal-soal baru. Bila guru TIK terampil dan kreatif dalam pembuatan soal-soal, maka guru akan kesulitan membuat soal yang berbobot dan benar-benar mampu menguji kemampuan siswa. Akan terlihat siswa yang pandai dan siswa yang lemah dari pengujian soal-soal itu. Guru pun akan segera melakukan tindakan untuk siswa yang lemah itu.

Adanya pembuatan soal dengan sistem multiple chois atau pilihan ganda (PG) sekarang ini membuat guru termudahkan dalam pengoreksiannya. Apalagi bila didukung dengan peralatan canggih berupa scanner pemeriksa soal, maka para guru dapat dengan cepat mengetahui soal-soal mana yang sulit, sedang, dan mudah dari analisis butir soal yang telah diproses secara cepat oleh mesin scanner. Di sinilah terbukti kehebatan teknologi.

Kehebatan teknologi tentu membawa dampak positif dan negatif. Adanya scanner pemeriksa soal membawa dampak positif, dimana lebih cepatnya guru mengetahui hasil pekerjaan siswa. Namun, di sisi lain ada dampak negatif yang harus kita renungkan bersama. Guru menjadi malas dalam membuat soal-soal essay atau uraian sehingga bentuk soal yang dibuat hanya berbentuk soal pilihan ganda (PG) saja. Jarang kita temui di persekolahan kita, para guru memberikan soal essay pada saat UTS dan UAS. Kurangnya soal essay yang dibuat, membuat kemampuan menulis dan bernalar siswa kurang teruji dengan baik.

Guru harus pandai membuat soal evaluasi. Dari sinilah guru akan mendapatkan umpan balik atau feedback dari apa yang telah disampaikannya kepada para peserta didiknya. Guru harus benar-benar teliti dalam pembuatan instrumen evaluasi. Bila tidak, alat ukur atau pemberian nilai dari guru menjadi tidak baik.

Saya pernah bertanya kepada para anak didik saya. Lebih mudah mana, soal PG atau soal Essay? Lantas para siswa pun menjawab dengan lantangnya bahwa lebih mudah soal PG daripada soal essay. Ketika saya tanyakan kenapa soal PG lebih disenangi oleh anak-anak sekarang ini, mereka mengungkapkan alasannya. Soal essay lebih sulit pengerjaannya, sedangkan soal PG lebih mudah dalam pengerjaannya. Bila dalam soal PG anak-anak tak bisa menjawab, maka mereka tinggal hitung kancing saja, dan berharap jawaban yang dipilih benar. Sedangkan bila soalnya berbentuk essay, anak-anak yang tidak bisa menjawab akan mengalami kesulitan dalam menuliskan apa yang harus dituliskannya. Mereka bingung jawaban apa yang harus dituliskan.

Sebenarnya, mutu pendidikan kita akan terlihat dari para guru dalam membuat soal-soal evaluasi itu. Guru harus mampu merencanakan, melaksanakan proses, dan mengevaluasi pembelajarannya. Semakin baik para guru membuat soa-soal evaluasi, maka semakin baik pulalah kualitas pembelajaran dari mata pelajaran yang diampunya. Oleh karena itu, para guru di sekolah seyogyanya telah mampu membuat soal-soal evaluasi pembelajaran dengan baik, dan memasukkan soal-soal terbaiknya dalam bank soal. Semakin banyak soal dibuat, semakin banyak pula para siswa berlatih dalam menjawab soal-soal. Namun, jangan pula dilupakan soal essay atau soal uraian masih diperlukan untuk mengatasi dan menguji kemampuan bernalar siswa dalam bentuk tertulis. Dengan menulis itu akan terlihat kecerdasan siswa dalam menganalis permasalahan.

Percayalah, anda akan merasakannya setelah anda melakukannya!.

Salam blogger persahabatan

Omjay

Iklan

Komentar ditutup.