Setelah Sertifikasi Guru Lalu Apalagi?

Guru-guru di SMP Labschool Jakarta

Guru-guru di SMP Labschool Jakarta

Pertanyaan itu selalu menghantui saya sebagai orang yang berprofesi sebagai seorang guru. Setelah lulus sertifikasi guru dalam jabatan di tahun 2008, ada serasa beban yang harus saya jaga baik-baik setelah mendapatkan tunjangan sertifikasi (TPP) dan mendapatkan sertifikat “Guru Profesional”.

Ada perasaan senang dan bahagia karena telah dinyatakan lulus sertifikasi guru. Tetapi, ada ada tanda tanya besar dalam diri saya, apakah benar saya telah menjadi guru profesional. Profesional di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni di sekolah menengah pertama (SMP).

Perkembangan TIK begitu cepat dan pesat. Baru saja saya menguasai sesuatu ilmu dibidang TIK, sudah muncul  ilmu baru. Contoh yang paling nyata adalah sistem operasi komputer. Begitu banyak sistem operasi yang dibuat orang dan perlu untuk dipelajari. Saya pun tertantang untuk mempelajari sistem operasi tersebut. Bagi anda pecinta sistem operasi windows tentu butuh waktu untuk beralih ke sistem operasi lainnya, seperti linux. Sebab dalam sistem operasi windows, semua serba dimanjakan, orang bilang ‘user friendly’. Begitu mudah menggunakannya. Bahkan apa yang kita lihat akan sama hasilnya dengan apa yang kita cetak, disitulah orang biasa menyebutnya What you see is what you get (WYSIWIG).

Menjadi guru profesional di bidang TIK tidaklah mudah. Saya harus terus belajar sepanjang hayat. Belajar dan terus belajar memahami teknologi yang sedang ‘nge-trend’ saat ini dan menyampaikan kepada siswa bahwa teknologi senantiasa berubah dan berkembang. Sesuatu yang baru, mungkin beberapa bulan ke depan sudah menjadi sesuatu yang tidak ngetrend lagi. Digantikan oleh produk baru yang lebih unggul.

Sebenarnya, saya ingin lebih banyak berkumpul dengan teman-teman guru TIK dari sekolah lainnya. Berkumpul dalam wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK dan saling berbagi ilmu yang dimiliki dan dikuasai. Setelah lulus sertifikasi guru dalam jabatan, saya ingin ada undangan dari depdiknas dan depkominfo yang mengumpulkan para guru TIK dari berbagai sekolah. Diberikan kembali pembekalan dan juga tambahan pengetahuan dalam wadah yang bernama MGMP. Sehingga terjadi interaksi dan komunikasi di antara sesama pengajar TIK dan anggota MGMP itu sendiri. Tidak seperti sekarang ini, guru TIK terkesan berjalan sendiri-sendiri dan lebih menonjolkan fasilitas canggih yang ada di sekolahnya. Semangat untuk berbaginya kurang dan bisa kita saksikan mereka menjadi jago-jago kandang yang tak pernah keluar dari sarangnya. Oleh karena itu ingin rasanya saya menjadi motor penggerak agar bisa mengumpulkan teman-teman guru TIK itu, namun belum saya dapati teman-teman yang sehati sehingga ide yang ada masih ada di dalam otak ini, dan belum berubah menjadi action yang bermanfaat untuk orang lain.

Sertifikasi guru telah menimbulkan dikotomi di antara guru bersertifikat dan guru yang tidak bersertifikat. Guru yang telah bersertifikat tentu akan lebih bangga dengan guru yang belum bersertifikasi guru profesional. Padahal kalau saya mau jujur, mereka-mereka yang belum menyandang predikat guru profesional belum tentu kalah hebat dengan guru yang telah bersertifikasi. Bahkan mungkin malah lebih hebat dari mereka yang sudah lulus, mungkin kesempatan untuk mendapatkan pengakuan itulah yang belum ada. Sehingga harus bersabar diri menunggu nasib.

Jangan gundah dan jangan bersedih hati. Allah itu maha tahu dan maha melihat apa yang kita kerjakan. Jadi buat teman-teman yang belum lulus sertifikasi guru, mohon terus bekerja profesional dan tingkatkan kemampuan akademis siswa serta mampu mengembangkan potensi unik yang dimiliki oleh siswa. Bila para guru sadar bahwa tugas dan tanggungjawab kita besar kepada peserta didik kita, maka para guru akan terus fokus untuk mengembangkan karakter dan kepribadian siswa dengan baik.

Ada kabar terbaru tentang sertifikasi guru. Bagi guru yang telah lulus sertifikasi guru dalam jabatan akan dinilai kembali kinerjanya oleh asesor. Para guru diminta untuk menyiapkan kembali perangkat bahan ajarnya. Penilaian kinerja guru terdiri dari dimensi kepribadian, sosial, penyusunan RPP, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan membuka dan menutup pelajaran, variasi stimulus pembelajaran, dan keterampilan bertanya. Semua itu tertuang dalam format penilaian kinerja guru. Anda dapat mendownloadnya di internet, dan mencarinya lewat mesin pencari google.

Setelah lulus sertifikasi guru, ada PR yang yang harus terus dikerjakan oleh teman-teman guru. Menyusun Silabus dan RPP-nya dengan baik sehingga pembelajaran benar-benar direncanakan dengan matang. Melengkapi semua kelengkapan pembelajarannya dan melaporkannya kepada kepala sekolah. Perlu juga saya informasikan bahwa nanti yang akan menilai kinerja guru bukan hanya asesor, tetapi juga kepala sekolah, 3 orang guru teman sejawat, 2 karyawan TU, dan 3 orang siswa yang kita didik. Jumlah jam mengajarpun harus 24 jam.

Sertifikasi membuat saya merenung dan melakukan instrospeksi diri bahwa tidak mudah menjadi seorang guru. Apalagi guru profesional yang diharapkan oleh pemerintah. Guru yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang studi yang diampunya. Mampu menyusun pembelajaran yang kreatif dan tidak sekedar ”copy and paste” silabus dan RPP yang telah ada. Guru kreatif, mampu menciptakan pembelajaran yang bermutu dan berkualitas. Mampu mengembangkan anak didiknya untuk bisa mengembangkan potensi unik yang dimilikinya sehingga melahirkan karakter siswa yang memiliki kepribadian yang baik.

Sertifikasi guru dalam jabatan telah mengajarkan pada saya bahwa penilaian portofolio memberikan pembelajaran yang baik termasuk plus minusnya, bahwa guru harus tertib administrasi, tertib manajemen kelas, dan yang lebih utama guru mampu menulis karya tulis ilmiahnya yang merupakan hasil dari penelitian tindakan kelas (PTK) yang senantiasa dia lakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di kelas. PTK mengajarkan pada saya bahwa segala yang dilakukan oleh guru harus dimulai dari planing, acting, observing, dan refleksi. Dengan PTK itu guru menjadi lebih instrospeksi diri dalam melakukan pembelajarannya, dan selalu siap menghadapi penilaian kinerja guru.

Setelah sertifikasi guru, akan ada kejutan-kejutan yang bermutu dengan menteri pendidikan nasional yang baru. Apalagi ya kejutannya?

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Iklan

2 responses to “Setelah Sertifikasi Guru Lalu Apalagi?

  1. Terpujilah wahai engakau, ibu bapak guru
    Namamu akan selalu hidup dlm sanubariku

    sebagai ibu, saya optimis putera saya akan mendapat pendidikan terbaik dari guru2 seperti omjay

  2. Terima kasih ibu anindita, semoga saya bisa memenuhi semua harapan orang tua untuk menjadi guru yang melayani siswanya dengan baik.

    salam
    Omjay