Benarkah Matematika Itu Sulit?

Benarkah Matematika itu Sulit?Hari ini adalah hari keempat kami melaksanakan Ulangan Akhir Semester (UAS). Hari ini begitu indah, dan sang surya memancarkan sinarnya ke seantero dunia. Namun, pancaran sinar matahari di pagi hari ini, tak terlihat ceria di wajah-wajah lugu para siswaku. Mengapa?

Hari ini adalah hari diujikannya pelajaran matematika. Pelajaran yang terkadang ditakuti oleh sebagian anak.  Buat mereka matematika itu sulit. Padahal tidak demikian bagi mereka yang berotak encer. Buat mereka yang berotak encer matematika menjadi hobi. Bahkan di sekolah kami ada seorang siswa yang sudah berkeliling dunia berkat matematika. Namanya Bivan Al Zaki. Anak ini sangat cerdas sekali di bidang matematika, dan selalu mendapat nilai sempurna. Kalau mau jujur, bila Bivan diadu sama guru matematikanya, pastilah Bivan yang menang karena otaknya yang encer.

Di berbagai media cetak maupun elektronik, nama Bivan sering dituliskan, dan membuat sekolah kami meletakkan foto Bivan dalam Leafleat Penerimaan Siswa Baru (PSB) di bagian cover depan. Kami bangga dengan Bivan, karena segudang prestasinya di bidang Matematika, bukan hanya membawa nama baik sekolah di tingkat nasional, tetapi juga negara Indonesia di dunia Internasional.

Matematika adalah pelajaran yang banyak menyusahkan siswa. Itu kata mereka yang tak menyukai  matematika. Bagi mereka matematika adalah pelajaran yang sulit dan rumit. Harus hitung sana, harus hitung sini. Membuat otak pusing tujuh keliling. Belum lagi rumus-rumus matematika yang harus dipahami dan dihafal di dalam kepala. Bila tidak kuat otakmu, minum saja obat  PENTOGIN, (obat sakit kepala dengan cara kepala dipentok-pentokin ke dinding), hehehehehehe.

Matematika adalah pelajaran penting yang harus dikuasai oleh para peserta didik di sekolah. Pelajaran matematika ini penting dikuasai karena setiap hari manusia berhubungan dengan matematika. Nggak Percaya???. Coba saja kamu merenung barang sejenak. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Apakah hidupmu berhubungan dengan matematika? Mungkin pertanyaan ngocol, eh konyol. Atau mungkin ini pertanyaan orang bodoh yang tidak tahu kapan dirinya akan mati. Sebab rahasia mati belum bisa dihitung dengan ilmu matematika.

Matematika itu Menarik

Saya tertawa geli ketika anak kedua saya Berlian belajar berhitung. Berlian baru kelas satu SD. Nilai matematikanya sungguh hebat. Tidak pernah di atas angka lima (hahahahaha). Inilah yang menyebabkan mamanya suka uring-uringan mengajari berlian matematika. Bahkan sampai memanggil guru les matematika ke rumah. Supaya bisa mengangkat nilainya yang buruk itu.

Berbagai cara dan metode diterapkan oleh istri saya. Agar pelajaran matematika itu menarik. Menarik untuk dipelajari  oleh buah hati kami. Media pembelajaran sederhana dan murah telah disediakan Tuhan pemilik langit dan bumi. Coba gunakan kedua tangan dan kakimu. Hitung berapa jumlah jari dalam tanganmu dan hitung pula jumlah jari yang ada dalam kakimu. Berapa jumlahnya? Kalau manusia itu tidak cacat, pastilah berjumlah 20 jari. Jari tangan 10 dan jari kaki 10.

Dua tangan dan dua kaki ini, bisa dijadikan media pembelajaran sederhana untuk mengajarkan matematika dasar kepada anak-anak. Mengajari penjumlahan dan pengurangan dengan cara yang menarik minat anak, sehingga matematika menjadi menarik di mata anak. Kalau teknis cara penyampaiannya, silahkan bertanya pada guru matematika  atau ahli matematika, kebetulan saya bukan ahli di bidang matematika, saya hanya ingin menuliskan tentang matematika saja. Matematika dalam pandangan saya yang merupakan pelajaran menarik dan seharusnya dikuasai oleh anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa. Calon pemimpin masa depan yang jago matematika, sehingga tidak mudah dikibuli oleh orang pintar yang tidak punya hati, sampai bisa melahirkan kasus bank century yang menghebohkan itu.(hehehehehe, maaf bukan menyindir loh!)

Dua tahun lalu (2007), ada seorang guru matematika di SMP yang mendapatkan juara pertama dalam lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran (LKGDP) tingkat nasional. Beliau membuat sebuah media pembelajaran dari bahan kertas yang digunakan untuk menyampaikan materi matematika kepada para siswanya. Mohon maaf saya lupa nama guru dan media puzlle yang digunakan ini. Tetapi media itu sangat bermanfaat, menarik karena dibuat dari bahan yang sangat sederhana, murah, dan mudah membuatnya. Bahannya pun mudah dicari. Banyak guru matematika yang sudah ditraining menggunakan media pembelajaran ini. Dalam forum-forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) matematika, media ini sering dibahas dan dijadikan contoh bagaimana mengajarkan matematika kepada anak sehingga matematika menjadi pelajaran yang menarik dan mudah disampaikan.

Matematika itu Susah dan sulit.

Itulah perkataan yang sering saya dengar dari anak didik saya di sekolah.  Kesulitannya terletak pada soal-soal perhitungan yang juga menggunakan logika berpikir tingkat tinggi. Buat anak-anak yang kurang memahami matematika, apalagi rumus-rumus dasar matematika, pastilah anak akan menemui kesulitan. Kalau sudah begitu pelajaran matematikan menjadi susah dan sulit.

Contoh di bawah ini adalah soal matematika kelas 7 SMP yang saya baca dari soal mereka:

Budi naik bus dari kota P ke kota Q selama 45 menit. Dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Bila jarak kota P dan Q hendak ditempuh dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, maka waktu yang diperlukan budi untuk menempuh jarak tersebut adalah:

a.       30 Menit                                              c.   45 menit

b.      40 menit                                              d.   60 menit

Untuk menjawab soal matematika yang berbentuk soal cerita di atas tidaklah mudah. Terutama bagi mereka yang belum memahami rumus dari perhitungan matematika sederhana. Bagi kita yang sudah terbiasa dengan soal di atas, pastilah mudah menjawabnya, tetapi bagi mereka siswa kelas 7 SMP, soal itu sulit. Banyak yang salah dalam menjawab soal itu. Itu yang saya lihat dari jawaban mereka di lembar jawaban computer atau LJK.

Mari kita lihat contoh soal matematika lainnya yang diujikan di kelas VIII SMP yang saya baca dari soal mereka di bawah ini:

Diketahui kelompok tiga bilangan sebagai berikut:

i)                    3, 4, dan 5                                                    iii)    9, 40, dan 41

ii)                   5, 12, dan 13                                               iv)    14, 24, dan 26

Dari kelompok di atas, yang merupakan triple Pythagoras adalah:

a.       I, ii, dan iii                                                            c.   I, iii, dan iv

b.      I, ii, dan iv                                                            d.  ii, iii, dan iv

Bagi anda yang belum memahami soal matematika di atas, dan belum belajar materi matematika di SMP, pastilah susah menjawab soal itu. Rasanya anda perlu les privat matematika dengan pak Sukarman, guru matematika di sekolah kami, hehehehehe.(Maaf bukan promosi lho!)

Matematika itu Mudah dan Indah

Matematika akan mudah dan indah bila dikaitkan dengan kehidupan nyata sehari-har kita. Contohnya, bila kamu beragama muslim dan menjalankan sholat sendirian, maka kamu akan mendapatkan 1 pahala dari Allah. Tetapi, bila kamu sholat secara berjamaah, maka kamu akan mendapatkan 27 kali pahala dari Allah. Bila kamu melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah, berapakah pahala yang akan kamu peroleh dari Allah hari ini?

Contoh soal di atas adalah contoh soal yang paling mudah di aplikasikan dalam pelajaran matematika yang bermuatan imtak. Tetapi pernahkah kita renungkan bahwa kita telah mendapatkan pahala dari Allah sebanyak 135 pahala setiap harinya?

Matematika itu memang mudah dan akan menjadi indah bila kita telah mengaplikasikan ilmu itu dalam keseharian kita yang bernuansa ibadah. Contoh soal:

Bila kamu mendapatkan uang dari hasil kerja kamu sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dan kamu harus mengeluarkan infak sebesar 2,5 %, berapakah uang yang harus kamu keluarkan?

Saya baca soal matematika anak-anak kelas 7 SMP itu kembali. Soal itu berbentuk soal cerita yang sangat mudah menjawabnya, Berikut pertanyaannya:

Suhu di kota Jakarta mula-mula 32 derajat Celcius, kemudian turun menjadi 7 derajat celcius karena pergantian musim. Suhu akhir di kota Jakarta tersebut adalah:

a.       39 derajat celcius                             c.  – 25 derajat celcius

b.      25 derajat celcius                             d.  – 39 derajat celcius

Akhirnya, matematika itu memang menarik, sulit, susah, mudah, dan indah. Semua menyatu menjadi satu dalam pelajaran matematika. Oleh karenanya tidaklah salah bila matematika menjadi primadona di sekolah-sekolah kita. Saya lihat wajah kusut anak-anak didik saya yang telah mencoba mencari jawaban yang benar dari soal-soal matematika. Mereka katakan, “Soal matematika UAS kali ini gampang-gampang susah. Lebih banyak susahnya daripada gampangnya”.

Bagi anak yang kesulitan mengerjakan soal matematika, akan terlihat resah dan gelisah. Tetapi bagi anak yang bisa mengerjakannya, akan terlihat tenang sambil mengatakan kalau matematika itu pelajaran yang mengasyikkan. SANGAT MENGASYIKKAN.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Iklan

2 responses to “Benarkah Matematika Itu Sulit?

  1. Omjay ini cocok jg jadi psikolog matematik. Kalo buat putranya omjay, bisa lebih pintar kalo omjay n mamanya bareng2 ngajari. Omjay terlalu sibuk yaa.. nggak sempat ngajari putranya sendiri….he..he…he…

  2. Pak saya ingin bertanya,…kenapa soal tes masuk dari aSD ke SMP di Labschool dibuat sangat sulit???…saya lihat itu soal anak2 kelas 2 dan 3 smp???
    Apakah adil menurut saya hal ini sama sekali tidak adil untuk anak2 kita tercinta…sebenarnya apa yg dicari oleh labschool???
    terimakasih…