Sholat Berjamaah di Masjid

Sholat Berjamaah di Masjid

Setiap hari di sekolah kami, dilaksanakan sholat berjamaah. Sholat berjamaah sangat penting dilaksanakan oleh mereka yang beragama Islam. Melalui sholat jamaah di sekolah terbentuklah karakter siswa. Sebuah karakter yang awalnya mungkin dipaksakan, namun sekarang telah menjadi kebiasaan. Shalat dzuhur berjamaah ini dilaksanakan pada saat istirahat kedua atau waktu makan siang. Sekitar pukul 12.00 s.d 12.30 WIB.

Tidak mudah bagi para guru mengajak peserta didik untuk sholat berjamaah. Apalagi sekolah kami bukanlah sekolah berbasis agama tertentu. Sekolah kami adalah sekolah umum yang semua agama boleh masuk di sini. Artinya, semua siswa dibimbing dalam mengamalkan ajaran agamanya masing-masing.

Biasanya siswa yang beragama kristen protestan dan katholik dikumpulkan oleh guru agama di ruang ibadah, dan bagi siswa yang beragama hindu maupun budha dibimbing oleh guru agamanya masing-masing di tempat ibadah yang juga sudah disiapkan oleh sekolah. Bagi yang beragama Islam, sekolah menyiapkan masjid besar yang bernama Masjid Baitul Ilmi untuk mengajak siswa melaksanakan sholat berjamaah.

Masjid Baitul Ilmi di sekolah kami adalah salah satu bangunan yang selamat dari musibah kebakaran besar sekolah pada 30 Maret 2008 lalu. Inilah sebuah keajaiban yang pernah saya lihat secara langsung. Api besar seperti bergeser, dan menjauh dari rumah Allah ini. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana Allah menjaga rumahnya yang dibangun atas dasar ketakwaan. Padahal kalau dilihat dengan kasat mata, masjid ini mudah sekali terbakar karena sangat dekat dengan pusat api, dimana pemicu kebakaran itu terjadi.

Sholat berjamaah di sekolah kami agak sedikit unik. Dimana penyelenggaraannya dilaksanakan bergiliran tiap kelas. Setiap kelas membuat tim untuk mengelola sholat dzuhur berjamaah. Dalam tim itu ada yang jadi petugas muadzin, iqomat, MC, dan Kultum. Sedangkan imam masih dipegang oleh guru yang bacaan qur’annya fasih.

Biasanya, siswa yang bertugas akan masuk lebih awal, dan mengumandangkan adzan tanda waktu sholat telah masuk. Lalu MC mengajak para jamaah untuk melaksanakan sholat sunah terlebih dahulu. Setelah sholat sunah, petugas iqomah mengambil microphon dan mengajak kami semua untuk segera sholat. Salah satu guru yang bertugas menjadi imam, langsung mempimpin pelaksanaan sholat jamaah itu, dan para siswa mengikuti kegiatan sholat berjamaah dengan tertib.

Setelah sholat selesai, para siswa tidak diperkenankan untuk bubar oleh MC, tapi bersama-sama melakukan zikir. Setelah zikir, petugas MC mempersilahkan salah satu siswa yang bertugas untuk kultum (kuliah Tujuh menit) dan mulai memberikan tausyiahnya. Isi ceramahnya bagus-bagus sekali. saya terkadang terkagum-kagum sama mereka. Anak usia SMP sudah berani tampil di atas mimbar memberikan ceramah agama kepada kami. Inilah sebuah pembelajaran yang mungkin tidak anda lihat di sekolah lainnya. Belajar berdiri dan bicara di depan umum. Belajar menyampaikan informasi yang bermanfaat untuk para jamaahnya.

Tidak semua orang bisa berdiri di atas mimbar untuk menjadi penceramah. Tapi ketika tangungjawab itu diberikan kepada siswa, ternyata mereka sanggup untuk melakukannya. Bahkan, karena sudah seringnya melakukan itu, mereka menjadi terlatih bicara di depan publik. Sebuah pendidikan karaktek yang sudah menjadi budaya di sekolah kami. Budaya sekolah yang menumbuhkan karakter siswa yang patuh dengan ajaran agamanya. Budaya yang senantiasa dikembangkan agar siswa memiliki karakter unggul. Unggul di bidang kerohanian sebagai bekal hidup di dunia dan akherat kelak.

Akhirnya sholat berjamaah mengantarkan kami semua yang ada di sekolah untuk menjadi orang yang senantiasa melaksanakan sholat berjamaah. Sebuah kenikmatan yang akan anda temui bila anda terbiasa melaksanakannya. Jangan pernah meninggalkan sholat berjamaah karena Rasulullah selalu mengajarkan kepada kita untuk senantiasa melaksanakan sholat berjamaah.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Iklan

3 responses to “Sholat Berjamaah di Masjid

  1. subhanalloh jika berawal anak2 muslim ditanamkn dari dini nilai2 agama islam secara kafah InsAllah dunia ini akan makin damai

  2. Terima kasih atas artikelnya, semoga Allah membalas kebaiklan anda. Ikut melengkapi ya:
    Seorang ulama bernama Muhammad bin Sama’ah ra. Adalah salah satu contoh orang yang mengutamakan shalat berjamaah. Beliau berkata: “Selama 40 tahun saya belum pernah tertinggal takbir yang pertama bersama imam dalam shalat berjamaah. Hanya sekali saja tidak mengikuti takbir itu, yaitu ketika ibu saya meninggal dunia, karena sibuk dalam pengurusan jenazahnya.”

    Dikisahkan, bahwa suatu ketika beliau pernah tertinggal shalat berjamaah. Karena beliau mengetahui bahwa pahala shalat berjamaah itu 25 kali lebih utama, maka beliau mengulangi shalatnya sendirian sebanyak 25 kali untuk mengganti kerugiannya. Dalam tidurnya beliau bermimmpi, ada orang berkata kepadanya, “Wahai Muhammad, kamu telah mengulangi shalatmu 25 kali, tetapi bagaimanakah dengan aminnya para malaikat?”

    Deterangkan dalam beberapa hadis, bahwa apabila imam mengucapkan amin setelah membaca fatihah, maka para malaikat pun mengucapkan amin. Apabila bacaan amin yang diucapkan seseorang itu berbarengan dengan aminnya para malaikat, maka akan diampunilah segala dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini hanya bisa terjadi dalam shalat berjamaah.

    Begitulah contoh yang dilakukan oleh orang sholeh. Begitu besarnya perhatian beliau dalam melaksanakan shalat berjamaah. Beliau mengulangi shalat itu sampai 25 kali, ketika beliau tertinggal shalat berjamaah. Luar biasa, sangat sulit untuk ditiru. Rasulullah SAW dan para shabatnya selalu mencontohkan, bagaimana mereka selalu melakukan shalat secara berjamaah. Dikisahkan bahwa Umar bin Khattab ra. ketika tertinggal shalat berjamaah beliau mengucapkan: “innalillahi wainnailaihi roji’uun”, dan beliau pun mengganti kerugian itu dengan menyedekahkan kebun kurmanya.

  3. terima kasih sdh memberikan komentarnya.

    salam
    Omjay