Orang Baik Rezekinya Baik

“Orang baik, rezekinya baik”. Pesan itulah yang saya dengarlangsung  dari bapak motivator kita bapak Mario Teguh di salah satu stasiun televisi swasta. Mengapa orang baik rezekinya baik? Sebab orang baik tak pernah berrsangka buruk kepada orang lain, bahkan kepada Tuhan Pemilik langit dan bumi. Baginya, rezeki sudah diatur oleh sang Maha Pemberi Rezeki. Hanya  mungkin momentnya untuk setiap orang berbeda. Ada yang rezekinya diberikan cepat seperti berada di jalan tol, ada pula yang rezekinya diberinya lambat seperti mobil yang terjebak dalam kemacetan.

Orang baik rezekinya baik itu pasti. Kalau rezekinya belum baik, itu tandanya ada perjuangan melawan kesabaran diri.Allah sedang menguji kita agar mampu bersabar dalam mengatasai segala cobaan hidup. Sebab cobain hidup itu bukan hanya kesedihan, tetapi juga kesenangan. Banyak orang yang diuji dengan kesenangan, dan rezeki yang melimpah. Padahal sebenarnya di dalam kemudahan itu ada kesulitan.

Namun sebaliknya, ada orang yang diuji dengan berbagai kesedihan, dan rezeki yang minim. Hidupnya selalu penuh penderitaan. Kesulitan demi kesulitan dialaminya. Bahkan untuk memperoleh rezeki yang halal pun sulitnya bukan main.

Bila anda mengalaminya, yakinkanlah diri anda, bahwa di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan. Sebab itu sudah tertuliskan dengan jelas dalam kalam Ilahi. Tak mungkin Allah berdusta kepada para hambaNya yang berserah diri. Apalagi kepada para hambaNya yang senantiasabertakwa kepadaNya.

 

Masalahnya adalah apakah kita mampu untuk bertawakal menerima segala macam cobaan hidup di dunia ini. Sebab tak semua orang diberi ujian yang sama. Ada yang dicoba dengan kegembiraan, dan ada yang diuji coba dengan kesedihan seperti nabi Ayub yang kaya lalu jatuh miskin semiskin miskinnya. Bukan itu saja, anak-anak yang dicintaiya satu persatu pergi dipanggil sang Maha Pencipta. Di kala kesedihan belum lagi hilang, Allah memberinya berbagai penyakit yang tak bisa diobati lagi. Orang jijik kepadanya, sampai-sampai istrinya yang selalu merawatnya akhirnya kalah juga dirayu syetan. Istrinya pergi meninggalkannya dalam kesendirian.

 

Pada saat menyendiri itulah nabi Ayub tetap sabar seraya memohon kepada sang Maha pengampun agar dirinya bisa tersembuhkan. Nabi Ayub pun senantiasa melaksanakan sholat. Semua sholat, baik sholat wajib ataupun sunnah dikerjakan dengan baik. Allah mengabulkan doanya, bahkan Allah kembalikan istrinya untuk kembali kepangkuannya. Nabi Ayub pun sembuh, dan kembali bekerja seperti dulu. Terus menerus bekerja keras, dan akhirnya menjadi kaya kembali.

Bahkan menurut hikayat, nilai kekayaannya jauh melebihi dari nilai kekayaannya dulu. Nabi Ayub telah membuktikan kepada kita bahwa siapa yang mampu bersabar dengan penuh tawakal pastilah akan ditolong oleh Allah. Sebab Allah selalu online, dan tak pernah tidur. Dia selalu menerima permohonan hambaNya yang berserah diri, apalagi untuk urusan rezeki.

 

Orang baik, rezekinya baik. Nabi Ayub adalah contoh dari orang baik. Dari kisah nabi Ayub itu ada sebuah pembelajaran yang harus kita petik bahwa siapa yang mampu bertawakal, dan menjadikan sabar dan sholat menjadi penolongnya, maka akan ada pertolongan dari Allah. Akan Allah mudahkan rezekinya, dan dilapangkan segala urusannya.

Akhirnya, orang baik rezekinya baik. Itu sudah hukum Allah yang tak akan pernah berubah. Oleh karena itu teruslah berbuat baik kepada sesama. Bantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan. Dengan kita berbuat baik kepada sesama, maka akan terpancarlah cahaya Allah dalam diri kita. Bila itu telah terjadi, maka tak akan pernah hilang rezeki dari hadapan mata kita. Bahkan Allah akan terus menambhanya manakala kita mmpu mensyukurinya. Percayalah!

 

http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/30/orang-baik-rezekinya-baik/

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com/

 

Iklan

Komentar ditutup.