Terima Kasih Tukang Tambal Ban

Hari masih pagi. Aku jalankan sepeda motorku seperi biasa menuju sekolah. Tapi, ditengah jalan motorku oleng. Rupanya ban bagian belakang kempes. Mungkin terkena paku pikirku.

Kuhentikan suara mesin motorku. Aku mulai celingak-celinguk mencari tukang tambal ban yang biasa mangkal di pinggiran jalan.

Sudah hampir sekilo kuberjalan, belum juga kutemui ada tukang tambal ban yang buka di pagi hari. Aku terus berjalan menyusuri jalan pemuda Rawamangun.

Alhamdulillah, kulihat dari jauh ada tukang tambal ban yang sudah buka. Kulihat ada sebuah motor yang sedang ditambal ban belakangnya. Aku pun gembira menemukan tukang bengkel yang kucari. Rasa lelahku seolah hilang setelah bertemu tukang tambal ban.

Kuberikan motorku untuk diperiksa. Ada paku besar menempel di bagian ban belakang motorku itu. Dengan cekatan, tukang tambal ban itu mengambil pakunya. Ban dalam motorkupun langaung ditambalnya.

Terima kasih tukang tambal ban. Aku berhutang jasa kepadamu. Kalau saja kau tak ada. Aku akan menderita mendorong motorku. Semoga rezekimu semakin berambah setiap harinya, dan kudoakan agar banyak motor yang mampir di tempat ban tambalmu yang mobile.

salam blogger persahabatan
omjay
http://wijayalabs.com

Iklan

Komentar ditutup.