Rahasia Mendidik Anak Dengan Cinta


13077617191038993491Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Jum’at 10 Juni 2011 sekitar pukul 08.00 pagi saya mengikuti kegiatan yang diadakan oleh POMG SMP Labschool Jakarta. Mereka mengundang bapak Hindra Gunawan untuk memberikan materi mendidik anak dengan cinta. Bagus sekali materinya, sayangnya saya tak sampai selesai mengikutinya karena harus mengajar di kelas 8C.

Bagi saya sebagai seorang guru, mendidik anak dengan cinta merupakan sebuah keharusan dan kebutuhan. Ketika kita memberikan cinta dengan segenap raga dan jiwa, merekapun akan mencintai kita sepenuh hatinya. Ketika peserta didik telah mencintai gurunya, maka proses komunikasi itu akan berjalan dengan baik dan harmonis.

Sama halnya dengan orang tua kepada anak-anaknya. Ketika anak sudah merasakan mencintai orang tuanya, maka dia akan berkomunikasi dengan orangtuanya sendiri ketimbang orang lain. Ketika orang tua mencintai anak-anaknya, belum tentu anak mencintai orang tuanya. Tetapi ketika anak sudah mencintai orang tuanya, maka orang tuapun pasti mencintai anak-anaknya. Itulah sedikit hal yang saya ingat dari pemaparan pak Hindra Gunawan, penulis buku nasional best seller Rahasia mendapatkan nilai 100.

Bagi saya sebagai guru, rahasia mendidik anak dengan cinta adalah:

  1. Perhatian penuh dengan anak-anak kita
  2. Fokus kepada apa yang mereka kerjakan, dan diskusikan
  3. Fleksible, dan tidak terlalu protektif kepada anak
  4. Lihat kemampuan anak, dan pelajari potensinya dengan baik
  5. Belajar bisa dimana saja dan kapan saja, sebab anak bisa belajar setiap hari dari kehidupan
  6. Pembelajaran yang dilakukan harus rileks dan tentu saja menyenangkan
  7. Belajar tidak hanya di sekolah saja, tetapi belajar harus dimulai dari keluarga

Dengan memperhatikan penuh anak-anak kita, ada kontak batin antara anak dan orang tuanya. Kemajuan teknologi saat ini, bisa mempermudah komunikasi antara orang tua dan anak. Intinya, jangan pernah lewatkan kesempatan emas memperhatikan gerak-gerik mereka, apalagi ketika memasuki masa remaja.

Selalu fokus dengan apa yang mereka kerjakan, ketika mereka tidak fokus, orang tua harus mampu mengingatkannya dengan penuh kasih sayang. Lakukan diskusi kenapa kita harus fokus untuk mencapai tujuan. Sebab orang yang sukses selalu berfokus kepada tujuan.

Orang tua di jaman sekarang ini tidaklah boleh terlalu protektif kepada anak. Orang tua harus mampu fleksible dengan memberikan kebebasan kepada anak yang bertanggungjawab. Dengan demikian anak menjadi terbiasa mandiri dan menemukan hal-hal yang terbaik dalam hidupnya.

Orang tua juga harus jeli melihat kemampuan anak. Begitupun guru di sekolah harus mampu melihat potensi peserta didiknya. Ketika terjalin komunikasi yang baik antara guru dan orang tua, tentu perkembangan anak di rumah dan sekolah akan terus termonitor dengan  baik. Potensi anakpun melejit karena kejelian orang-orang di sekitarnya yang mampu membimbingnya menemukan potensi diri.

Belajar itu bisa dimana saja dan kapan saja. Dengan kecanggihan teknologi internet misalnya, komunikasi jarak jauh bisa dilakukan. Ketika kasih sayang telah menyatu, belajar dimanapun akan terasa nikmat. Anakpun menemukan cinta dalam kesehariannya. Baginya tiada hari tanpa belajar.

Ketika anak telah menemukan cinta dalam hidupnya, maka belajarpun merasa rilek dan tanpa beban. Ilmu-ilmu baru masuk ke memori jangka panjangnya dengan penuh kesadaran tanpa paksaan. Bila begitu pembelajaranpun serasa menyenangkan. Ketika belajar telah menyenangkan, maka segudang ilmu akan terasa mudah didapatkan.

Ada hal yang tak kalah penting harus diketahui oleh para orang tua. Belajar tidak hanya terjadi di sekolah saja. Belajar itu harus dimulai dari rumah. Ketika anak sudah mulai belajar mencintai apa yang disukainya, dan telah dicontohkan dengan baik oleh orang tuanya, maka anak akan merasakan bahwa keluarga adalah rumah pertama baginya, dan sekolah adalah rumah kedua yang membantu dirinya menemukan kebahagian hidup.

Itulah beberapa rahasia mendidik anak dengan cinta berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang guru, dan juga orang tua. Sebagai orang tua di rumah, saya selalu berdiskusi dengan kedua anak saya. Mereka saya biasakan mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Komunikasi kamipun terjalin dengan penuh kemesraan. Begitupun di sekolah. Saya berusaha memberikan layanan yang terbaik untuk para peserta didik saya seperti melayani anak sendiri. Dengan begitu merekapun mendekat kepada saya dan mampu berkomunikasi dengan baik. Terjalinlah hubungan yang harmonis antara pendidik dan peserta didik. Dengan begitu belajar tak menjadi satu arah, tetapi menjadi dua arah yang saling melengkapi.

Alangkah indahnya bila kita sebagai guru dan orang tua mampu memahami anak-anak kita dengan baik. Hal-hal yang saya kemukakan di atas mungkin saja belum sempurna, namun rahasia utama mendidik dengan cinta adalah berusahalah untuk dicintai oleh mereka bukan hanya mencintai mereka.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Iklan

Komentar ditutup.