Mengisi Waktu Luang Dengan Menulis

Kalau dulu saya mengisi waktu luang dengan banyak membaca, kini saya mengisi waktu luang dengan banyak menulis. Setidaknya dua pekerjaan itu kini telah menyatu dalam hidup saya sehari-hari. Apalagi setelah bertemu dengan blog keroyokan kompasiana. Tiada hari tanpa menulis dan membaca.

Dulu saya menulis hanya di program penulis kata saja atau dalam buku catatan harian yang berupa agenda kerja dari penerbit buku. Isinya, biasanya jadwal kegiatan saya setiap harinya. Lalu setelah mengenal dunia blogging, saya menulis di berbagai blog. Mulai dari blogspot, wordpress, multiply, blogdetik, dagdigdug, tumblr, sampai blog komunitas blogger. Di dalam blog komunitas, blog saya semakin hari semakin banyak yang mengunjungi. Maklumlah, saya dulu masih menjalankan teori jadul dalam dunia blogging, yaitu blog walking.

Kini, dengan adanya kompasiana, saya mengisi waktu luang saya dengan menulis. Selain mengisinya mudah, menulis di kompasiana bisa kapan saja dan dimana saja. Asalkan terkoneksi ke internet menulis di kompasiana terasa mudah. Tiba-tiba beberapa alinea tercipta begitu saja. Padahal, dulu waktu baru belajar menulis, untuk membuat tiga alinea saja susahnya minta ampun.

Bagi seorang penulis pemula, ada dikenal tiga alinea dalam menulis. Alinea pertama pendahuluan, alinea kedua isi pentingnya, dan alinea ketiga penutup. Alhasil saya tak pernah menulis lebih dari 3 alinea. Alinea paling gemuk yang dituliskan berada pada alinea kedua, yang berisi pesan yang hendak saya sampaikan.

Namun, ketika bertemu dengan orang-orang aneh dan nyentrik di kompasiana, mulailah saya menulis lebih dari tiga alinea. Itupun sudah tidak lagi ada pendahuluan, isi dan penutup. Pokoknya nulis saja, dan saya akhiri ketika saya memang sudah puas mengeluarkan buah pikiran saya.

Hal pertama yang memotivasi saya menulis waktu itu adalah tulisan wisnu nugroho. Wartawan kompas yang bertugas di Istana. Dia mampu menuliskan apa yang dilihatnya dengan sebuah cerita dari sisi yang lain. Nulisnya pun pakai ponsel dan jarang sekali ditemui huruf besar. Namun yang saya sukai adalah, pesannya sampai, karena dituliskan dalam bahasa yang sangat sederhana. Tulisan yang tadinya tidak penting menjadi penting ditangan maestro wisnu nugraha. Tak salah bila beberapa buku tercipta dari tulisannya di kompasiana. Salah satunya adalah SBY dan Istananya yang terkenal itu.

Hal kedua yang memotivasi saya pada saat itu adalah tulisan pepih nugraha. waktu itu kompasiana lebih terkenal dengan sebutan “pepihsiana”, karena tulisan kang pepih lebih banyak menghiasi kompasiana daripada wartawan lainnya. Bahkan Iskandar Zulkanaen waktu itu baru muncul belakangan. Lewat tulisan-tulisannya yang terkesan tidak menggurui membuat saya berguru pada wartawan kompas yang satu ini. Diam-diam saya mencuri gaya menulisnya, dan terus mengikuti tulisan-tulisannya di kompasiana.

Hal ketiga yang lebih memotivasi saya adalah tulisan pak Chappy Hakim. Beliau adalah mantan kepala Staf TNI AU. Orang penting yang pernah menjadi orang nomor satu di tni angkatan udara. Tulisan-tulisan beliau begitu mengobati hati saya yang bercita-cita ingin menjadi pilot. Cita-cita itu kandas, seiring dengan tubuh saya yang pendek dan berkacamata pula. melalui tulisan pak Chappy Hakim, saya merasakan mengemudi pesawat tempur dan berkenalan dengan berbagai jenis pesawat terbang. Saya pun hanyut dalam tulisan beliau tentang kedirgantaraan.

Tulisan yang tiidak kalah bagusnya adalah tulisan pak Prayitno ramelan. Beliau adalah Purnawirawan bintang dua TNI-AU. Pernah bekerja di Badan Intelijen Nasional (BIN). Tulisan-tulisan beliau banyak menuliskan tentang gonjang-ganjing politik tanah air dari sisi intelijen. Tak salah kemudian, tulisan-tulisan beliau terajut dalam sebuah buku Intelijen bertawaf.

Mengisi waktu luang dengan menulis ternyata ada manfaatnya. Manfaat yang terasa adalah terajut menjadi buku. Selama 3 tahun saya berkompasiana, Sudah ada 3 buku saya terbitkan, dan dua lagi sedang saya persiapkan tahun ini. Semua tulisan itu bahan dasarnya dari tulisan saya di kompasiana.

Kompasiana bagi saya seperti inkubator ide-ide menulis saya yang akan terus berkembang menjadi sebuah buku yang semoga menginspirasi pembaca. Sebuah buku yang tercipta dari mengisi waktu luang dengan menulis. Pesan saya kepada pembaca, perbanyaklah membaca, dan tuangkan apa yang dibaca dengan cara menuliskannya. Perbaiki diri dengan menulis, dan pelajari juga teknik presentasi dengan baik. Dengan begitu, akan banyak pesan penting yang disampaikan dengan mudah dipahami oleh orang lain.

Buku Pelajaran TIK yang dibuat dari Hasil Mengisi Waktu Luang dengan Menulis Bersama Tim Pengajar TIK SMP

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Mengisi Waktu Luang Dengan Menulis

Komentar ditutup.