Indahnya Berteman dengan Sesama Penulis

Omjay dan Kang Agus Hermawan (Dok: Pribadi)
Omjay dan kang Agus Hermawan


Usai berolahraga minggu pagi di Batununggal Bandung, kami sekeluarga kembali ke rumah mertua dan kakak ipar saya di jalan Jamika Bandung. Tepatnya di belakang Apotik Jamika Bandung. Kakak ipar saya langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan apotik jamika yang kalau hari minggu tutup.

Waktu di jam ponsel saya hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi. Saya pun langsung memesan kopi susu di depan warung sambil beristirahat sejenak. Ketika hendak menikmati kopi susu, kang Agus Hermawan menelepon saya. Rupanya, Beliau sudah sampai tepat di samping kanan saya. Lalu saya pun melambaikan tangan kepadanya, dan kamipun saling melihat. Di tempat ini kami janjian untuk saling bertemu berbagi ilmu, dan pengalaman kamis masing-masing.

Saya ajak kang Agus menikmati kopi susu sambil ngobrol sejenak di pinggiran jalan jamika kota Bandung. Kang Agus lalu memarkirkan motornya di samping warung. Kami langsung mengobrol sambil menikmati panasnya kopi susu, dan panasnya sang mentari. Di depan kami kendaraan bermotor hilir mudik tiada henti. Itulah pemandangan biasa yang saya lihat bila sedang santai menikmati suasana kota Bandung yang padat dan ramai. Kota Bandung kini dipadati dengan kendaraan bermotor dari luar daerah. Banyak mobil berplat Jakarta atau daerah lainnya berseliweran di depan mata.

Setelah puas menikmati kopi susu panas, saya ajak kang Agus Ke kantor Kakak Ipar saya yang menjadi pengusaha genteng metal dan berjaringan. Di tempat itu kita bisa ngobrol santai tanpa diganggu oleh anak-anak. Namun sayang, kantornya tutup, dan kunci ternyata dititipkan ke pak RT. Sedangkan motor yang biasa saya pakai berkeliling kota Bandung ada di depan kantor. Untunglah gak ada orang jahat mengambil motornya.

Saya telepon kakak ipar, dan kami diminta ke rumahnya saja untuk mengobrol. Kang Agus lalu saya ajak ke rumah kakak ipar yang jaraknya tak jauh dari kantornya. Di rumah kakak ipar kami mengobrol dan saling bersilahturrahim. Rupanya kang Agus membawa oleh-oleh buat saya sekeluarga. Senang sekali menerimanya. Kang Agus membelikan kami Bolu Brownies Amanda yang terkenal itu. Terima kasih kang Agus, akang baik sekali. Kami dibawakan oleh-oleh untuk pulang ke Bekasi. Semoga rezeki Akang semakin bertambah.

Berteman dengan seorang penulis memang banyak untungnya. Selain dapat ilmu dan buku gratis, dapat makan gratis pula. Sudah begitu, pulangnya dibawain oleh-oleh brownies pula. Wow, nikmatnya berteman dengan seorang penulis yang berkumis dan berhati romantis. Hehehe.

Selama di rumah kakak ipar saya, Kang Agus banyak bercerita tentang perumahan tempat tinggalnya di Bumi Adipura Gede Bage. Cerita kang Agus membuat istri dan kakak ipar saya penasaran, dan ingin sekali bersilahturahim ke tempat kang Agus. Siapa tahu cocok untuk membeli rumah di sekitar GedeBage yang sejuk. Kemarin baru saja kami keliling, mencari rumah yang akan dijual di Taman Holis Indah Bandung. Namun, masih belum sreg di hati anggota keluarga. Ternyata beli rumah tidak semudah beli makanan. Perlu pemikiran matang, karena akan ditempati bersama anggota keluarga.

Jam di dinding rumah sudah menunjukkan pukul 12.00 wib. Kang Agus pamit karena ada keperluan lain. Senang sekali dikunjungi oleh penulis dan pembicara kreatif seperti kang Agus Hermawan. Hampir setiap bulan pastilah kang Agus berkeliling daerah membagikan ilmunya kepada teman-teman guru di seluruh Indonesia. Beliau adalah sosok guru yang kreatif yang saya kenal. Banyak buku yang sudah ditulisnya, dan diterbitkan sendiri secara indie.

Salah satu rumah Type 21/60 yang ada di perumahan Bumi Adipura
Salah satu rumah Type 21/60 yang ada di perumahan Bumi Adipura


Siang harinya, sekitar pukul 14.00 wib, saya mengajak istri dan kakak ipar main ke rumah Kang Agus di Gede Bage. Saya ingin istri dan keluarga besarnya melihat-lihat perumahan Bumi Adipura yang asri, sebelum pulang ke Bekasi. Siapa tahu istri dan kakak ipar tertarik membeli rumah di daerah sana. Kalau saya sendiri, sudah merasa cocok dengan lokasinya. Tenang, damai, dan sejuk. Sangat cocok sekali bagi saya yang seorang penulis. Di tempat ini saya akan semakin produktif menulis. Mantra ajaib saya “menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”, rasanya akan semakin berkembang biak di tempat yang nyaman dan asri ini.

Indahnya berteman dengan sesama penulis membuat saya merasakan bahwa berteman di dunia maya, dapat terus dilanjutkan ke dunia nyata. Kita bisa menjadi saudara yang senasib dan sepenanggungan. Bila kita mampu memanfaatkan internet secara sehat, pastilah kita akan menjadi guru yang hebat. Seperti kang Agus, seorang guru yang kreatif dari kota Bandung. Beliau adalah salah satu contoh guru teladan yang mampu memanfaatkan internet secara sehat. Banyak buku telah dituliskannya, dan semoga banyak menginspirasi teman-teman guru lainnya di Indonesia.

Indahnya berteman dengan sesama penulis, membuat kita saling berbagi ilmu kepenulisan. Kami saling melengkapi dan berbagi ilmu dalam menerbitkan buku. Kamipun saling bertukar buku. Semoga buku-buku yang kami tuliskan menginspirasi pembaca, dan bermanfaat untuk para guru di Indonesia, khususnya, dan masyarakat umum pada umumnya.

Cerita sebelumnya:

  1. http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/05/20/selamat-tinggal-kota-bandung/
  2. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/05/20/berolahraga-pagi-di-batununggal-bandung/
  3. http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2012/05/19/menikmati-bubur-ayam-spesial-pak-haji-amid-di-jl-pajajaran-bandung/
  4. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/05/19/kopdar-kompasiana-dan-belajar-menulis-dari-kang-agus-hermawan-di-kota-bandung/
  5. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/05/18/melihat-kota-bandung-dari-menara-masjid-raya/
  6. http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/05/17/berlibur-ke-kota-bandung/

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Indahnya Berteman dengan Sesama Penulis

Komentar ditutup.