Siapa yang Malas Tidak akan Pernah Naik Kelas

Semoga di saat anda membaca tulisan ini, anda dalam keadaan sehat. Semoga pula pintu-pintu rezeki dari Allah yang Maha Pemberi selalu terbuka bagi anda yang bertakwa. Saya pun berharap anda mampu melawan kemalasan diri dalam rangka menjemput rezeki. Sebab rezeki harus dijemput dengan kerja keras, kerjas cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas.

 

1340244105439919581

sumber foto: Presentasi.net

Setiap orang pasti pernah mengalami rasa malas. Biasanya itu terjadi ketika diri mulai jenuh atau bosan dengan akivitas sehari-hari yang kurang menggairahkan. Terutama bila aktivitas itu merupakan kegiatan keseharian yang terkadang menjemukan dan kurang inovasi. Kita pun akhirnya malas mengerjakannya. Padahal, kegiatan itu sangat penting dalam menunjang karir kita di masa depan. Mulailah sesuatu dengan gambaran akhirnya.

Kita memang harus mampu melawan kemalasan diri. Misalnya, bila anda malas menulis, maka obatnya adalah menulis. Bila anda malas bekerja, maka obatnya ya bekerja. Mengapa demikian? Mari kita mencoba merenung dan mengintrospeksi diri.

Ketika kita malas menulis, biasanya terjadi pertentangan di dalam diri. “Mau menulis apa ya?” . Begitupun dalam bekerja. Kita seringkali menunda-nunda pekerjaan. “Nanti saja, kan masih bisa dikerjakan besok!”. Begitu biasanya kita berbicara di dalam hati. Penundaan atau kebiasaan menunda membuat kita akhirnya menumpuk pekerjaan, dan kita akan dibuat kerepotan ketika deadlinenya sudah tiba. Itulah sifat manusia, terlalu gampang menyepelekan. Kita pun akhirnya menggunakan istilah the power of kepepet.

Begitupun dengan saya. Hampir saja saya melewatkan sholat Isya semalam. Badan saya terasa letih dan langsung tertidur. Untunglah istri saya membangunkan dan mengingatkan saya kalau belum sholat Isya. Saya pun bangun dan langsung mengambil air wudhu, meskipun rasanya berat sekali melawan rasa kantuk yang ada di dalam diri.

Selesai sholat Isya barulah saya menyadari bahwa begitu mudahnya orang lalai dalam sholat, dan diperlukan kesadaran hati untuk beristighfar memohon ampun atas segala dosa dan kekhilafan. Itulah akibat dari kalau saya tidak tepat waktu dalam mengerjakan sholat. Pahala sholat berjamaahpun hilang begitu saja, karena saya menunda panggilan Allah. Padahal sholat berjamaah sangat dianjurkan oleh Baginda nabi Muhammad SAW. Selama hidupnya, baginda nabi selalu melakukan sholat berjamaah bersama umatnya. Kecuali sholat tahajud yang beliau lakukan sendiri di sepertiga malam.

Kemalasan diri memang harus dilawan. Bukan orang lain yang harus melawannya, tetapi diri kita sendiri. Perlu kekuatan dari dalam diri bahwa malas akan membuatmu menjadi orang yang lemah. Malas akan membuatmu menjadi orang yang kalah. malas membuatmu menjadi tidak bergairah. Bila itu terjadi, maka hidupmu tak akan cerah.

Orang yang lemah biasanya tak akan sanggup menjadi seorang pemenang. Saya pun teringat dengan sebuah pepatah.Menaklukan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang. Tetapi mereka yang mampu melawan dirinya sendiri, itulah yang disebut penakluk gemilang.

Yuk lawan kemalasan diri! Berusaha tepat waktu dalam mengerjakan sesuatu, dan tidak menunda-nunda pekerjaan. Saya pun menjadi teringat dengan lagu ketika di sekolah dasar dulu. “Siapa yang malas tidak naik kelas”. Kitapun akan menjadi orang-orang yang biasa dan bukan luar biasa. Orang sukses adalah orang yang sanggup melawan kemalasan diri. Orang sukses adalah orang yang selalu naik kelas dalam mencapai kesuksesannya. Orang sukses adalah orang yang proaktif, dan selalu bergerak untuk memperbaiki diri.

 

 1340244679474600762 

Sumber: Presentasi.net

 

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Siapa yang Malas Tidak akan Pernah Naik Kelas

Komentar ditutup.