Yuk Memerdekakan Diri Dengan Menulis!

Hari ini kita merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tak terasa sudah 67 tahun kita merdeka. Dulu bung Karno dan bung Hatta yang didukung penuh oleh para pemuda memproklamirkan negeri ini pada tanggal 17 Agustus 1945. Naskah proklamasi yang dibacakan oleh bung Karno pun sampai saat ini masih tersimpan rapih di museum arsip nasional. Sebagai bentuk otentik bahwa kita sudah berani memerdekan diri dari penjajah dengan menuliskannya di secarik kertas yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa ini. Rekaman suara bung Karno pun masih bisa kita dengar, ketika beliau membacakan naskah proklamasi itu di museum nasional atau Monas yang ada di Jakarta Pusat.

Sadarkah kita bahwa pemimpin bangsa Indonesia memulai kemerdekaan ini dengan menulis? “Indonesia menggugat” adalah salah satu tulisan emas Bung Karno yang sangat terkenal saat itu. Beliau berani menuliskan apa-apa yang ada dalam alam pikirannya, dan menginginkan Indonesia merdeka. Bung Karno menyihir orang yang membaca tulisannya untuk mengajak orang Indonesia berani melawan penjajah. Kita harus merdeka, dan tidak boleh lagi ada bangsa lain yang menjajah negeri ini. Kita harus berani melawan penjajah, karena penjajah hanya membawa petaka.

Tentu saja tulisan Bung Karno itu membuat marah para penjajah negeri ini. Mereka berusaha mencari cara untuk menangkap bung Karno, dan kawan-kawannya. Lewat tulisan, seorang bung Karno telah berani mengatakan isi hatinya, dan melakukan perlawanan dengan cara-cara intelektual. Hal itu, dilakukan pula oleh tokoh-tokoh pahlawan bangsa lainnya seperti Bung Hatta, Muhammad Yamin, KH. Agus Salim, dan lain-lain yang dapat anda baca dari sejarah nasional Indonesia.

Mereka para pejuang bangsa mampu memerdekakan dirinya dengan menulis. Mereka tidak hanya pandai bicara, tapi mampu menuliskan apa-apa yang ada dalam alam pikirannya. Tak heran bila tokoh sekaliber bung Karno, dan kawan-kawannya sangat disegani oleh pemimpin bangsa lainnya. Kehebatan mereka para pejuang bangsa dalam menulis membuat orang Indonesia diperhitungkan dalam kancah politik dunia. Para penjajah pun sangat takut sekali bila banyak orang Indonesia yang pandai menulis. Sebab kekuatan menulis lebih dahsyat dari kekuatan senjata tercanggih manapun. Kekuatan menulis begitu tajam, dan bahkan lebih tajam dari sebilah pedang.

Tulisan para pemimpin bangsa akan menyihir orang Indonesia untuk bersama-sama mengusir penjajah dari bumi nusantara. Ibu pertiwi akan sangat gembira bila banyak orang Indonesia yang tidak hanya pandai berteriak “MERDEKA”, tetapi juga mampu menuliskan apa yang menjadi cita-citanya bagi bangsa ini. Ikut memikirkan pemerintahan yang bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Itulah mengapa para penjajah sangat takut sekali dengan orang Indonesia yang pandai menulis.

Mereka bangsa penjajah akan segera menangkap orang-orang Indonesia yang pandai menulis, dan membredel atau menutup media atau Koran yang menerbitkannya. Tidak boleh ada tulisan yang berseberangan dengan pemikiran penjajah. Semua berita dan informasi dunia dikuasai oleh mereka. Tak boleh ada orang pribumi yang menguasai informasi. Bila ada orang pribumi yang berani melawan, maka akan dipenjarakan.

Para pemimpin bangsa sadar bahwa kekuatan tulisan lebih ampuh dari sebutir peluru. Oleh karena itu, mereka terus menulis pemikirannya, dan membagikannya dengan cara-cara yang “cerdas”. Penjajah bangsa boleh saja menangkap mereka, tetapi pemikiran mereka untuk memerdekan bangsa Indonesia tak akan pernah berakhir di jeruji penjara. Semakin ditekan, justru mereka semakin kreatif dan aktif dalam menulis.

Banyak goresan emas justru terlahir di jeruji penjara itu, dan tersebar luas ke orang Indonesia lainnya. Penjajah pun pusing dibuatnya. Kekuatan tulisan begitu dahsyat mengalir ke anak negeri ini. Membuat mereka semakin membenci para penjajah, dan menginginkan Indonesia merdeka. Hasilnya, kita bisa merdeka di tanggal 17 Agutus 1945. Dimana pada saat itu bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan di hari Jum’at yang agung. Hari dimana umat Islam melaksanakan sholat Jum’at berjamaah di rumah Allah.Hari yang sangat diberkahi oleh Ilahi Rabbi. Kemerdekaan telah menjadi inspirasi kita semua untuk membangun negeri ini.

Seharusnya, anak muda saat ini meniru gaya mereka para tokoh bangsa mengusir penjajah. Anak muda harus berani menuliskan apa-apa yang tak sesuai hati nuraninya. Kita harus kritis, dan terus menerus memberikan kritik dan masukan kepada pemerintah (baik daerah maupun pusat) agar bangsa ini maju. Kita tuliskan ide-ide cemerlang dalam pikiran dengan berbagai tindakan demi kemajuan bangsa. Tulisan kita pun ahirnya mampu menyihir orang lain untuk berbuat kebaikan kepada sesama orang Indonesia. Sudah saatnya kita bahu membahu bergandengan tangan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika untuk mewujudkan Indonesia emas di hari kemerdekaannya yang ke-67. Kebodohan dan kemiskinan harus enyah dari bumi ibu pertiwi. Nama Indonesia harus harum namanya di seantero dunia.

Mari memerdekan diri kita dengan menulis! Dengan menulis kita akan menjadi orang merdeka. Kita bisa menorehkan buah pemikiran kepada siapa saja, asalkan kita mampu mempertanggungjawabkannya. Tidak menulis untuk memperkaya diri sendiri saja, tetapi juga mampu menginspirasi orang lain untuk kaya seperti dirinya. Jadilah orang yang kaya dengan menulis. Jadilah orang yang merdeka dengan menulis, dan jadikanlah menulis untuk memerdekan diri dari kemiskinan ide dan kreativitas.

Salam Bogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Yuk Memerdekakan Diri Dengan Menulis!

Iklan

Komentar ditutup.