Padepokan Budi Rahardjo

Ternyata perlu usaha keras untuk menyelesaikan membaca dokumen di layar komputer ini. Baru satu berkas PDF yang saya selesaikan. Ada beberapa lagi yang harus saya baca sebelum merangkumkannya menjadi cerita yang lain. Saya tidak yakin dapat menyelesaikan bacaan ini. Masalahnya adalah, saya lebih suka membaca buku dalam format yang konvensional. Buku kertas.

Apakah ini karena saya berasal dari generasi analog? Bisa jadi. Atau ini hanyalah masalah romantisme masa lalu. Tak dapatkah kita berubah dan menerima teknologi? Sebagai seorang yang termasuk golongan early adopter, nampak aneh jika saya masih mengalami hambatan dalam membaca dengan menggunakan komputer (atau tablet). Namun, ini kenyataan.

Masalah saya dengan buku kertas adalah mereka membutuhkan tempat untuk disimpan. Rumah saya bak kapal pecah untuk soal bahan bacaan. Buku, majalah, print out berserakan di mana-mana. Kecuali saya memiliki rumah yang sangat besar sehingga ada ruang perpustakaan yang juga sangat besar, rasanya memang saya sudah harus beralih ke format…

Lihat pos aslinya 32 kata lagi

Komentar ditutup.