Yudhi Hendro Berbagi Cerita

IMG00241-20120510-0708

Anak kedua saya yang duduk di bangku kelas enam SD, Aysha, atau biasa kami panggil Caca diberikan tugas sekolah membuat pidato perpisahan kelas. Seperti biasa, kalau ada tugas pelajaran bahasa Indonesia seperti mengarang, bikin puisi atau membuat teks pidato, dia sering kesulitan dan minta tolong mamanya.

Dibandingkan tiga saudaranya yang lain, sebenarnya dia termasuk anak yang pengomong dan agak ngeyel alias nggak mau kalah kalau lagi perang mulut dengan kakak dan adik-adiknya. Dia juga termasuk anak yang paling rajin membantu mamanya di rumah. Membantu memasak, cuci pakaian, menyetrika dan menyiapkan pakaian adiknya yang akan berangkat ke sekolah, bukan hal sulit baginya.

Tetapi ya itu tadi, kalau sudah berhubungan dengan tulis menulis atau mengungkapkannya dalam bentuk tulisan, dia sering kesulitan.

“Caca nggak bisa Ma, bikin tulisan panjang-panjang seperti Papa”, ungkapnya saat bersama-sama mamanya buka internet di rumah dan melihat isi blog papanya.

Lha, kalau sudah urusan seperti ini, biasanya istri saya …

Lihat pos aslinya 390 kata lagi

Iklan

Komentar ditutup.