Menulis Kreatif

Kamis, 13 Desember 2012 saya dan Pak Dedi Dwitagama diminta menjadi nara sumber menulis kreatif di kegiatan gebyar PLS Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sebuah kegiatan yang digagas oleh para mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.


Banyak orang menduga dan mengira bahwa tulisan yang kreatif itu harus berbentuk fiksi. Padahal tidak juga. Banyak tulisan non fiksi justru menggoda hati. Para penulisnya hanya menulis dalam tiga paragraf saja. Paragraf pertama diawali dengan pembukaan, paragraf kedua merupakan isi penting dari tulisan, dan paragraf ketiga adalah penutupnya. Sederhana dan mudah dicerna oleh pembaca. Bahkan ada yang ekstrim dengan satu kalimat saja yang dilengkapi dengan foto yang berbicara.

 


Menulis adalah menyampaikan pesan. Menuilis adalah menyampaikan buah pikiran yang ada dalam isi kepala ke dalam bentuk tulisan. Bisa saja orang ketika berbicara secara lisan lancar sekali, tetapi ketika mereka diminta membuatnya secara tulisan? Belum tentu mereka bisa selancar berbicara. Pastilah mereka akan berpusing ria dan bingung mau menuliskannya dari mana. Sebab menulis yang maksudnya hanya untuk menyampaikan pesan itu menjadi sulit lantaran kita terlalu dibebani oleh aturan ini dan itu. Akibatnya, kita menjadi tak bisa menulis dan bahkan ada yang takut untuk menulis. Kok bisa ya? Hal inilah yang sering disebut macet menulis. Ide-ide cerdas seperti mengumpul di kepala, tapi tak bisa untuk dikeluarkan. Macet, dan macet seperti saluran air yang mampet dan tidak mengalir airnya.

Itulah yang terjadi bila kita tak mampu memiliki keterampilan menulis kreatif. Sebuah keterampilan yang dimiliki bila kita rajin dan membiasakan diri menulis setiap hari. Tulisan yang kita buat menjadi sangat renyah untuk dibaca karena kita sebagai penulisnya juga banyak membaca. Siapa yang rajin membaca, pastilah dia akan menulis dengan baik. Asalkan, apa yang sudah dibacanya segera dituliskannya kembali dalam gaya bahasanya sendiri. Proses metaforming terjadi dalam dirinya, dan lahirlah sebuah kreativitas menulis. Bisa berasal dari pengalaman nyata, bisa juga dari sebuah imajinasi liar yang terkendali.

Dalam menulis kreatif tidak dibutuhkan aturan ini dan itu. Sebab inti dari menulis kreatif adalah menulis dan menulis untuk menyampaikan pesan dengan cara-cara baru atau inovatif sehingga membuat orang antusias membaca tulisannya.

Namun, inti daripada menulis kreatif adalah penulis mampu mengembangkan ide menulisnya sendiri, dengan gaya bahasanya sendiri, dan mempunyai keunikan tersendiri. Menulis kreatif adalah bagian penting dalam menulis bila kita ingin menjadi seorang penulis terkenal dan tersohor. Hanya mereka yang mampu menulis kreatiflah yang akan banyak menuangkan ide-ide segarnya ke dalam tulisan.

Kuncinya adalah menulis untuk menyampaikan pesan dengan cara-cara yang berbeda. Itulah mengapa menulis kraetif selalu mendapatkan tempat di hari para pembacanya.

Piagam Penghargaan dari Panitia Gebyar PLS UNJ

salam Blogger Persahabatan

Omjay
http://wijayalabs.com

Menulis Kreatif

Iklan

Komentar ditutup.