Monthly Archives: Februari 2013

Yudhi Hendro Berbagi Cerita

Tinggal berjauhan dengan keluarga, terkadang tak bisa dihindari dalam hidup ini. Termasuk bagi yang sudah bekerja. Di sisi lain, hal itu juga dapat menjadi penyebab seseorang memutuskan untuk resign.

Seperti salah seorang teman, sebut saja si A, akhirnya kembali ke Jawa setelah kurang lebih tiga tahun bekerja di lapangan. Sang istri keberatan kalau harus tinggal berjauhan. Dia bekerja di Jawa, sementara suaminya di Kalimantan.

Akhirnya, sang suami yang mengalah. Mengundurkan diri baik-baik dan pulang untuk mendekatkan jarak dengan keluarga, istri tercinta.

Perkenalan mereka terjadi di tempat kerja, ketika berawal dari kunjungan tamu. Sang istri yang baru dikenalnya, saat itu sebagai tamu sekaligus guide para peneliti dari negeri matahari terbit. Dari mulai kenalan, sama-sama mendampingi tamu, akhirnya tumbuh benih cinta di antara keduanya.

Setelah menikah, sang suami kembali ke tempat kerja dan sang istripun tetap bekerja di sebuah perusahaan perkebunan di Jawa. Mereka menjalani awal-awal masa pernikahan dengan tinggal terpisah.

Hingga…

Lihat pos aslinya 331 kata lagi

Guru, Dosen, Buku, dan Kurikulum Baru

guru dan dosen

guru dan dosen

Begitu banyak tulisan tentang guru di berbagai media. Seolah-olah hanya guru yang disalahkan dalam lemahnya ranah pendidikan di negeri ini. Para dosen di perguruan tinggi tak mau disalahkan, sebab kunci kuatnya pendidikan terletak pada guru. Padahal kita melihat, kualitas guru kita menjadi kurang baik lantaran rendahnya mutu dosen di tingkat perguruan tinggi . Terutama dosen-dosen di lembaga pencetak para guru. Silahkan anda lakukan penelitian, pastilah anda akan mendapatkan kenyataan itu. Tak usah marah, mari kita sikapi dengan cara yang bijaksana.

Baca lebih lanjut

abuabbad.com

Rabu (27-02-13) saya berkesempatan menghadiri Soft Opening Al-Azhar Harapan Indah (Al-Harin) yang berlokasi tepat di samping kantor kecamatan Medan Satria yang baru dibangun dan Polsek Medan Satria. Sungguh kebanggaan yang sangat besar yang saya nanti-nantikan sejak melihat plang bertuliskan “Disini akan dibangun Sekolah Islam Al-Azhar harapan Indah”. Memang plang tersebut sudah terpasang sejak tahun 2007 ketika saya baru kembali dari perantauan di Jogja. Mengingat Harapan Indah sudah mengekspansi perluasan wilayahnya maka segala macam pusat kuliner, industri, serta pendidikan pun ikut berkembang. Namun lembaga pendidikan Islam yang ada masih minim. Adanya Al-Harin ini nantinya akan menjadi pusat pendidikan Islam (Islamic Education Center).

Acara soft opening sejatinya merupakan opening awal office Yayasan Al-Azhar Harapan Indah yang letaknya di komplek Sekolah Al-Harin persis berseberangan dengan Sekolah Kristen BPK Penabur Harapan Indah. Adapun Grand Opening rencananya akan diadakan di bulan Juni menjelang tahun ajaran baru dengan mengundang bapak Mendikbud RI. Sekolah Al-Harin akan mulai…

Lihat pos aslinya 523 kata lagi

Guru dan Kurikulum

533099_10151249293086582_117301963_nSebenarnya, tulisan ini akan saya kirimkan ke media cetak. Tapi saya tak yakin akan lolos di meja redaksi. Sebab penulis hanya seorang guru biasa. Bukan pakar pendidikan, apalagi pakar kurikulum. Pastilah tulisan ini akan ditolak dan dikembalikan.  Begitulah prasangka saya yang terbiasa menulis di blog.

Baca lebih lanjut

Adakah Guru Hebat di Indonesia? Andakah itu Orangnya?

Siti Mugi Rahayu

siapa guru hebat

Satu hal yang hampir selalu ditanyakan Pak Dedi Dwitagama dalam setiap acara yang diisinya adalah “siapa guru hebat yang Anda kenal ?”. Dan hampir semua orang di acara berbeda akan menjawab : Pak Arief Rahman.

Dedi Dwitagama, adalah seorang guru di SMK 50 (kalo ga salah ya Pak?), mantan kepala SMK Penerbangan Jakarta tahun kemarin. Pemenang Guraru Award tahun 2012 ini juga adalah seorang pemateri di bidang kepemimpinan , motivasi dan PTK. Dengan prestasinya yang juga demikian banyak, Pak Dedi tidak mau disebut guru hebat. Aduuh.. bagaimana dengan saya, Pak ?

Kalau Pak Dedi belum  merasa hebat, berarti benar dong menurut guru-guru yang lain bahwa guru hebat di Indonesia cuma satu, yaitu Pak Arief Rahman. Pak Arif sudah uzur. Dalam usianya yang sudah lewat dari 70 tahun, beliau memang masih terlihat penuh semangat walau langkahnya tentu saja mulai banyak terkendala. Lantas, jika Pak Arief pergi… Indonesia lalu tak punya guru…

Lihat pos aslinya 153 kata lagi

Ada Omjay juga loh!

Blog Agus Sampurno

Pecha Kucha Vol. 13

Pecha Kuchers,

Berikut ini adalah update pembicara yang akan hadir di Pecha Kucha Vol. 13 “CreaTion” :

1. Agus Sampurno – Guru Kreatif

2. Anandita Puspitasari – Acer Guraru

3. Jakarta Culinary Center

4. Steps Dance Academy

5. Institut Pertambangan Nemangkawi

6. Coffee Institute

7. Universitas Paramadina

8. Lita Mariana

9. Ikatan Guru Indonesia (IGI)

10. London School of Public Relations (LSPR) Jakarta

11. Mbak Dos

Jangan lupa ajak teman-teman kamu untuk hadir pada:

Rabu, 27 February 2013

Pk. 18:00 WIB – Pk.21:00 WIB

Bertempat di:

Resto Es Teler 77

Jl. Adityawarman, Jakarta 12130

Acaranya GRATIS! Jadi, tunggu apalagi?

See you on Pecha Kucha Vol. 13 ya! :D

*Simak pula akun twitter kami @Pechakuchajkt  dan FB Page Pecha Kucha Jakarta untuk info lebih lanjut.

Lihat pos aslinya

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Kampus UNJ Rawamangun Jakarta Timur

Workshop PTK di Wisma UNJ
Worskhop PTK di Wisma UNJ

Akhirnya datang juga hari itu. Hari yang ditunggu oleh para guru yang ingin belajar dan berbagi ilmu PTK. Sekitar 50 orang guru hadir di Aula Wisma UNJ Rawamangun pada hari Minggu, 24 April 2013. Meskipun hari libur, mereka tetap semangat untuk belajar menulis proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan melaporkannya. Kegiatan diulai dari pukul 08.00wib sampai pukul 18.00 wib.

Baca lebih lanjut

Kurikulum Baru Itu Dibuat Terlalu Tergesa-Gesa

Sebagai seorang guru, saya sudah harus siap apapun kurikulumnya. Tak boleh menolak, dan harus menjalankan kurikulum itu dengan baik sesuai dengan kehendak pemerintah. Kami di kelas harus mampu menterjemahkan kurikulum menjadi mata pelajaran yang menarik perhatian peserta didik. Masalah metode pembelajaran, silahkan dicoba sendiri kalau ingin menjadi guru kreatif. Pemerintah seolah lepas tangan dalam pelatihan guru.

Baca lebih lanjut

Kesombongan Seorang Penulis

Kesombongan akan berbuah ketidakbahagiaan. Siapa yang sombong pastilah tidak disukai oleh orang lain. Oleh karena itu, saya selalu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat sombong.

 

Bila kesombongan menghinggapi diri, mohon segera disadarkan. Nasehatilah aku dan dia dengan cara yang baik. Sebab kesombongan akan membuat diri ini lebih hebat dari orang lain. Padahal banyak kelemahan diri yang tentu saja masih harus terus diperbaiki. Introspeksi diri menjadi kunci utamanya.

 


Bagi seorang penulis, kesombongan kerap menerpa diri. Apalagi bila karya tulisnya banyak dipuja-puji. Jadilah diri yang awalnya rendah hati menjadi sombong, karena terlalu membanggakan diri. Pujian terkadang membuat kita lupa diri dan tenggelam dalam banjir kesombongan. Seolah-olah hanya karya tulis kitalah yang paling hebat dan merendahkan karya tulis orang lain.

 

Ketika ada kritik menerpa diri seorang penulis yang selalu dipuja puji. Sikapilah ia dengan bijaksana. Di sanalah akan terlihat kearifan atau keangkuhan penulisnya. Kesabaran teruji, dan yakinlah bahwa kesabaran akan berbuah kebahagiaan. Kata sebaiknya dilawan dengan kata dan bukan mata.

 

Sebenarnya, tak ada penulis nomor satu. Sebab penulis bukan profesi yang diperuntukkan untuk pertandingan seperti halnya lomba berlari atau tinju. Penulis adalah sebuah profesi dimana dirinya mampu mengungkapkan imajinasi dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan sehingga enak dibaca dan mampu untuk dipahami maknanya. Pembaca merasa senang dan mendapatkan pencerahan dari pembacanya. Peannya sampai dan menjadi daya ungkit bagi pembacanya.

 

Kesombongan seorang penulis semoga tak menghinggpi diri ini. Tetaplah selalu rendah hati. Di atas langit pastilah ada langit. Diri ini baru saja belajar menulis, dan terus belajar menulis setiap hari. Bila ada kesombongan terselip disitu, mohon dimaafkan dan dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.

 

Negara kita adalah negara kepulauan. Ribuan pulau ada di dalamnya. Lautan menjadi penghubungnya. Dalamnya laut dapat diduga, namun dalamnya hati siapa yang akan tahu?

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Kesombongan Seorang Penulis