Monthly Archives: Maret 2013

Trainer Kita




Saya menemani Omjay memotivasi menulis dan membuat Penelitian Tindakan Kelas di SD NURUL ILMI BILINGUAL INTEGRATED ISLAMIC SCHOOL – NIBIIS Bekasi, Minggu 23 Maret 2013. Sejak pagi hingga sore hari kami bermain, workshop dan saling berbagi dengan guru-guru dari SD NURUL ILMI BILINGUAL INTEGRATED ISLAMIC SCHOOL – NIBIIS dan guru-guru lain dari Bekasi, semoga bermanfaat.

Foto-foto Training Saya bisa dinikmati disini.

#21 @2013

Lihat pos aslinya

Bismillah, Saya Menolak Kurikulum 2013

Setelah membaca dokumen kurikulum 2013, mengikuti seminarnya, dan merenung sedalam-dalamnya, maka saya ucapkan, “Bismillah”, dan memberanikan diri untuk menolak kurikulum 2013. Mengapa saya sebagai seorang guru menolak kurikulum baru? Sebab kurikulum baru itu tidak menjawab permasalahan pendidikan yang ada di bumi Indonesia. Anda boleh tak setuju dengan saya, dan boleh juga sepakat. mari kita beragumentasi dengan akal sehat.

Rendahnya Kualitas Guru

Masalah rendahnya kualitas guru, seharusnya bukan dijawab dengan pergantian kurikulum baru. Semestinya pemerintah menjawabnya dengan pelatihan-pelatihan guru yang mampu meningkatkan kualitas guru. Pendidik kita banyak yang belum mengikuti pelatihan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Bahkan ada guru PNS di daerah yang puluhan tahun belum mendapatkan pelatihan guru dari pemerintah. Itulah fakta yang dapat dilihat dengan kasat mata.

Rendahnya nilai anak-anak Indonesia berdasarkan hasil penelitian TIMSS 2011 dan PISA secara internasional belum bisa dijadikan alasan untuk pergantian kurikulum. Sebab rendahnya nilai itu, karena kita belum memiliki guru-guru yang berkualitas. Kalau saja pemerintah fokus dalam pelatihan guru, niscaya nilai-nilai itu akan terangkat dengan sendirinya. Sebab pada dasarnya, anak Indonesia adalah anak-anak yang cerdas. Perlu guru yang cerdas pula untuk mengajari mereka. Cara mengajar guru itu kuncinya.

Kurikulum sudah seringkali berubah, namun ternyata tidak memecahkan masalah. Mengapa kita tak pernah belajar dari sejarah? Selalu melakukan hal yang sama, dan terperosok dalam lubang yang sama? Kasihan para peserta didik kita. Mereka hanya menjadi kelinci percobaan kaum penguasa. Mereka dijadikan “trial and error”dari sebuah penelitian kebijakan yang berbasis proyek. Pantas saja pendidikan menjadi mahal di negeri ini. Si miskin menjadi sulit mendapatkan pendidikan yang baik. Rusak sudah bangsa ini (RSBI). Ganti menteri, ganti kurikulum.

Pak Mendikbud Muhammad nuh selalu bilang, “di Kurikulum baru, guru tak perlu lagi bikin silabus”. Sungguh sebuah pembodohan yang terstrukturisasi. Guru hanya diminta untuk menjadi makhluk penurut dan memenuhi keinginan sang penguasa. Guru tak menjadi lagi orang yang merdeka, dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya.

Tolak Kurikulum 2013

Kini saatnya guru bersatu untuk menolak kurikulum baru. Jangan mau lagi guru dibodohi oleh sang penguasa. Kita harus mampu berpikir kritis, dan bukan hanya memikirkan diri sendiri. Nasib bangsa ini terletak di tangan guru. Bila gurunya kritis, dan mampu berpikir jernih, maka sang penguasa tak akan mampu berbuat apa-apa. Demokrasi terletak ditangan rakyat, dan pendidikan yang baik terletak di tangan guru tangguh berhati cahaya.

Mengapa guru harus menolak kurikulum 2013? Sebab kurikulum ini syarat dengan kepentingan politik. Kurikulum itu terlalu dipaksakan dan belum tentu mampu menjawab persoalan pendidikan yang ada saat ini. Guru-guru malah dibuat bingung dengan kurikulum baru. Seminar dan bedah kurikulum 2013 digelar di berbagai tempat, namun hasilnya belum cukup memuaskan semua pihak. Bila anda ingin melihat dokumennya, silahkan diunduh di facebook group Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Kurikulum 2013 ditelanjangi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebuah perguruan tinggi bergengsi di Indonesia. Banyak pakar pendidikan bicara, dan pemerintah seperti tuli. Tak mau mendengarkan, dan terlalu memaksakan kehendaknya sendiri. Selama ini begitu banyak masukan dan pertimbangan dari para kritisi, praktisi di lapangan, kaum cendekiawan, dan akademisi menyikapi permasalahan bangsa ini, selalu saja mentok ketika berhadapan dengan politik pengambil kebijakan. Setiap solusi dan terobosan yang bisa terasa langsung di lapangan hampir tak pernah mulus terterima atau bisa diimplementasikan sesegera gagasan itu muncul.

Pemerintah terlalu yakin kurikulum 2013 adalah obat yang sangat mujarab untuk menyembuhkan penyakit pendidikan kita. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang pernah digagas dalam Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, tetapi belum terselesaikan karena desakan untuk segera mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006. Lalu pertanyaannya, ada apa dengan KBK?

Saran saya, karena banyaknya penolakan pemberlakuan kurikulum 2013, sebaiknya kurikulum ini ditunda dulu pelaksanaannya. Dari sisi persipannya saja, masih terlihat tergesa-gesa. Meski pemerintah selalu membanatahnya di media. Ingatlah pesan orang bijak! Sesuatu yang tergesa-gesa itu akan berdampak buruk. “al’ajalu minassyaithon”, tergesa2 itu sebagian dari kebiasaan syetan. Pikirkanlah yang matang dan mari kita terima masukan dan kritikan dengan lapang dada.

Uji publik yang dilakukan oleh pemerintah seharusnya dapat menjawab kegalauan para guru. Namun sayang, uji publik yang digelar itu, hanya mampu dipahami oleh pemerintah dan belum dipahami sepenuhnya oleh para guru di sekolah. Lagi-lagi guru hanya sebagai obyek penderita saja. Kapan ya guru menjadi subyek? Guru akan menjadi subjek bisa setiap saat, jika ia kreatif mengubah kurikulum di depan murid, menjadi segar dan enak untuk dilahap murid. Guru penentu di kelas, dan tentu saja tidak ada hubungannya dengan pemerintah.

Guru Harus Bersatu.

Wahai para guru, bersatulah untuk menolak kurikulum baru. Kita tolak kurikulum 2013 bukan karena kita tak ingin menjadi bangsa yang maju. Tapi kita ingin pemerintah melatih terlebih dahulu guru-guru, menjadi tenaga profesional yang mampu memperbaiki cara mengajarnya.  Guru harus berubah, tapi perubahan itu tak harus dengan mengganti kurikulum baru yang mengeluarkan biaya sampai Rp. 2, 49 Trilyun. Lebih baik uang itu digunakan untuk pelatihan dan peningkatan mutu guru di seluruh Indonesia

Dalam SMS sosialisasi kurikulum 2013 dituliskan, anggaran melekat artinya ada atau tidak ada kurikulum 2013 anggaran itu tiap tahun diusulkan dalam anggaran rutin kemendikbud. Anggaran melekat sebesar Rp. 1,74 Trilyun terdiri atas APBN kemdikbud Rp. 991,8 Miliar dan DAK sebesar Rp. 748, 5 Miliar. Anggaran langsung artinya anggaran murni yang diusulkan dan didedikasikan karena adanya kurikulum 2013.  Anggaran langsung Rp. 751, 4 Miliar untuk persiapan dokumen, penulisan dan pembuatan buku, uji publik, dan sosialisasi, pengadaan buku, dan pelatihan guru. Besarnya anggaran karena jangkauan dan jumlah sasaran yang hendak diberikan pelayanan terhadap kurikulum 2013 begitu besar.

Membaca SMS di atas itu, saya geleng-geleng kepala, dan berharap anggota DPR tak serta merta menyetujuinya. Sebab jajaran kemdikbud belum fokus terhadap dana yang ada, namun sudah membuat anggaran baru lagi yang belum jelas manfaatnya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Kita tentu masih ingat buku sekolah elektronik atau BSE. Buku BSE itu sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, dan pemerintah telah membeli buku itu dari penulisnya. Kitapun masih ingat bahwa ratusan buku pengayaan yang dituliskan oleh para pemenang naskah buku pengayaan kemendikbud sampai saat ini belum diterbitkan. Tak jelas kenapa belum diterbitkan. Kami yang menjadi salah satu pemenangnya jelas saja kecewa. Kini pemerintah akan membuat buku untuk mendukung kurikulum baru, bukankah ini pemborosan biaya?

Kalau mau jujur, kurikulum 2013 bukanlah jawaban dari peningkatan kinerja pendidikan melalui kurikulum, guru, dan lama tinggal di sekolah. SMS yang menyesatkan dari sosialisasi kurikulum 2013 ini jelas dibuat untuk mempengaruhi pola berpikir publik agar tidak kritis dengan kekurangan kurikulum 2013. Anggaran dana sebesar Rp. 2,49 Trilyun untuk kurikulum 2013 terdiri atas anggaran melekat dan anggaran langsung cuma akal-akalan pemerintah agar dana ini dapat dicairkan dengan dalih pendidikan kunci pembangunan.

Solusi terbaik bangsa ini adalah menolak dengan tegas kurikulum 2013. Biarkan kurikulum lama dievaluasi lebih dulu. Mari kita melihat kelemahan dan kelebihannya. Lalu kemudian lakukan uji publik. Jangan hanya sepaihak saja mengatakan bahwa kurikulum 2006 atau KTSP tidak bagus dan harus diganti. Segala sesuatu itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan penelitian yang tingkat validitasnya tak diragukan. Transparansi atau keterbukaan harus dikedepankan demi menjunjung nilai kejujuran dan sikap demokratis. Sehingga tak ada omongan lagi, “ganti menteri, ganti kurikulum.”

Mari kita ucapkan “Bismillah” bersama-sama. Yakinlah dan percaya bahwa kurikulum 2013 tidak memecahkan masalah pendidikan. Tetaplah percaya bahwa perubahan itu pasti terjadi. Namun percayalah, perubahan itu bukan harus merubah kurikulum. Perubahan itu seharusnya memperbaiki cara mengajar guru agar mampu menjadi guru yang berkualitas. Guru yang mampu melakukan pembelajaran yang mengundang sehingga siswa asyik dan menyenangkan. Guru yang mampu menjadi mata air bagi peserta didiknya dari kehausan akan ilmu pengetahuan. Guru yang mampu memberikan keteladanan sehingga ikut meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didiknya. Ingatlah selalu, “Guru yang berkualitas akan melahirkan peserta didik yang berkualitas pula.”

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Creative Learner

Ilmu ini didapat dari ayah saya. Setelah bermeditasi dan berpuasa selama beberapa hari akhirnya ilmu ini bisa juga saya dapatkan hahaha lebay dot com.

Basis dari ilmu pembaca karakter ini adalah quranic power. Kebetulan ayah saya pernah bertemu langsung dengan penemu quranic power. Kitab suci Al-Quran yang dijadikan rujukan untuk membaca karakter diri maupun orang lain.

Lihat pos aslinya 502 kata lagi

Yudhi Hendro Berbagi Cerita

“Alhamdulillah, sudah dapat tempat untuk jual tasku”kata istri via SMS beberapa hari lalu. Setelah beberapa cara ditempuh istri dan berujung pada kegagalan, akhirnya dapat tempat untuk menitipkan barang dagangannya. Produk berupa tas yang bisa dipakai untuk belanja, kondangan atau berwisata.

Langkah pertamanya menjual lewat arisan ibu-ibu yang diadakan di rumah, gagal total. Setelah ditawarkan, tak ada satu pun peserta arisan yang membeli produknya. Alasannya, mereka sudah punya tas dan saat ini belum perlu.

Lima belas tas yang dikirim dari Semarang dan Cirebon itu pun masih utuh di rumah. Lima tas kiriman dari ibu mertuanya dan sepuluh tas beli secara online.

Pada hari selanjutnya, upaya lainnya ditempuh istri. Mendatangi temannya yang punya toko kecil di lokasi yang baru berkembang. Setali tiga uang, temannya menolak dengan halus untuk dititipi dagangan.

“Sudah datang jauh-jauh, ternyata dia nggak mau terima”katanya. Menyerahkah dia? Enggak juga. Langkah berikutnya menawarkan ke tetangga sebelah rumah. Kebetulan dia memang…

Lihat pos aslinya 432 kata lagi

Creative Learner

Komarudin Hidayat

Kata-kata diatas saya kutip dari ceramah Prof.Dr. Komarudin Hidayat dalam sebuah seminar di Sekolah Binus Simprug, Jakarta. Komarudin membagi kisahnya bagaimana ia belajar bahasa asing saat berada di sebuah pesantren. Komarudin saat ini dikenal sebagai rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lihat pos aslinya 531 kata lagi

~ Langit Fiksi ~

Loneliness_by_mehrdadart4

Credit

” Aku bahkan berhak untuk membuatmu DIAM, jadi jangan bicara cukup patuhi saja aku. Aku tidak suka kamu bantah, atau membela diri. Apapun yang aku bilang kamu suka atau tidak suka kamu hanya cukup DIAM ! ”

Suaramu memecah hening malam, lalu berlari-lari di putaran pendengaranku. Sengaja kumasukan indera pendengaran dan perasaku. Kuselipkan di memoriku agar aku ingat bahwa aku hanya cukup DIAM.

” Aku tidak butuh wanita yang pintar, aku hanya butuh wanita yang menyenangkanku dan mematuhi aku ”

Mataku menerawang, ingatanku terbang pada satu ketika di saat tanpa bertanya aku harus berkata YA pada keputusan besar dalam hidupku. Khayalanku jauh mengingat betapa banyak impian dan ambisi yang kutekan jauh ke dalam. Betapa banyak sayap yang kubiarkan patah atas nama pengorbanan dan pengabdian kasihku pada orang-orang yang menghadirkanku ke dunia. Ya sejak awal aku sudah DIAM.

Tiba-tiba suara lain terlintas begitu saja,… ” Kamu terlalu pasif, bicara dong…

Lihat pos aslinya 247 kata lagi

Lomba Pidato Nasional OJK Berhadiah Total 25 Juta

Gambar

Kamis, 14 maret 2013 saya mengikuti lomba pidato nasional “Suara Konsumen Lembaga Jasa Keuangan (LJK)” yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini dilaksanakan di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski, Jl. MH. Thamrin No. 1 Jakarta Pusat.

Tema kegiatan ini adalah Ekspresi suara konsumen terhadap produk dan layanan keuangan non bank (layanan kategori non bank: Pasar modal, asuransi, dana pensiun, pembiayaan konsumen, leasing).

 

13633068162128105055

Brosur Lomba Pidato

Kategori yang dilombakan adalah untuk ibu rumah tangga, karyawan/pegawai/professional, guru/dosen/akademisi.

Para peserta diminta untuk pidato dan menyampaikan pengalamannya sebagai konsumen selama 4 menit di depan dewan juri yang anggotanya sudah ditentukan oleh panitia dari berbagai kalangan.

Adapun syarat materi pidato adalah:

1.       Tidak menyangkut SARA

2.       Tidak merujuk pada instansi / perusahaan/ pemerintah / pribadi tertentu

3.       Tidak menjelek-jelekkan, namun boleh berupa kritik yang kontruktif

4.       Merupakan pengalaman pribadi atau orang terdekat, dan bukan fiktif

5.       Ekspresi positif maupun negatif yang muncul sebaiknya disertai dengan saran /solusi yang dapat diterapkan

Lomba pidato nasional ini berhadiah total senilai Rp. 25.000.000,- (pajak ditanggung pemenang) dimana hadiah per kategori sebagai berikut:

    • Juara I mendapatkan hadiah Rp. 10.000.000,-

     

      • Juara II mendapatkan hadiah Rp. 7.500.000,-

       

      • Juara III mendapatkan hadiah Rp. 5.000.000,-

      1363306886296161743

      No Peserta untuk Omjay

      Sebagai salah seorang peserta yang mengikuti lomba pidato nasional di atas, saya mendapatkan nomor peserta 0214. Alhamdulillah saya mendapatkan giliran terakhir dari jumlah peserta yang ada. Dengan begitu saya berkesempatan melihat teman-teman peserta yang sudah lebih dahulu tampil menyampaikan pidatonya.

      Terus terang saya agak gugup juga dan merasa kurang percaya diri. Seorang bapak yang tepat berada di belakang saya memberikan motivasi. “Bicara saja apa adanya, dan sampaikan apa yang dialami secara jujur”. Begitulah kata bijak seorang bapak yang saya belum tahu siapa namanya. Saya hanya tersenyum saja mendengarnya.

      Ketika nomor peserta saya dipanggil, dan diminta menyampaikan pidatonya, saya agak grogi juga. Bingung mau ngomong apa dan dimulai darimana. Untunglah saya bisa menguasai diri dan bercerita tentang pengalaman saya mengurus asuransi kendaraan bermotor.

      Saya meniru gaya bicara Jokowi, Gubernur DKI Jakarta. Beliau biasa bicara efektif di podium dan tidak membuat bosan orang yang mendengarnya. Gaya bicara Jokowi itulah yang saya praktikkan langsung   dalam lomba pidato nasional yang diselenggarakan oleh OJK. Saya begitu lancar menceritakan pengalaman saya sebagai konsumen asuransi dan menyampaikan 3 tips konsumen dalam menggunakan jasa perbankan non bank, yaitu pastikan manfaatnya, pahami resikonya, dan perhatikan biayanya.

       

      1363306959136621289

      Salah satu peserta lomba sedang menyampaikan pidatonya

      Ketiga tips itulah yang saya lakukan dalam memilih asuransi kendaraan bermotor. Sewaktu saya membeli mobil baru, saya langsung memilih jasa asuransi yang dapat dipercaya. Ketika mobil saya mengalami musibah tertabrak kendaraan lain, maka dengan mudahnya saya mengurus complain asuransinya. Pengalaman itu sudah saya tuliskan panjang lebar di blog dan saya sebarkan ke berbagai social media di internet.

      Alhamdulillah, Allahu akbar! Dewan juri rupanya begitu terpesona dengan pidato yang saya sampaikan. Saat pengumuman dewan juri, nomor saya 0214 terpanggil dan masuk babak final bersama 2 orang peserta lainnya. Jadi ada 3 orang yang masuk final. Tentu saya sangat bersyukur mendengarnya dan tak mengira akan masuk babak final besok siang, Jumat, 15 Maret 2013 pukul 14.00 wib di tempat yang sama.

      Jokowi, dan lomba pidato nasional OJK membuat saya bahagia sekali hari ini. Mohon doanya, semoga besok bisa menang, dan mendapatkan juara pertama.  Saya pun berharap teman-teman pembaca ada yang bisa hadir di hotel Indonesia, bisa ikutan makan siang bareng di hotel bersejarah ini, dan menjadi suporter omjay. Bakalan ramai khan? Apalagi peserta dan pengunjungan yang hadir tidak dikenai biaya sama sekali alias GRATIS. Asyikkan, bisa kopdaran di hotel Indonesia?

      Teman-teman pembaca yang Omjay sayangi dan banggakan. Baru saja saya menerima sms dari panitia lomba yang isinya sebagai berikut:

      Dear para finalis lomba pidato nasional otoritas jasa keuangan (OJK). Diharapkan kedatangannya besok siang pukul 13.00 wib untuk registrasi ulang dan makan siang di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski. Babak final akan dimulai pada pukul 14.00 wib. Bawa suportermu, dan dapatkan hadiah Rp. 10.000.000,- untuk masing-masing kategori sebagai pemenang pertama. (Panitia OJK)

       

       

      1363307039928785423

      serius

      Salam Blogger Persahabatan

      Omjay

      http://wijayalabs.com