Daily Archives: Maret 18, 2013

Yudhi Hendro Berbagi Cerita

“Alhamdulillah, sudah dapat tempat untuk jual tasku”kata istri via SMS beberapa hari lalu. Setelah beberapa cara ditempuh istri dan berujung pada kegagalan, akhirnya dapat tempat untuk menitipkan barang dagangannya. Produk berupa tas yang bisa dipakai untuk belanja, kondangan atau berwisata.

Langkah pertamanya menjual lewat arisan ibu-ibu yang diadakan di rumah, gagal total. Setelah ditawarkan, tak ada satu pun peserta arisan yang membeli produknya. Alasannya, mereka sudah punya tas dan saat ini belum perlu.

Lima belas tas yang dikirim dari Semarang dan Cirebon itu pun masih utuh di rumah. Lima tas kiriman dari ibu mertuanya dan sepuluh tas beli secara online.

Pada hari selanjutnya, upaya lainnya ditempuh istri. Mendatangi temannya yang punya toko kecil di lokasi yang baru berkembang. Setali tiga uang, temannya menolak dengan halus untuk dititipi dagangan.

“Sudah datang jauh-jauh, ternyata dia nggak mau terima”katanya. Menyerahkah dia? Enggak juga. Langkah berikutnya menawarkan ke tetangga sebelah rumah. Kebetulan dia memang…

Lihat pos aslinya 432 kata lagi

Creative Learner

Komarudin Hidayat

Kata-kata diatas saya kutip dari ceramah Prof.Dr. Komarudin Hidayat dalam sebuah seminar di Sekolah Binus Simprug, Jakarta. Komarudin membagi kisahnya bagaimana ia belajar bahasa asing saat berada di sebuah pesantren. Komarudin saat ini dikenal sebagai rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lihat pos aslinya 531 kata lagi

~ Langit Fiksi ~

Loneliness_by_mehrdadart4

Credit

” Aku bahkan berhak untuk membuatmu DIAM, jadi jangan bicara cukup patuhi saja aku. Aku tidak suka kamu bantah, atau membela diri. Apapun yang aku bilang kamu suka atau tidak suka kamu hanya cukup DIAM ! ”

Suaramu memecah hening malam, lalu berlari-lari di putaran pendengaranku. Sengaja kumasukan indera pendengaran dan perasaku. Kuselipkan di memoriku agar aku ingat bahwa aku hanya cukup DIAM.

” Aku tidak butuh wanita yang pintar, aku hanya butuh wanita yang menyenangkanku dan mematuhi aku ”

Mataku menerawang, ingatanku terbang pada satu ketika di saat tanpa bertanya aku harus berkata YA pada keputusan besar dalam hidupku. Khayalanku jauh mengingat betapa banyak impian dan ambisi yang kutekan jauh ke dalam. Betapa banyak sayap yang kubiarkan patah atas nama pengorbanan dan pengabdian kasihku pada orang-orang yang menghadirkanku ke dunia. Ya sejak awal aku sudah DIAM.

Tiba-tiba suara lain terlintas begitu saja,… ” Kamu terlalu pasif, bicara dong…

Lihat pos aslinya 247 kata lagi