Yudhi Hendro Berbagi Cerita

“Alhamdulillah, sudah dapat tempat untuk jual tasku”kata istri via SMS beberapa hari lalu. Setelah beberapa cara ditempuh istri dan berujung pada kegagalan, akhirnya dapat tempat untuk menitipkan barang dagangannya. Produk berupa tas yang bisa dipakai untuk belanja, kondangan atau berwisata.

Langkah pertamanya menjual lewat arisan ibu-ibu yang diadakan di rumah, gagal total. Setelah ditawarkan, tak ada satu pun peserta arisan yang membeli produknya. Alasannya, mereka sudah punya tas dan saat ini belum perlu.

Lima belas tas yang dikirim dari Semarang dan Cirebon itu pun masih utuh di rumah. Lima tas kiriman dari ibu mertuanya dan sepuluh tas beli secara online.

Pada hari selanjutnya, upaya lainnya ditempuh istri. Mendatangi temannya yang punya toko kecil di lokasi yang baru berkembang. Setali tiga uang, temannya menolak dengan halus untuk dititipi dagangan.

“Sudah datang jauh-jauh, ternyata dia nggak mau terima”katanya. Menyerahkah dia? Enggak juga. Langkah berikutnya menawarkan ke tetangga sebelah rumah. Kebetulan dia memang…

Lihat pos aslinya 432 kata lagi

Iklan

Komentar ditutup.