Monthly Archives: Mei 2013

Asean Blogger Festival 2013, Road to Asean Community 2015

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Bulan Mei ini saya mendapatkan kesempatan yang cukup istimewa, yaitu ikut berpartisipasi di event Asean Blogger Festival yang diadakan di kota Solo tanggal 9-12 lalu sebagai perwakilan dari Blogger Bekasi. Oke saya mulai ya cerita perjalanan saya di ABFI ini..

Saya berangkat dari Bekasi dengan terlebih dahulu menjemput sesama anggota Beblog yaitu Mba Irma Senja. Setelah cukup lama (lama banget dink) nunggu taksi yang mencapai 1 jam, akhirnya saya berhasil mendapatkan taksi dan menjemput Mb Irma untuk sama-sama bertemu dengan Mba Wiwi, kemudian kami bersama-sama ke kantor suami Mba Wiwi di BI Kawasan Thamrin, sebelum melanjutkan perjalanan kami mampir dulu di Burger King untuk membeli bekal perjalanan nanti.. mungkin karena hari Jumat, maka perjananan amat sangat macet.. ckckc.. ya udah kami nikmatin aja perjalanannya. Hehe..jam 21.00 lewat kami sampai disana. Karena masih menunggu beberapa orang, saya menyempatkan dulu untuk Solat Isya dan taukah anda Solat di Mushola Terminal Lebak Bulus…

Lihat pos aslinya 2.734 kata lagi

Motivasi dari Pak Arief Rachman di SMP Labschool Jakarta

Setelah berolahraga Jumat pagi, siswa-siswi SMP Labschool Jakarta mendapatkan motivasi luar biasa dari pak Arief Rachman. Beliau menyampaikan bahwa sekoalh kita tak kalah mutunya dengan sekolah lainnya di Indonesia. Bahkan Labschool sudah masuk 10 besar sebagai sekolah yang diperhitungkan keberadaannya di negeri ini. Bangga benar dengarnya.

Foto1, pak Arif Rahman sedang memberikan motivasinya kepada siswa SMP Labschool Jakarta

Foto1
Foto1, Motivasi pak Arif Rachman

Foto2, Pak Arif didampingin pimpinan sekolah SMP Labschool Jakarta, pak Ali dan Pak Sudarto sedang memberikan motivasi.

Foto2
Foto2, Pimpinan sekolah dan pak Arief Rachman memberikan informasi

Foto3

Foto3
Foto3, Motivasi hebat dari Pak Arif Rachman

Foto4, Para siswi yang melihat saya memotret, kepengen juga dipotret dengan kamera ponsel blackberry saya, inilah hasilnya, hehehe

Foto4
Foto4, siswi smp labschool jakarta yang cantik-cantik

Foto5, masih ada siswa yg ngobrol ketika pak Arif bicara

Foto5
Foto5, siswa asyik ngobrol sama temannya

Foto6

Foto6
Foto6, para siswa dan siswi serius mendengarkan motivasi dari pak Arif Rachman yang hebat

Foto7, keren banget motivasi dari pak Arief, saya pun langsung berjalan ke ruang komputer baru di halaman belakang

Foto7
Foto7, Pas Ismet sedang berolahraga menemani para muridnya di d iip jakata

 

Setelah mendengar motivasi dari pak Arief Rachman, saya berkunjung ke ruang komputer yang baru. Kebetulan letaknya di depan lapangan sekolah SDN IKIP Jakarta atau SDN 12 Pgi Rawamangun. Saya foto saja pak Ismet yang sedang berolahraga. Asyik dong bisa bersenam ria, hehehe

 

Salam Bloger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 

The Liebster Award

Black Wolf

liebster-award4-e1361373936960

An Award in a virtual world! My first impression is: Wow… Really? The last time I get an award is in a training session 🙂

As always, award is good for your soul. . It means you must have done something right, right? And many thanks to Jolene, Miss.OnceUponAMarathon, for giving me this.

Lihat pos aslinya 732 kata lagi

Wijaya Kusumah, Guru Menulis dan Ngeblog

Alhamdulillah, akhirnya muncul juga sosok Omjay di Harian Kompas pagi ini Selasa, 28 Mei 2013. Semoga dapat memotivasi dan menginspirasi guru-guru lainnya di Indonesia.

Omjay dalam Rubrik Sosok di Koran Kompas
Omjay dalam Rubrik Sosok di Koran Kompas

Wijaya Kusumah, Guru yang Suka Menulis dan “Nge-blog”

KOMPAS(Nasional) – Selasa, 28 May 2013   Halaman: 16
Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU
 
Menulis setiap hari jadi aktivitas wajib bagi Wijaya Kusumah (42), guru teknologi informasi dan komunikasi di SMP Labschool Jakarta. Menulis di blog membuat Omjay, panggilannya, semakin produktif. Ia pun meraih berbagai penghargaan dan menerbitkan buku.
 
Omjay tak hanya dikenal sebagai guru yang aktif nge-blog di berbagai blog gratisan hingga berbayar. Berkat nge-blog, bapak dua anak ini tak lagi terbatas sebagai guru ataupun praktisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sesuai dengan bidang kuliahnya.
 
Dari kerapnya menempatkan (posting) tulisan tentang pendidikan di blog, ia dikenal piawai sebagai pelatih untuk menulis, nge-blog, dan penelitian tindakan kelas, terutama di kalangan guru hingga penulis buku pelajaran, pengayaan, dan motivasi.
Meski punya banyak blog, Omjay mengaku jatuh cinta pada blog Kompasiana. Dia termasuk kumpulan bloger perdana yang meramaikan Kompasiana.
 
”Saya menulis setiap hari di Kompasiana. Saya senang karena di sini ramai, guyub, dan interaksinya jalan,” kata Omjay yang meraih penghargaan Guru Paling Nge-Blog dalam perayaan ulang tahun Blog Kompasiana bertajuk Kompasianival ”Hero Inside You” tahun 2012.
 
Tak berhenti sebagai bloger, bersama bloger Bekasi, ia mendirikan komunitas bloggerbekasi.com.
Ide tulisan tak sulit muncul di benaknya. Lancarnya inspirasi tulisan tak lepas dari hobinya membaca. Ia juga rajin mengikuti seminar dan pelatihan untuk mengasah ilmu dan kompetensi.
 
Kisah seputar pengalaman menjadi guru, siswa, ataupun isu pendidikan menjadi bahan tulisan yang siap dia olah dalam blognya. Gaya penulisan yang dikembangkan disebut Omjay ”renyah”, mudah dan menarik dibaca siapa saja.
 
Buah manis dipetik Omjay dari keranjingannya nge-blog. Setidaknya delapan buku sudah diterbitkan dari hasil tulisannya di blog. Dari sini ia mengusung motto ”menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”. Itu kemudian menjadi salah satu bukunya.
 
Ada juga buku pelajaran untuk siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP tentang TIK yang dia tulis bersama tim guru TIK di Labschool Jakarta. Tulisannya bersama Dedi Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, termasuk laris, seperti halnya buku Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya.
 
Tawaran untuk menerbitkan buku dari nge-blog terus berdatangan dari penerbit. Ia tengah menyiapkan buku barunya, Catatan Harian Seorang Guru Blogger. ”Menulis sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Saya sudah membuktikan manfaat nge-blog dan menulis,” katanya.
 
Mengajak guru
 
Menjadi guru bloger membuat Omjay laris sebagai pembicara dan pelatih di banyak daerah. Ia memang ingin menularkan kebiasaan menulis kepada para guru. Ia makin bersemangat menularkan kemampuan menulis dan melek internet di kalangan guru karena didukung organisasi guru, Ikatan Guru Indonesia (IGI).
 
Bersama para guru di IGI yang tersebar di banyak daerah, ia berkeliling membuat guru-guru Indonesia melek internet, piawai menulis, hingga membuat karya ilmiah lewat penelitian tindakan kelas. ”Saya ke Sumenep, dari 50 guru hanya dua yang melek internet. Namun, mereka antusias belajar. Saya jadi semangat untuk berbagi,” ujarnya.
 
Menurut Omjay, setidaknya 10 persen dari sekitar 2,9 juta guru harus mendapatkan pelatihan menulis dan nge-blog. ”Biar mereka jadi guru yang hebat. Mereka bisa membuat bahan ajar sendiri dan menginspirasi murid,” ujar Omjay yang meraih juara pertama Lomba Blog tingkat Nasional dari Pusat Bahasa Depdiknas (2009) dan juara kedua Guraru Acer Award (2011).
 
Demi berbagi dengan sesama guru, Omjay tak jarang merogoh koceknya untuk membuat pelatihan menulis dan melek internet. Hadiah uang dari berbagai lomba nge-blog atau menulis yang dia dapat sering dipakai untuk menggelar pelatihan menulis yang murah, bahkan gratis, buat guru.
 
Menulis di blog menjadi media yang ampuh untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pendidikan. Omjay secara tegas dan yakin menolak Kurikulum 2013. Tulisan di blognya tersebar luas dan memengaruhi guru lain.
 
Ia bersama mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta dan IGI menggelar seminar tentang Kurikulum 2013 dan kesiapan guru. Ia proaktif menyebarkan informasi tentang Kurikulum 2013 dan kebijakan pendidikan dari pusat lewat blognya agar bisa segera diketahui guru se-Indonesia.
 
Langsung jatuh cinta
 
Omjay memang tak asing dengan komputer dan internet karena latar belakang pendidikannya teknik elektro di IKIP Jakarta. Soal menulis, ia menyebut sebagai titisan sang ayah, penulis buku sejarah Angkatan Laut.
 
Kecintaannya nge-blog berkat jasa rekannya, Dedi Dwitagama, guru SMK, yang memperkenalkan dia untuk menulis di blog pada 2007. ”Saya langsung jatuh cinta pada blog,” katanya.
 
Bagi Omjay, menulis di blog mengasyikkan. Selain murah, lebih cepat dibaca, juga ada interaksi dengan pembaca. ”Tulisan kita langsung bisa dikomentari. Saya pernah ’dikeroyok’ bloger lain yang enggak suka tulisan saya,” ujar Omjay yang rajin membalas komentar pembaca di blognya.
 
Motivasi menulis di blog semakin kuat saat mengetahui ada rektor di Malang yang memperoleh rekor MURI sebagai rektor pertama yang nge-blog. Selain itu, ada Chappy Hakim sebagai perwira tinggi bintang empat pertama yang tulisannya di blog Kompasiana diterbitkan menjadi buku. Sementara belum ada guru yang nge-blog atau menulis dan memperoleh rekor MURI.
 
Menurut Omjay, kita mesti realistis, Indonesia adalah negara kepulauan. Jadi, menulis lewat blog itu penting agar informasi cepat tersebar, murah, dan mampu membangun interaksi.
 
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
photo

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

20-11-2011

LifeSchool by Bhayu M.H.

Tanggal bagus yang juga jadi incaran banyak orang untuk “doing something”. Mustinya hari ini juga jadi “sesuatu” bagi saya, karena di acara Pelatihan Blog Guru yang diadakan Komunitas Blogger Bekasi rencananya hadiah untuk Kompetisi Semi-SEO Amprokan Blogger 2011 akan diserahkan. Tapi apa dinyana, menurut Om Jay (Wijaya Kusumah) sang Ketua Panitia Amprokan Blogger 2011, dana sponsor dari Indosat yang dikelola oleh Event Organizer bernama Kubik belum turun. Sehingga, hadiah untuk kami juga belum ada.

Akhirnya, karena saya sudah terlanjur datang ke Kantor Walikota Bekasi, saya mengobrol dengan Om Jay dan Amril Taufik Gobel saja. Setelah itu sempat sebentar membantu para peserta saat membuat blog di WordPress. Namun karena ada acara lain, tengah hari saya harus pamit. Sayang sebenarnya, karena Walikota Bekasi Mochtar Mohammad dan Wakil Walikota Bekasi Dr. Rachmat Effendi berencana hadir pada sore harinya untuk menutup acara. Tapi apa mau dikata, acara saya lebih prioritas bagi saya sendiri.

Di…

Lihat pos aslinya 150 kata lagi

Blogger Seleb: Om Jay

LifeSchool by Bhayu M.H.

Om Jay di Kompas-28 Mei 2013 foto Bhayu

Hari ini, saya terkejut sekaligus kagum ketika menerima harian Kompas yang saya langgani. Apa pasal? Karena di halaman 16 yang merupakan “back cover” dari koran terbesar di Indonesia ini, tampil sosok yang saya kenal. Dia adalah Wijaya Kusumah yang lebih dikenal dengan panggilan “Om Jay”. Beliau yang saya kenal karena pergaulan sesama blogger terutama di komunitas Kompasiana dan Blogger Bekasi, sehari-harinya merupakan guru di SMP LabSchool Jakarta. (oh ya, sekedar menunjukkan bahwa saya memang kenal beliau dan bukan SKSD, silahkan tengok ulang tulisan ini ya…).

Di dunia kecil (lebenswelt) saya yang orang biasa ini, jarang-jarang ada orang yang saya kenal bisa “manggung” seperti itu. Setidaknya orang yang kalau nama saya disebut atau saya datangi sekedar untuk menyapa, tidak akan bilang, “Siapa ya?” Salah satunya adalah Cak Tarno, penjual buku di dekat kampus saya, UI (baca kembali artikel ini). Kalau kawan lama yang sudah jadi “pejabat”…

Lihat pos aslinya 226 kata lagi

Beda Ngeblog dan Fesbukan

Yudhi Hendro Berbagi Cerita

Ngeblog dan Fesbukan, dua kegiatan yang hampir tak pernah terlewatkan di dunia maya. Setiap kali seseorang buka internet, selain browsing untuk mencari informasi, biasanya dua media sosial itu juga disinggahi.

Kalau ngeblog, biasanya selain baca postingan blogger lain, juga bikin postingan sendiri. Sekali-kali juga jalan-jalan alias blogwalking sambil memberikan komentar.

Bagi fesbuker, sehari tanpa tahu kegiatan fesbuker lain yang sudah jadi temannya, serasa ada yang kurang alias ketinggalan info. Rasa ingin tahu seseorang terhadap apa yang sedang dilakukan orang lain, sudah cenderung jadi kebiasaan tersendiri, bahkan ada juga yang berpendapat hal itu sebagai suatu kebutuhan. Nah, lho..

Nggak cuma itu ada juga fesbuker lain yang rajin update status, kalau dihitung itung, sehari bisa 3 – 4 kali bahkan lebih.

Memang ada  beda antara ngeblog dengan fesbukan. Apa saja ?

1. Pertemanan

Biasanya pertemanan di fesbuk terjadi karena ingin mencari teman-teman lama yang dulu pernah kenal atau akrab. Bisa teman waktu…

Lihat pos aslinya 524 kata lagi

Keraton Surakarta dari Persepktif Akar Rumput

Sang Nananging Jagad

Menikmati lingkungan baluwarti atau sisi dalam benteng istana Kasunanan Surakarta Hadiningrat seiring condongnya mentari di sisi barat merupakan sebuah sensasi keindahan tersendiri. Kala itu di hari ke dua pelaksanaan ASEAN Blogger Festival Indonesia (ABFI 2013), saya dan seorang sedulur Balatidar menyempatkan diri melakukan ritual mubeng beteng. Memang berbeda dengan ritual mubeng beteng yang dilaksanakan pada setiap Malam Satu Suro, mubeng beteng yang kami lakukan tidak diiringi dengan arak-arakan yang dipimpin oleh Kebo Kyai Slamet. Kamipun tidak melakukan laku lampah alias jalan kaki, tetapi kami justru naik becak istimewa.

Kasunanan SurakartaBerawal dari sekedar ngobrol dengan seorang bapak tukang becak di sisi Kori Kemandungan, kami jadi sedikit tahu mengenai alternatif paket wisata yang ditawarkan berkaitan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat. Berkenaan dengan kedatangan kami yang kebetulan pada Hari Jum’at, ternyata di hari tersebut istana ditutup untuk umum seharian penuh. Sedangkan di hari-hari lain, istana terbuka untuk kunjungan umum dari jam 08.30…

Lihat pos aslinya 973 kata lagi

Nikmat Ngeblog Bagi Seorang Guru

Semenjak saya dikenalkan blog oleh pak Dedi Dwitagama, seorang guru dan mantan kepala sekolah yang nyentrik dan keren, saya menjadi ketagihan ngeblog.

TeGambarryata ngeblog itu menyenangkan sekaligus mengasyikkan. Saya yang dulu tak punya banyak kawan, kini memiliki banyak kawan di mana-mana. Hal itu terbukti setiap kali saya berkunjung ke daerah, ada saja teman yang menyapa saya.

Mereka mengenal saya melalui tulisan-tulisan saya di blog. Begitupun teman-teman Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Bekasi, Jawa Barat. Mereka saya kenal dari hasil ngeblog, dan lahirlah organisasi guru independent di daerah kami karena memiliki kesamaan visi dan misi.

Budaya menulis memang saat ini perlu di galakkan kembali. Khususnya dalam dunia pendidikan kita. Masih banyak guru yang belum terbiasa menulis.

Memang saya akui, untuk menulis awalnya sangat sulit bagi sebagian orang. Saya juga merasakannya, karena seringkali stack atau deadlock mau nulis apa. Seringkali kita bingung mau menuliskan apa. Blog menjadi sarana kita untuk berlatih dan belajar menulis secara otodidak. Dengan rajin menulis di blog, maka anda akan lancar menulis. Itulah yang saya lakukan selama ini.

 

Budaya menulis di blog memang masih jarang digeluti para guru di dunia pendidikan. Saya mengusulkan blog dimasukkan dalam kurikulum atau minimal kegiatan ekstrakurikuler di sekolah atau perguruan tinggi. Dengan begitu budaya menulis menjadi suatu budaya yang terbiasa di akademis. Orang-orang yang terkait di dunia akademisi itu pun akan melek informasi, melek teknologi, dan melek inovasi. Begitu banyak ilmu pengetahuan yang kita dapatkan secara gratis dari blog orang yang berpengetahuan. Bila banyak orang berpengetahuan ngeblog, maka akan cepat cerdaslah bangsa ini.

 

Saya menulis setiap hari melalui blog. Tiada hari terlewati tanpa menulis. Dengan menulis saya menjadi eksis dan bukan hanya sekedar narsis. Saya menulis di berbagai blog, sehingga teman saya pun menjadi bertambah banyak. Ada saja kawan baru yang menyapa saya melalui blog.

 

Sewaktu pertama kali ngeblog tahun 2007, saya belum mengerti apa manfaat blog yang sesunggguhnya. Saya pikir hanya buang-buang waktu saja.

 

Sekedar berbagi cerita. Dulu saya hanya seorang guru yang mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lab komputer SMP Labschool Jakarta. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi pelajaran yang saya ampu di tingkat SMP. Keseharian saya lebih banyak di Lab komputer itu. Saya tak pernah menuliskan apa yang saya lihat, dan apa yang saya dapat. Namun setelah saya ngeblog, banyak orang terinspirasi dari pengalaman hidup yang saya tuliskan itu.

 

Keajaiban blog menjumpai saya seketika. Saya banyak kawan baru dari luar daerah. Saya pun banyak mendapatkan ilmu dari teman-teman baru saya di blog mereka. Terjadilah pertukaran pengalaman dan pengetahuan kami masing-masing. Saya pun menjadi banyak membaca. Membaca tulisan kawan baru saya yang luar biasa. Wawasan berpikir saya pun menjadi bertambah karenanya.

 

Bukan hanya itu saja, prestasi demi prestasi saya dapatkan dari  hasil ngeblog. Banyak penghargaan yang membahagiakan saya terima dari indahnya berbagi di blog. Banyak motivasi saya dapatkan, dan motivasi yang sangat berkesan adalah motivasi dari mas Aris Ahmad Jaya. Seorang motivator terkenal dariAUTO SUGESTI POWER TRAINING. Beliau mengatakan, “kalau kamu ingin mendapatkan arisan, maka kamu harus ikut arisan”. Saya pun mendapatkan buku motivasi 30 hari mencari jati diri dari beliau yang sering dijuluki orang, Mr. Sugesti Power.

 

Berbekal motivasi itu, saya mulai berani unjuk diri. Saya berani meyakinkan diri untuk mengikuti berbagai ajang lomba menulis untuk guru. Tahun 2008 adalah tahun dimana saya berhasil menjadi finalis lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran di tingkat nasional. Meskipun belum beruntung menjadi juara pertama, saya merasa senang karena ngeblog ternyata bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Hasil penelitian itu saya kumpulkan dengan cermat, dan terajut menjadi sebuah buku.

 

Tahun 2009 adalah tahun-tahun keemasan. Buku Yuk Kita Ngeblog yang saya susun secara cermat mendapatkan apresiasi sebagai pemenang pertama di tingkat nasional. Blog pribadi saya di http:/wijayalabs.wordpress.com pun mendapatkan juara pertama di tingkat nasional. Saya diminta mengambil hadiahnya di pusat bahasa kemendiknas di awamangun pada saat hari guru, 25 Nopember 2009.

 

Benar kata Mas Amril Gobel dalam blognya di http://daengbattala.com. Ketika anda mulai ngeblog, maka keajaiban blog akan mendatangi anda. Hal itulah yang kemudian berwujud nyata. Keajaiban itu benar-benar terjadi dalam sejarah hidup saya sebagai seorang guru. Bahkan dalam simposium nasional hasil penelitian balitbang kemendiknas tahun 2010, saya diminta untuk menjadi salah satu pemakalahnya.

 

Blog memang alat rekam yang ajaib. Berbagai prestasi saya raih dari blog. Bahkan blog sangat ampuh menjadi alat personal branding. Saya pun memberanikan diri untuk mempromosikan diri lewat blog sebagai pembicara atau nara sumber dari berbagai blog yang saya kelola. Hasilnya sungguh menakjubkan dan luar biasa!

 

Terima kasih kepada mas Budi Putra. Dulu saya tak yakin kalau blog bisa menjadi alat promosi diri. Ketika mas Budi Putra menjelaskannya dalam pelatihan blog di tahun 2007, saya masih tidak percaya. Kini saya sudah membuktikan sendiri bahwa blog adalah media yang ampuh untuk mempromosikan diri kita sendiri di dunia maya. Saya pun banyak diminta untuk menjadi pembicara atau nara sumber di mana-mana.

 

Alhamdulillah, saya tak pernah kekeringan job. Selalu saja ada pekerjaan yang datang tiba-tiba. Bahkan saya sering menolak menjadi pembicara di hari kerja. Sebab peserta didik adalah skala prioritas bagi saya. Saya mau menerima job bila saya tak ada jadwal mengajar, dan waktunya sebisa mungkin tak bentrok dengan jadwal mengajar saya di Labschool. Biasanya saya lebih banyak menggunakannya di hari Kamis siang, Sabtu, dan Minggu untuk menerima job dari luar institusi.

 

Blog memang sangat luar biasa. Sampai saat ini saya merasakan benar kedahsyatan blog yang mendunia. Jika anda banyak berbagi, maka anda akan menerima lebih banyak. Niatkan ngeblog untuk berbagi. Tuliskanlah apa yang disukai dan dikuasai. Bila itu dilakukan setiap hari, maka jangan kaget bila namamu terkenal dimana-mana. Kamupun akan berasa seperti selebritis. Banyak orang yang akan minta foto bareng dengan anda.

 

Saya sering tertawa membaca Guru Go Blog. Bukan membuat kita para guru jadi goblok, tapi justru membuat kita menjadi cerdas. Cerdas membaca akan membuat kita menjadi terampil menulis. Apalagi, bila tulisanmu itu disertai dengan foto atau gambar-gambar yang menginspirasi. Tentu akan banyak orang yang tertarik dan membaca tulisanmu itu. Biasakanlah menulis untuk mengikat makna dari kreativitasmu sendiri, dan lakukan inovasi dari tulisan orang lain yang menggoda hati. Pelajari, dan hayati 10 Prinsip dan Manfaat Mengikat Makna dari karya Hernowo Hasim.

 

 

1369516251381451284

Omjay dan Mas Dwiki di Acara Kompasianival

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Kader PKS Hebat-hebat Loh!

Minggu, 26 Mei 2013 saya diminta memberikan materi menulis di blog dan media sosial lainnya dalam pelatihan menulis dan  jurnalistik di STIE Husnayain Cijantung Jakarta Timur. Ada sekitar 50 orang peserta hadir dalam pelatihan menulis dan jurnalistik ini. Rata-rata mereka adalah para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRaPKSPekayon Pasar Rebo Jakarta Timur.

Peserta pelatihan menulis di STIE Husnayain Cijantung Jaktim

Peserta pelatihan menulis di STIE Husnayain Cijantung Jaktim

 

Selain saya, ada mas Khresna Aditya yang memberi materi petisi online, dan pemanfaatan sosial media. Pemanfaatan media sosial ditujukan untuk mengkampenyakan konten-konten positif dari kegiatan PKS yang banyak variatif, dan  jangan hanya dimanfaatkan untuk mengcounter berita-berita negatif. Itulah hal penting yang disampaikan Mas Khresna Aditya dalam pemaparan materinya.

Mas Khresna Aditya Sedang Memaparkan Materinya

Mas Khresna Aditya Sedang Memaparkan Materinya

 

Senang sekali bisa berbagi ilmu dengan teman-teman PKS yang hebat dan luar biasa. Walaupun saya bukan kader PKS, saya sangat memberikan apresiasi atas semangat dan antusias mereka. Kedisiplinan peserta sangat terasakan dengan datang tepat pada waktunya.

13696168191590486953

Kemampuan menulis mereka juga perlu diacungi dua jempol. Hal itu terlihat dari tulisan mereka yang telah dinilai dan dibaca oleh mas Yulef Dian, seorang pengurus komunitas blogger bekasi yang saya ajak ikut serta. Mereka yang tulisannya terbaik mendapatkan hadiah sebuah buku dari panitia acara.

Sholat Berjamaah usai Pelatihan di Masjid Abu Bakar

Sholat Berjamaah usai Pelatihan di Masjid Abu Bakar

 

Terima kasih kepada pak Samsul dari panitia yang mengundang saya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat buat teman-teman kader PKS yang hadir dalam pelatihan jurnalistik ini. Setelah pelatihan, kami semua sholat dzuhur berjamaah di Masjid Abu Bakar yang ada dalam lokasi ini yang juga bernama pesantren Husnayain. Buat teman-teman yang menginginkan materi omjay dapat mengirimkan email kewijayalabs@gmail.com.

Peserta pelatihan Menulis di STIE Husnayain Cijantung

Peserta pelatihan Menulis di STIE Husnayain Cijantung

 

Peserta pelatihan Menulis di STIE Husnayain Cijantung

Peserta pelatihan Menulis di STIE Husnayain Cijantung

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com