Daily Archives: Mei 27, 2013

Beda Ngeblog dan Fesbukan

Yudhi Hendro Berbagi Cerita

Ngeblog dan Fesbukan, dua kegiatan yang hampir tak pernah terlewatkan di dunia maya. Setiap kali seseorang buka internet, selain browsing untuk mencari informasi, biasanya dua media sosial itu juga disinggahi.

Kalau ngeblog, biasanya selain baca postingan blogger lain, juga bikin postingan sendiri. Sekali-kali juga jalan-jalan alias blogwalking sambil memberikan komentar.

Bagi fesbuker, sehari tanpa tahu kegiatan fesbuker lain yang sudah jadi temannya, serasa ada yang kurang alias ketinggalan info. Rasa ingin tahu seseorang terhadap apa yang sedang dilakukan orang lain, sudah cenderung jadi kebiasaan tersendiri, bahkan ada juga yang berpendapat hal itu sebagai suatu kebutuhan. Nah, lho..

Nggak cuma itu ada juga fesbuker lain yang rajin update status, kalau dihitung itung, sehari bisa 3 – 4 kali bahkan lebih.

Memang ada  beda antara ngeblog dengan fesbukan. Apa saja ?

1. Pertemanan

Biasanya pertemanan di fesbuk terjadi karena ingin mencari teman-teman lama yang dulu pernah kenal atau akrab. Bisa teman waktu…

Lihat pos aslinya 524 kata lagi

Keraton Surakarta dari Persepktif Akar Rumput

Sang Nananging Jagad

Menikmati lingkungan baluwarti atau sisi dalam benteng istana Kasunanan Surakarta Hadiningrat seiring condongnya mentari di sisi barat merupakan sebuah sensasi keindahan tersendiri. Kala itu di hari ke dua pelaksanaan ASEAN Blogger Festival Indonesia (ABFI 2013), saya dan seorang sedulur Balatidar menyempatkan diri melakukan ritual mubeng beteng. Memang berbeda dengan ritual mubeng beteng yang dilaksanakan pada setiap Malam Satu Suro, mubeng beteng yang kami lakukan tidak diiringi dengan arak-arakan yang dipimpin oleh Kebo Kyai Slamet. Kamipun tidak melakukan laku lampah alias jalan kaki, tetapi kami justru naik becak istimewa.

Kasunanan SurakartaBerawal dari sekedar ngobrol dengan seorang bapak tukang becak di sisi Kori Kemandungan, kami jadi sedikit tahu mengenai alternatif paket wisata yang ditawarkan berkaitan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat. Berkenaan dengan kedatangan kami yang kebetulan pada Hari Jum’at, ternyata di hari tersebut istana ditutup untuk umum seharian penuh. Sedangkan di hari-hari lain, istana terbuka untuk kunjungan umum dari jam 08.30…

Lihat pos aslinya 973 kata lagi

Nikmat Ngeblog Bagi Seorang Guru

Semenjak saya dikenalkan blog oleh pak Dedi Dwitagama, seorang guru dan mantan kepala sekolah yang nyentrik dan keren, saya menjadi ketagihan ngeblog.

TeGambarryata ngeblog itu menyenangkan sekaligus mengasyikkan. Saya yang dulu tak punya banyak kawan, kini memiliki banyak kawan di mana-mana. Hal itu terbukti setiap kali saya berkunjung ke daerah, ada saja teman yang menyapa saya.

Mereka mengenal saya melalui tulisan-tulisan saya di blog. Begitupun teman-teman Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Bekasi, Jawa Barat. Mereka saya kenal dari hasil ngeblog, dan lahirlah organisasi guru independent di daerah kami karena memiliki kesamaan visi dan misi.

Budaya menulis memang saat ini perlu di galakkan kembali. Khususnya dalam dunia pendidikan kita. Masih banyak guru yang belum terbiasa menulis.

Memang saya akui, untuk menulis awalnya sangat sulit bagi sebagian orang. Saya juga merasakannya, karena seringkali stack atau deadlock mau nulis apa. Seringkali kita bingung mau menuliskan apa. Blog menjadi sarana kita untuk berlatih dan belajar menulis secara otodidak. Dengan rajin menulis di blog, maka anda akan lancar menulis. Itulah yang saya lakukan selama ini.

 

Budaya menulis di blog memang masih jarang digeluti para guru di dunia pendidikan. Saya mengusulkan blog dimasukkan dalam kurikulum atau minimal kegiatan ekstrakurikuler di sekolah atau perguruan tinggi. Dengan begitu budaya menulis menjadi suatu budaya yang terbiasa di akademis. Orang-orang yang terkait di dunia akademisi itu pun akan melek informasi, melek teknologi, dan melek inovasi. Begitu banyak ilmu pengetahuan yang kita dapatkan secara gratis dari blog orang yang berpengetahuan. Bila banyak orang berpengetahuan ngeblog, maka akan cepat cerdaslah bangsa ini.

 

Saya menulis setiap hari melalui blog. Tiada hari terlewati tanpa menulis. Dengan menulis saya menjadi eksis dan bukan hanya sekedar narsis. Saya menulis di berbagai blog, sehingga teman saya pun menjadi bertambah banyak. Ada saja kawan baru yang menyapa saya melalui blog.

 

Sewaktu pertama kali ngeblog tahun 2007, saya belum mengerti apa manfaat blog yang sesunggguhnya. Saya pikir hanya buang-buang waktu saja.

 

Sekedar berbagi cerita. Dulu saya hanya seorang guru yang mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lab komputer SMP Labschool Jakarta. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi pelajaran yang saya ampu di tingkat SMP. Keseharian saya lebih banyak di Lab komputer itu. Saya tak pernah menuliskan apa yang saya lihat, dan apa yang saya dapat. Namun setelah saya ngeblog, banyak orang terinspirasi dari pengalaman hidup yang saya tuliskan itu.

 

Keajaiban blog menjumpai saya seketika. Saya banyak kawan baru dari luar daerah. Saya pun banyak mendapatkan ilmu dari teman-teman baru saya di blog mereka. Terjadilah pertukaran pengalaman dan pengetahuan kami masing-masing. Saya pun menjadi banyak membaca. Membaca tulisan kawan baru saya yang luar biasa. Wawasan berpikir saya pun menjadi bertambah karenanya.

 

Bukan hanya itu saja, prestasi demi prestasi saya dapatkan dari  hasil ngeblog. Banyak penghargaan yang membahagiakan saya terima dari indahnya berbagi di blog. Banyak motivasi saya dapatkan, dan motivasi yang sangat berkesan adalah motivasi dari mas Aris Ahmad Jaya. Seorang motivator terkenal dariAUTO SUGESTI POWER TRAINING. Beliau mengatakan, “kalau kamu ingin mendapatkan arisan, maka kamu harus ikut arisan”. Saya pun mendapatkan buku motivasi 30 hari mencari jati diri dari beliau yang sering dijuluki orang, Mr. Sugesti Power.

 

Berbekal motivasi itu, saya mulai berani unjuk diri. Saya berani meyakinkan diri untuk mengikuti berbagai ajang lomba menulis untuk guru. Tahun 2008 adalah tahun dimana saya berhasil menjadi finalis lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran di tingkat nasional. Meskipun belum beruntung menjadi juara pertama, saya merasa senang karena ngeblog ternyata bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Hasil penelitian itu saya kumpulkan dengan cermat, dan terajut menjadi sebuah buku.

 

Tahun 2009 adalah tahun-tahun keemasan. Buku Yuk Kita Ngeblog yang saya susun secara cermat mendapatkan apresiasi sebagai pemenang pertama di tingkat nasional. Blog pribadi saya di http:/wijayalabs.wordpress.com pun mendapatkan juara pertama di tingkat nasional. Saya diminta mengambil hadiahnya di pusat bahasa kemendiknas di awamangun pada saat hari guru, 25 Nopember 2009.

 

Benar kata Mas Amril Gobel dalam blognya di http://daengbattala.com. Ketika anda mulai ngeblog, maka keajaiban blog akan mendatangi anda. Hal itulah yang kemudian berwujud nyata. Keajaiban itu benar-benar terjadi dalam sejarah hidup saya sebagai seorang guru. Bahkan dalam simposium nasional hasil penelitian balitbang kemendiknas tahun 2010, saya diminta untuk menjadi salah satu pemakalahnya.

 

Blog memang alat rekam yang ajaib. Berbagai prestasi saya raih dari blog. Bahkan blog sangat ampuh menjadi alat personal branding. Saya pun memberanikan diri untuk mempromosikan diri lewat blog sebagai pembicara atau nara sumber dari berbagai blog yang saya kelola. Hasilnya sungguh menakjubkan dan luar biasa!

 

Terima kasih kepada mas Budi Putra. Dulu saya tak yakin kalau blog bisa menjadi alat promosi diri. Ketika mas Budi Putra menjelaskannya dalam pelatihan blog di tahun 2007, saya masih tidak percaya. Kini saya sudah membuktikan sendiri bahwa blog adalah media yang ampuh untuk mempromosikan diri kita sendiri di dunia maya. Saya pun banyak diminta untuk menjadi pembicara atau nara sumber di mana-mana.

 

Alhamdulillah, saya tak pernah kekeringan job. Selalu saja ada pekerjaan yang datang tiba-tiba. Bahkan saya sering menolak menjadi pembicara di hari kerja. Sebab peserta didik adalah skala prioritas bagi saya. Saya mau menerima job bila saya tak ada jadwal mengajar, dan waktunya sebisa mungkin tak bentrok dengan jadwal mengajar saya di Labschool. Biasanya saya lebih banyak menggunakannya di hari Kamis siang, Sabtu, dan Minggu untuk menerima job dari luar institusi.

 

Blog memang sangat luar biasa. Sampai saat ini saya merasakan benar kedahsyatan blog yang mendunia. Jika anda banyak berbagi, maka anda akan menerima lebih banyak. Niatkan ngeblog untuk berbagi. Tuliskanlah apa yang disukai dan dikuasai. Bila itu dilakukan setiap hari, maka jangan kaget bila namamu terkenal dimana-mana. Kamupun akan berasa seperti selebritis. Banyak orang yang akan minta foto bareng dengan anda.

 

Saya sering tertawa membaca Guru Go Blog. Bukan membuat kita para guru jadi goblok, tapi justru membuat kita menjadi cerdas. Cerdas membaca akan membuat kita menjadi terampil menulis. Apalagi, bila tulisanmu itu disertai dengan foto atau gambar-gambar yang menginspirasi. Tentu akan banyak orang yang tertarik dan membaca tulisanmu itu. Biasakanlah menulis untuk mengikat makna dari kreativitasmu sendiri, dan lakukan inovasi dari tulisan orang lain yang menggoda hati. Pelajari, dan hayati 10 Prinsip dan Manfaat Mengikat Makna dari karya Hernowo Hasim.

 

 

1369516251381451284

Omjay dan Mas Dwiki di Acara Kompasianival

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Kader PKS Hebat-hebat Loh!

Minggu, 26 Mei 2013 saya diminta memberikan materi menulis di blog dan media sosial lainnya dalam pelatihan menulis dan  jurnalistik di STIE Husnayain Cijantung Jakarta Timur. Ada sekitar 50 orang peserta hadir dalam pelatihan menulis dan jurnalistik ini. Rata-rata mereka adalah para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRaPKSPekayon Pasar Rebo Jakarta Timur.

Peserta pelatihan menulis di STIE Husnayain Cijantung Jaktim

Peserta pelatihan menulis di STIE Husnayain Cijantung Jaktim

 

Selain saya, ada mas Khresna Aditya yang memberi materi petisi online, dan pemanfaatan sosial media. Pemanfaatan media sosial ditujukan untuk mengkampenyakan konten-konten positif dari kegiatan PKS yang banyak variatif, dan  jangan hanya dimanfaatkan untuk mengcounter berita-berita negatif. Itulah hal penting yang disampaikan Mas Khresna Aditya dalam pemaparan materinya.

Mas Khresna Aditya Sedang Memaparkan Materinya

Mas Khresna Aditya Sedang Memaparkan Materinya

 

Senang sekali bisa berbagi ilmu dengan teman-teman PKS yang hebat dan luar biasa. Walaupun saya bukan kader PKS, saya sangat memberikan apresiasi atas semangat dan antusias mereka. Kedisiplinan peserta sangat terasakan dengan datang tepat pada waktunya.

13696168191590486953

Kemampuan menulis mereka juga perlu diacungi dua jempol. Hal itu terlihat dari tulisan mereka yang telah dinilai dan dibaca oleh mas Yulef Dian, seorang pengurus komunitas blogger bekasi yang saya ajak ikut serta. Mereka yang tulisannya terbaik mendapatkan hadiah sebuah buku dari panitia acara.

Sholat Berjamaah usai Pelatihan di Masjid Abu Bakar

Sholat Berjamaah usai Pelatihan di Masjid Abu Bakar

 

Terima kasih kepada pak Samsul dari panitia yang mengundang saya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat buat teman-teman kader PKS yang hadir dalam pelatihan jurnalistik ini. Setelah pelatihan, kami semua sholat dzuhur berjamaah di Masjid Abu Bakar yang ada dalam lokasi ini yang juga bernama pesantren Husnayain. Buat teman-teman yang menginginkan materi omjay dapat mengirimkan email kewijayalabs@gmail.com.

Peserta pelatihan Menulis di STIE Husnayain Cijantung

Peserta pelatihan Menulis di STIE Husnayain Cijantung

 

Peserta pelatihan Menulis di STIE Husnayain Cijantung

Peserta pelatihan Menulis di STIE Husnayain Cijantung

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Inilah 12 Siswa dan 10 Sekolah Terbaik dalam UN 2013

Pendidikan tu simpel aja, bikin manusia jadi baik buat diri sendiri, orang lain dan alam semesta, happy deh

Blog Pendidik

Tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II Pasal 3 adalah : untuk mengembangkan potensi dasar peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Ukuran keberhasilannya apa?
Apa ukuran bahwa seseorang itu beriman?
Apa ukuran bahwa seseorang itu bertaqwa?
Apa ukuran bahwa seseorang itu berakhlak mulia?
Apa ukuran bahwa seseorang itu sehat?
Apa ukuran bahwa seseorang itu cakap?
Apa ukuran bahwa seseorang itu kreatif?
Apa ukuran bahwa seseorang itu mandiri?
Apa ukuran bahwa seseorang itu demokratis?
Apa ukuran bahwa seseorang itu bertanggung jawab?

Sekarang ini Ujian Nasional – UN
ada di Sekolah Dasar – SD
ada di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama – SLTP
ada di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas – SLTA
Apakah UN bisa mengukur pencapaian berbagai aspek tujuan pendidikan?

Lihat pos aslinya 141 kata lagi