Monthly Archives: Juni 2013

Bagaimana Menulis Judul Tulisan yang Menarik Pembaca?

Seorang kawan bertanya kepada saya melalui sms.

 Gambar

Assalamu’alaikum Omjay.. ūüôā
Saya Hawiki Renalia om, alhamdulillah setelah saya membaca tulisan Omjay yang “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi” saya menjadi lebih termotivasi untuk menulis yang lebih inspiratif lagi. Omjay,saya juga ingin bertanya ,sudah sering saya menulis om,entah itu puisi, cerpen dongeng, maupun artikel saya selalu tidak menyertakan judul, karena saya bingung untuk membuat judul tulisan yang menarik pembaca untuk membaca tulisan saya. Bagaimana caranya ya Omjay.. Terima kasih om..
wassalamu’alaikum..

 

Setiap penulis seringkali dibuat bingung untuk menuliskan judul. Bila judul kurang menarik, maka pembaca sangat berkuasa untuk tidak membaca kelanjutannya. Oleh karena itu membuat judul yang menarik pembaca menjadi sesuatu penting dilakukan bagi seorang penulis.

 

Pengalaman saya menulis di berbagai blog dari tahun 2007, menulis di blog lebih melatih kita untuk membuat judul sebuah tulisan. Terkadang sebuah tulisan yang sama, saya buat di berbagai blog dengan judul yang berbeda. Hasilnya, judul yang menarik pembaca memang lebih banyak dikunjungi. Tetapi tidak juga selalu begitu. Terkadang menulis judul apa adanya sesuai dengan apa adanya akan banyak pembacanya. Asalkan dituliskan pada saat (timing) yang tepat dan judulnya diperlukan oleh pembaca saat itu. Judul yang menyentuh, biasanya akan diserbu oleh pembaca.

 

Satu hal yang harus dihindarkan adalah jangan pernah membohongi pembaca dengan judul yang bombastis atau judul yang tak sesuai dengan isi tulisan. Bila judul tulisan seperti itu sering anda lakukan sebagai penulisnya, maka jangan marah bila anda dituduh sebagai penulis yang hanya mencari sensasi saja. Cepat atau lambat, pembaca akan meninggalkan anda.

 

 

Bagi seorang pemula, memang seringkali kesulitan dalam membuat judul yang menarik pembaca. Hal itu memang akan terjadi kepada setiap orang yang baru memulai tulis menulis. Jadi, tuliskan saja seperti air mengalir. Baca kembali sebelum memposting di blog dan sesuaikan judul dengan isi tulisan. Itu saja sebenarnya rahasianya. Jangan pula memberi judul tulisan terlalu panjang. Singkat, dan padat. Itu kuncinya.

 

 

Setiap tulisan itu memiliki daya tarik tersendiri. Serahkan saja kepada kebutuhan pembaca. Buatlah judul yang memesona pembaca. Seperti misalnya¬†“Guru Gokil Murid Unyu”.¬†Dari judulnya saja pembaca sudah tergelitik dan ingin membacanya lebih jauh. Oleh karenanya, seringlah banyak membaca buku dan tulisan orang lain. Dari sanalah kita belajar menulis dan menentukan judul tulisan yang menarik pembaca.

 

 

Tak ada sebuah tulisan sekali jadi. Dia perlu berkali-kali dibaca ulang agar dapat dipahami pembaca. Judul adalah kepala sebuah tulisan. Bila kepalanya saja sudah menarik, pastilah isinya akan lebih menarik. Seperti melihat seorang cowok ganteng atau cewek cantik di depan mata. Pastilah kita ingin tahu lebih dekat siapa orang ini.

 

 

Akhirnya, bila ditanya bagaimana menulis judul yang menarik pembaca? Tuliskan saja apa yang ada di kepala, lalu edit kembali bila ternyata antara judul dan isi belum menarik dan dipahami pembaca. Kebahagiaan seorang penulis adalah bila pesan yang dituliskan sampai ke hati pembaca. Seperti apa yang anda rasakan setelah membaca buku saya,¬†“menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi”.Saya lebih berterima kasih lagi bila anda juga membuat resensi bukunya di blog pribadi anda yang ramai itu. Hehehe.

 

1371966864855941415

 

Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

Sesibuk Apakah Kita?

DWI BUDIYANTO

Acapkali kita tinggalkan medan dakwah dengan alasan sibuk. Ringan betul untuk mengucapkan kata ‚Äúsibuk‚ÄĚ. Seakan-akan jalan dakwah hanya ditempuhi oleh para penganggur yang kurang kerjaan. Sementara mereka yang merasa sibuk dapat berdalih untuk meninggalkannya.

Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris dalam ‚ÄúFi Zhilal al-Sirah an-Nabawiyah Ghazwatul Badr al Kubra wa Ghazwatul Uhud‚ÄĚ menuturkan bahwa Rasulullah telah memimpin 27 ghazwah (peperangan) dan memberangkatkan sekitar 38 sariyah serta ekspedisi. Nabi mengatur dan mengendalikan hal tersebut dalam kurun waktu yang sangat singkat dalam, yaitu sepuluh tahun. Pendapat ini sesuai dengan Ibnu Hisyam di dalam Sirah-nya. Itu artinya, dalam setahun Rasulullah terlibat dalam dua sampai tiga kali pertempuran.

Mari kita bayangkan betapa sibuknya Rasulullah mengatur semua itu. Berapa lama waktu yang digunakan untuk konsolidasi, mobilisasi, latihan, perjalanan, dan semua agenda yang menyertai pertempuran? Mari kita bayangkan betapa capek dan lelahnya Sang Rasul beserta para sahabat menempuhi hari-hari penuh perjuangan. Sekali lagi, mari…

Lihat pos aslinya 388 kata lagi

Download Permendikbud tentang Kurikulum 2013 untuk SD, SMP, SMA dan yang Sederajat

Akhirnya datang juga kurikulum itu

Blog Urip Guru Kimia

Guru memang sepertinya tidak punya posisi tawar. Kurikulum 2013 yang tidak sedikit menentang toh tetap harus dijalankan. Lama ditunggu dengan segala macam kritik kini berkas resmi tentang kurikulum 2013 kini muncul juga. Akhirnya apapun yang terjadi semoga semua menjadi lebih baik. Tidak lagi menjadikan siswa dan guru sebagai alat, yah sekedar alat belaka. Mari telaah untuk menyiapkan generasi menjadi lebih baik.

Bagi Anda yang perlu silahkan unduh (download) langsung pada pranala berikut ini.

Bagian A adalah permendikbud secara resmi; Bagian B terkait dengan isi dari permendikbud itu sendiri (jabaran lebih lengkap).

Standar Kompetensi Lulusan (untuk SD-MI, SMP-MTs, SMA-MA, SMK-MAK)

Standar Proses (untuk SD-MI, SMP-MTs, SMA-MA, SMK-MAK)

Lihat pos aslinya 208 kata lagi

Kurikulum Baru, Guru Bidang TIK Tersisih

EDUCATION NEWS MONITORING SERVICE

Kompas, p 12  (2)

Pada Kurikulm 2013, mata pelajaran Teknologi nformasi dan komunikasi (TIK) tidak lagi berdiri sendiri. Mata pelajaran itu diintegrasikan dengan semua mata pelajaran. Meski demikian, petunjuk pelaksanaannya belum ada. hal ini membuat guru bidang studi itu di SMP dan SMA kebingungan. Padahal, banyak dari guru itu sudah mendapat sertifikasi guru profesional di bidang TIK.

Syawal Gultom, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, Kemendikbud akan menata ulang peran guru-guru TIK yang sesuai karakteristik sekolah.

Menurutnya, guru TIK yang latar belakangnya TIK bisa saja dialihkan untuk memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK. Bisa juga yang latar belakangnya tidak TIK dikembalikan lagi untuk mengajar mata pelajaran sesuai latar belakang ilmunya.

Sementara itu, Wijaya Kusuma, guru TIK SMP Labschool Jakarta, mengatakan, kebingungan para guru TIK ini beralasan karena mereka sudah disertifikasi sebagai guru TIK. Kebingungan para guru TIK sudah dipertanyakan kepada…

Lihat pos aslinya 7 kata lagi

Seminar Nasional ICT Bersama Omjay di IGI Kalsel

137057365625045544

Presentasi Ibu Yanti dari Pesona Edu di Seminar ICT IGI Kalsel

Kamis, 6 Juni 2013, saya diminta menjadi narasumber seminar nasional ICT yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Kalimantan Selatan. Selain saya, ada pak Mohammad Ihsan (Sekjen IGI Pusat), Ibu Yanti dari Pesona Edu, dan Pak Ketut (pengurus IGI Kalsel).

Pembicara Seminar Nasional di IGI Kalsel

Pembicara Seminar Nasional di IGI Kalsel

Baca lebih lanjut

Bolehkah Pakai Handphone di Pesawat?

Padepokan Budi Rahardjo

Tadi pagi saya diwawancara via telepon oleh sebuah radio swasta di Jakarta. Pertanyaannya adalah seputar pemakaian handphone di pesawat. Bolehkah? Kalau tidak boleh kenapa?

Jawaban singkat saya, matikan handphone di pesawat.

Jawaban panjangnya begini. Memang benar bahwa sistem handphone memiliki frekuensi kerja yang berbeda dengan sistem komunikasi (dan navigasi) pesawat. Teorinya mereka tidak saling berinterferensi. Itu teorinya lho. Bagaimana dengan implementasinya?

Perangkat atau sistem komunikasi diimplementasikan dengan menggunakan rakaian elektronik serta lengkap dengan kabel-kabelnya. Sering implementasi menghasilkan interferensi jika diimplementasikan tidak sempurna. Untuk rangkaian yang sederhana dan yang beroperasi dengan frekuensi rendah tidak terlalu masalah, tetapi untuk rangkaian dengan frekuensi tinggi (seperti yang digunakan di handphone dan sistem komunikasi lainnya) kebocoran frekuensi dapat terjadi.

Masih ingat jaman dahulu ketika masih hobby radio amatir ada istilah spleteran … he he he. Desain amplifier gak beres dan sinyal bocor kemana-mana (bukan di frekuensi yang dikehendaki saja). Pada marah-marah. he he he.

Mungkin…

Lihat pos aslinya 185 kata lagi

Benarkah Kurikulum 2013 akan Meniadakan Pelajaran TIK?

Saya tidak tahu persis mengapa pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak ada dalam struktur kurikulum 2103. Padahal pelajaran ini sangat penting diajarkan kepada peserta didik kita. Mengapa penting? Sebab dalam pelajaran TIK anak-anak akan diajarkan menjadi seorang produsen pengetahuan di bidang Teknologi komunikasi, dan informasi. Mereka akan mampu memanfaatkan TIK dalam kehidupan sehari-hari. Akan banyak proggamer muda lahir, dan akan banyak anak muda yang mampu menggunakan internet secara sehat. Mereka tidak lagi menjadi konsumen tetapi sudah menjadi produsen. Sayangnya, ini kurang dipahami oleh para penentu kebijakan di bidang pendidikan.

13709595951906802935

Pemerintah menganggap TIK tak perlu menjadi pelajaran tersendiri. TIK cukup terintegrasi dalam semua mata pelajaran. Pada akhirnya, guru dan siswa hanya menjadi konsumen atau pemakai TIK saja. Tak ada lagi ruang bagi guru dan siswa untuk memanfaatkan TIK menjadi produsen atau penghasil produk teknologi yang dapat bermanfaat buat orang banyak. Beda jauh dengan kebijakan yang terjadi di Inggris. Pemerintah Inggris sangat fokus dengan pelajaran TIK dan memberikan beasiswa khusus untuk para pengajarnya.

Baca lebih lanjut