Guru Berprestasi : Tidak Ada atau Tidak Mau ?

Siti Mugi Rahayu

 

inSh“Jika ingin muridnya pintar, guru harus lebih pintar. Jika ingin gurunya pintar, kepala sekolah harus lebih pintar. Jika ingin kepala sekolah pintar, kepala dinas harus lebih lebih pintar. Sesungguhnya air itu akan mengalir ke bawah dan memengaruhi kualitasnya”, begitulah sepenggal tulisan Pak Johan Wahyudi, seorang guru Bahasa Indonesia dari Sragen dan telah menelurkan 62 buah buku/jurnal/modul dari tulisannya yang berjudul : Sulitnya Mencari Guru Berprestasi di Kompasiana.

Menurut Pak Johan, fenomena yang terjadi sekarang adalah guru-guru tak lagi bergairah untuk mengikuti kompetisi Guru Berprestasi karena apa yang didapat tidak sepadan dari apa yang dikeluarkan. Dengan kata lain, pengorbanan yang dikeluarkan jauh lebih tinggi dari apa yang diperoleh. Masih mending kalau menang, dapat piagam penghargaan atau bisa bertemu presiden, kalau tidak ?

Pengorbanan yang pertama menurut Pak Johan adalah : pengorbanan materi  untuk mempersiapkan dokumen portofolio. Panitia mengharuskan peserta mengumpulkan 3 jenis dokumen rangkap 3, yaitu portofolio…

Lihat pos aslinya 436 kata lagi

Komentar ditutup.