Catatan Hari Kedua Mengikuti Pelatihan Kurikulum 2013

Rabu, 10 Juli 2013 saya kembali mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013 di Grand Hotel Lembang Bandung. Pukul 08.00 wib kami para guru yang diminta mengajar mata pelajaran prakarya berkumpul di ruang khusus yang telah disiapkan panitia.

Suasana terasa hangat ketika tim guru inti dari pusat kurikulum dan perbukuan, ibu Maria, dan ibu Suci membuka acara pelatihan. Kamipun diminta untuk saling berkenalan antara satu peserta dengan peserta yang lainnya. Saya serasa menemukan teman-teman baru dalam pelatihan kurikulum 2013 ini.

Sayang, suara tim guru inti kurang terdengar dengan baik, perlu pengeras suara agar terdengar dengan jelas oleh semua peserta. Untunglah, tak lama kemudian pengeras suara datang ke tempat kami. Para tim guru inti pun menjadi happy.

Tidak mudah merubah pola pikir atau Mindset guru. Apalagi bila guru itu telah bertahun-tahun lamanya mengajar mata pelajaran yang diampunya. Saya mencoba membuka diri, walaupun hati kecil saya belum sreg 100 persen untuk mengajar mata pelajaran prakarya. Sesuatu bidang yang masih sangat baru dan asing bagi saya. Tentu saya harus bisa bekerja keras agar mampu memahami materinya dengan baik. Proses membaca harus saya lakukan.

Hari ini, kami belajar tentang perubahan Mindset, rasional dan elemen perubahan kurikulum 2013. Kami juga diminta membaca Standar Kompetensi Sekolah (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD). kami juga diberi tugas kelompok membaca dan menganalisis SKL, KI, KD, Buku Siswa, dan Buku Guru.

Terus terang saya baru hari ini membaca buku prakarya kelas 7 SMP yang disusun oleh ibu Suci Paresti dkk. Kami diminta untuk menganalisisnya dan memberikan masukan tentang buku prakarya ini. Prakarya bukan mata pelajaran keterampilan sebagaimana dinamakan selama ini, dan juga bukan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik.

Prakarya adalah matpel yang membekali siswa dengan kemampuan untuk menghasilkan suatu karya pendahuluan atau purwarupa (prototype). Supaya dihasilkan purwarupa yang baik, maka harus diajarkan pengembangan ide serta pengetahuan tentang bahan, proses, dan peralatan, sehingga siswa dapat memahami alasan-alasan penggunaan bahan, proses, atau peralatan tertentu. Pada akhirnya, pengerjaan sebuah prakarya haruslah dibarengi dengan sikap yang sesuai sehingga hasil yang diperoleh menjadi optimal.

Kita sama-sama tahu bahwa kontroversi berkepanjangan tentang Kurikulum 2013 yang terus bergulir, telah mengusik banyak pihak. Seorang guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd berpendapat, secara substansial Kurikulum 2013 hanya menempatkan guru pada posisi sebagai robot-robot mekanik yang menjalankan program pemerintah.

Hal itulah yang kami alami di pelatihan implementasi kurikulum 2013 ini. Kami diberikan buku prakarya pegangan siswa dan guru, lalu kemudian diminta menganalisisnya secara individu, dan kelompok. Kami juga diminta menerapkan konsep pendekatan scientific dan model pembelajaran.

Malam telah semakin larut, banyak hal yang ingin saya tuliskan di catatan hari kedua saya mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013. Metodenya masih sama. Guru Inti masih menggunakan metode ceramah, dan kami diminta untuk menjadi pendengar setianya. Jauh sekali apa yang disampaikan oleh pak menteri Moh. Nuh. Saat pelatihan guru akan menjadi robot-robot yang siap tidak bergerak, ketika mereka tak mampu memahami KI dan KD secara utuh. Kalau sudah begitu, guru menjadi orang pertama yang disalahkan dalam penerapan kurikulum 2013 ini. kalau sudah begitu, mari memperbaikinya dari dalam, dan cari solusi terbaik demi masa depan peserta didik kita.

Buat teman-teman yang mau mengunduh Buku Prakarya pegangan guru dapat mengunduhnya di https://www.dropbox.com/s/0jg8gqaofirxm4l/7_PRAKARYA_BUKU%20GURU.rar.

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 

Iklan

Komentar ditutup.