Pembelajaran aktif bukan yang “ngerjain” siswa.

Guru Kreatif

Pembelajaran “aktif” berbeda dengan pembelajaran yang membuat siwa “sibuk sepanjang waktu”—tugasnya bertubi-tubi sehingga mereka tidak sempat bernapas. Begitu bel berbunyi siswa mendesah lega: “Aaaaahh, selesai juga kehidupan penjara ini!” Aktif lebih diartikan sebagai keterampilan berfikir tingkat tinggi, HOTS—higher order thinking skills. Misalnya ketika mereka diberi tugas mendesain “Dam Teluk Jakarta” yang disampaikan dengan metode proyek oleh guru. Mereka pasti akan sibuk mencari data tentang kontur tanah DKI Jakarta untuk menentukan letak tembok-dam yang akan dibangun—mereka sibuk atas kemauan sendiri. Boleh jadi begitu bel berbunyi mereka akan nawar: “Sebentar lagi Pak/Bu, masih download data—beberapa menit lagi selesai.”

Jangan sampai kita terkesan “ngerjain siswa”, seolah-olah tidak rela kalau ada siswa yang menyelesaikan tugas secara cepat. Mereka yang selesai duluan–yang harusnya mendapat reward–malah diberi punishment berupa tugas tambahan. Sekali-sekali kita perlu menggali apakah siswa yang pekerjaannya cepat selesai itu karena memang dia “cerdas” atau “ingin buru-buru lepas dari tugas itu”—karena…

Lihat pos aslinya 55 kata lagi

Komentar ditutup.