Pembelajaran Berdasarkan Konstruktivisme

Guru Kreatif

1. Faham Konstruktivisme

Walaupun sejak lahir mempunyai potensi kognitif, manusia tidak dibekali dengan pengetahuan empiris atau aturan metodologis dalam pikirannya. Kita tidak pernah memperoleh pengetahuan yang telah jadi atau dalam paket-paket, yang dapat dipersepsi secara langsung. Semua pengetahuan, metode untuk mengetahui, dan berbagai disiplin ilmu yang ada dalam masyarakat dibangun (constructed) oleh pikiran manusia–faham ini selanjutnya dikenal dengan “konstruktivisme”. Phillips dalam Light dan Cox (2001) melihat bahwa konstruktivisme telah menjadi “agama sekular bagi perkembangan teori dan penelitian di bidang pendidikan secara luas”. Namun demikian teori-teori yang bernafaskan konstruktivisme itu satu sama lain bervariasi secara signifikan.

Konstruktivisme 1

Gb. 1. Tiga Dimensi Konstruktivisme (Phillips dalam Light and Cox, 2001)

Phillips memetakan variasi itu ke dalam tiga dimensi seperti terlihat pada Gb. 1

• Dimensi 1: pada sumbu “horizontal”, mendeskripsikan adanya perdebatan klasik tentang “realitas pengetahuan”, antara “ditemukan” dengan “diciptakan”. Pada ujung yang satu pengetahuan bebas dari campur tangan manusia; alam berfungsi sebagai “instruktur”…

Lihat pos aslinya 1.009 kata lagi

Komentar ditutup.