Daily Archives: Agustus 25, 2015

Jadi Blogger, Cara Guru Bagi Inspirasi Pendidikan

JAKARTA – Guru yang baik tidak hanya menyimpan ilmu yang dimiliki untuk diri sendiri tapi dibagi untuk memperkaya orang lain. Tidak hanya dengan mengajar secara lisan, berbagi ilmu juga bisa dilakukan lewat tulisan.

Namun, masih banyak guru yang mungkin kesulitan untuk menulis dan dibagikan secara luas lewat blog. Padahal, menurut guru yang juga seorang blogger Wijaya Kusumah, menulis bukan pekerjaan yang sulit.

Omjay -begitu sapaan akrabnya- mengatakan, sugesti alam pikiran akan mempengaruhi cara pandang seseorang saat menulis. “Menulis jadi susah ketika pikiran kita membuatnya susah. Dan terasa mudah ketika kita menikmatinya,” ujar Omjay.

Dia mengungkap, inspirasi untuk menulis dalam blog bisa datang dari mana saja. Bisa kejadian sehari-hari, pengalaman pribadi, maupun berbagi materi ajar. Namun, untuk menjadi penulis yang baik, seorang guru harus rajin membaca.

“Mau bisa menulis, kita harus rajin membaca. Sementara minat baca guru-guru kita masih rendah. Berapa orang dari kita (guru) yang menyisihkan pendapatannya untuk membeli buku? Masih sangat minim,” tuturnya.

Menyadari minimnya minat baca dan menulis guru di Indonesia masih rendah, Omjay pun rajin berbagi cerita untuk menginspirasi para guru mengikuti jejaknya. Namun, kata Omjay, motivasi terbesar harus muncul dari diri sendiri.

“Untuk bisa memotivasi orang kita harus bisa memotivasi diri sendiri. Saya ajak lewat berbagai prestasi yang sudah saya rasakan agar mereka terinspirasi. Saya juga buat komunitas sejuta guru ngeblog yang ada di Facebook agar semangatnya bisa menular,” ungkap pria berbadan tambun itu.

Terakhir, Omjay menegaskan jika teknologi hanya alat bantu untuk menyampaikan materi kepada orang lain. Sebab, teknologi yang sesungguhnya ada di dalam diri tiap orang.

“Secanggih apa pun teknologi tapi sebagai guru tidak menguasai materi, maka teknologi tidak ada apa-apanya. Teknologi itu ada di dalam diri kita,” tutur guru TIK itu.

(rfa)

http://news.okezone.com/read/2014/11/25/65/1070634/jadi-blogger-cara-guru-bagi-inspirasi-pendidikan

Omjay Kebanggaan Kompasiana

Wijaya Kusumah (dengan tambahan huruf “h”) atau lebih dikenal sebagai Omjay (dalam dunia maya dan dunia nyata) telah mengukir sejarah bagi kompasiana.com. Sosoknya telah hadir di Harian Kompas tanggal 28 Mei 2013. Tidak sembarangan orang bisa dihadirkan dalam rubrik Sosok dalam Harian Kompas, salah satu harian terbesar di Indonesia. Kehadirannya di Harian Kompas pun bukan semata-mata karena ia super aktif di kompasiana.com.

Bagi kompasianer, memang nama Omjay sudah tidak asing lagi. Dengan munculnya sosok Omjay di Harian Kompas secara utuh dan lengkap maka genaplah penilaian serta penghargaan yang diperoleh oleh pribadi Omjay. Ternyata sosok tinggi besar, berkumis dan berjenggot ini memiliki produktivitas tinggi dengan energi yang tak putus-putus untuk terus menulis dan menulis. Tampaknya menulis sudah jadi nafasnya. Barangkali, ia baru akan berhenti menulis kalau nafasnya juga berhenti.

Kalau dilihat dari profilnya yang telah memperoleh gelar juara I Tingkat Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah pada tahun 2005, memang rupanya Omjay ini sudah memiliki kemampuan menulis yang luar biasa. Kemampuan menulis ini kemudian didorong oleh Dedi Dwitagama, sahabatnya, untuk menulis di blog pada tahun 2007. Jadilah ia penulis blogger yang paling produktif. Apalagi telah tersedia lahan yang subur di dataran kompasiana. Makin suburlah ia berkembang.

Profesi utamanya sebagai guru bidang studi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di SMP Labschool Jakarta yang dilakukannya sejak 1992 yaitu ketika masih menjadi mahasiswa di Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (IKIP), sekarang berubah nama menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menjadi landasan utama hasrat untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya.

Dengan menyandang gelar S2 dalam bidang Program Studi Elektro di UNJ, Omjay semakin melengkapi dirinya untuk terus memperdalam ilmunya dalam profesinya sebagai seorang pengajar. Mungkin kesetiaannya mengajar di SMP Labschool terlampau besar sehingga ia tidak menjadi dosen di alma maternya, UNJ. Mungkin waktunya sudah habis untuk berbagai kegiatan membagi ilmunya kepada sesama rekan guru lainnya dan kepada masyarakat dunia maya melalui blog nya.

http://www.kompasiana.com/djohans/omjay-kebanggaan-kompasiana_553011866ea834661b8b4595

Dengan aktivitasnya yang luar biasa tersebut, maka Omjay sudah memiliki manajemen waktu yang efektif dan efisien. Dan tentu saja ia tidak akan melupakan relasi dengan keluarganya. Sebab dukungan serta perhatian keluarga merupakan faktor utama bagi sukses atau gagalnya seseorang. Dan rupanya Omjay telah memperolehnya tanpa menjadi “lupa daratan” ….. Selamat bagi Omjay, kebanggaan kompasiana kita!