Berpacu Dengan Waktu

Omjay Guru TIK

Omjay guru TIK

Kita tentu tahu bahwa kitab suci dalam agama apapun selalu bicara soal waktu. Siapa yang pandai mengelola waktu dengan baik dalam hidupnya pastilah dia akan menggapai kesuksesan. Sebab waktu dapat ditaklukannya.

Setiap hari dia berpacu dengan waktu. Hidupnya terukur dan waktu membuatnya sadar bahwa manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan beramal sholeh. Saling nasehat menasehati di dalam kebenaran dan kesabaran. Itulah mengapa ada perintah sholat 5 waktu bagi mereka yang beragama islam. Ada waktu dimana seorang hamba berkomunikasi langsung dengan penciptanya.

Waktu itu ibarat pedang. Dia bisa saja menusuk dirinya sendiri. Tapi waktu juga yang membawa dirinya bertemu dengan berbagai keberuntungan dan kesenangan selama hidup di dunia. Waktu menjadi sesuatu yang penting dalam hidup manusia. Apalagi buat mereka yang berumur panjang. Semakin bertambah umur seharusnya semakin bermanfaat buat orang lain.

Waktu adalah sesuatu yang paling jauh. Dia akan cepat meninggalkan kita. Mereka yang sadar pasti akan mengelola waktunya dengan baik. Masa lalu tidak bisa diulang. Masa depan masih bisa dirancang. Sudahkah engkau mempersiapkan hari esok yang lebih baik dari hari ini?

Sebaiknya manusia harus bisa berpacu dengan waktu. Ibarat kuda, waktu adalah kuda tunggangan untuk mencapai kemenangan. Dalam menungganginya sang joki harus bisa mengendalikan kuda berlari kencang dan berjalan lambat. Jokilah yang mengatur arah mana yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan.

Namun sayang banyak manusia tidak pandai berpacu dengan waktu. Bukan kuda yang menuruti jokinya, tapi justru joki yang menuruti hawa nafsu kudanya. Akibatnya hidup sang joki tergantung kepada kuda. Sang joki justru dikendalikan oleh kudanya. Astaghfirullah!

Begitulah penggambaran soal waktu. Manusia diberikan akal dan pikiran untuk berpacu dengan waktu. Semua orang diberi waktu yang sama selama 24 jam. Mereka yang sukses berpacu dengan waktu seperti seorang joki yang menang dalam balapan kuda. Wajahnya bergembira dan riang karena telah memenangkan pertarungan.

Berpacu dengan waktu sesungguhnya berpacu melawan diri kita sendiri. Siapa yang malas pasti tidak naik kelas. Menaklukan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang. Tapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah yang disebut penakluk gemilang. Mereka yang berpacu dengan waktu pastilah telah mampu menaklukan dirinya sendiri.

Salam blogger persabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

Komentar ditutup.