Kembalikan TIK sebagai Matpel di Kurikulum 2013

tik

JAKARTA – Beberapa orang guru mata pelajaran (Matpel) teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) dari berbagai daerah menyambangi kantor Kemendikbud untuk berdialog dengan pejabat dalam aksi damai Guru TIK/KKPI.

Aksi tersebut murni aksi guru TIK/KKPI dan tidak mengatasnamakan organisasi guru manapun. Sehubungan dengan hilangnya Matpel TIK dan KKPI dalam struktur Kurikulum 2013, maka Komunitas Guru TIK/KKPI seluruh Indonesia meminta kepada Mendikbud Anies Baswedan untuk mengembalikan Matpel TIK dan KKPI ke dalam struktur Kurikulum, serta masalah linierisasi guru TIK dan KKPI tidak dikenakan bagi guru yang sudah sertifikasi Matpel TIK dan KKPI.

Koordinator Komunitas Guru TIK/KKPI Seluruh Indonesia, Wijaya Kusumah mengatakan, pihaknya juga memohon revisi atau penghapusan Permendikbud nomor 68 tahun 2014 Bab V pasal 8, karena tidak sejalan dengan undang-undang (UU) guru dan dosen pada 2005.

“Sudah tiga semester menerapkan Kurikulum 2013 TIK menjadi prakarya, yang isinya guru menjadi guru masak dan keterampilan lainnya. Matpel TIK paling disenangi di sekolah daerah. Kami berharap dengan menteri baru kami diperhatikan, para penyusun Kurikulum 2013 harus mencoba mengajar TIK seperti apa,” ujar guru TIK SMP Labschool Rawamangun itu, di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Kemudian, menurut guru TIK SMP Kebon Jeruk 2 Jakarta, Sutan Chaniago, TIK yang menjadi prakarya harus dikembalikan asalnya menjadi Matpel. “Siswa saya terus terang sangat miris mengetahui TIK hilang dari Matpel. Saya berharap supaya TIK kembali sebagai Matpel, bukan bimbingan saja,” ucapnya.

Selain itu, guru TIK SMP Negeri 6 Sinjay Selatan, Sulawesi Selatan, Syamsul Rijal menyatakan, dirinya ikut sertifikasi sebagai guru profesional TIK, ketika muncul Kurikulum 2013 dan menghapus TIK, mata pencahariannya pun terancam.

“Saya lulusan dari jurusan teknik bangunan, di sekolah kami tidak ada sekolah bangunan. Mata pencaharian saya di sini, mas menteri mau mendengar jeritan kami, di daerah saya yang mengajar tidak ada komputer, di sekolah hanya ada dua komputer dari 500 siswa di sekolah,” ungkapnya.

Lalu, menurut guru TIK SMP Negeri 1 Gabuswetan, Indramayu, Jawa Barat, Bambang Susetyanto, dirinya masih semangat memikirkan bangsa. Dia tidak rela TIK dihapuskan di tingkat sekolah, karena merupakan sains. “TIK jangan dianggap seperti mainan, tanpa TIK negara kita mau jadi apa. Kurikulum 2013 mengenai sistem penilaian juga banyak yang gaptek,” tuturnya.

Mendikbud Anies Baswedan pun menanggapi pernyataan sikap dari komunitas guru TIK dan KKPI tersebut. Anies mengatakan, Indonesia ingin menjadi negara yang produktif dan menjadi negara yang mandiri. Dia mengajak untuk menonjolkan perspektif, seperti misalnya menjadikan Indonesia sebagai rumah teknologi dan jangan dijadikan Indonesia menjadi negara konsumtif.

“Menyangkut item-item tersebut, hari ini kita melakukan evaluasi dan preview Kurikulum 2013, dan kita lihat kesesuaiannya, aspirasi dan pandangan ini menyangkut pelaksanaan Kurikulum 2013, ada masukkan tentang buku, kita juga membuat saluran khusus yaitu sms, banyak sekali yang masuk ke sms ini dari masukan guru baik positif maupun negatif, karena guru lah yang ada di kelas,” beber Anies.

Lanjut Anies, pihaknya ingin solusinya dapat diaplikasikan. “Kalau menjalankan Kurikulum 2006 (KTSP) berarti Matpel TIK ada. Untuk Kurikulum 2013 sedang di-review dan uji coba termasuk ketika nanti diputuskan penambahan atau pengurangan matpel nanti ketika pelaksanaan juga dilakukan secara bertahap, sehingga tidak menimbulkan gejolak. Berarti Kurikulum 2006 yang sudah ada matpelnya dijalankan, kalau ada TIK berarti jalan,” tutupnya.

Berikut 10 tuntutan dan pernyataan sikap komunitas guru TIK dan KKPI pada 2 Mei 2014 yang sudah disampaikan langsung pada Mendikbud terdahulu M Nuh:

  1. Tolak penghapusan mata pelajaran TIK dan KKPI (mata pelajaran komputer).
  2. Kembalikan TIK dan KKPI dalam kurikulum sebagai mata pelajaran wajib di semua jenjang.
  3. Perubahan dan peningkatan materi pelajaran TIK/KKPI sesuai dengan tuntutan zaman.
  4. Segala kebijakan tentang TIK dan mapel TIK/KKPI harus melibatkan organisasi profesi.
  5. Program peningkatan kualitas guru TIK/KKPI secara merata dan berkesinambungan.
  6. Lindungi keberadaan guru honorer dan guru swasta di sekolah.
  7. Selamatkan mahasiswa jurusan pendidikan TIK (calon guru komputer) dari pengangguran dan aborsi massal.
  8. Jangan buat Indonesia menjadi negara konsumtif di bidang TIK.
  9. Jangan biarkan Indonesia dijajah secara teknologi.
  10. Jangan gadaikan ketahanan nasional kepada pihak asing.

(ful)

sumber:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s