Benarkah Kurikulum TIK Memenjarakan Anak?

Saya terkejut mendengar perkataan salah seorang pejabat di kemdikbud yang mengatakan bahwa kurikulum mata pelajaran TIK memenjarakan anak. Apalagi beliau mengatakan materinya hanya menghidupkan dan mematikan komputer di kelas 3 SMP.

“Materi TIK hanya bagaimana menghidupkan dan mematikan komputer”, kata beliau di rekaman video yang sudah diupload di youtube.

Bagi saya ini pelecehan sebuah profesi. Sebagai guru TIK saya tidak setuju dengan pernyataan pejabat itu. Mereka sebenarnya bukan melindungi guru TIK tapi justru hendak menghabisi guru TIK di kurikulum 2013.  Matpel TIK sengaja dihapuskan dan diganti menjadi bimbingan TIK. Permen pahit 45 tahun 2015 akhirnya tidak akan berjalan mulus di sekolah.

Kami melakukan diskusi di facebook group komunitas guru tik dan kkpi. Rata-rata teman-teman banyak yang tidak setuju dengan pernyataan beliau, dan akan bertemu langsung untuk menyampaikan klarifikasi.

Sampai saat ini pejabat pemerintah di era mendikbud Anies Baswedan masih tetap kekeuh bahwa tik tidak perlu jadi mata pelajaran tersendiri.TIK cukup sebagai alat bantu pembelajaran saja dan semua guru wajib menguasai TIK.

Pemerintah mengganggap tik cukup terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran. Pemerintah lupa bahwa tik juga adalah sebuah ilmu yang harus dipelajari agar bangsa ini tidak hanya menjadi bangsa pengguna produk tik. Materi TIK harus diupadate sesuai dengan perkembangan TIK dewasa ini.

Kita sudah harus masuk sebagai pemain di bidang TIK, dan itu dimulai dari adanya mata pelajaran TIK dan KKPI yang terus dikembangkan materinya. Gurunya dilatih agar mampu meningkatkan kompetensinya. Pemerintah bisa melihat dari hasil UKG guru TIK.

Semoga perjuangan guru tik dan kkpi yang tergabung dalam komunitas guru tik dan kkpi membuahkan hasil dengan kembalinya mata pelajaran ini ke dalam struktur kurikulum nasional kita. Mohon dukungan dari semua.

Save matpel TIK dan KKPI Harga mati.

Berikut ini, videonya.

https://youtu.be/SOsLhWhwBi8

Iklan

Komentar ditutup.