Pembelajaran Digital

 
 
KOMPAS.com
— Saat ini, kemajuan dunia teknologi tak terelakkan lagi. Era digital seakan “meresap”, mau tidak mau, ke sendi-sendi kehidupan kita.
 
Berita media massa, pembayaran transaksi, aplikasi penunjang kerja, dan sebagainya dapat diakses dengan mudah via telepon pintar atau smartphone yang kita genggam.
 
Untuk dunia pendidikan, khususnya bagi sekolah, penggunaan gadget (gawai) di kalangan pendidik ataupun siswa tentu semakin mudah dilihat. Penyesuaian untuk penerapannya, agar fungsinya positif, pun perlu persiapan yang baik dan matang.
 
Oleh karena itu, untuk menghadapi laju era digital yang kian deras, Penerbit Grasindo, Pesona Edu, dan Samsung berkolaborasi menyelenggarakan “Seminar Mempersiapkan Sekolah Memasuki Era Pembelajaran Digital” yang diadakan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Rabu (31/8/2016).
 
Acara seminar ini dihadiri oleh Marketing Manager Kompas Gramedia Agustinus Harsono, Manager Education and Government Samsung Indonesia Banu Afwan Pribadi, Chief Marketing Officer Pesona Edu, Ira Anindita, dan Waka Kurikulum SD Yos Sudarso Batam Didiek Dwi A.
 
Dalam pemaparannya, Harsono mengatakan bahwa barang digital, termasuk buku digital, berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, hal-hal pokok dalam pembelajaran sebaiknya dibuat menjadi digital.
 
“Barang digital, termasuk buku digital, itu perkembangannya sangat cepat dan nyaris tidak dapat diikuti oleh dunia pendidikan. Hal-hal yang pokok harus dibuat menjadi digital, bukan pengayaan lagi,” kata Harsono.
 
“Buku pokok dibuat menjadi digital. Dengan demikian, siswa bisa belajar dengan memakai tablet karena semua ada situ. Dengan catatan, safety (keselamatan dan keamanan) menjadi kunci,” ujarnya.
 
Adapun yang menjadi pilot project penerapan sekolah digital ini ialah SD Yos Sudarso Batam, Kepulauan Riau, dan SD Santa Theresia I Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang berada di bawah naungan Yayasan Tunas Karya.
 
Didiek mengatakan, penerapan pembelajaran digital ini membutuhkan persiapan dan sosialisasi yang matang.
 
“Sekolah mulai menerapkan pembelajaran digital mulai tahun ajaran sekarang, 2016-2017. Kami memulainya dari jenjang kelas IV. Sebelumnya, kami melakukan sosialisasi, baik kepada orangtua siswa maupun guru-guru,” ujar Didiek.
 
“Selain itu, kami melakukan psikotes terhadap siswa untuk mengetahui kondisi emosi dan intelektual dari siswa agar bisa mengikuti kelas media digital. Tak lupa, pelatihan terhadap guru pun dilakukan. Sejauh ini, respons orangtua dan siswa cukup antusias,” katanya.
 
Media pendukung
 
Dalam praktiknya, untuk pembelajaran digital ini, media yang digunakan ialah tablet. Tablet ini pun telah diatur atau di-setting sedemikian rupa sehingga aman digunakan oleh siswa.
 
“Dalam penerapan penggunaan tablet, ada geofencing area dan time based. Untuk geofencing area, ketika siswa keluar sekolah, device tabletnya akan terblokir. Jika tablet hilang pun, itu akan terblokir, tidak bisa digunakan. Intinya alat itu akan jadi barang rongsokan,” kata Banu.
 
“Untuk time based, penggunaan fungsi dari tabletnya diatur sesuai dengan ketentuan waktu, misalnya dari pukul 07.00-16.00 sore, Senin hingga Jumat,” katanya.
 
Dalam penyediaan konten edukasi dalam tablet tersebut, Pesona Edu mengambil peran. Selama ini, Pesona Edu memang fokus dalam pengembangan software di bidang pendidikan.
 
“Ketersediaan konten pendidikan sangat penting. Kami mengutamakan konten-konten yang paling butuh untuk disimulasikan. Penyediaan konten butuh proses yang panjang,” kata Ira Anindita, Chief Marketing Officer Pesona Edu.
 
Eris Peserta Seminar Mempersiapkan Sekolah Memasuki Era Pembelajaran Digital mengikuti simulasi proses pembelajaran digital yang berlangsung di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (31/8/2016).
 
Dalam acara ini, peserta seminar pun mendapat kesempatan untuk mencoba menggunakan tablet yang dipakai dalam pembelajaran digital. Simulasi dilakukan layaknya ketika proses pembelajaran dilakukan.
 
Secara umum, proses praktiknya berjalan lancar, meski terkendala koneksi internet, dan peserta simulasi dapat mengikuti dengan baik.
 
Dengan adanya sinergi dan kolaborasi, seperti yang dilakukan oleh pihak–pihak yang disebutkan di atas dan juga perhatian pemerintah, pembelajaran digital, tentu dengan persiapan yang matang, dapat dilakukan dengan baik.
 
Hal ini terbukti dengan keberlangsungan pembelajaran digital di SD Yos Sudarso Batam, Kepulauan Riau, dan SD Santa Theresia I Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
 
Bisa jadi sekolah-sekolah lain pun kemudian akan menyusul….
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s