invita 2016

Contoh tulisan invita

invita

INVITA 2016

Oleh Ramadito 8F

Invita atau merupakan singkatan dari Industri Visit dan Tafaqkur Alam merupakan kegiatan perjalanan kunjungan menginap bagi siswa – siswi SMP Labschool kelas 8 yang di sana siswa bertujuan untuk mengenal lebih dekat serta semakin dalam tentang pengetahuan di tempat kunjungan tersebut.

Invita 2016 diikuti oleh siswa-siswi angkatan 24 di Solo-Jogja. Pada pukul 8 malam hari peserta Invita memasuki kereta api Argo Lawu tipe Eksekutif yang gerbong dan tempat duduknya dibagi berdasarkan absen dan kelas. Kami duduk di kursi masing-masing yang telah ditentukan dan ternyata fasilitas di kereta itu lumayan untuk siswa-siswi seperti kita. Untuk aturan yang paling mencolok adalah kami tidak diperbolehkan berpindah-pindah gerbong karena penghubung kereta Antara gerbong sangatlah berbahaya karena itu aturannya sangat ketat dari pihak kereta api dan guru-guru panitia Invita, namun ada beberapa orang yang tetap melanggar dan ketahuan dengan panitia sehingga dihukum tidak boleh duduk selama beberapa saat di kereta, serta jangan berisik dan bercanda terlalu berlebihan di kereta karena akan mengganggu kenyamanan perjalanan.

Pada pukul 4 pagi hari kami sampai di Stasiun Tugu, Jogja yang merupakan tempat tujuan kereta kami dan kami turun berbondong-bondong dan menaiki bis pariwisata tipe Luxury yang berjumlah 7 bis yang bisnya dibagi berdasarkan kelas dan wali kelas serta panitianya. Kami berjalan menaiki bis dengan konvoi ke setiap tempat yang dijadikan rencana perjalanan kunjungan Invita. Kami menginap di hotel bintang 4 yang bernama Cavinton Hotel yang dulunya adalah bekas Toko Meubel.

Kami tinggal di hotel bintang 4 yang satu kamarnya diisi 4 orang dengan 2 kasur terpisah dan kamar yang luas. Ternyata disana kami tidak boleh menikmati fasilitas kolam renang dan kami hanya berada di hotel saat kami memulai dan mengakhiri hari perjalanan karena jadwal kegiatan kita sangatlah penuh sehingga kamar hotel agak disingkirkan. Tapi kami senang dapat bermain dan bercanda bersama di hotel sambil menikmati lengkap dan nyamannya Cavinton Hotel karena sangat jarang kami bisa menginap di tempat tinggal sementara yang mewah. Namun kami juga tetap bingung karena fasilitas minuman malam hari yang terbatas, tapi kami bisa sarapan dengan makanan sangat enak di Cavinton Hotel.

Pengalaman saya yang paling mencolok adalah di Malioboro dan Candi Borobudur, itu semua karena perdagangan yang ada di sana, di Malioboro saya dan 7 teman saya berniat berbelanja bersama-sama untuk menjaga keamanan dan kekompakan serta membantu dalam hal tawar-menawar harga karena harganya yang menurut kami beberapa tidak pantas, namun kami sempat terpisah dan kami harus berusaha sebisa mungkin untuk mampu tawar-menawar kepada para pedagang agar harga barang yang akan dibeli menjadi lebih murah dan tidak membuat dompet kami kempes. Dan kalau di Candi Borobudur kemanapun kami pergi sebelum pintu masuk Borobudur kami selalu ditawari dan dikejar-kejar oleh penjual yang ada disana dan terlihat seperti paksaan halus untuk membeli barang jualan mereka sampai kami diikuti dan mereka berbicara sendiri kepada kami seolah-oleh tidak ada pelanggan lain yang mau membeli dagangannya, sampai saat kami sudah memasuki bis mereka tetap saja mengikuti kami dengan memasuki bis dan menawarkan dagangannya di dalam bis yang membuiat suasana bis terasa ramai, seakan-akan seluruh kawasan Candi Borobudur dipenuhi oleh pedagang yang semangat dan berjuang keras untuk menjual dagangannya pada kami.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s