TING ke-8 di Universitas Terbuka

img_2951

TING VIII 2016, Menjawab Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital

TING VIII 2016, Menjawab Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital

Memperingati Hari Guru Nasional tahun 2016, Universitas Terbuka (UT) kembali mengadakan Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) pada 26 November 2016 yang bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Perhelatan akbar yang diprakarsai oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT ini merupakan acara rutin tahunan yang kali ini memasuki tahun ke-8. TING VIII Tahun 2016 tersebut mengambil tema “Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital”.

Dengan mengambil tema tersebut, acara TING kali ini mencoba menghadirkan nuansa bahasan yang lekat dengan teknologi komunikasi dan informasi dalam peranannya di dunia pendidikan. Oleh karenanya, dalam acara tersebut hadir perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dra. Poppy Dewi Puspitawati. M.A. selaku Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar yang didapuk menjadi pembicara kunci. Selain itu, dalam sesi panel, UT mendatangkan 3 pembicara yakni Ms. Felicia Brown selaku Sr. Teacher Engagement Manager dari Microsoft Asia Pacific, Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi selaku Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan Guru TIK SMA Lab School Jakarta Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Pidato Rektor UT, Perwakilan Mendikbud, dan Para Pembicara Panel TING VIII 2016

Sebelum membuka acara secara resmi, Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. dalam sambutanya, menyampaikan bahwa TING kali ini mengambil tema tersebut karena tantangan bagi guru di era sekarang sangatlah tinggi, lantaran anak-anak didik telah memahami dan mengintegrasikan TIK dalam kehidupan mereka sehari-hari jauh lebih cepat dan mendalam daripada gurunya. “Perkembangan digital dan IT itu bukan sesuatu yang bisa kita lawan. Kita harus bisa hidup di dalamnya, bersahabat dengan keadaan itu, dan kemudian memanfaatkan untuk kebaikan anak didik kita. Anak didik kita sekarang adalah bonus demografi yang ketika Indonesia merdeka 100 tahun (tahun 2045), akan menjadi orang-orang yang menggerakkan bangsa Indonesia ini. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan mereka sebaik-baiknya” tuturnya sesaat sebelum mengakhiri sambutan dan membuka acara tersebut.

Dalam paparannya yang disampaikan melalui Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengutarakan bagaimana pemerintah telah melakukan berbagai program untuk mengembangan keprofesian guru Indonesia. Program-program tersebut meliputi berbagai bidang termasuk yang berhubungan dengan era digital. Pemanfaatan teknologi digital dalam peningkatan kualitas kompetensi dan kinerja guru adalah sebuah keharusan, karena teknologi pendidikan sudah masuk sampai ke masyarakat pedesaan. Semua pemangku kepentingan harus bahu membahu menerapkan sistem pembelajaran berbasis teknologi digital yang memiliki daya jangkau yang luas.

Sementara pada sesi panel yang dipandu oleh Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc. (Dosen FKIP-UT), Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi berpesan, guru harus mempunyai motivasi untuk mendidik siswa dengan hati sehingga guru akan tahu bagaimana mendidik yang baik. Standar proses pendidikan di kelas harus mobile agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Pada sesi yang sama, Felicia Brown menerangkan bahwa teknologi hanya sebuah alat, tapi kualitas mengajar adalah hal yang paling berpengaruh. Bagaimanapun teknologinya, orang berkualitas pengguna teknologi tersebut adalah yang paling berpengaruh. Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd. yang merupakan seorang guru TIK dan blogger, juga menekankan peran penting teknologi digital khususnya internet. Di Negara Indonesia yang merupakan kepulauan, saat ini akses internet menjadi salah satu sarana mempersatukan rakyat. Kita masih menjadi bangsa pengguna, sekarang kita harus menjadi bangsa pembuat dengan cara kita harus berkomitmen. Ia mengajak peserta untuk menggunakan teknologi secara cerdas, sehingga manfaat yang didapatkan akan lebih dari harapan.

Penyerahan Buku FKIP-UT di TING VIII 2016

Dalam rangkaian acara tersebut, FKIP-UT juga meluncurkan Buku yang ditulis oleh para dosen senior FKIP-UT yang berjudul “Penguatan Profesionalitas Guru dalam Menjawab Tantangan Abad-21”. Peluncuran buku ini disampaikan oleh Dekan FKIP-UT Drs. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D., kemudian secara simbolis diserahkan kepada Rektor UT dan perwakilan penulis buku tersebut.

Masih dalam rangkaian acara TING VIII Tahun 2016 tersebut, tepat di Hari Guru Nasional sehari sebelumnya, FKIP-UT juga mengadakan Workshop bertajuk “Mengajar dengan Teknologi” yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari kalangan guru dan dosen. Workshop tersebut berisi perkenalan, pembelajaran, serta praktek mengoperasikan Office 365 dari Microsoft yang selama ini juga menjadi fasilitas yang didapat oleh mahasiswa UT. Workshop ini diselenggarakan atas kerja sama antara UT dan Microsoft. Oleh karenanya, pihak dari Microsoft sendirilah yang menjadi narasumber pada Workshop tersebut.

Menurut ketua panitia pada acara TING VIII Tahun 2016, setidaknya terdapat 75 pemakalah yang merupakan guru SD, SMP, SMA, dan dosen dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia, serta lebih dari 350 peserta lainnya. Acara yang berlangsung hingga sore hari ini disponsori oleh mitra UT, yakni Microsoft dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Sumber:

http://www.ut.ac.id/berita/2016/11/ting-viii-2016-menjawab-tantangan-profesionalisme-guru-di-era-digital

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: