TIK itu Seperti Romeo dan Juliet

TIK sebagai alat bantu pembelajaran dan TIK sebagai sebuah ilmu jangan dipisahkan. Ikut memisahkan keduanya, seperti memisahkan sepasang kekasih Romeo dan Juliet. Mereka sudah saling mencinta dan tak akan mungkin dipisahkan.

Keputusan kementrian pendidikan dan kebudayaan menghapus mata pelajaran TIK dan menganggap TIK hanya sebagai alat bantu (tools) sangat disayangkan. Mereka seolah menutup mata dengan ilmu TIK yang terus berkembang. Mereka terlalu memaksakan diri bahwa TIK hanya sebagai alat bantu pembelajaran, dan TIK sebagai ilmu tidak diperlukan.

ICT for learning. TIK untuk pembelajaran kami dukung dan memang sudah seharusnya seperti itu, tetapi TIK sebagai sebuah ilmu pengetahuan (sains) jangan dipisahkan. Sebab itu sama saja memisahkan pasangan ROMEO dan JULIET.

Alhamdulillah, mulai tahun ajaran baru di sekolah kami diajarkan TIK selama 2 jam pelajaran dan saya diberi kesempatan mengajar 20 kelas di SMP Labschool Jakarta. Hanya saja nilai siswa belum bisa masuk raport karena masih menunggu regulasi dari kemdikbud. Kepala sekolah juga menunggu masukan dari pengawas sekolah. Jawaban surat dari mendikbud akan terus kami tindak lanjuti. Mari kita terus perjuangkan bersama agar bangsa ini maju di bidang TIK.

Hasil jajak pendapat di facebook membuktikan bahwa kawan-kawan lebih memilih terus berjuang sampai TIK/KKPI kembali sebagai mata pelajaran. Hanya sedikit yang memilih melegalkan permen 45 tahun 2015 dan mensosialisasikannya. Bagaimana menurut anda?

jajak-pendapat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s