Daily Archives: April 18, 2017

Ayo Rebut Kembali matpel TIK

ujiansekolah

Setengah harian ini saya mengawas ujian sekolah dan usbn. Ada 10 matpel diujikan. Sayangnya tak ada lagi matpel tik. Prakarya mengganti posisi matpel tik dalam kurikulum 2013.

Anak anak selalu bertanya, “kenapa tdk ada matpel tik?” Kata mereka tik lebih penting daripada prakarya.

Saya hanya bisa menjawab dalam hati. Sedih melihat mereka tdk mendapatkan matpel tik seperti kaka kelasnya. Sedih melihat anak bangsa tdk terdidik tik dgn baik krn ada kebijakan yg salah dari pemerintah. Struktur Kurikulum berubah.

Saya tdk bisa membayangkan sekolah yg berada di desa. Mereka mempelajari tik secara terstruktur dan sistematik hanya di bangku sekolah. Bila tik tdk ada maka mereka kehilangan kesempatan belajar tik. Apalagi belajar dgn menggunakan tik. Tik sbg alat bantu maupun ilmu tak mereka dapat dan rasakan.

Begitu mereka tamat smp dan sma banyak yg tdk bisa ilmu tik. Mereka tdk punya keterampilan menggunakan tik. Amanat uu sisdiknas terabaikan. Akhirnya cuma jadi pengangguran terdidik tanpa keterampilan tik. Lebih kerennya literasi digital.

Sayang sekali. Di negeri ini kedaulatan pendidikan tidak berada di tangan guru. Pemerintah masih mengambil alih dgn alasan pemetaan. Lagi lagi uang rakyat dipakai blm tepat sasaran. Kalau dulu ujian berbasis kertas sekarang berbasis komputer.

Pengadaan kertas beralih kpd pengadaan komputer. Sukses ujian nasional berbasis komputer dikampanyekan. Seolah olah komputer hanya digunakan untuk ujian nasional dan bukan untuk belajar tik. Padahal kemampuan digital literasi sangat dibutuhkan dalam dunia industri dan perguruan tinggi.

Saya menyambut baik adanya unbk. Namun eforia unbk tdk meninggalkan guru tik sebagai motor penggeraknya. Guru tik bukan hanya sebagai proktor atau teknisi. Mereka berhak memiliki hak yg sama dengan matpel lainnya. Sebab guru tik bukan kacung dari guru matpel lainnya. Hak dan kewajibannya sama dengan guru matpel lainnya. Hanya saja peran guru tik untuk mengajar dan memberikan materi pelajaran blm sesuai harapan. Guru tik masih dianggap sbg laboran komputer.

Guru tik bukan laboran komputer. Guru tik adalah guru yg seharusnya mengemban amanah uu guru dan dosen. Kemampuan menilai dan mengevaluasi pembelajaran seharusnya tetap ada dan tidak berubah peran seperti dalam permendikbud nomor 45 tahun 2015.

Semoga guru tik terus berjuang mengembalikan matpelnya yg hilang. Dorongan dan masukan konstruktif hrs terus diberikan agar tik kembali sbg matpel. Mari kita rebut kembali.

Baca lebih lanjut

Iklan