Menulis Buku Bersama Omjay

Resume Pertemuan 1 Menulis Buku Bersama Om Jay

Oleh: Agus Riyanto

20161103_102225

Senang sekali bahwa pada tanggal 18 September 2017 pukul 16.00 wib latihan perdana menulis buku bersama Om Jay dimulai. Materi dan diskusi yang disampaikan secara daring via Whatsapp   ini sangat hidup, dari banyaknya chat saat kita diskusi, saya sebagai peserta merasa yakin bahwa grup ini diisi oleh banyak orang hebat, banyak orang yang memiliki keinginan untuk menulis, bahkan ada yang sangat ingin menerbitkan buku karyanya.

Sejatinya semua guru (bahkan semua orang) bisa menulis dan menerbitkan buku karyanya. Kunci pertama seorang guru menulis yaitu mengetahui tujuannya menulis buku. Tanpa ada tujuan dari menulisnya, maka tulisan akan terasa hambar, tidak berbobot, dan bahkan bisa terhenti ditengah jalan saat proses penulisan. Lalu agar kita mengetahui tujuan menulis, maka kita harus membudayakan menulis itu sendiri.

Membudayakan menulis bisa dengan saling berkolaborasi dan mengkritisi tulisan, yang paling dekat yaitu dengan teman sejawat (sesama guru). Teman sejawat akan menjadi sparring partner yang tepat karena memiliki hirarki keilmuan yang sama (pendidikan). Saling bekerjasama untuk mengasah kemampuan menulis dan menentukan tujuan dari menulis, sehingga hasilnya akan tepat. Kita juga harus mengasah jiwa marketing kita agar bisa membaca peluang dan pangsa pasar yang akan kita buatkan sebuah buku. Modal utama untuk terus menulis adalah batin yang puas dan jiwa yang sehat.

Menulis juga akan meningkatkan kemampuan guru baik secara intelektual dan emosional. Karena dengan menulis kita akan mengaktifkan seluruh kemampuan yang ada dalam diri kita. Intelektual dan emosional kita akan terasah dengan hal-hal yang akan kita sampaikan kepada pembaca. Dengan demikian, maka menulis menjadi salah satu cara untuk tetap sehat lahir batin.

Menulis adalah sebuah proses panjang. Maka mulailah menulis yang panjang tersebut dengan landasan kesabaran. Yakinlah bahwa semua kesabaran akan menghasilkan kesuksesan. Tidak ada yang instan dalam menulis. Bukan hanya pemula, tapi semua penulis akan mengalami proses panjang sebelum mereka benar-benar tenar saat ini, atau mereka memiliki ribuan buku di rak-rak toko buku, bahkan ada yang menjadi best seller itu karena mereka bersabar. Karena menulis merupakan proses yang panjang dan kita berharap semua akan berjalan lancar, maka rencanakanlah menulis dengan matang. Rangkaian kerja menulis itu sederhana, ada pendahuluan, isi, dan penutup. Tetapi praktiknya ini melelahkan dan butuh perjuangan, tekad, dan konsistensi. Masalah paling mendasar kita harus bisa mengalahkan diri kita sendiri dan berbagi waktu untuk menulis.

Salah satu cara untuk memudahkan konsistensi menulis, maka mulailah dengan hati, fokuslah pada apa yang akan kita tulis, banyak membaca, dan menulislah tentang sesuatu yang ada di dekat kita. Semakin unik apa yang kita tulis, maka semakin akan dicari orang (pembaca). Setiap guru memiliki keunikan, maka inilah pentingnya fokus pada diri sendiri dan hati kita. Pada diri setiap manusia sudah dibekali keunikan secara fitrah oleh Allah, maka jangan mencari keunikan orang lain. Fokus pada apa yang kita tulis termasuk fokus pada satu tulisan baru menginjak ke tulisan yang lain.

Hal pertama yang harus dilakukan seorang yang mau menulis sebenarnya bukan menulis itu sendiri, tetapi justru harus membaca. Semakin banyak bacaan yang kita baca, maka akan semakin luas pengetahuan kita, akan semakin banyak informasi yang kita serap, dan akan memperkaya jiwa menulis kita. Dengan demikian, seyogyanya seorang yang mau menulis haruslah rajin membeli buku untuk dibaca. Dari buku tersebut kita akan mendapat inspirasi untuk menulis.

Dan pada akhirnya, mulailah membaca untuk memulai menulis. Kemudian menulislah hal-hal yang ada di sekitar kita, tulislah perlahan dengan penuh kesabaran, tulislah dengan niat dari hati untuk menuliskan hal-hal yang bermanfaat, dan dengan sendirinya tulisan kita akan menjadi karya yang baik dan dibutuhkan orang banyak. Semangat, bismillah!

 

Komentar ditutup.