Gambar

Pertemuan Perdana Menulis Bersama Omjay

RESUME I PEMBELAJARAN MENULIS BERSAMA OMJAY

Oleh Ida Farida Nurani, S.Si, M.Pd

SMPN I Cigandamekar

 

Semangat literasi dikalangan guru meningkat sejak dikumandangkan Program Literasi Nasional tahun 2017. Hal ini tampak pada kegiatan pelatihan menulis baik yang diprakarsai pemerintah ataupun  mandiri banyak diminati guru Indonesia dari sabang sampai merauke. Kegiatan pelatihan menulis secara gratis melalui media what aps (WA) menjadi pilihan untuk meningkatkan keterampilan menulis dan mendambakan dapat menerbitkan buku.

Saya bergabung dalam WA guru menulis. Saya ingin sekali menulis dan menerbitkan buku. Pada pertemuan pertama Bapak Wijaya Kusumah guru SMP Labschool Jakarta yang lebih dikenal dengan nama OmJay, menjelaskan bahwa sejatinya semua guru bisa menulis dan juga dapat menerbitkan buku asal tahu tata caranya. Sebelum menulis guru harus tahu apa tujuan menulis, hal ini akan memberikan arah kemana dan seperti apa buku yang akan ditulis. Budaya literasi atau menulis akan tercipta saat kita mampu berkolaborasi dengan sesama guru sebagai editornya. Dengan saling bekerjasama, jika dikritisi merupakan masukan yang berharga untuk memperbaiki karya sehingga terpacu untuk tetap semangat menulis.

Dalam menulis tidak hanya menuangkan ide dan merangkai kata saja tetapi kita juga harus mengasah jiwa marketing agar tulisan layak “dijual”.  Dalam menulis kita harus tahu segmen pasar yang menjadi sasaran kita. Jika segmennya guru, maka menulislah terkait dengan keguruan, jika segmennya petani maka menulislah terkait masalah pertanian, dan lain sebagainya. Setelah mengetahui sasaran itu, maka kita akan dapat menentukan tema dan poin-poin yang akan dijabarkan dalam karya kita. Peluang pasar harus disasar dengan strategi yang jitu.

Menulis merupakan proses yang tidak dapat langsung jadi dan diterima, tentunya kita harus memiliki jiwa sabar. Sedikit demi sedikit kita sabar menulis, mengedit, memperbaiki karya buah pikiran kita sehingga menjadi sukses. Menulis harus dimulai dari perencanaan yang matang dan berkesinambungan.

Dalam menulis sebuah karya  tulis selalu ada pembukaan, isi dan penutup. Ide dasranya dari mana saja. Nah, mengembangkan ide itu penting. Ketika kita mulai menulis gangguan terbesar adalah banyaknya ide ide yang muncul akan mengganggu konsentrasi menulis kita sehingga tulisan tidak focus dan akhirnya tidak jadi. Hal ini dapat diatasi dengan mulai memilih ide paling urgen sesuai tema. Bagaimana memunculkan ide yang menarik, kekinian, dan bermanfaat juga menjadi tantangan dalam menulis. Hal ini dapat diatasi dengan menambah wawasan kita melalui proses membaca.

Semakin banyak buku yang dibaca, maka pembendaharaan kata kita semakin luas. Kitapun menjadi semakin kaya dalam menulis dan tentunya memudahkan mengeluarkan ide yang akan ditulis. Anggarkan untuk membeli buku baru karena santapan seorang penulis adalah buku. Sebagai guru profesional anggarkan dana kita untuk membeli minimal 2 buku dalam 1 bulan. Hal ini membantu menambah ilmu dan wawasan kita, sehingga ketika kita menulis  semakin percaya diri dan rendah hati. Semangat menulis harus terjaga tidak hanya sekedar niat tetapi action menulis.

Kuningan, 19 september 2017

Komentar ditutup.