Agar Guru Mau Menulis Buku

IMG_2485Tema kita dalam pertemuan kedua ini adalah guru mau menulis buku dengan sub bahasan:
  1. Mengenal kegiatan tulis menulis
  2. Tujuan menulis
  3. Batin puas, jiwa sehat
  4. Pemasukan bertambah
  5. Menaikkan derajat sosial
  6. Menulis meningkatkan kemampuan IQ dan ESQ
  7. Mengenal rangkaian kerja kepenulisan
  8. Kolaborasi menulis buku

1. Mengenal Kegiatan Tulis Menulis
Manusia adalah makhluk sosial, dia akan membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Tentu manusia butuh saling berkomunikasi. Salah satu komunikasinya adalah lewat tulisan. Dengan semakin majunya peralatan TIK, maka semakin berkembang juga komunikasi manusia. Dulu kita berkomunikasi dengan cara lisan, sekarang kita komunikasi dengan tulisan.
Kegiatan tulis menulis saat ini tidak lagi menggunakan kertas, tapi sudah langsung menggunakan media dengan berbagai kemajuan software dan hardware peralatan TIK. Manusia bisa berkomunikasi melalui tulisan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menulis di media online atau media sosial.
Dalam buku menjadi guru yang mampu menulis dan menerbitkan buku, Deni damayanti halaman 14 menuliskan, “menulis adalah kegiatan yang menggunakan pikiran. Orang menulis status di media sosial tentu saja tetap mengguanakan pikiran. Entah pikiran yang yang ia gunakan untuk menulis itu benar atau salah, itu soal nanti. Tetapi bahwa orang menuliskan apa yang dia pikirkan dan dia rasakan itu saja dulu.”
2. Tujuan Menulis
Kegiatan menulis adalah pekerjaan pikiran. Menulis adalah pekerjaan mengungkapkan pikiran yang sedang kita pikirkan. Setiap orang tidak sama, oleh karena itu gaya menulis manusia pasti berbeda-beda. Bila sama, itu namanya copy paste atau plagiasi. Sebisa mungkin, tulislah apa yang anda pikirkan, walaupun tulisan anda mungkin belum sebagus penulis terkenal. Kepercayaan diri harus dimulai dari kebiasaan menulis dari pikiran sendiri sehingga kita percaya akan kemampuan diri. Hal itulah yang membuat kita akhirnya percaya diri dan mampu menulis dan menerbitkan buku sendiri. Sebab tujuan menulis sudah kita pikirkan. Istilahnya darimana mau kemana, sehingga kita fokus dengan tujuan menulis. Walapun di tengah jalan seringkali ada godaan yang membuat pikiran kita tidak fokus. Pada akhirnya tujuan menulis itu tdk sampai karena terhalang oleh pikiran kita yang kemana-mana.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini akan omjay uraikan tujuan menulis, baik dari sisi penulis maupun dari sisi masyarakat pembaca, yaitu:
1. Menginformasikan sesuatu,
2. Persuasi atau membujuk,
3. Hiburan,
4. Mendidik Bangsa
Orang sering menyebut bahwa menulis mempunyai tujuan untuk menginformasikan segala sesuatu dan menginformasikan apa saja ke dalam tulisan. Informasi tsb bisa berupa fakta, data, peristiwa, pendapat, atau pandangan. Informasi itu diharapkan bermanfaat untuk pembaca. Sehingga pembaca mendapat pemahaman dan pengetahuan baru tentang berbagai hal yang anda tuliskan.
Menulis juga bertujuan untuk membujuk atau mengajak. Seorang pria yang menulis surat cinta untuk seorang wanita, isi dari surat itu pasti berupa bujukan agar si wanita mau menjadi kekasihnya. untuk hal ini, anda lebih berpengalaman daripada omjay hahaha.
Menulis juga sering digunakan org utk menghibur diri dan orang lain. Cerpen dan novel adalah salah satu bentuk tulisan yg bertujuan untuk menghibur. Bacaan cerpwn dan novel mengandung nilai nilai pendidikan, namun disampaikan dgn menyenangkan sehingga terkesan menghibur. Satu hal yg mungkin kita kenal adalah kisah mukidi yg sempat viral di media sosial.
Selain itu menulis juga bisa digunakan utk mendidik bangsa. Menulis adalah sebuah usaha utk memberi pengetahuan kpd pembaca sehingga dpt memperbaiki perilaku seseorang. Inilah tujuan pendidikan dari kerja menulis yaitu menciptakan pemikiran yg terbuka, menghargai pendapat org lain dan cenderung lebih rasional.
Jadi bisa disimpulkan bahwa tujuan menulis adalah usaha utk menyampaikn berbagai hal yg bertujuan mendidik, menghibur, membujuk dan memberikan informasi kpd org lain. Dengan demikian, kerja menulis menghasilkan bacaan yg seharusnya bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi org lain.
Menulis adalah sebuah kepuasan batin dan jiwapun menjadi sehat. Banyak orang memiliki batin yang puas setelah banyak menulis. Jiwanya menajdi sehat dan kuat karena senang berbagi keceriaan kepada org lain melalui tulisan. Dunia ini hanyalah kehidupan sementara, masih ada hidup sesudah mati. Oleh karena itu seringkali menulis disebut sebagai pekerjaan menuju keabadian. Manusia menjadi bahagia karena menulis yang dibaca oleh banyak orang. Jiwanya menjadi sehat dan memiliki hubungan interpersonal yang memuaskan dan kestabilan emosi. Sebab dari menulis segala perasaan terungkap dan menjadi sarana untuk aktualisasi diri.
3. Batin puas, jiwa sehat
Pernah gak menulis status di facebook atau media sosial? Kita pasti akan bahagia dan merasakan kepuasan batin ketika tulisan kita dalam status tsb dibaca dan disukai banyak org. Begitu juga pembaca status kita, mereka sangat puas dengan apa yang dituliskan. Oleh karena itu menulis dapat menciptakan rasa puas dalam batin penulisnya.
Batin yang puas akan membuat jiwa menjadi sehat. Manusia menjadi bahagia karena suasana batinnya merasa puas. Jiwa pun menjadi sehat karena apa yang ada dalam pikirannya dapat tersalurkan dengan baik.
4. Pemasukan bertambah
Sebelum mengenal dunia tulis menulis, omjay merasa menulis itu pekerjaan sia sia. Namun dengan berjalannya waktu ternyata menulis itu pekerjaan yg membuat pemasukan bertambah. Ada yg langsung dari tulisan dan ada yg tdk langsung dari tulisan. Seperti mwnulis di majalah dpt honor 500 ribu dan efek dari menulis dibayar 5 juta menjadi pembicara nasional yg mengundang kita sebagai pakar. Pernah juga dibayar 2m. Makasih mas wijaya hahaha.
Jadi akan banyak pemasukan tak terduga ketika kita banyak menulis dengan niat berbagi. Nulis aja tanpa mengharap imbalan apapun. Seperti seorang ibu kpd anaknya. Hanya memberi tak harap kembali.
Pemasukan akan bertambah seiring banyaknya kita menyediakan waktu utk menulis. Dengan kemudahan teknologi kita bisa menulis dan membaca dimana saja dan kapan saja. Tiba tib ada saja transferan masuk ke rekening kita.
Pernah suatu ketika omjay tdk punya uang sama sekali. Sementara anak omjay minta dibelikan susu. Puaing cari uang ke sana kemari blm dapat. Sampai suatu ketika ada telpon masuk dari seorang kawan. Honor menulis di tabloid pendidikan sdh ditransfer. Gembira sekali rasanya. Lalu kemudian muncul tulisan baru. “Kubeli susu anakku dari menulis”.
5. Menaikkan derajat sosial
Menulis akan menaikkan derajat sosial kita. Dulu yg kita malu malu menulis mulai berani percaya diri. Sedikit demi sedikit tulisan kita aemakin enak dibaca. Kita dianggap orang intelek dan berpengetahuan luas. Kita pun menjadi bisa membangun personal branding. Kapan kapan kita bahas personal branding dlm pertemuan tersendiri.
Omjay menyaksikan sendiri wajah wajah maaf “ndeso” masuk ke hotel hotel bintang 5 dari karya tulisnya yg luar biasa. Bahkan kita akan dibaut eh dibuat kagum dari kesederhanaan mereka dlm berbicara namun dalam maknanya. Nanti omjay akan cerita lsg kalau kita kopdar.
Menjadi penulis adalah panggilan hidup dari hobi yg dibayar. Sebagai seirang guru atau masyarakat akademik kita harus terus menaikkan derajat sosial kita. Bisa dengan cara menulis bisa juga dengan cara lainnya.
Bagi saya menulis adalah cara mudah tanpa modal uang utk menaikkan derajat sosial kita sebagai seorang guru. Bahkan kita bisa terus belajar dari kisah sukses org lain yg hidup dari dunia tulis menulis. Mereka memang tdk kaya secara material seperti seorang pengusaha kaya raya tapi mereka punya nilai lebih krn kemampuannya menulis yg menginspirasi orang banyak.
Contohnya penulis raditya dika, https://www.youtube.com/watch?v=_aSj9hx-CWU
Kalau kamu ingin jadi penulis ya harus banyak baca dan banyak nulis. Begirulah kata raditya dhika di youtube
6. Menulis meningkatkan kemampuan IQ dan ESQ
Anda pernah baca karya Asma Nadia? Anda bisa nonton presentasi di sini, https://youtu.be/K7Cq0bW9Ru4
Seorang guru akan terbatas dlm berbagi ilmu dalam.kelasnya saja. Akan tetapi, jika guru mau menulis dan mengemas ilmunya menjadi buku akan lebih bermanfaat krn tersebar ke seluruh dunia dan dibaca banyak org.
Ikut menyebarkan ilmu melalui tulisan akan menjadi tugas tambahan guru bila ia mau berbagi ilmunya. Motivasi utk berbagi ilmu bisa menjadi dorongan kuat mewujudkan impian jadi penulis bila kita komitmen utk menulis dengan niat utk berbagi ilmu dan pengalaman.
Menulis membuat manfaat berupa meningkatnya iq dan esq penulis. Pada waktu menulis ada proses berpikir kreatif yg membuat otak kita biasa bekerja secara kreatif utk menulis. Kecerdasan inteltual twrbangun bukan hanya cerdas otak tapi juga watak.
7. Mengenal rangkaian kerja kepenulisan.
Sebagai seorang penulis kita harus tahu rangkaian kerja kepenulisan yaitu:
1. Pembacaan
2. Pengolahan
3. Penulisan
4. Revisi
5. Penyuntingan
6. Publikasi
Keenam rangkaian kerja penulisan ini harus dilakukan dgn penuh semangat bila kita ingin menulis dan menerbitkan buku. Butuh niat yg kuat agar berhasil menjadi karya tulis yg mencerahkan banyak org.
Pembacaan adalah proses pengamatan dan pemahaman atas sesuatu hal. Pembacaan juga disebut sbg tahap mwngumpulkan gagasan dan informasi. Pembacaan bisa dilakukan dgn melihat sebuah peristiwa maupun bisa dilakukan dgn membaca buku, internetan dan lain sebagainya.
Setelah mengumpulkan gagasan dan informasi maka perlu dilakukan pengilahan data yg terekam dalam memori otak kita. Peristiwa yg terekam dlm pikiran melalui proses pembacaan akan diolah utk dijadikan bahan tulisan.
Tahap revisi adalah tahap dimana kita meluruskan apa yg kita tuliskan sesuai dgn kerangka atau draft tulisan yg sdh kita buat di awal. Pada tahap ini kita akan mencapai koherensi, kesatuan, maupun kerunrutan pemaparan.
Rangkaian kerja menulis selanjutnya adalah memastikan kerangka tulisan tertuang ke dalam tulisan dgn baik. Penulisan ini dlm rangka mengembangkan kerangka tulisan dlm bentuk kalimat kalimat dan selanjutnya menjadi paragraf paragraf.
Penyuntingan atau editing meupakan penyempurnaan tulisan sampai pada bentuk akhi. Pada tahap ini, fokus utama rangkaian kerja menulis adalah pada koreksi ejaan, struktur kalimat, pemilihan kata, penggunaan tanda baca, dan kesalahan mekanikal lainnya,
Karya tulis yg kita hasilkan sebaiknya dipublikasikan dlm bentuk buku agar dpt dibaca oleh masyarakat pembaca. Bisa juga dipublikasikan dalam blog pribadi di internet.
8. Kolaborasi menulis buku
Cara paling mudah saat ini untuk membuat buku adalah dengan cara menulis buku secara kolaborasi atau keroyokan. Omjay menyebutnya dengan cara berjamaah. Di sana ada imam yg memimpin. Mereka yg jadi makmum harus mengikuti apa yg dilakukan imam persis seperti sholat berjamaah.
Menulis secara berjamaah terbukti ampuh bagi mereka para penulis pemula yg sdg belajar menulis. Hal itulah yg sdh kami lakukan dalam kegiatan teacher writing camp atau twc di kampus unj rawamangun. Alhamdulillah sdh sampai pada twc 6. Buku mereka langsung terbit setelah pelatihan menulis.
Demikianlah kegiatan pertemuan kedua ini saya akhiri. Bila ada pertanyaan silahkan dituliskan dlm kolom komentar di bawah ini. Terima kasih atas kesabarannya membaca kalimat demi kalimat dlm pertemuan hari ini.

3 responses to “Agar Guru Mau Menulis Buku

  1. Tugas 2 Belajar Menulis bersama Om Jay,
    Artikel “menuliskan isi buku”
    Judul : Perjuangan di saung ilmu (pondok pesantren dan rumah yatim Al – Itqan)
    Jenis Cerita : Pengalaman pribadi
    Penulis artikel isi buku : Ahmad Masrur

    Tepatnya 20 juni tahun 1998 Aku berhijrah dari kampong halaman ke kota yaitu kota depok. Kehidupan ekonomi keluarga yang kurang membuat Aku tidak mendapatkan support serta dorongan untuk mendapatkan pendidikan formal yang layak. saat itu tahun 2004 penulis masuk bangku sekolah dasar. hingga kelas 4 penulis sempat tidak melanjutkan sekolah mengingat kondisi keluarga saat itu secara ekonomi dibawah dari cukup. Namun pada waktu yang bersamaan kakak ku yang tinggal lebih dulu di kota (kota depok) berdagang sayuran di pasar kemiri muka depok mengabari orang tua ku jika ada salah satu pelanggannya yang kategori ekonominya menengah kebawah memiliki anak yang tinggal di pondok pesantren dan rumah yatim Al – Itqan.
    Pelanggan sayuran kakak ku tersebut meceritakan jika anak nya tinggal di ponpes(pondok pesantren) dan rumah yatim dikarenakan ketidakmampuan secara ekonomi untuk menyekolahkan anak nya di lembaga pendidikan formal pada umumnya. Setelah terjadi percakapan antara kakak ku dan pelanggan nya tiba tiba kakak ku teringat akan keadaan ku dikampung halaman. Sehingga tidak panjang lebar kakak ku menyampaikan kepada pelangganya jika punya adik laki-laki yang baru saja putus sekolah dan berkeinginan bisa dititipkan di ponpos dan rumah yatim tersebut bersama anak pelangganya dan ternyata direspon baik oleh pelangganya karena ponpes tersebut memang tidak memungut biaya sedikitpun alias gratis untuk anak – anak kategori yatim piatu, yatim dan dhuafa.

    Setelah orang tua ku mendapat kabar secara detail dari kakak ku, ibuku pun langsung menyampaika kabar baik tersebut kepada ku. Saat itu aku sempat bimbang dan bingung karena bayanganku harus tinggal jauh dari kampong halaman ku serta harus tinggal pisah dari orang tuaku. Setelah beberapa kali orang tuaku memastikan dan mengkonfirmasi kepadaku apakah aku setuju atau tidak nya untuk berhijrah menuntut ilmu nan cukup jauh dari kampong halaman. Akhirnya tanpa berpikir panjang aku mengiyakan jika aku mau berhijrah ke kota dengan motivasi aku bisa melanjutkan sekolah dan belajar ilmu agama lagi. Karena sempat tersampaikan oleh ibuku jika di ponpos tersebut menyekolahkan anak-anak secara gratis serta diberkan pelajaran-pelajaran ilmu agama.

    Perjalanan menuju kota depok pun terlaksana tepatnya pada tanggal 20 juni 1998. Sepanjang perjalanan dengan kendaraan Bus Po.Dewi Sri tujuan pekalongan – Depok Aku selalu membayangkan apa nanti yang akan terjadi disana kota depok bahkan di ponpes, kesedihan terus saja menggandrungi karena harus meninggalkan orang tua serta kampong halaman.

    Tibalah aku di kota depok sekitar pukul 06.30 pagi diterminal, hatiku bercampur rasa senang dan sedih . senang karena perjalanan ku lancar sedih karena masih teringat kampong halaman. Dan sampailah aku di tempat kontrakan kakak ku tepatnya dipasar kemiri muka depok. Kebetulan saat itu kakak ku tidak mempunyai rumah di depok hanya menempati kontrakan dengan dua kamar. Aku sempat singgah empat hari sebelum aku diantar kakak ku ke ponpes. Empat hari tersebut aku di ajak kakak ku kepasar tempat kakak ku berjualan sayur dan aku pun sempat membantu kakak ku berjulan dipasar selama tiga hari.

    Tibalah hari ke empat aku di depok, dan aku pun di antar oleh kakak ku ke ponpes. Dalam benak dan bayanganku ponpes adalah tempat anak – anak yang harus belajar ngaji setiap saat dan terdapat peraturan yang ketat sehingga aku terdapat rasa sedikit takut dengan tempat ponpes. Hal tersebut aku bayangkan selama perjalanan dari tempat kakak ku menuju ponpes.

    Satu jam berlalu dan sampailah aku di ponpes. Aku pun masuk kedalam area ponpes yang pertama aku lihat saat itu adalah ada banyak anak laki – laki juga perempuan yang masih berpaikaian muslim dan muslimah. Aku mulai dag-dig-dug dan sedikit gemetar. Ucapan salam disampaikan kakak ku dan dijawab serta disambut oleh pimpinan ponpes yaitu Pak.Kiai di ponpes tersebut.

    Kakak ku pun menceritakan panjang lebar kondisi, latar belakang dan keadaan ku saat ini dengan niatan dan harapan pak.kiai sudi untuk membantu bimbingan untuk ku tinggal di ponpes. Dengan senang hati dan santun pak.kiai menerima ku untuk tinggal di ponpes. Tidak lama kakak ku pulang kembali ke kontrakanya aku ditinggal sendiri di ponpes dengan kawan-kawan baru ku

    Sesaat setelah kakak ku pulang aku dipanggil oleh kakak pesantren tertua diponpes tersebut dan diberikan penjelasan tentang tata tertib serta aturan menjadi santri di ponpes. Setelah mendengarkan pejelasan kakak pesantren ku, akupun sempat menangis tersedu karena rasa takut dengan tata tertib yang ketat dan lagi-lagi masih teringat akan kampong halaman.

    Satu pekan telah berlalu, akupun didaftarkan sekolah oleh kakak pesantren atas mandat pak.kiai, saat itu aku meneruskan di bangku kelas 5 bersama teman – teman baru tepat nya di MI Nurul Falah sukamaju depok.

    Kegiatan harian di ponpes dan rumah yatim al – itqan adalah selain belajar menuntul ilmu baik agama maupun non agama juga diberikan ilmu berwira usaha. Dalam bahasa ponpes disebut unit usaha santri. Disitulan seluruh santri diajarka bagaimana berwira usaha. Secara umum kegiatan di ponpes pagi hingga siang hari hingga pukul 14.00 santri belajar di sekolah formal yang bekerja sama dengan pesantren. Selanjutnya setelah pulang sekolah istirahat sejenak hingga waktu asar setelah sholat asar disitulah santri di ajarkan bagaimana berwirausaha.

    Adapun unit usaha santri yang ada di ponpes tersebut adalah berternak dan budidaya perikanan.

    Bersambung …

  2. IDE BUKU KEDUA SAYA
    Saya sudah memiliki keinginan membuat buku. Buku yang pertama adalah tentang media dan sumber belajar di abad 21 tapi baru ini hanya sekedar ide. Buku kedua ini saya rancang untuk diperuntukkan pelatihan menulis dari pak wijaya kusumah yaitu buku yang mengulas tentang media, metode dan sumber belajar pelajaran IPS di tingkat SMP.
    Buku ini berisi tentang sumber, media dan metode pembelajaran di dalam pelajaran IPS SMP di tingkat SMP yang diperuntukan untuk guru dan mahasiswa. Buku ini menjelaskan berbagai macam media pembelajaran yang dikaitkan dengan pengalaman penulis dan teknologi yang berkembang saat ini namun dalam konteks pelajaran IPS.
    Penulis banyak mengikuti pelatihan online tentang berbagai macam media. Contoh saya sebut saja seperti book digital, animasi drawing, komik digital, dan android. Di sini ingin penulis berbagi bagaimana membuat media tersebut dan membagikan informasi kepada guru dan mahasiswa dalam membuat media tersebut dikaitkan dengan langkah-langkah pembelajaran yang penulis buat sendiri.
    Dalam pembuatan media tersebut penulis mencoba memberikan gambar-gambar menarik dan dengan memberikan langkah-langkah yang jelas. Misalnya dalam pembuatan komik kita bisa membuat dengan story maker.
    Disana akan saya jelaskan langkah-langkahnya dengan memberikan gambar dan petunjuk dan ulasan singkat dalam memberikan penjelasanan secara rinci.
    Mengapa penulis ingin memberikan dan menyebarkan media-media tersebut? karena media dan sumber belajar tersebut adalah media sederhana yang dapat dibuat oleh guru dan calon guru untuk memperkaya dan memotivasi siswa dan guru dalam proses pembelajaran di kelas agar lebih menarik dan menyenangkan.
    Ada beberapa media yang menurut penulis sulit untuk diterapkan oleh guru tetapi akan penulis coba jelaskan secara rinci dan mudah sehingga guru dapat membuat media tersebut. Media yang sulit tersebut adalah membuat aplikasi android. Membuat dengan bahasa pemorgaman walau sederhana, menurut saya kalau untuk mahasiswa ini tentu sangat gampang apalagi mahasiswa dari pendidikan sains dan teknologi, tetapi tidak menutut kemungkinan dari mahasiswa untuk guru pendidikan dasar dan sosial untuk membuat media tersebut tergantung motivasi dan keinginan orang tersebut.
    Sebagaimana yang kita ketahui metode pembelajaran IPS ada berbagai macam tapi disini saya ingin menekankan kepada pendekatan IPS secara terpadu, sebagaimana yang kita ketahui pelajaran IPS adalah pelajaran yang disusun secara terpadu, yang mana terdapat berbagai macam model keterpaduan seperti integreted dan connected.
    Dengan mempelajari IPS secara integrated IPS menjadi menjadi tidak terlihat sama sekali bidang studinya. IPS melebur menjadi satu kesatuan, dalam model integreted kita memberi tema-tema yang menarik dan sesuai dengan materi pelajaran dan tingkat pengetahuan siwa dan kontekstual yang terjadi. Disanalah tema integreted melebur menjadi satu dan tidak terlihat sama sekali mengambil irisan bidang studi yang ada di disiplin ilmu IPS.
    Ketika tema dan disiplin ilmu melebur menjadi satu, terdapat metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan seperti Mind Mapping yang dibuat oleh siswa itu sendiri. Dengan metode screamble siswa bermain acak kata dalam pelajaran inggris, tapi ini dalam kontek pelajaran IPS SMP.
    Begitu pula dengan keterpaduan IPS secara coonected siswa mempelajari IPS melalui tema dengan dikaitkan berbagai macam disiplin ilmu IPS, disini saya lebih suka membahas dengan metode diskusi dan paper yang mana siswa diberikan untuk menganalisis dan mengkaitkan berbagai macam disiplin ilmu IPS dalam berbagai disiplin ilmu IPS.
    Baik media dan sumber pelajar akan saya coba dikaitkan dengan konteks pelajaran IPS secara terpadu. Diharapkan dengan konteks keterpaduan, menyebar dan memperkaya ilmu dan pengetahun guru dan siswa dalam proses pembelajaran dalam pembelajaran IPS secara terpadu. Keterpaduan dalam media dan sumber berlajar terlihat dalam pembuatan media yang dibuat secara keterpaduan baik integrasi dan connceted.
    Misalnya saya akan membuat komik digital tentang Candi borobudur, Disini saya akan mengkaitkan keterpaduannya, dengan mengkaitkan kerajaan budha di Indonesia dan sedikit dikaitkan dengan kerajaan hindu. Hal ini karena masih memiliki 2 hubungan dengan kerajaan hindu (2 dinasti pada saat itu yang memiliki kepercayaan yang berbeda yaitu Hindu dan Budha), dikaitkan dengan kebutuhan jasmani dan rekreasi ( Materi Kebutuhan), dan Interaksi karena di tempat wisata borobudur terdapat berbagai macam orang baik dalam negeri dan luar negeri sehingga timbul bentuk-bentuk interaksi yang berbagai macam.
    Sebenarnya bisa dikaitkan dengan endogen dan eksogen sebagaimana yang kita ketahui bahwa candi borobud dulu berada disekitar danau, dan apa yang terjadi yang menyebabkan danau tersebut hilang apakah karena ada bencana menyebabkan terjadinya naiknya permukaan tanah (horst) atau karena tenaga eksogen terjadi sedimentasi dan erosi, atau dikaitkan dengan blok mountain yang mana candi borobudur berada di dalam deretan pegunungan menoreh dan merapi.
    Semoga buku ini suatu saat bisa terbit, bantuan mentor dan forum diskusi ilmiah seperti group guru penulis dan forum group ilmiah lainnya. Penulis sangat harapkan masukan dari kawan guru lainnya untuk membantu penulis memperbaiki naskah ini menjadi lebih sempurna terima kasih, Seno.

    DI SUSUN OLEH : SENO SUDRAJAT, S.Pd

  3. Aat Nurhayati
    9:27 PM (1 hour ago)

    to me
    Tugas 2
    Ide menulis bersama Omjay.

    Setelah mengikuti kelas menulis online bersama Omjay salah satu guru hebat di Indonesia saya lebih tertarik untuk menulis sebuah buku fiksi. Mengapa fiksi? Karena saya tinggal di sebuah tempat yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya warisan leluhur tapi di sisi lain kesadaran masyarakat akan pendidikan masih sangat kurang. Saya merasa banyak sekali nilai-nilai luhur budaya dan adat istiadat yang bisa saya angkat akan tetapi dikemas dalam bentuk sebuah cerita sehingga tidak terkesan membicarakan seseorang ataupun sekelompok orang.
    Pun berkaitan dengan masalah pendidikan, saya pikir banyak tema yang bisa saya angkat dari pandangan seorang guru ataupun dilihat dari sisi orang tua. Karena disini saya berbaur dengan masyarakat sehingga sedikit banyak saya mengetahui pola pikir masyarakat di sekitaran tempat tinggal saya.
    Pengalaman mengajar saya pun bisa saya angkat, pengalaman tentang bagaimana kami jungkir balik momotivasi siswa dan orang tua, bagaimana kami main kejar-kejaran dengan siswa ketika siswa mencoba bolos dijam pelajaran, cerita mengenai siswa yang unik dan cara menanganinya.
    Alasan lain mengapa saya mau menulis cerita fiksi dengan tema tentang kehidupan masyarakat sekitar saya, saya mau mengabadikan momen bahwa beginilah kondisi di daerah ini di tahun 2017. Sehingga ini bisa menjadi cerita menarik untuk anak cucu saya di masa tua.
    Saya juga berencana untuk mengikuti kelas menulis cerita fiksinya Uni Fitra Wilis. Sehingga mudah-mudahan buku yang rencananya saya susun ini bisa terlaksana dengan baik. Tentunya dengan menerapkan semua ilmu yang sudah di berikan oleh Omjay.
    Saya ucapkan terimakasih banyak untuk omjay yang sudah dengan ikhlas mau berbagi ilmu dan pengalamannya. Mudah-mudahan semua kebaikan Omjay dibalas dengan keberkahan yang berlipat ganda oleh Allah SWT.
    Mohon maaf Omjay saya tidak bisa mengecek ini 700 kata atau belum. Ada masalah dengan netbook saya sehingga belum bisa dipergunakan. Saya menyadari kewajiban saya, sehingga saya mencoba menuangkan tulisan ini melalui HP.

    Sumedang, 21 September 2017