Ibu

IBU

Buat Ibuku, Pahlawanku, kini akupun menjadi Ibu

Bismillahirrohmaanirrohiim

Catatan goresan pena hati, inspirasi dari penulis hebat omjay (Wijaya Kusumah).

Penulis Itu Kutemukan (OMJAYA)

Tiga tahun yang lalu ingatanku kembali

kunjungi toko buku kesukaanku

Kutatap semua buku yang begitu banyak

Tuk dalami pengetahuan dan wawasan menulisku

Buku penelitian yang sederhana

Namun dapat merubah kualitas pembelajaran

Buat peserta didikku

Mataku tertuju, kudekati, kusentuh

Satu buku yang begitu berbeda dengan yang lainnya

Nampak  foto  buku sederhana

Sosok guru yang berpeci namun bukan penulis

Kuraih buku itu, kulihat  nama penulis

Sebuah nama Wijaya Kusumah

Gak sadar  penulis itu ada satu grup

Dalam pertemanan Seminar Nasional

Swissbell Hotel Jakarta

Menampung 260 guru

Disitu ada beliau, aku tak kenal

Di suatu acara bulan juli aku dipanggil

Workshop Literasi Millenium

Entah kenapa aku terpilih, namun ku bersyukur

Dapat berjumpa  guru hebat dan inspiratif

Disebelah aula tempat berkumpul

Ku melihat seorang seorang yang  nampaknya kukenal

Namun tak tahu siapa dia

Hingga berakhirlah kegiatan di Millenium hotel

Tempat Inobel dan literasi berlangsung

Kubuka whatsapp sesaat pulang dari Jakarta

Literasi yang kuikuti

Ada nama wijaya, disebut omjaya

Aku lihat .. aku amati

Waduh… itu dia..itu dia

Wijaya kusumah berfoto dengan istri dan anak putrinya

Kuamati buku PTK 3 Tahun yang kubeli

Betul ini penulis itu

Om Wijaya..

Kalau aku tau itu om Wijaya

Akan kuhampiri beliau dan berfoto

Ceeees… salam Literasi !

Tau gak om Wijaya?

Dari buku omjaya  kubeli

 Kubuahkan penelitian sederhana

Kuseminarkan  sebanyak tiga kali

Gratis..gratis

Ajang nasional yang kuhadapi

Puji syukur kupanjatkan

Atas rezeki kreativitas dari membaca

Dari guru inspirasi tingkat nasional

Barokalloh fikum

Semoga semakin bertambah ilmu

Kepala kita semakin tertunduk

Dan malu dengan-Nya

Taqorub Kepada-Nya.

Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin

Jum’at, 22 september 2017, waktu tepat pukul 10.00 WIB. Usiaku menginjak 37 tahun, pastinya perjalanan yang cukup lama telah kujalani. Berbagai pengalaman aku hadapi. Mulai dari aku menjadi zigot,  menurut ilmu pengetahuan aku ada karena ada sel sperma dan sel telur  dari orang tuaku. Kromosom seks  berlambang X yang dibawa sel sperma  ayah telah mengalahkan  sekitar 250 juta  lawan lainnya untuk mendapatkan satu sel telur yang begitu istimewa dengan kromosom X.  Keduanya bergabung jadilah aku zigot. Allah SWT mengijinkan aku untuk tumbuh dan berkembang melanjutkan perjalanan hingga aku seperti saat ini.

Buku ini akan menceriterakan tentang pengalaman hidupku sejak aku menjadi zigot  berkembang terus  menjalani tahapan hidup manusia hingga sekarang ku menginjak dewasa. Masa manulapun pastinya akan aku alami dengan ijin-Nya. Berbagai hikmah  yang aku ambil dalam perjalanan hidup akan aku tuliskan dibuku ini, agar menjadi hikmah buat pembaca. Aku menjalani hidup tentunya banyak lika-liku  yang dijalani pengalaman baik semoga menjadi nilai ibadahku, pengalaman buruk atau suatu kesalahan semoga dapat dihapus dengan taubat yang dengan ijin-Nya serta syariat-Nya dapat terhapus dengan amalan kebaikan yang sedang aku kumpulkan.

 Selama Allah SWT  memberikan jantungku untuk terus bekerja. Tubuhku  semua organ bersatu dengan organ lainnya, bahkan sampai sel bagian terkecil dari tubuhku yang senantiasa  terus memperhatikan aku agar terus hidup. Begitu sinerginya tubuhku bekerja baik disadari maupun gerakan yang tidak disadari. Semuanya itu tak akan lepas dari tujuan Allah SWT menciptakan kita sebagai makhluk yang namanya Manusia. Kajian  perjalanan tahapan manusia yang kita jalani yang begitu unik pada setiap kejadian, suatu keajaiban yang dapat membuat keajaiban lain yang lebih besar,  akan dikupas tuntas sedikit demi sedikit akan dibahas dibuku ini dengan gaya bahasa yang penulis miliki sebagai pemula.

Aku anak ke lima dari enam bersaudara dari semuanya hanya aku yang paling dimanja, entah kenapa sampai ibuku memberikan nama tambahan saat usiaku  menginjak remaja. Katanya nama hati ditambahkan dengan nina agar dapat menginjak  sekolah sampai ke perguruan tinggi, itu kata yang ibu berikan kepadaku. Nama yang ditulis Hati Nina Nurahayu Suhana. Panjang sekali tidak seperti ini Hatiiiiiiiiiiiii. Ada yang unik nama kakakku diberi nama yang pendek Yuyun saja. Tapi pastinya semua ibu menyayangi kami dan tidak pilih kasih. Seperti yang aku rasakan saat ini kepada ke lima anakku  aku sayang mereka semua.

Mengapa aku beri judul IBU ?. Karena dari sosok ibu aku dapat  seperti ini. Walau sikapku terkadang tidak baik terhadap ibu, belum pernah berbuat ataupun balas budi dengan ibu karena usia muda ibu telah dipanggil-Nya dengan  enam anak yang ditinggalkan. Perjalananku tanpa ibu memang cukup berat namun aku tak bisa apa-apa lagi aku harus tegar harus kuat. Karena ibu akan tetap dihatiku.

Ibu. walaupun engkau telah tiada namun tetap menemani aku, selama perjalananku  aku teringat  ibu. Sosok ibu begitu luar biasa, sosok ibu yang menginspirasi, yang menyekolahkanku, istri yang setia, istri yang begitu bersabar. Oh ibu, semoga  semua kebaikan ibu selama hidup, keluguan ibu dan senyuman yang begitu indah  membawakan ibu pada tempat yang mulia disisi-Nya.

Buku tentang ibu yang berusaha membuat  hikmah disetiap perjalanan kehidupan manusia, ibu yang membimbing sang anak tercinta. Berawal dari sebelum terbentuknya zigot, masa  balita, menuju ke anak-anak,  kemudian memasuki masa remaja dan tahapan berikutnya menuju dewasa, berakhir di masa manula. Terkadang kita berasa muda selamanya, dengan melihat usia yang telah dilewati tanpa kita sadari apa yang telah kita perbuat. Selama masih ada waktu, ayo kita berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya raih prestasi dimanapun berada. Kita memiliki zona waktu, yang telah Allah tetapkan sesuai waktunya. Dan Allah SWT memiliki rencana berbeda pada masing-masing orang. Mari bekerja sesuai dengan zona waktu kita. Sehingga rencana baik dan indah atas kita Allah SWT kehendaki.  Ayo berkarya tanpa henti, semua indah pada akhirnya

Buku ini kupersembahkan untukmu Ibu, hanya untukmu. Untuk semua para ibu yang ada  dan sedang berjuang  dalam menjalankan tugasnya yang sangat mulia. Wahai para ibu  semoga semua gerak  dan langkah kita senantiasa Allah SWT bimbing agar sesuai dengan aturan hingga dapat mengantarkan kita  menjadi pemenang dihari akhir nanti. Pemenang yang sebenarnya. Dari awal kita dilahirkan menjadi pemenang saat menjadi zigot  teruslah berjuang agar menjadi pemenang selama perjalanan hidup hingga pada kehidupan yang sebenarnya yang akan kita hadapi. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Wassalamu’alaikum

Tugas membuat  sinopsis buku dari Om Wijaya Kusumah,

Halaman sesuai 150 halaman

 22 September 2017

Komentar ditutup.