Jadilah Guru yang Mampu Menulis dan Menerbitkan Buku

omjay-smkn18jakarta
RESUME BELAJAR MENULIS
HARI PERTAMA, 21 September 2017
Budi Kurnia, M.Pd.
(SDN Gunung Parang Kota Sukabumi)
 
GURU YANG MAMPU MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU
 
Sebagai seorang pendidik guru mengemban tugas yang sangat mulia yaitu untuk menyampaikan ilmu pada peserta didik. Namun, selama ini guru terbelenggu dengan keterbatasan dalam menyampaikan ilmunya hanya di dalam kelas. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut guru harus mau untuk menulis dan mengemas ilmunya menjadi buku agar kebermanfaatan ilmunya tersebar ke seluruh dunia, tidak terhalang hanya oleh dinding kelas.
 
Semua orang, termasuk guru bisa menulis dan menerbitkan buku asalkan tahu caranya. Sayangnya selama ini masih banyak diantara para pahlawan pendidikan ini yang belum tau cara bagaimana cara untuk menulis dan menerbitkan buku.

Untuk menulis sebuah buku, guru harus tahu apa tujuan dari menulis buku tersebut. Karena apabila kita menulis tanpa tahu tujuan dari apa yang kita tulis bagaikan melakukan sebuah perjalanan tanpa sebuah peta sehingga tidak tahu arah. Menulis dikalangan guru harus kita tumbuhkan menjadi sebuah budaya. Budaya menulis ini dapat tercipta apabila antar guru saling berkolaborasi dan menjadi editor kawan guru lainnya.
 
Dasar-dasar untuk menulis pada setiap guru sudah dimiliki, hanya tinggal mengasah jiwa marketingnya supaya tulisan yang dibuat memiliki nilai layak jual dan bisa dinikmati publik. Batin puas dan jiwa yang sehat adalah modal utama kita dalam menulis sehingga pemasukan bertambah dan menaikkan derajat sosial. Dengan menulis akan meningkatkan kemampuan IQ dan ESQ. Oleh karena itu kita sebagai seorang guru harus mengenal rangkaian kerja kepenulisan. Tujuan tersebutlah yang akan membuat kita bergairah dalam menulis sebuah buku.
 
Menulis merupakan sebuah proses, maka syarat dalam memulai menulis sebuah buku perlu modal kesabaran, karena dari kesabaran itulah akan berbuah kesuksesan. Jadi tidak ada sesuatu yang instan, memulai untuk menulis perlu adanya perencanaan yang matang dengan berbagai rangkaian proses yang dilakukan secara terus menerus dari mulai pembukaan, isi dan penutup. Begitulah bila kita ingin menulis 3 alinea.
 
Kadang kita kebingungan untuk memulai menulis harus memulai dari mana, maka cobalah menulis dari hal-hal ringan yang kita sukai. Lalu tulislah apa yang kita pikirkan tanpa memperhatikan bagus tidaknya tulisan kita. Setelah itu lakukan pengeditan pada tahap berikutnya.
 
Untuk mengatasi mentoknya ide untuk mengembangkan tulisan kita maka harus lebih banyak membaca dari sumber lain serta mencari inspirasi dari mana saja termasuk internet. Karena di jaman teknologi yang serba canggih kita dapat mengakses perpustakaan digital lewat PC maupun HP.
 
Ada kalanya menulis itu harus dipaksakan, ala bisa karena biasa.
 
Sebagai pemula dalam menulis tidak ada persyaratan khusus untuk mempublikasikan sebuah tulisan. Pemula diibaratkan bayi yang merangkak untuk belajar berjalan. Karena kita dapat memanfaatkan facebook maupun blog dan media sosial lainnya sebagai sarana untuk mempublikasikan tulisan. Kita dapat mengetahui layak atau tidaknya bahkan menarik atau tidaknya tulisan kita untuk dibaca dari jumlah like yang ada di medsos yang digunakan. Tapi, jika tulisan kita tidak menarik bagi publik membacanya, maka kita harus bisa menerima resiko 4L (lo lagi lo lagi) yang bacanya.
 
Jangan pantang menyerah berarti kita harus memperbaiki tulisan kita agar layak baca dan menarik minat baca bagi orang lain. Langkah selanjutnya untuk menuju publikasi tulisan di media cetak nasional kita harus memperhatikan kelayakan di mata editor dan juga penerbit. Merekalah yang menentukan tulisan kita layak jual ataukah tidak. Kecuali bila kita ingin menerbitkan buku sendiri dan kemudian memasarkannya sendiri secara indie.
 
Iklan

3 responses to “Jadilah Guru yang Mampu Menulis dan Menerbitkan Buku

  1. Resume singkat
    Belajar menulis hari pertama tanggal 21 september 2017
    Renniwati Wijaya (SMPN 2 Haurgeulis)

    Pelatihan guru menulis buku gelombang ke-3 terdiri dari 35 peserta dibuka hari ini kamis tanggal 21 september 2017 oleh bapak Wijaya Kusumah pada pukul 16.00 WIB
    Tema pelatihan hari ini “menjadi guru yang mampu menulis dan menerbitkan buku”
    Menulis akan membuat guru meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual dan emosi (ESQ). Jika kita mengenal rangkaian kerja kepenulisan kita akan bergairah untuk menulis buku.

    Menulis adalah sebuah proses. Jadi harus dimulai dari kesabaran, dari kesabaran itu berbuah kesuksesan. Suatu tulisan mempunyai rangkaian yang terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Demikian kuliah singkat dari Om Jay (panggilan akrab dari Bapak Wijaya Kusumah).

    Tips dari bapak Wijaya Kusumah yang terkenal sebagai penulis, trainer, dan motivator
    Untuk penulis pemula adalah sebagai berikut:
    1. Mulailah dari yang disukai dan dikuasai misalnya tentang pengalaman pribadi atau kisah nyata
    2. Lama-lama tulisan kita dapat berkembang sendiri ibarat bayi awalnya merangkak lalu berdiri dan berjalan terus berlari kesana kemari
    Kuncinya banyak membaca tulisan orang lain dan rajin berlatih tidak pelit membeli buku, rajin ke perpustakaan atau browsing di internet sehingga ada banyak ide dalam menulis
    3. Judul itu tujuan utama kita bisa dikembangkan kedalam beberapa sub tema, supaya tidak melenceng kemana mana kita harus ingat kemana tulisan itu ditujukan
    4. Bila pendapat kita berbeda dengan pendapat penulis lain, maka perkuat pendapat kita dengan data, fakta, dan referensi yang kuat.
    5. Untuk mempublikasikan tulisan kita bisa melalui media sosial atau blog di internet, bila tulisan kita mendapat apresiasi dari pembaca akan membuat kita lebih percaya diri dan bersemangat untuk menulis.
    Demikianla tips menulis yang sangat bermanfaat bagi saya, semoga dapat saya terapkan dalam menulis. Terima kasih atas ilmunya, semoga Allah SWT membalas kebaikan Om Jay.

    Indramayu, 22 September 2017

  2. Guru Menulis: GELOMBANG KETIGA
    RESUME PERTEMUAN PERDANA , Kamis, 21 September 2017
    “BELAJAR MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU”
    Oleh: Harlely Harun

    Awal informasi tentang Guru Belajar menulis dan menerbitkan buku, di group Whatsapp Group Alumni Fakultas Teknik UNJ. Informasi yang dikirim oleh Wijaya Kusumah yang biasa dipanggil OmJay, mengumumkan siapa yang berminat mau belajar menulis dan menerbitkan buku dapat mendaftarkan ke WA 0815-9155-515.

    Kebetulan ada keinginan untuk menulis buku, saya langsung kirim WA ke OmJay hari Kamis, tanggal 21 September 2017. Hari itu bertepatan dengan tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 Hijriah.

    Tidak lama kemudian OmJay membuat group Guru Menulis. Wow, dengan cepatnya sudah terkumpul 36 orang guru, dari seluruh Indonesia. Kaget juga dan luar biasa teman saya satu ini yang bernama OmJay. Begitu besar perhatiannya sama sesama teman agar bisa menulis dan menerbitkan buku.

    Pada tanggal 1 Hijriah 1439, atau 21 September 2017, dari belum belajar menulis hijrah belajar menulis. Hari itu juga dimulai pertemuan perdana di Group Guru Menulis Gelombang 3.

    Tepat pukul 16.00 wib Nara Sumber OmJay (Wijaya Kusumah) memberikan penjelasan pertemuan di group, yang mana kita harus menyimak bahan-bahan yang disampaikan melalui Whatsapp, dan setelah selesai baru dibuka Tanya jawab.

    Sungguh luar biasa teman-teman guru di group WA. Mereka menangapi dan menanyakan tentang masalah-masalah yang dialami oleh teman-teman yang masih pemula menulis. Ada yang kesulitan tidak tahu harus mulai dari mana. Ada yang terkadang ketika mulai menulis, suka bingung mau nulis apa , dan ada juga menanyakan “Bagaimana wujudnya buku pelajaran, buku cerita atau kumpulan soal Pak? kemudian dijawab oleh Om Jay “Terserah anda, pilih mana yang urgent bagi anda”.

    Selain itu ada juga yang nanya “Ide kita sering sama dengan yang sudah ada jadi urung menulis? kemudian ditanggapi oleh OmJay “ Kalau ide seringkali sama, maka perbanyak membaca dan silaturahim. Terkadang dari jalan-jalan ketemu orang lain inspirasi menulis muncul. Apabila dengan kemampuan teknologi saat ini, ide banyak sekali dicari dan digali dari internet.

    Bagaimana kita bisa mendapatkan ide untuk menulis supaya menarik Pak?, dan OmJay menjelaskan “ Ide yang menarik bisanya didapat dari apa yang kita lihat lalu kita rasakan. Kemudian kita bagikan kepada orang lain dengan sudut pandang yang berbeda. Ketika idenya bagus pasti akan disambut baik oleh pembaca. Seperti sebuah tulisan tentang PKI saat ini yang lagi viral di media sosial.

    Lalu Bagaimana tips memaksakan biar ada kebiasaan untuk menulis dan biar percaya diri dengan tulisannya?, Kemudian dalam menulis terkadang kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan sebuah ide. Gimana supaya menjaga teruraikan kata dengan baik. Apalagi sekarang terbentur dengan similarity.

    Selain itu, ada juga yang menanyakan “Apakah judul dapat mempengaruhi perkembangan ide atau bahkan menjadi penghambat karena terbelenggu dengan aturan penulisan.

    Menurut OmJay, banyak guru ingin punya buku sendiri, namun hanya sedikit yang mau meluangkan waktu untuk duduk sejenak membuat bukunya.

    Memang sulit untuk mulai menulis. Tetapi mengingat impian menjadi penulis cukup besar, maka dengan teknologi yang ada saat ini sebagai alat bantu yang sangat membantu, menulis tinggal menekan jari-jari diatas keyboard menjadi semangat. Tidak seperti dahulu tulis dikertas, habis kertas, dan menumpuk di tong sampah. Sekarang salah menulis bisa langsung dihapus dengan mudah.

    Menurut OmJay, “Menulis itu ibarat mengendarai sepeda motor. Kadang kita harus berhenti untuk mampir sejenak sebelum sampai tujuan. Nikmati saja perjalanannya dan tetap fokus pada tujuan agar cepat sampai dengan tempat yang dituju. Kalau sudah lelah istirahat dulu dan gunakan waktu istirahat itu untuk menyimpan tenaga mencapai tujuan perjalanan. Terima Om Jay, atas pencerahan pada pertemuan perdana. Terima kasih atas ilmunya dan pengalaman yang luar biasa.

    Jakarta, 22 September 2017

  3. Satu Muharam

    Derap detak jantungku kian menggema saat kubaca berita di Wast up. Ku-eja nama pengirim berita “he ra al fia.” Seorang teman hebat-ku. Guru dari ibu kota kabupaten yang sangat berkompeten. Ada bahagia menjelma. Memerahjambu-kan rona wajahku. Sungguh tiada terkira. Apalagi ketika dia memberiku nomor seorang mentor hebat, “Om Jay.”

    Jariku lincah mengetik kata “terima kasih.” Kujelajah akun facebook atas nama Om Jay. Kecewapun menggelayut mesra. Akun itu tidak bisa menerima pertemanan yang aku kirim. Tangispun nyaris pecah. Lagi-lagi, Hera alfiah menghiburku. Sekejap ia mengusir kecewaku. Ia mengirimiku nomor WA Om Jay. Tanpa ba-bi-bu kutinggalkan facebook.

    Setengah berlari aku menuju WA. Kukirim permintaanku untuk bergabung di kelas menulis online. Hanya hitungan detik Om Jay meresponnya. Kalimat syukurpun berhamburan dari dalam kalbu. Nuraniku bersimbah suka cita.

    “Tung-tung-tung-tung….”
    Bunyi notifikasi WA bersahut-sahutan. Memenuhi ruang dengarku. Aku bahagia. Ada rasa bahagia. Rasa itu menyelimuti hariku. Aku, dalam hitungan detik bisa berkomunikasi dengan banyak orang hebat. Aku yakin, aku akan mendapat banyak ilmu dari mereka. Satu yang membuatku berbinar, mentorku, Om Jay. Orang hebat yang sangat baik.

    Detak detik jarum jam dinding tak mampu kuhenti. Siang pun pergi. Di langit yang jingga kutemui indahnya warna. Senyumku pecah di sana.

    Senyumku kian sempurna ketika kubaca WA. Om Jay menyapaku dan teman-teman. Kubaca baik-baik semua yang dikirim. Sungguh membuatku tak henti bersyukur. Bagaimana tidak. Hanya dalam hitungan jam, aku memiliki banyak teman dan mendapat ilmu yang sangat bermanfaat.

    Terima kasih kuucapkan beribu kali tapi hanya satu saja yang mampu kukirim pada Om Jay.

    Dalam hening malam kuucap syukur atas nikmat yang kuperoleh dari satu muharam. Tak kuasa kutahan air mata. Di tahun baru ini, Tuhan memberiku jalan untuk berubah menjadi lebih baik lewat kelas menulis.
    Subhanallah ….

    Om Jay dan teman-teman hebatku, kupeluk dalam setiap doa-ku.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s