Menguak Masa Kejayaan Hindu-Budha di Temanggung

IMG_5078Tugas  2 :  Artikel “menuliskan isi buku”

Judul buku   : “Menguak Masa Kejayaan  Hindu – Budha di Temanggung”

Jenis Cerita :  Mengangkat Kearifan lokal

Penulis artikel isi buku : Indah Wiharti

Bertemu  guru-guru hebat di forum ilmiah tingkat nasional,  saya merasakan adanya suntikan energi yang luar biasa. Wawasan saya terbuka dan pandangan mata lepas ke segala arah, sesekali  keinginan yang memenuhi kepala tersebut tiba-tiba pudar karena rasa pesimis yang mendera rasa ini. Kemudian bangkit kembali, ada keinginan membuka lembaran masa lalu ketika masih rajin menulis cerita pendek ataupun merangkai kata menjadi barisan puisi. Muncullah keinginan membuat buku “kumpulan cerpen” dan “kumpulan puisi. Ach keinginan  tinggal keinginan saja, mimpi bagi saya bisa mewujudkan keinginan membuat buku itu.

Baru kali ini, ketika mengikuti kegiatan menulis bersama Om Jay mimpi saya akan segera menjadi kenyataan. Menulis dan membuat buku,  saya pasti bisa! Menulis memang bukan pekerjaan mudah, tapi bukan pula pekerjaan yang tidak bisa kita lakukan. Tak ada yang sulit karena kita belum mencoba, begitu Om Jay  memberikan  motivasi kepada saya. Bismillah saya mencoba menuangkan ide yang ada di kepala melalui tulisan ini, semoga allah Swt memberikan kekuatan dan kemudahan. Amin.

Ide menulis buku kali ini bukan buku kumpulan cerpen atau kumpulan puisi, namun saya lebih tertarik menulis tentang  kearifan lokal, buku yang berisi tentang materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya materi peninggalan masa Hindu-Budha di Temanggung. Mengapa saya berkeinginan mengangkat budaya lokal ini tidak lain karena adanya rasa bangga menjadi bagian manusia yang pernah hidup di Temanggung yang mana di daerah ini dulu pernah menjadi salah satu pusat kejayaan Hindu-Budha. Saya ingin generasi muda tahu dan paham sejarah nenek moyang bangsanya, generasi muda terutama anak didik saya harus membaca buku ini. Tidak hanya membaca tapi saya juga akan mengajak mereka menyusuri kejayaan masa lalu nenek moyang dulu, mereka bisa hebat padahal hidup di jaman serba terbatas, kenapa kita tidak lebih hebat dari mereka? Ketika melihat kemegahan candi itu bukti nyata prestasi mereka, lalu apa prestasi kita,  sementara kita hidup di dunia modern  yang serba nyaman dan banyak fasilitas yang memudahkan segala aktivitas.

Buku ini akan dicetak khusus untuk guru sebagai bahan ajar dan peserta didik  untuk materi pembelajaran di Kelas VII ketika mempelajari peninggalan kerajaan Hindu-Budha. Salah satu Situs penting yang akan dibahas adalah Candi dan  Prasasti Gondosuli , Candi   Pringapus, Situs Liyangan, dan beberapa sisa peninggalan masa Hindu-Budha yang meninggalkan bukti kejayaan di masa lalu.

Pada bab yang membahas Prasasti Gondosuli penulis akan bercerita tentang isi prasasti tersebut dan seluk beluknya. Candi dan Prasasti Gondosuli terletak di Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung,  candi yang berarsitektur Hindu yang dibangun oleh Rakai Patapan, salah seorang putra Sanjaya raja pertama Mataram Hindu. Bentuk bangunan candi ini seperti   bangunan-bangunan candi yang di bangun pada abad ke-9 sebagai contoh   candi di Dieng, candi Gedongsongo, dan candi Pringapus di Temanggung. Prasasti Gondosuli menjadi saksi bisu kejayaan Dinasti Sanjaya, terutama di masa pemerintahan Rakai Patapan. Penulis juga akan membahas secara rinci keberadan situs-situs penting di Temanggung. Sebagai bahan ajar guru dalam kegiatan belajar mengajar maka penulis akan mendiskripsikan secara detail dan menampilkan gambar-gambar yang menarik agar peserta didik mudah memahami dan termotivasi mengunjungi situs tersebut. Jika bukan kita yang melestarikan sejarah dan budaya bangsa kita terus mau siapa yang peduli. Tidak kenal maka tidak akan sayang, begitu kata pepatah yang sering kita dengar.

Selanjutnya manfaat apa yang dapat kita petik dari  terbitnya buku ini, pertama bagi guru buku ini sangat membantu guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk menjelaskan materi pelajaran kepada peserta didik, sebagai bahan referensi yang dapat pula dijadikan sumber diskusi rekan sejawat, kedua bagi peserta didik buku ini sangat penting untuk menanamkan rasa bangga dan rasa kagum serta menghargai kekayaan budaya yang di miliki oleh bangsa kita terutama yang dimiliki Kabupaten Temanggung, membekali peserta didik untuk mengembangkan wawasan, menumbuhkan semangat juang, dan menanamkan rasa cinta tanah air, memperkenalkan kepada peserta didik  tentang berbagai  peninggalan sejarah dan kekayaan budaya yang terdapat di Kabupaten Temanggung, dan  memberikan bekal bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dalam menulis berupa laporan/ karya tulis ilmiah berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri.

Demikian sekelumit isi buku “Menguak Masa Kejayaan  Hindu – Budha di Temanggung”, penulis menyadari banyak kekurangan dan keterbatasan dari buku ini, kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan. Akhir kata penulis berharap semoga buku ini bermanfaat dan menjadi barokah bagi kita semua. Amin.

Temanggung, 21 September 2017 (1 Muharam 1439 H )

 

Komentar ditutup.